LOGINAku akan pulang pada hari libur nasional. Aku membeli tiket kereta api dan berhasil mendapat ranjang standar. Malam hari saat berbaring di ranjang, aku bisa melihat bahu dan tubuh kekar .... Seketika, tubuhku bereaksi lagi. Di balik selimut, aku mengangkat pakaianku dan memainkan tubuhku sendiri. Kedua kakiku sampai bergetar. Aku menggigit bibirku, tetapi tetap tidak bisa menahan diri untuk mengembuskan napas berat. Di luar dugaanku, ternyata ada sepasang mata tajam yang mengawasiku di tengah kegelapan ....
View MoreCinderella tahu dirinya tak secantik Cinderella yang ada di dalam dongeng. Namun, sebagai sesama ciptaan Tuhan yang brojol dari rahim ibu, bukankah harus saling menghargai? Cinderella, kan, juga termasuk spesies yang berkembang biak dengan cara dilahirkan, bukan dieram seperti telur ayam. Iya, macam si Chickenrella.
[Rella, coba, deh kamu ke salon. Meny-pedy, terus kamu ubahlah sedikit gaya norak-mu itu. Mau muntah aku liat gelagatmu yang 'cam anak hilang warasnya. Rambut 'cam lidi, muka 'cam bungkus gorengan, gembrotmu nggak ketulungan. Aduh, rasanya mual perut aku lama-lama di dekat kamu.] -From JojonSeandainya Rella berperangai emosian, pasti sudah ditelan bulat-bulat laki-laki yang satu itu. Jojon, pacar satu minggu Rella di sosial media bernamakan f******k. Namun, setelah pertemuan di malam Ahad kliwon itu, Jojon lari terbirit karena ternyata penampakan sosok Rella yang diidamkannya seperti di kartun disney, hanyalah fatamorgana. Sampai pada akhirnya, Rella rela diputuskan meski dia menaruh harapan pada si kribo bertubuh ceking itu.Hari ini, harapan Rella pupus. Menganggap siapa pun yang melihat, bahkan hanya sekadar memandang dari kejauhan, pasti akan bernasib sama seperti Jojon-lari kalang kabut macam melihat hantu. Oh, sungguh malang nasib Rella.Sejak saat itu, Rella memutuskan untuk tidak lagi pacaran. Cukup satu kali hatinya tersakiti oleh seorang pria. Ia juga memantapkan diri mengenakan kerudung, berpakaian lebih tertutup, tidak lagi ngetat seperti yang sudah-sudah. Hanya akan membuat orang sekampung-yang katanya membudayakan pakaian tertutup, tetapi mulut terumbar-bersumpah serapah sampai muntah. Sang ibu yang juga berpenampilan syar'i pun sangat mendukung."Ma, Cinde cape, Cinde bosan hidup," curhat Rella menyayat hati dengan air mata menitik.Gawai cantik di tangannya mengeluarkan bunyi, "Mati aja kalau gitu," sahut sang mama terdengar kesal, "kamu lupa, Gusti Allah itu nggak suka sama hamba yang mudah menyerah. Ingat, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surah Yusuf ayat ke-87 yang berbunyi; 'wa laa tai asuu mir rouhillaah, innahuu laa yai asu mir rouhillaahi illal qoumul kaafiruun', artinya; 'dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.' Kamu mau jadi golongan orang-orang kafir?""Mama ...." Tangis gadis 19 tahun itu pecah seketika. "Cinde tidak mau, Ma ... Maafin Cinde, Cinde janji tidak akan berkata yang tidak-tidak. Janji, Ma ...!"Terdengar helaan napas di seberang sana. "Hidup itu harus disyukuri, Nde. Seburuk apa pun fisik, sebesar apa pun cobaan, kerjaannya jangan ngeluh terus. Coba liat orang-orang di luar sana yang nggak punya tempat tinggal, nggak bisa kuliah kayak kamu, nggak punya orang tua, atau bahkan fisiknya nggak selengkap kayak yang kamu punya. Masih mau bilang bosen hidup?"Rella menggeleng cepat, seolah sang mama melihat sikapnya. "Tidak mau, Ma! Cinde belum wujudin cita-cita Cinde jadi desainer.""Nah, baru bagong. Hidup harus banyakin syukur, biar nggak ngerasa paling hina sama paling sengsara jadi manusia. Oke?""Siap, Ma!"Rella tersenyum semangat. Seharusnya dia memiliki keoptimisan dalam hidup dan tidak mudah goyah hanya karena tertusuk jarum tumpul. Ya, hidup itu memang sepatutnya disyukuri, bukan seenak endas mengatakan sudah bosan hidup.Quote: "Jangan hidup dari komentar orang, karena itu tidak akan membuatmu kenyang. Hanya akan membuat pikiranmu runyam.""Dia menaruh sebuah kantong kecil di dalam tasku dengan harapan dapat