เข้าสู่ระบบDi dalam kamar kos sederhana, tanpa da penerangan di sana, walau hari sudah malam. Remang-remang terlihat seorang wanita, yang sedang meringkuk di sudut sambil membenamkan wajahnya."Ibu, Erfan, maaf aku berbohong kepada kalian," ucap wanita itu. Wanita itu adalah Geya.Ponsel Geya menyala, ada pesan masuk ke dalam ponselnya. Geya mengambil ponselnya. Saat dia melihat siapa yang mengirim pesan, dan apa isi pesan tersebut, wajahnya menjadi pucat.Pesan tersebut di kirim oleh pria yang meniduri Geya. Pria itu meminta Geya untuk membuka pintu kosannya, karena dia ingin meminta jatah. Dia juga mengancam, jika Geya berani menolak permintaannya.Dengan gontai, Geya bangkit lalu membuka pintu kamar kosnya. Dia juga menyalakan lampin kamar kosnya, karena takut ada yang curiga jika lampunya tidak menyala, tapi pintu kamar kosnya terbuka.Geya kembali duduk di kasur. Ekspresi wajahnya sudah berubah menjadi dingin.Tidak lama, seorang pria masuk ke dalamkamar kos Geya, saat keadaan di luar aman
Saat Erfan masih bermesraan dengan kedua wanita itu, pintu studio di buka. Bi Ayu dan Bu Sandra masuk ke dalam studio.Erfan menghentikan permainannya, dan langsung menatap ke arah Bu Sandra."Sayang, ada apa mencariku? apa kamu mau jatah?" tanya Bu Sandra, sambil berjalan menghampiri Erfan dengan langkah menggoda.Erfan menggelengkan kepalanya, ekspresi wajahnya sangat serius."Ada hal yang penting, yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucap Erfan."Hal apa sayang?" Bu Sandra menjadi serius, setelah melihat ekspresi Erfan yang sedang tidak bercanda."Ini masalah Geya! ayo kita obrolkan di luar saja! biarkan Tesa dan Frisa melanjutkan membuat konten, agar tidak mengganggu!" ucap Erfan, sambil bangkit berdiri.Tesa dan Frisa sangat penasaran, tapi mereka memilih diam, dan saja mereka bisa bertanya, kepada Bi Ayu atau ke Erfan secara langsung.Erfan, keluar dari studio di ikuti Bu Sandra, dan Bi Ayu."Kita di warung saja sayang, aku sudah tutup kok warungnya, biar sambil mengopi!" ajak B
Sampai di vila. Erfan menggendong Nayla masuk ke dalam vila. "Ibu..." sapa Nayla, sambil melambai-lambai kepada para wanita. "Putri ibu pulang! sini, ibu mau gendong putri ibu," Dewi buru-buru mengambil Nayla dari gendongan Erfan. Erfan meletakkan 1 plastik besar jajanan Nayla di meja. "Sayang, kamu kebiasaan ihh! membelikan jajanan terlalu banyak!" tegur Bu Evi, dengan ekspresi serius. "Gak apa-apa, lagi pula hanya jajan, yang penting Nayla senang!" balas Erfan, sambil tersenyum konyol. "Kalo nanti Nayla jadi boros, kamu tanggung jawab yah!" ucap Bu Evi, tatapan tajam itu di tembakan ke wajah Erfan. "Tentu saja aku ayahnya, pastilah tanggung jawab! balas Erfan. Dia mendekatkan tubuhnya ke samping Bu Evi, merangkul pinggang, lalu menariknya ke pelukannya. "Sayang, tahu gak kamu, ada pria yang menemui Nayla tadi!" ucap Erfan, sambil menatap Bu Evi dengan tatapan main-main. "Pria....siapa?" tanya Bu Evi kebingungan. "Siapa lagi? kalo bukan pria yang menginginkanmu," bala
Erfan menggunakan mobil sportnya menjemput Nayla di sekolah TK.Sampai di gerbang sekolah, Erfan melihat para murid sudah banyak yang keluar dari gerbang. Erfan turun dari mobil, lalu menengok ke kanan dan ke kiri mencari Nayla. "Tuan muda, anda mencari siapa?" tanya seorang wanita dewasa, ibu dari salah satu siswa di sana."Saya mau jemput Nayla, apa ibu melihatnya?" tanya Erfan."Nayla, putri Bu Evi?" tanya wanita itu, dengan ekspresi penasaran."Iya benar," balas Erfan, sambil mengangguk."Nayla belum keluar, sebentar lagi sepertinya," balas wanita itu.Erfan mengangguk mengerti."Tuan muda, kenapa anda menjemput Nayla?" tanya wanita itu penasaran."Saya menjadikan Nayla putri angkat saya!" balas Erfan, sambil tersenyum santai.Wanita itu sangat terkejut."Apa anda serius, menjadikan Nayla putri angkat?" wanita itu sedikit tidak percaya.Erfan mengangguk, tidak berbicara lebih banyak dengan wanita itu."Sungguh beruntung Nayla memiliki ayah angkat seperti anda!" ucap wanita itu,
Di Kosan Geya.Geya sedang menangis tersedu-sedu, sambil menatap foto Erfan dan dirinya."Sayang, maafkan aku, aku gak bisa lagi bersamamu," "Aku di paksa sayang, jika aku masih berhubungan denganmu, pria itu akan menyebarkan videoku!" Ternyata Pria yang meniduri Geya secara paksa itu, mengirim pesan kembali ke pada Geya. Pesan itu berisi, jika Geya masih berhubungan dengan Erfan, dia akan menyebarkan video Geya, dan juga Geya harus memuaskannya setiap kali dia mau! jika tidak dia akan menyebarkannya juga.Geya sudah pasrah, bahkan dia sudah tidak berani berbicara tentang hal ini kepada ibunya. Yang ada di pikiran Geya sekarang, hanya ingin melindungi reputasinya. Tapi jika Geya berpikir dengan baik, dan memiliki keberanian untuk berbicara kepada Erfan atau pun ibunya, pastilah ada jalan keluarnya.Tapi Geya sangat penakut, menghadapi ancaman seperti itu dia memilih menyerah, hanya diam, sambil berusaha menerima takdir.====Erfan membawa kedua wanita itu mall. Dia membelanjakan k
Tante Erlina, dan Shara, membuat sarapan bersama-sama. Setelah selesai, mereka pergi membangunkan Erfan.Tapi saat Shara masuk ke dalam kamar Erfan, ternyata Erfan sudah bangun, bahkan dia sudah rapi."Sayang, aku kira kamu masih tidur!" ucap Shara, sambil bergelayut manja, di tangan Erfan."Huh, kalo sudah bangun, mau tidur lagi itu sulit!" balas Erfan, mengelus kepala wanita itu."Kalo gitu ayo kita sarapan!" ucap Shara, dengan nada ceria.Erfan mengangguk, lalu mereka pergi ke ruang malan. Dia ruang makan, Tante Erlina sudah menunggu.Melihat Erfan datang, wanita itu langsung tersenyum indah."Ayo duduk, dan sarapan," ucap Tante Erlina."Kamu yang memasak?" tanya Erfan, sambil duduk di kursi pemimpin."Aku sama Shara yang masak," balas Tante Erlina,sambil tersenyum anggun."Gadis itu apa bisa memasaknya," balas Erfan, sambil melirik Shara, dengan ekspresi mengejek."Hey hey, sayang kamu jangan meremehkan ku! gini-gini juga aku jago memasak tahu!" balas Shara, dengan bibir cemberut







