Share

Bab 2

Author: Ungu
Wajahku memerah setelah mendengar percakapan mereka, bisa-bisanya Bibi Nia memintaku melakukan itu dengan ibu angkat!

Ketika masih muda ibu angkat sangat cantik, sekarang dia masih terlihat sangat feminin meskipun sudah berlalu bertahun-tahun.

Seketika di dalam hatiku bergejolak, jika benar-benar bisa bersama ibu angkat … Itu akan sangat memalukan!

Saat ini mungkin ibu angkat juga merasa malu, buru-buru berkata, “Ucapanmu sungguh tidak enak didengar, dia adalah anak angkatku, bagaimana bisa melakukan hal seperti itu?”

“Hehe, dia anak angkatmu, bukan anak angkatku, jika kamu tidak mau, aku akan maju, aku belum pernah mencoba pria yang begitu muda, apalagi terlihat bagiannya sangat besar, mungkin bisa memuaskanku dalam satu kali!”

“Nia, perhatikan ucapanmu, dia adalah anak angkatku, jika kamu ingin membuat masalah silakan cari orang lain, kalau tidak, jangan salahkan aku akan marah.”

Nada suara ibu angkat jelas terdengar agak marah, jadi Bibi Nia juga menutup mulutnya.

Setelah di luar tenang, aku baru menutup pintu.

Untungnya ibu angkat tidak menyebutkan soal melaporkan ke ibuku, tapi kata-kata Bibi Nia malah terus terngiang di otakku, membuatku tidak bisa tenang untuk waktu lama ….

Saat makan malam, ibu angkat memberikan celana yang sudah dijahit padaku.

Saat ini, adik sepupuku, Felice juga sudah pulang dari kelas tari, dia dari kecil selalu menempel denganku, setiap kali pergi bermain dia selalu mengikutiku, bahkan saat ke toilet, dia pun harus menunggu di luar.

“Kakak, kamu di sini!”

Adik sepupuku sangat senang saat melihatku, sepasang mata indahnya melengkung seperti bulan, dia langsung memelukku erat.

Seluruh tubuhku bergemetar, napasku menjadi berat.

Adik sepupuku sepenuhnya mewarisi gen unggul ibu angkat, tidak hanya cantik dan menawan, usianya masih muda tapi tubuhnya sudah tumbuh dewasa.

Terutama dadanya yang montok dan penuh, menggambarkannya dengan “wajah childish dan tubuh seksi” bisa dibilang tidak berlebihan.

Saat ini, dada besar dibalik bajunya menempel di depan dadaku, benar-benar berubah bentuk karena tertekan, seketika membuatku merasakan lembut dan elastis.

Aroma harum yang lembut juga menerpa, bibir merah yang menggoda tepat di depanku, membuatku tidak tahan ingin menunduk dan menggigitnya.

Di bawah celanaku sekali lagi kembali menonjol, menempel pada perut bagian bawah adik sepupuku yang lembut dan rata.

Tepat saat aku bingung, ibu angkat mengerutkan kening dan berkata, “Felice, kamu sudah bukan anak kecil lagi! Kenapa masih suka manja dengan kakak sepupumu?”

Adik sepupu cemberut, lalu dengan tidak rela melepaskanku.

Dalam hati aku menghela napas lega, syukurlah, jika ketahuan oleh adik sepupu akan sangat canggung!

Setelah makan malam, ibu angkat dan bibi Nia ingin pergi ke pasar malam dan mereka khawatir aku akan bosan di rumah, jadi juga mengajakku ikut.

Awalnya Felice juga ingin ikut, tapi tugasnya belum selesai, jadi ditolak dengan tegas oleh ibu angkat.

Belum lama berkeliling di pasar malam, Bibi Nia sudah tertarik dengan satu toko pakaian dalam dan menarik ibu angkat masuk bersamanya.

Aku berdiri di depan pintu toko itu, melihat berbagai pakaian dalam yang seksi di dalam toko, merasa canggung dan ragu untuk melangkah maju.

“Ayo masuk, kamu sudah dewasa, jangan malu!”

Bibi Nia terkekeh sambil menutup mulutnya, lalu menarikku masuk.

Ketika kedua wanita masuk ke ruang ganti untuk mencoba pakaian dalam, aku pun di dalam toko itu merasa canggung dan melihat ke sana-sini dengan gelisah.

Terutama ketika melihat pakaian dalam semi-transparan dengan renda, jantungku berdebar kencang tanpa alasan, jika pakaian-pakaian ini dipakai oleh ibu angkat akan terlihat seperti apa?

Tepat ketika aku sedang berkhayal, pintu ruang ganti di sebelah tiba-tiba terbuka sedikit, Bibi Nia mengintip keluar, memperlihatkan bahunya yang halus dan seputih salju.

“Jason, di mana ibu angkatmu?”

“Sedang mencoba pakaian.”

Dia kemudian melihat staff toko sedang memperkenalkan pakaian kepada tamu di kejauhan dan berkata, “Aku tidak bisa mengancing kancingku, ayo kamu masuk dan bantu aku kancingkan.”

“Hah?” Aku seketika terkejut.

“Hah apanya, cepat, jangan bersikap seperti gadis kecil.”

Lagi-lagi mengataiku seperti itu!

Aku terpancing oleh kalimatnya ini, lagipula dia tidak peduli, untuk apa aku peduli.

Aku menarik napas dalam-dalam lalu dengan bersemangat berjalan masuk ke ruang ganti ….
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hubungan yang Tidak Jelas   Bab 11

    “Kalian jangan ribut lagi.”Aku dengan pelan berkata kepada mereka berdua, “Berhasil, adik sepupu bersedia menjaga rahasia!”“Benarkah!” Kedua wanita itu sangat senang.Ibu angkat tidak tahan dan bertanya, “Jason, bagaimana cara kamu membujuk Felice?”“Ini ….”Aku menggaruk-garuk kepala, akhirnya memberi tahu ibu angkat itu adalah rahasia, melihat waktu sudah larut, kami masing-masing kembali ke kamar untuk beristirahat.Keesokan harinya, aku belum bangun tapi ponselku sudah berdering, aku mengangkat dan itu adalah telepon dari ayahku, dia mendesakku untuk pulang.Setelah sarapan, aku mulai mengemasi koper.Ibu angkat tampak tidak rela, tatapannya padaku tidak sama lagi dengan biasanya, sedikit diwarnai dengan cinta. Dia dengan lembut mengatakan, “Jason, kenapa begitu cepat sudah mau pulang, tinggallah beberapa hari lagi, setelah liburan usai aku akan mengantarmu pulang.”“Beberapa hari lagi sekolah dimulai, ayah mengatakan tahun depan aku sudah semester akhir, dengan koneksinya dia me

  • Hubungan yang Tidak Jelas   Bab 10

    Sudah kuduga! Ternyata sepupuku masih sangat tidak rela melepas kepergianku. Aku memang paling tahu sifatnya.Aku segera merangkul pinggang rampingnya dan meminta maaf dengan serius, mengatakan aku tidak akan mengulanginya lagi.Dia cemberut, masih terlihat murung, melihatnya yang begitu menggemaskan, aku benar-benar tidak tahan, menundukkan kepalaku dan mencium bibirnya ….“Hmm ….” Serangan tiba-tiba membuatnya tidak siap, tanpa pertahanan bibir kecilnya diserbu oleh lidahku.Awalnya dia memukul dadaku dengan tinju kecilnya, perlahan dia mulai bekerja sama, tidak ada lagi perlawanan seperti di awal, hanya memelukku dengan erat, membiarkanku menciumnya dengan penuh gairah.Sedangkan saat ini, tanganku mulai tidak terkendali, api di dalam diriku kembali menyala hingga aku menekan batangku ke perut bagian bawah adik sepupu.“Hmm? Apa yang mengganjalku?”Bibir kecil adik sepupu terlepas dari kendaliku, dia bertanya dengan bingung, lalu tangannya yang lembut memegangnya ….Awalnya dia mas

  • Hubungan yang Tidak Jelas   Bab 9

    Ibu angkat dengan panik mondar-mandir, tidak hanya dia, aku juga sangat panik, jika paman tahu itu sama artinya dengan ibu juga akan tahu, jika ibu tahu, aku akan dipukuli habis-habisan.Sedangkan Bibi Nia sangat tenang, dia mengatakan adik sepupu biasanya selalu menempel denganku, mungkin dia akan mendengarkanku, kemudian Bibi Nia mendekat dan membisikkan sesuatu ke telingaku.Setelah mendengarnya, mataku terbelalak dan menatap Bibi Nia dengan tidak percaya.“Apa yang kamu lihat, masalah ini semuanya disebabkan olehmu, jika kamu tidak bisa mengatasinya, siap-siap saja melihat keluarga ibu angkatmu hancur!”Perkataan Bibi Nia ini benar-benar membuatku takut, aku segera mengangguk, menandakan akan melakukan seperti apa yang dia katakan.“Apa yang kalian bicarakan?” Ibu angkat dengan curiga menatapku dan Bibi Nia.“Jason sudah terpikir cara untuk membuat Felice agar menjaga rahasia.” Kata Bibi Nia dengan senyum misterius.“Cara apa?”“Itu ….” Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya

  • Hubungan yang Tidak Jelas   Bab 8

    Aku tanpa sadar melambat karena aku terkejut, jangan-jangan ibu angkat terbawa perasaan juga?Tapi setelah dipikir-pikir, paman tidak kuat dalam hal itu, ibu angkat pasti akan kesepian dan merasa kosong.Biasanya saat menonton film percintaan yang sangat bersemangat, aku akan sampai tidak bisa tahan dan menggunakan tangan untuk mengatasinya, sekarang ibu angkat sedang menonton secara langsung aksiku dan Bibi Nia, reaksinya seperti ini juga tidak aneh.Seolah menyadari tatapanku, ibu angkat yang sedang mengintip tubuhnya sedikit bergemetar, telinganya memerah, segera memalingkan wajahnya dengan perasaan bersalah.Saat ini Bibi Nia tiba-tiba memisahkan diri dariku, ketika aku tampak bingung, senyum licik tampak di sudut bibirnya, seolah rencananya berhasil.Dia terus memberi isyarat kepadaku dengan matanya, setelah beberapa detik aku akhirnya sadar, dia ingin aku melakukannya pada ibu angkat!Pantas saja tadi Bibi Nia mengatakan dia sedang membantuku!Terlihat ibu angkat membelakangi ka

  • Hubungan yang Tidak Jelas   Bab 7

    Seketika tubuh ibu angkat bergemetar, dia seperti memegang ubi yang panas, segera melepaskan tangannya.Wajah cantiknya juga memerah dan tampak malu.Melihat ibu angkat yang bersikap feminim, Bibi Nia menyeringai, “Lihat betapa hebatnya, aku tidak percaya kamu tidak menginginkannya.”Sambil mengatakan itu, dia langsung mengangkat roknya.Seketika aku tercengang, sebelumnya hanya pernah melihatnya di film percintaan, kapan bisa menikmati pemandangan yang luar biasa di kehidupan nyata!Aku merasa semangatku membara, meskipun di depan ibu angkat, jantungku berdebar kencang.“Jason, dari belakang, cepat, aku mau ….” Mendengar kata-kata Bibi Nia yang agresif, aku sangat bersemangat, tubuhku hampir meledak.Jika bukan karena ibu angkat ada di samping, aku pasti akan langsung maju tanpa ragu, membuat Bibi Nia merasakan kehebatanku!Tapi menghadapi kekacauan di depanku, aku tidak berani sembarangan bergerak, takut ibu angkat akan melaporkan pada ibuku.“Anak bodoh, aku ini sedang membantumu!”

  • Hubungan yang Tidak Jelas   Bab 6

    “Bibi Nia, cepat, cepat berhenti ….”Aku ketakutan dan segera mundur.Dia menatapku dengan penuh pesona, tersenyum dan bertanya, “Bagaimana? Jason, teknik Bibi Nia cukup baik kan, apa kamu tidak tahan? Nanti kamu juga harus memuaskan Bibi Nia dengan baik ya!”Melihatku tidak menjawab dan wajahku sangat pucat, Bibi Nia akhirnya menyadari ada yang tidak beres, mengikuti arah pandanganku dan menoleh ke arah pintu, dia kemudian berteriak dengan seruan “ah” dan tubuhnya sedikit bergemetar.“Astaga, sungguh memalukan!”Bibi Nia malu hingga telinganya memerah, dia segera memalingkan kepalanya, kedua tangannya menutupi matanya dan meringkuk, benar-benar seperti orang yang berpura-pura tidak dilihat.“Ibu angkat ….” Pikiranku kosong, memanggil tanpa sadar.Ibu angkat melirik ke arah bawah punggungku, kemudian segera memalingkan pandangan, dengan wajah muram perlahan berjalan masuk dan tidak lupa menutup pintu, sepertinya takut akan membangunkan adik sepupu.“Apa yang kalian lakukan? Jason, masa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status