Share

Pilihan Kushaima

Penulis: Lucyana
last update Tanggal publikasi: 2026-10-07 16:52:14

MOBIL Marina berhenti tepat di depan rumah Kushaira. Sebelum mereka tiba di pekarangan perumahan itu, Marina sempat mentraktir mereka semua makan es krim dan minum cendol. Sambil-sambil itu, mereka juga menyantap laksa utara. Rasa kantuk Kushaira langsung hilang ketika dia terpaksa melayani saja keinginan Marina yang ingin mentraktir mereka sore itu.

"Terima kasih, Marina. Sudah mentraktir makan laksa dan cendol. Mengantarku pulang lagi." Kushaira bersuara seraya melepaskan sabuk pengaman dari
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hati-Hati, Nanti Abang Sayang Kamu   Terjerat Tanpa Rela

    DUNIA di hadapan mata Kushaima saat ini terlihat begitu menggairahkan darah mudanya. Sudah lama, dia tidak menginjakkan kaki ke kawasan hotel ini. Terakhir kali dia ke sini, setahun yang lalu? Ketika pertemuan terakhir dia dan Azrul. Ah, ketika itu dia sedang beradu asmara dengan lelaki itu tanpa memikirkan dosa ataupun pahala. Apa yang ada di pikirannya saat itu hanya ingin merasakan kesenangan duniawi saja.Air liur ditelan susah payah, dia turun dari Grab. Pintu mobil penumpang ditutup rapat. Matanya melirik ke papan tanda hotel tempat penginapan Azrul itu.Terasa gugup jantungnya hendak memasuki kawasan itu. Namun, hati sudah lama merindukan dunia itu. Dia pun sudah bulat hati hendak meninggalkan segala kebaikan dan kepura-puraannya selama ini. Haruslah dia menetapkan langkah untuk terus maju ke depan.Begitu saja dia melangkah masuk, dia terus menuju ke arah lift. Tidak singgah ke konter di lobi itu terlebih dahulu karena dia sudah tahu nomor kamar Azrul. Lelaki itu telah memberi

  • Hati-Hati, Nanti Abang Sayang Kamu   Pilihan Kushaima

    MOBIL Marina berhenti tepat di depan rumah Kushaira. Sebelum mereka tiba di pekarangan perumahan itu, Marina sempat mentraktir mereka semua makan es krim dan minum cendol. Sambil-sambil itu, mereka juga menyantap laksa utara. Rasa kantuk Kushaira langsung hilang ketika dia terpaksa melayani saja keinginan Marina yang ingin mentraktir mereka sore itu."Terima kasih, Marina. Sudah mentraktir makan laksa dan cendol. Mengantarku pulang lagi." Kushaira bersuara seraya melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya."Ah, hal kecil saja. Lagipula, kita asyik nongkrong di kafe kampus. Sudah bosan aku makan menu yang sama selama setahun kita belajar di sana. Sesekali, makan cendol dengan laksa... bukan setiap hari." Marina tersenyum puas. Kebahagiaan di hatinya tak usah dikatakan lagi. Wajahnya yang begitu bersemangat karena bisa meluangkan waktu bersama teman-temannya sudah cukup menjelaskan semuanya.Kushaira turut tersenyum membalas senyuman itu."Oke, aku turun dulu. Kalian berdua hati-hati." Pin

  • Hati-Hati, Nanti Abang Sayang Kamu   Luahan Suraya

    SOSOK Kushaira yang menghampiri kafetaria disambut dengan teriakan Marina dan Suraya. Mereka tidak percaya bahwa gadis itu kini sedang berdiri di depan konter makanan untuk memesan.Setelah makanan diletakkan di atas nampan beserta es teh, Kushaira berbalik lalu membawa nampan itu ke meja tempat teman-temannya duduk.Saat baru saja hendak duduk, Suraya menyenggol lengannya.“Ada cerita apa? Tidak masuk kelas?” tanya Suraya. Tidak sabar hendak mendengar jawaban Kushaira.“Kelas dibatalkan, katanya ada meeting penting.”Marina mengangguk-angguk sendirian. “Baguslah begitu, kamu bisa beristirahat.”Kushaira mengangguk perlahan lalu menyuapkan nasi ayam ke dalam mulut. Selain lapar, dia sangat mengantuk. Tidak sabar hendak pulang ke rumah dan tidur. Tidak selalu kelas dibatalkan begitu, benar-benar nikmat rasanya.Selesai makan, mereka berangsur-angsur pulang ke rumah. Marina yang memang datang ke kampus dengan mengendarai mobil mulai meneriakkan nama teman-temannya sebelum mereka semakin

