Share

Bab 81.

Penulis: BayS
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-15 12:35:46

Slaph..!!

Wulan merasa kakinya tak menapak tanah. Sekujur tubuhnya bagai melesat cepat, dengan hembusan keras angin yang berkesiuran di telinganya.

Namun itu hanya sekejap saja terasa, lalu...

Taph..!

Wulan kembali merasakan kakinya menjejak tanah.

Dan saat dia membuka matanya. Maka Wulan pun melihat, jika kini dia berada di belakang sebuah mobil yang dikenalnya.

“Kak Wulan..!” seru Ratri, sambil bergegas turun dari mobilnya dan memeluk sang kakak.

Wulan sendiri masih tertegun tak percaya, atas semua yang baru dialaminya.

“Ratri! Tsk, tsk!" terdengar isak tangis Wulan, setelah menyadari ini bukanlah mimpi.

“Kak Wulan, kau tak apa-apa kan? Tsk, tskk..!” tanya Ratri yang juga ikut terisak, merasakan penderitaan kakaknya.

“Ehemm. Mbak Ratri, sebaiknya cepat kamu bawa Mbak Wulan ke rumah. Pertemukan dia dengan Desi. Biarlah urusan selanjutnya di ‘Big House’ aku yang urus,” ujar Bimo tenang.

Hal yang menyadarkan Ratri dan Wulan, bahwa mereka belum berada di tempat yang aman.

“Baik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 248.

    'Hmm. Pulau Duyung..? Di mana letaknya pulau itu ya? Sudahlah, lebih baik aku kembali secepatnya saja. Lagi pula informasi yang kucari juga sudah kudapatkan'. "Hehehe! Siapa bilang aku tak akan mengajak Yoga untuk mengawalku ke Mantankali, Winda. Yoga akan ikut serta bersama kita ke sana besok lusa," ucap terkekeh Prayoga, mendengar putri kesayangannya yang merajuk itu. "Waw..! Kalau begitu lain ceritanya Ayah..! Winda pasti siap berangkat..! Hihihi..!" seru Winda heboh, seraya tertawa senang. 'Hmm. Dapat info tambahan lagi. Mantap!' bathin Bimo senang. Lalu... Splaashp..! Sukma Bimo pun langsung melesat menembus dinding ruangan itu. Berniat kembali menuju raganya di kantor pusat Pijar Taruna. *** Malam itu Devi telah membulatkan tekadnya untuk sebuah keputusan. 'Baiklah! Sepertinya pergi sejauh-jauhnya dari Kajarta ini, adalah keputusan terbaik yang harus kuambil!' bathin Devi memutuskan. 'Pasporku masih berlaku, sementara visa untuk tinggal sudah diurus oleh Yuriko. Hanya ti

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 247.

    "Nah! Sebaiknya langsung saja kita buka bahasan kita kali ini. Bagaimana Freedy, apakah pihak aparat sudah memberi keterangan soal pemeriksaan di markas Gank Shadow itu..?" "Baik Mas Bimo. Pihak penyidik kepolisian memang telah menghubungi kami sore tadi. Mereka mengatakan sementara ini belum ditemukan satu bukti pun, mengenai keberadaan Gank Shadow di area kediaman Prayoga.Mereka hanya mendapati gudang logistik perusahaan, dan ruang-ruang kosong di area kediaman Prayoga itu! Ini sungguh aneh..!" ungkap Freedy yang diakhiri dengan wajah bingungnya. "Ahh..?!!" terdengar seruan heran serentak dari semua yang ada di ruangan lobi itu. 'Bagaimana bisa secepat itu Gank Shadow menghilangkan bukti bekas keberadaan mereka, di area kediaman Prayoga..?!' Ya, itulah keheranan dan kekagetan yang ada di benak semua yang hadir di lobi itu. Tentu saja terkecuali Bimo..! Karena dia sangat paham dengan kapasitas Prayoga, dan juga Yoga sebagai pimpinan Gank Shadow itu."Hmm. Sepertinya Gank Shadow

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 246.

