首頁 / Fantasi / Hati liar sang Alpha / Retakan yang Mulai Bergerak

分享

Retakan yang Mulai Bergerak

作者: Chatrin
last update publish date: 2026-05-18 13:47:58

Malam itu terasa terlalu tenang. Dan justru karena itulah, Sylas mulai merasa ada yang salah.

Ia berdiri di menara penjaga paling utara Lunaris, memandangi langit retak yang menggantung di atas dunia mereka. Angin dingin menerpa mantel gelapnya, membawa aroma hujan dan sesuatu yang asing.

Sesuatu yang membuat naluri serigalanya gelisah.

Retakan itu bergerak lagi dengan pelan namun sangat jelas.

Cahaya pucat di dalamnya berdenyut seperti jantung hidup.

Sylas menyipitkan mata. “Ini semakin buruk…
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Hati liar sang Alpha   Penjaga yang Seharusnya Tetap Tertidur

    Ruangan itu mendadak terasa sempit. Api di perapian masih menyala, namun kehangatannya tidak lagi terasa sejak kalimat Asterion jatuh di tengah mereka.Sesosok penjaga lama sedang bangun. Tidak ada yang langsung bicara, karena cara Asterion mengatakannya terlalu serius untuk dianggap bercanda.Lira yang pertama memecah keheningan. “Penjaga apa?”Asterion menghembuskan napas pelan. Tatapannya tetap tertuju pada langit di luar jendela. “Makhluk yang diciptakan sebelum pack pertama lahir.”Jawaban itu langsung membuat Rowan mengernyit. “Itu bahkan lebih tua dari para Alpha awal.”“Karena memang lebih tua.”Asterion akhirnya menoleh. Dan untuk pertama kalinya, tidak ada senyum santai di wajahnya.“Dulu,” ujarnya pelan, “para penguasa langit menciptakan penjaga untuk menjaga keseimbangan antara dunia manusia, dunia serigala, dan alam para dewa.”Elara diam mendengarkan. Sementara Aelmon tetap berdiri di dekatnya, satu tangannya masih menyentuh punggung Elara pelan seolah memastikan gadis i

  • Hati liar sang Alpha   Retakan yang Mulai Bergerak

    Malam itu terasa terlalu tenang. Dan justru karena itulah, Sylas mulai merasa ada yang salah.Ia berdiri di menara penjaga paling utara Lunaris, memandangi langit retak yang menggantung di atas dunia mereka. Angin dingin menerpa mantel gelapnya, membawa aroma hujan dan sesuatu yang asing.Sesuatu yang membuat naluri serigalanya gelisah.Retakan itu bergerak lagi dengan pelan namun sangat jelas.Cahaya pucat di dalamnya berdenyut seperti jantung hidup.Sylas menyipitkan mata. “Ini semakin buruk…”Suara langkah terdengar dari belakang.Aelmon muncul dengan wajah tenang seperti biasa, meski aura dingin di sekitarnya membuat udara terasa lebih berat.“Asterion juga merasakannya,” ujar Aelmon.Rowan mengangguk pelan. “Energinya berubah.” Jelasnya, sambil menatap kembali ke langit. “Dan aku tidak menyukainya.”Di bawah sana, Pack Lunaris mencoba menjalani hari seperti biasa.Lyra memaksa semua orang meminum ramuan pahit buatannya. Lira sibuk mengatur ulang penjagaan wilayah, Asterion berdeb

  • Hati liar sang Alpha   Rumah Bulan

    Pagi datang perlahan.Cahaya matahari pucat menyelinap masuk melalui tirai tipis kamar, jatuh lembut di lantai kayu dan selimut yang sedikit berantakan.Udara masih dingin. Namun untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, Elara bangun tanpa rasa takut. Ia membuka mata pelan, dan langsung menyadari dirinya masih berada dalam pelukan Aelmon.Pria itu belum bangun. Satu lengannya melingkar santai di pinggang Elara, sementara napasnya terdengar pelan dan stabil di dekat rambutnya.Elara diam beberapa saat. Memperhatikan wajah Kael yang tertidur, dan lagi-lagi ia merasa aneh melihat pria itu setenang ini.Biasanya Aelmon selalu tampak waspada, tegang. Seolah dunia bisa runtuh kapan saja, namun sekarang ia terlihat damai.Tanpa sadar Elara tersenyum kecil. Lalu pelan mengangkat tangan, merapikan sedikit rambut hitam Aelmon yang jatuh di dahinya.Sentuhan itu ringan sekali. Namun alis Aelmo. langsung bergerak sedikit. Mata hijaunya terbuka perlahan. Dan begitu melihat Elara, Tatapannya lang

  • Hati liar sang Alpha   Tetap Tinggal

    Kamar itu sunyi.Hanya suara angin malam yang sesekali menyentuh jendela kayu dan cahaya bulan pucat yang masuk melalui celah tirai tipis.Elara masih duduk di pangkuan Aelmon.Deg... deg...Dan itu saja sudah cukup membuat jantungnya tidak tenang.Tiba-tiba ia merasakan sentuhan dari dalam pakaiannya.“Kau sengaja.” Suara Elara terdengar pelan dari balik bahu Aelmon.Pria itu mengangkat alis sedikit. “Apa?”“Kau tahu aku tidak bisa berpikir kalau kau terus menggoda ku seperti itu.”Aelmon menahan senyum kecil. Tangannya masih berada di pinggang Elara, hangat dan stabil, seolah benar-benar tidak berniat melepasnya malam ini.“Kalau begitu jangan dirasakan.”Elara langsung mendongak. “Itu tidak mungkin. Aku normal, dan tubuhku bisa merasakan nya."“Memangnya aku mencoba melakukan kejahatan?” Nada suaranya rendah, santai. Namun justru itu yang membuat pipi Elara kembali panas.Tidak ingin kehilangan momen, Aelmon melepas pakaian luar Elara, ia melakukannya pelan sebelum ia melepas paka

  • Hati liar sang Alpha   Hukuman yang Tidak Adil

    Malam kembali turun di Lunaris dengan tenang.Api unggun di tengah lembah menyala kecil, sementara sebagian besar anggota pack sudah kembali ke tempat masing-masing setelah hari panjang penuh keributan kecil dan ancaman Lyra pada siapa pun yang tidak minum obat tepat waktu.Untuk pertama kalinya sejak beberapa hari terakhir, tidak ada perang, tidak ada kematian, dan yang terpenting, tidak ada suara Helior. Hanya malam yang dingin dan damai.Elara sedang duduk di dekat jendela kamar saat Aelmon masuk—ia tenggelam dalam pikirannya, ia menyesal saat pergi dari Aelmon hati itu.Ia baru selesai memeriksa penjagaan wilayah bersama Rowan dan Asterion. Mantel hitamnya masih sedikit basah oleh embun malam, rambut gelapnya berantakan karena angin.Whoosh...Dan begitu masuk, ratapannya langsung mencari Elara. Selalu begitu, seolah nalurinya otomatis memastikan gadis itu masih ada.“Kau menatapku lagi.” Suara Elara membuat Aelmon mengangkat alis sedikit.“Aku memang sedang melihatmu.”“Itu berb

  • Hati liar sang Alpha   Hal Kecil yang Membuatnya Takut Kehilangan

    Pagi di Lunaris datang lebih lembut setelah malam panjang itu.Kabut tipis masih menggantung di sekitar lembah, sementara cahaya matahari pucat menembus sela pepohonan tinggi. Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari penuh kekacauan, suasana pack terasa… lebih ringan.Tidak sepenuhnya tenang. Namun cukup untuk membuat semua orang bernapas sedikit lega.Elara terbangun perlahan. Dan langsung menyadari satu hal, Aelmon masih memeluknya.Lengan pria itu melingkar di pinggangnya dengan erat, sementara wajahnya sedikit tersembunyi di dekat rambut Elara.Napas hangatnya terasa pelan di lehernya, hal itu membuat Elara membeku sesaat.Karena biasanya Aelmon sudah bangun lebih dulu.Namun kali ini, Ia masih tertidur.Dan itu terasa baru.Elara memperhatikan wajahnya diam-diam, tanpa aura Alpha yang menekan Ael terlihat jauh lebih muda saat tidur.Seolah tubuhnya akhirnya menyerah setelah menahan terlalu banyak emosi semalam.Dan saat Elara melihat lingkar gelap samar di bawah matanya, dada

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status