Share

HANA - Bab 3

last update Last Updated: 2021-08-27 01:15:12

Jam makan siang sudah berdering, tapi Hana masih saja belum mau bangkit dari tempat duduknya. Entahlah, kepalanya pusing memikirkan Design Iklan yang bertumpuk-tumpuk. Dara sudah membantunya tapi tetap saja menurutnya masih ada yang kurang.

Satu-satunya hal yang membuatnya tetap tersenyum dan bersemangat adalah saat Mike Mengirim pesan kepadanya seperti saat ini.

Mike : Sweety. Lunch with Me?

Hana tersenyum lalu membalas pesan Mike.

Hana : Maaf Mike, untuk siang ini sepertinya tidak bisa.

Mike : Why?

Hana : Aku banyak pekerjaan Mike.

Mike : Come on Sweety, just a minute.

Hana : Tidak bisa.

Mike : I miss you.

Hana : Aku banyak pekerjaan Mike.

Mike : I wanna Kiss you.

Dan Hanapun tersenyum.

Hana : Berhentilah menggombal, aku benar-benar banyak pekerjaan Mike.

Mike : Baiklah, aku yang akan menjemput ke kantormu.

Hana mengernyit. Menjemput ke kantor? Memangnya dia siapa bisa menjemputku di kantor ini? Pikirnya kemudian.

Dan tak lama telepon di mejanyapun berbunyi. Hana mengangkatnya.

“Ya. Dengan Rihana di sini.”

“Hana, Mr. Albert  menunggumu di ruang kerjanya.”

Mr.  Albert? CEO dari perusahaan ini? Untuk apa dia memanggilku? Pikir Hana kemudian.

“Hana, apa kamu masih mendengarku?”

“Ohh iya. baiklah aku akan segera kesana.” Katanya kemudian menutup telepon dan bergegas pergi.

***

Hana berdiri di depan sebuah pintu besar. Itu Ruangan atasannya yang sama sekali tak pernah ia temui. Maklum saja, Hana hanya bekerja sebagai karyawan biasa, tugasnya hanya sebagai designer periklanan tidak memungkinkan dirinya untuk bertemu pimpinan tertinggi perusahaan yang sudah hampir  setahun di naunginya.

Sebenarnya Revan, kakaknya, sangat melarang Hana masuk kedalam Perusahaan asing tersebut, Hana bisa saja meminta posisi di perusahaannya sendiri, namun Hana menolaknya mentah-mentah. Hana lebih suka berusaha sendiri dan mandiri seperti Dara.

Hana membuka pintu tersebut dan alangkah terkejutnya dirinya saat mendapati sosok lelaki yang selalu bersarang dalam pikirannya. Dia Mike, lelaki itu tampak sangat tampan dengan setelan Jas hitamnya, sedikit terduduk di meja dengan tangan bersedekap, tatapan mata tajamnya dan juga senyuman mempesonanya.

Lalu dengan santainya lelaki itu berjalan mendekatinya, menundukkan kepala dan mengecup Singkat bibirnya sambil berbisik. “Afternoon Sweety.”

Ya Tuhan, Hana merasa dirinya kehabisan napas karena perlakuan Mike. Apa yang dilakukan Lelaki tersebut disini?

“Mike... Kenapa kamu, kamu bisa disini?” tanya Hana dengan wajah sedikit bingung.

Mike tertawa saat melihat kebingungan Hana. Lalu tak lama seorang lelaki paruh baya menghampiri mereka dari belakang tubuh Mike.

“Nona Rihana, saya Albert Handerson, pamannya Mike.” kata lelaki tersebut  sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Hana.

Ohh yang benar saja, jadi perusahaan yang menerima dirinya ini masih ada hubungannya dengan keluarga Handerson? Pantas Saja kakaknya sedikit tak suka saat dirinya bekerja dalam perusahaan tersebut.

“Mike, kamu sangat pandai memilih kekasih.” puji Albert.

“Tentu saja paman, tak ada yang lebih baik dari seorang Hana.” puji Mike kepada Hana yang sontak membuat Hana memerah malu. “Baiklah Sayang, sepertinya jam makan siang akan segera usai, jadi bagaimana kalau kita cepat bergegas pergi?”

“Mike, aku sudah memberi tahumu  jika pekerjaanku masih menumpuk.”

“Hana, Keluarlah. Apa kamu tidak kasihan dengan Mike, waktunya begitu padat tapi dia kesini hanya untuk mengajakmu makan siang. Seharusnya kamu sangat senang dia menyempatkan sedikit waktunya untuk menemuimu.”