    "Ya Ratri..? Ada kabar baik apakah..?" "Hihihi..! Kabar biasa saja kok Bimo. Aku berencana mau ambil liburan panjang ke kota Oslo, Bimo. Kuharap kau dan keluargamu selalu baik-baik saja Bimo." "Wah! Rupanya kau merasa jenuh juga dengan rutinitas ya Ratri. Seberapa panjang liburan yang akan kauambil Ratri..?" "Entahlah Bimo, mungkin setahun atau lebih. Sebenarnya aku hanya butuh ketenangan saja. Sengaja aku mengabarimu perihal ini, agar kau tak bingung jika kau ingin mencariku nantinya." "Wah! Panjang sekali liburanmu Ratri. Apakah cuti panjang seperti itu akan diijinkan oleh atasanmu?" Agak bingung juga Bimo mendengar masa liburan setahun yang akan diajukan Ratri itu. "Hihihi..! Jika tak diijinkan aku akan memilih resign saja Bimo. Rasanya aku memang membutuhkan masa rehat yang panjang dari kejenuhan rutinitasku ini." "Hmm... Ratri. Kalau kau sampai resign dari rumah sakit itu, nantinya aku pasti akan merekrutmu jadi Dokter khusus di perusahaanku dan juga perusahaan Lidya." "A

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 245.

    "Hoekssh..! Hoekksh..!" wajah Ratri nampak agak pucat, setelah dia memuntahkan isi perutnya yang mual di dalam closed kamar mandinya. Ya, sudah dua minggu belakangan ini Ratri kerap merasa mual tiba-tiba dan tak jarang hingga muntah-muntah. 'I-ini..! A-apakah aku.. hamil..?' bathin Ratri bergetar, dirinya merasa tak percaya dengan diagnosanya sendiri yang seorang Dokter. Cepat Ratri menuju ke kotak obat yang berada di ruang tengah rumahnya, diambilnya test pack yang tersedia di dalam kotak itu. Lalu dia pun kembali masuk ke kamar mandinya. Dan beberapa menit kemudian, "Ahh..!" terdengar seruan terkejut wanita cantik itu di dalam kamar mandinya. 'A-aku benar hamil..!' sentak bathin Ratri gugup dan pucat. Dan bayangan Ratri pun langsung teringat pada kejadian terakhir dirinya bersenggama dengan seseorang, Bimo! (Bab 202) Ratri memang merasakan suatu hal yang aneh, pada saat dia menatap wajah Bimo yang tengah diterpa orgasmenya saat itu. Karena sepasang mata Bimo saat itu tak lagi

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 244.

    "B-bimo..! K-kau ...?! Mmmhph..!" sentak terkejut Monica.Namun dalam sekejap Monika bisa merasakan hawa dan aura yang berbeda, bahwa yang ada di hadapannya saat itu bukanlah Bimo yang sejati. "Kau cantik sekali Monica sayang. Tak pernah aku seberairah ini terhadap wanita. Mmhhp.." ucap lembut Bimo di sisi telinga Monica, seraya memeluk erat dan menjalari leher Monica dengan kecupan-kecupan panasnya. "Hmmhhh..! S-siapa kau sebenarnya..?! Kau bukan Bimo..!" desis terbata Monica, ditengah desiran gairah yang ikut terbangkitkan mendapat perlakuan panas dan lembut dari Bimo. Ya, dasarnya Monica memang wanita yang selalu haus dengan pergumulan ranjang. Mendapat perlakuan seperti itu otomatis dia mulai merespon positif hasrat dari Ki Brajangkala, yang saat itu telah mengambil alih kesadaran Bimo. "Mmhhp. Aku adalah Brajangkala, Monica. Saat ini akulah yang berkuasa penuh atas kesadaran dan raga Bimo. Dan aku tahu kau juga bukanlah wanita biasa bukan..?" sahut Brajangkala, seraya hentika

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 243.

    'Luar biasa..!' bathin Monica, setelah mengkalkulasi total kekayaan Winata Group yang bernilai ribuan triliun itu. Dan Monica bahkan belum tahu, bahwa masih ada bunker rahasia penyimpanan harta pusaka milik Hendra. Bunker itu berada di bawah sebuah gazebo khusus, di halaman belakang kediaman Hendra itu. Dan mengenai bunker rahasia itu, memang hanya Hendra, Helda mendiang istrinya, dan Bimo yang mengetahuinya. Bunker rahasia itu berisi perhiasan dan benda-benda pusaka langka, yang kebanyakkan telah dinyatakan hilang di dunia ini.Tentu saja nilai perhiasan dan benda-benda pusaka itu, bahkan sungguh tak ternilai dengan uang bagi para kolektor dan pecinta barang-barang antik dan langka di pasar lelang eksklusif. 'Pencapaianku saja tak sampai separuh dari kekayaannya..! Atau jangan-jangan..?!' seru bathin Monica lagi takjub bercampur curiga. Ya, nalar tajam Monica mulai meraba ada yang tak wajar dalam kekayaan Hendra Winata itu. Karena dia merasa tak mungkin, jika Hendra bisa melebi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status