  • Hati-Hati, Nanti Abang Sayang Kamu   Kelas Batal

    “KAMI... tidak melakukan sesuatu yang melanggar peraturan kampus, pun.” Kushaira menjawab pertanyaan Profesor Akma tentang ‘hubungan romantis’ di kampus mereka.“Jadi, apa yang sedang beredar saat ini... kalian berdua mau mengatakan bahwa itu sebuah kebohongan?” Profesor Akma kembali menekankan nada suaranya sambil menunjuk layar ponsel yang sedang menyala kepada Kushaira.“Ya! Saya difitnah. Sejak kapan saya berpacaran dengan dosen sendiri? Dan lagi, Pak Zareef ini calon kakak ipar saya. Bisa mati saya dipukuli keluarga kalau sampai mencoba menggoda calon kakak ipar sendiri. Plus, Profesor Akma mengira ini seperti cerita Ipar Adalah Maut? Saya bukan seperti itu!”Zareef dan Profesor Akma terkedu. Mereka saling berpandangan sejenak sebelum kembali memusatkan perhatian kepada Kushaira.“Saya tidak mengatakan seperti itu, hanya saja saya tidak suka gosip seperti ini menyebar di area kampus. Kamu tahu, mahasiswa seharusnya belajar dan dosen seharusnya mengajar. Bukan berpacaran.” Profeso

  • Hati-Hati, Nanti Abang Sayang Kamu   Rindu

    "KUSHAIRA!"Dari jauh, sosok dua orang teman dekat Kushaira sedang berlari kecil untuk mendekati gadis itu. Siapa lagi kalau bukan Marina dan Suraya.Kushaira pula sudah tersenyum melihat tingkah mereka berdua. Bagaimana tidak, seorang sedang memimpin tangan seorang lagi sambil mencoba memaksa berlari. Walaupun tahu Suraya tinggal menunggu waktu untuk melahirkan, Marina peduli apa? Dia tidak sabar hendak mendapatkan Kushaira, bahkan Suraya juga sama. Hanya saja, tidak mungkin dia mau meninggalkan ibu hamil itu di belakang pula? Nanti dikatakan pula, teman meninggalkan teman."Aduh, aduh... Megahlah aku ini, Marina. Capek aku mengejar langkah panjangmu itu." Rengek Suraya sambil menekan-nekan pinggangnya. Aduh, kasihan Kushaira melihat sahabatnya seperti itu."Itulah, aku mau meninggalkanmu saja tadi. Tapi khawatir pula kamu bilang aku lupa teman. Jadi, ya berlarilah sekali walaupun seperti tidak berlari haha." Marina tertawa sendiri. Lucu juga ket

  • Hati-Hati, Nanti Abang Sayang Kamu   Masih Ada Perhatian

    HARI terasa nyaman di luar, namun tidak dengan hati Kushaira. Sejak dia pulang dari rumah sakit siang kemarin, dia masih belum bertemu muka dengan Puan Asnah. Entah, wanita itu tahu atau tidak bahwa dia sudah pulang ke rumah.Mungkin trauma dikurung oleh Puan Asnah masih bergelora di dadanya. Siapa pula yang tidak mengalami trauma? Sampai demam tinggi pun dia dikurung di dalam kamar tidurnya sendiri.Bahkan, sejak dia bangun tadi hingga sekarang. Dia masih gemetar di depan cermin, dada terasa berombak, keringat juga turut bercucuran di dahinya."Haruskah aku keluar hari ini? Ke kampus?" Kushaira tidak tenang. Dia ingin pergi ke kampus bertemu teman-teman yang sudah mulai dia rindukan.Marina dan Suraya, bagaimana kabar mereka berdua. Namun, di waktu yang sama dia takut untuk berhadapan dengan ibunya sendiri.Ibu yang selama ini, tidak pernah ada untuk suka dan duka, susah maupun senangnya."Adik." Suara Kushaima di depan pintu terdengar sedang memanggil sambil pintu diketuk perlahan.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status