menarik perhatian kalian. Dia juga menyuruhku menunda sekitar 15 menit setelah kereta sampai di stasiun."Orang-orang di depanku berpikir sejenak, lalu mereka menyadari bahwa kemungkinan besar teman-teman Frederick sudah menunggu di pintu keluar stasiun di stasiun berikutnya. Jika mereka yakin bisa melarikan diri dalam waktu 15 menit, itu berarti mereka punya rencana yang matang.Kemudian, mereka memanggil rekan-rekan mereka untuk menyamar sebagai orang biasa di pintu keluar stasiun. Mereka memintaku untuk tetap di sini agar tidak membangkitkan kecurigaan.Dengan demikian, Om Theo kembali ke gerbong agar tidak ada yang curiga. Aku tetap berada di dekat petugas pemeriksa tiket agar Frederick melonggarkan kewaspadaannya.Setelah itu, polisi di kereta api bekerja sama dengan baik. Mereka berpura-pura memberi tahu orang-orang bahwa aku diduga terlibat dalam penyelundupan barang sehingga ditahan untuk sementara waktu.Set
Setelah itu, Frederick memberiku sebuah kantong kecil berisi produk satwa liar dan menyuruhku mencari kesempatan untuk menyembunyikannya di koper atau tas kecil. Jika tertangkap, jangan mengatakan apa-apa dan tunggu sampai 15 menit setelah dia sampai di stasiun lain."Jangan khawatir, aku juga nggak ingin menarikmu ke dalam masalah ini. Tapi, aku harus melindungi diri dulu, 'kan? Setelah sampai di stasiun, temanku akan menjemputku. Setelah itu, aku akan kabur dan kamu akan selamat."Frederick masih berani mengatakan hal seperti itu? Kalau bukan karena dia, mana mungkin aku terjebak dalam situasi sulit seperti ini sekarang?Sayangnya, sudah terlambat untuk mengatakan apa-apa. Aku hanya bisa bertindak sesuai dengan kesepakatan yang ada.Benar saja, tidak lama setelah aku kembali di gerbong, beberapa petugas pemeriksa tiket datang menghampiri. Mereka memeriksa tiketku sambil menatapku dengan tatapan selidik.Aku mulai berkeringat dingin dan merasa sangat gugup. Namun, aku tidak menyangka
Ketika melihat ekspresi Frederick begitu serius, aku merasakan firasat buruk. Saat berikutnya, Frederick malah mengatakan aku telah melakukan tindakan ilegal."Mana mungkin! Memangnya apa yang kulakukan?"Frederick menjelaskan bahwa kalung yang kupakai adalah produk satwa liar. Petugas penyelidik di kereta sudah menemukannya, jadi menyamar sebagai petugas tiket untuk memeriksa tiketku!Tidak mungkin .... Bagaimana bisa seperti ini? Padahal ini jelas-jelas adalah hadiah dari Frederick! Aku tidak tahu apa-apa!"Kamu rasa apa masih ada gunanya mengatakan itu? Mereka sudah mengidentifikasimu sebagai tersangka kriminal.""Aku bisa jelaskan kalau kalung ini pemberianmu! Aku nggak pernah tahu kalau ini produk satwa liar!"Setelah aku mengatakan itu, ekspresi Frederick langsung berubah. Dia sontak mencekik leherku, lalu menahanku ke dinding dan berkata, "Kalau kamu berani membocorkan ini, kujamin videomu akan segera tersebar!"Sampai saat ini, Frederick masih berani mengancamku dengan cara sep
Di situasi genting, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang tak sabar. "Hei! Bisa cepat sedikit nggak? Aku sudah tunggu dari tadi!"Itu adalah suara Om Theo! Aku ingin berteriak meminta tolong, tetapi Frederick menutup mulutku rapat-rapat.Sambil mengancamku dengan tatapan, Frederick merespons Om Theo. Dengan demikian, krisis ini berlalu ....Sesaat kemudian, aku kembali ke gerbong dengan kaki bergetar. Aku sulit memercayai semua yang terjadi hari ini.Apalagi rahasiaku ketahuan oleh Frederick. Dia mengancamku, memberiku kalung, bahkan ingin menyetubuhiku ....Sebentar, ada yang tidak beres! Aku merasa aku terperangkap dalam sebuah jebakan! Jebakan ini membuatku semakin jauh dari kehidupan normalku!Setelah kembali, aku melihat Om Theo menyalakan lampu redup dan duduk di ranjangnya. Ketika melihatku, dia tersenyum ramah dan memberiku apel. Dia menyuruhku duduk untuk menemaninya mengobrol.Aku lantas duduk. Saat ini, Om Theo tiba-tiba menatap dadaku dan menunjukkan ekspresi bergair
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews