Share

page 14 masa hukuman

Author: Lekerchoco
last update Huling Na-update: 2025-11-12 23:35:40

Brak

Aku menutup pintu kamarku seraya menggantung jas berwarna coklat itu kebelakang pintu. Aroma vanilla yang manis sempat samar - samar tercium dari jas yang tergantung.

Tanganku kini merogoh sapu tangan miliknya yang kusimpan didalam saku celanaku. Aku bisa melihat darah segar yang sebelumnya menempel disana, kini telah mengering dan sedikit berwarna coklat dengan bau sedikit amis begitu menciumnya.

"Sepertinya aku harus membelikannya yang baru" gumamku sebelum sadar bahwa ia menjelaskan bahwa sapu tangan yang kugenggam tidak akan bisa ditemukan dimanapun.

Bahkan sorot mataku kini tertuju sebuah bordiran nama Claire diujung sapu tangan dengan benang emas yang terukir disana. Bordirannya masih bersih tanpa nona darah disana.

Aku kini berjalan menuju ranjang dan duduk disisi pinggir seraya memperhatikan sapu tangan itu Lamat - Lamat.

Entah mengapa ada suatu perasaan aneh yang sejak awal mengusik diriku bahkan sekarang.

Perasaan, yang sulit aku jelaskan dengan kata
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke   page 64 derap langkah kaki

    "saya memang tidak melihatnya secara langsung. tapi entah kenapa saya berfikir bahwa nona memang tidak bisa tidur dalam keadaan gelap gulita"Claire mengangguk anggukan kepalanya dengan pelan dan memijit jemari tangannya dengan gusar. menciptakan suasana canggung diantara senyapnya malam dengan pencahayaan yang remang. terlebih. kami berdiam - diaman cukup lama karna kebingungan dengan apa yang harus dibicarakan. Membuat suasananya jauh lebih canggung dari biasanya."a-apa nona sudah menemukannya?" tanyaku memutus untuk membuka suara.Claire nampak tersentak dalam lamunannya seraya tangannya kini menyelipkan anak rambutnya kesisi telinga "b-belum. saya belum menemukannya" tukasnya sambil menggeleng kaku. "mau saya bantu carikan?" Hening. Claire tidak menjawab pertanyaanku dan sibuk termenung menatap kegelapan diluar pintu dapur yang entah mengapa sedikit membuatku merinding untuk sesaat. merasa di abaikan, aku berniat untuk mencarinya seorang diri sebelum pakaianku ditarik kencang

  • Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke   page 63 lilin yang padam

    Kutarik nafasku dan perlahan kuhembuskan dengan berat "aku.. menyukaimu tuan Harrie"hening. Kelopak matanya yang terbuka kini mulai tertutup menunjukan bola mata ambernya yang membulat sempurna. Claire sempat menatapku dengan helaan nafas yang panjang, sebelum tangannya dengan segera ia singkirkan begitu menyadari pisau yang ia acungkan begitu dekat dengan dadaku "ah, maaf tuan Harrie" lirihnya sambil terburu - buru menaruh pisau itu diatas meja.aku sendiri hanya bilang menghela nafas lega dan perlahan menurunkan kedua tanganku ke samping pinggang. Disaat bola mata claire kini bergetar begitu menyadari goresan pisau yang ia torehkan berhasil menembus lapisan kulit kepalaku yang tipis hingga darah segar mengalir dari sana. "ah, yaampun" "kenapa anda tidak bilang pada saya?" tanya Claire dengan nada khawatir. Keadaan ruang dapur yang remang membuat claire semakin cemas tak terkendali. ia terus meraba apa yang bisa ia temukan dilemari atau meja dapur. sebelum kuraih pergelangan tan

  • Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke   page 62 diantara gelap dan senyap

    ku berbaring kesana, kemari mencari posisi yang pas untuk memejamkan mata hanya untuk mendapati suara Rei yang terus bergema dikepalaku tanpa henti "nona mungkin terlihat bodoh dimata anda. tapi sesungguhnya, itu hanya sebagian kebohongan yang ia buat untuk menutupi sifat aslinya yang nyata""Karna pada dasarnya, tuan hanya tau bayangannya saja. bukan tubuh aslinya"aku terbangun dalam tidurku dengan mata segar tanpa rasa kantuk mengintai tubuhku. sungguh, disuasana gelap tanpa penerangan. aku hanya bisa menataplangit - langit kamar yang gelap gulita. Beradaptasi dengan pekatnya kegelapan sejauh mata ini memandang. Kuusap wajahku dengan nafas berat seraya jemariku mulai meraba - raba korek api yang tersimpan diatas meja. memercik api kehidupan yang meski terlihat kecil namun cahayanya sudah cukup menerangi gelapnya pandangan yang berbayang hitam. Aku memutuskan bangkit dari ranjangku seraya berjalan pelan keluar kamar dengan lilin kecil menemani perjalananku. suasana senyap dan s

  • Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke   page 61 sebuah kebohongan

    Srak Srak Pandanganku kini tertuju pada suara goresan sekop yang beradu dengan tumpukan salju yang menggunung tebal menutupi jalan masuk menuju gerbang utama. Para pelayan saling bahu membahu, menggunakan pakaian yang jauh lebih tebal dan berlapis untuk membersihkan halaman kediaman yang cukup memakan waktu dan tenaga. sedangkan pandanganku sempat teralih pada kereta kuda asing yang terparkir diluar dengan posisi gerbang terbuka lebar. Meninggalkan kuda berwarna coklat muda itu berdiam diri disana cukup lama hingga bibirku bermonolog, merasa iba melihatnya berdiri tegap disaat angin musim dingin menerpa. Kakiku kini melangkah menjauh meninggalkan ambang jendela hanya untuk berbaring di atas ranjang sambil menatap langit - langit kamar yang terasa begitu membosankan. Kuhembuskan nafasku ke langit - langit sambil menutup kedua mataku. Ingatan demi ingatan terlintas. pertanyaan yang claire ajukan dan perubahan sikapnya yang sulit aku mengerti. aku bahkan bisa melihat dengan jel

  • Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke   page 60 jepit rambut

    Pelayan itu pamit undur diri dan kembali menutup pintu ruang kelas dengan rapat. Claire mulai meraih sekeping kue kering kedalam mulutnya. sambil menyesap teh chamomilenya sedikit demi sedikit seperti yang biasa ia lakukan. "Jadi, apa jawabannya?" "jawaban?" tanyaku dengan mata yang masih sepenuhnya terpaut pada kertas jawaban dihadapanku. Claire kini menaruh cangkir berbahan keramik itu keatas meja. meninggalkan suara yang nyaring bersamaan dengan nadanya yang lebih terdengar riang "iyaa jawaban. apa jawaban tuan Harrie?"Dahiku seketika mengernyit. pandanganku kini mengintip diantara kertas jawaban milik Claire yang kini menutupi seluruh wajahku. Jemari yang dipijat pelan dengan ketukan kaki yang ia lakukan saat merasa gugup. aku tau bahwa ia begitu penasaran dengan jawabannya. Kuperbaiki postur tubuhku dan berusaha bersikap setenang mungkin. "Jawaban? eum.. belum" Claire seketika menoleh dengan mata terbelalak seakan tidak percaya "belum? tuan Harrie belum memutuskan jawaban

  • Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke   page 59 surat dari Eric

    kembali aku terduduk disisi ranjang sembari meratapi surat yang Eric kirimkan padaku sore hari tadi. .. Untukmu Harrie Smith Sebelumnya, aku ingin meminta maaf karna tidak memberitahu bagian terpenting dari rencanaku padamu. aku sungguh - sungguh ingin mengatakannya tapi, aku pikir akan lebih baik jika memberitahukannya tepat setelah makan malam. namun, berhubung kau sudah tau. mungkin aku akan menjelaskannya tepat setelah perjamuan makan malam yang akan kalian hadiri nanti. karna rasanya, ada banyak pertanyaan dan penjelasan yang mungkin tidak akan muat jika ditulis disatu lembar surat ini. Dan, aku sudah mengirimkan surat undangan resmi pada countess Winston untuk mengundangnya dan calon tunanganku "clairence" ke perjamuan makan malam Minggu depan. Jadi, kau tidak perlu memberitahukannya lagi karna aku sudah mengirimkan undangannya langsung kepadanya. dan.. Aku memang tidak mengatakannya didalam surat undangan yang kukirimkan pada countess. Tapi, biar kuberi tahu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status