Hana menghela napas panjang. Dia tak bisa menolak lagi. “Baiklah, tapi aku tidak ingin terlalu lama Mike.”

“Siap Sayang.” Jawab Mike cepat.

Merekapun akhirnya berlalu dari hadapan Albert. Albert sebenarnya sedikit terkejut saat Mike bercerita tentang hubungannya dengan salah seorang karyawannya. Sebenarnya bagi Albert Mike orang yang sangat tertutup. Tak pernah dia sekalipun mengajak apalagi mengenalkan teman kencannya pada keluarganya. Tapi dengan Hana kenapa sedikit berbeda? Mike sepertinya sengaja berbuat semanis mungkin meski sebenarnya itu bukan seperti diri Mike sendiri.

***

Restoran Itali selalu menjadi tujuan mereka. Karena Mike sangat suka sekali dengan Pasta. Pasta di restoran langganannya ini benar-benar terasa nikmat untuk lidah Mike. Makanya hampir setiap hari mereka makan siang di sana.

“Mike, kenapa aku baru tahu jika kamu memiliki hubungan darah dengan Mr. Albert?” tanya Hana tiba-tiba.

“Memangnya kenapa? Ada yang salah dengannya? Jangan bilang kalau kamu pernah menyukainya, sayang.” kata Mike dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.

“Apa kamu gila? Mr. Albert lebih cocok menjadi ayahku, Mike. Kenapa kamu tidak pernah bercerita padaku?”

“Hana, saudaraku pemilik perusahaan bukan hanya Paman Albert. Masih banyak lagi sayang, aku tidak mungkin menceritakannya satu persatu padamu.”

“Ya, baiklah, kamu selalu menang saat kita berdebat.” Hana sedikit mengerucutkan bibirnya.

“Hahhaha kita tidak pernah berdebat sayang.”

“Mike....”

“Yes sweety.”

“Aku ingin bertemu orang tuamu.” Seketika itu juga Mike menghentikan aktifitasnya.

Mike menatap tajam ke arah Hana. Ini sudah kesekian kalinya Hana menanyakan orang tua Mike, tapi Mike sepertinya tidak pernah ingin mengenalkan Hana pada orang tuanya.

“Hana, berapa kali kubilang, ibu masih di Jerman. jika dia pulang kemari, aku pasti mengenalkannya padamu.”

“Aku, aku hanya-”

“Tidak tenang.” Mike melanjutkan kalimat Hana.

Hana menunduk. Ya, sejujurnya dirinya memang sangat tidak tenang. Bagaimana tidak, dirinya kini sedang menjalani hubungan dengan seorang lelaki yang baginya jauh dia atas rata-rata, lelaki yang mungkin saja Hana tidak mengetahui tentang seluk-beluknya. Belum lagi hubungan mereka yang terlampau cukup jauh bagi seorang pemula seperti Hana.

Ini sudah dua bulan setelah malam dimana Hana menyerahkan semua yang ia punya untuk Mike. Selama rentan waktu itu, hampir setiap malam mereka melakukannya dengan panas. Hana bahkan jarang tidur di rumah kontrakannya bersama Dara. Dara beberapa kali mengingatkan jika mereka terlalu jauh. Namun iming-iming  cepat hamil dan segera menikah dengan Mike membuat Hana tidak mempedulikan nasihat Dara.

Dara bahkan sempat berkata jika dirinya beberapa kali berbohong kepada Revan saat Revan dengan sengaja menjenguk Hana ke rumah kontrakannya tapi tidak mendapati Hana di sana. Tapi Hana masih saja tidak peduli. Sepertinya hidup bersama dengan Mike adalah hal yang sangat membahagiakan untuknya.

Bagaimana tidak. Setiap detik Mike bahkan selalu bersikap manis terhadapnya. Bercumbu dengan mesra, dan bercinta dengan sangat romantis. Mike bahkan selalu menyempatkan diri mengecup perut datar Hana setelah mereka bercinta sambil berkata “We are waiting  for you, Son.”  seakan-akan itu menjadi do’a yang ampuh untuk keinginan mereka berdua.

Namun bagi Hana ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Dia sama sekali tidak mengetahui siapa Mike sebenarnya. Hana terlalu sibuk terbuai kemanisan yang diberikan oleh Mike. Yang Hana tahu, Mike adalah seorang pengusaha besar seperti yang dikatakan oleh Revan, Kakaknya. Dan hanya itu, Hana tidak mengetahui latar belakang keluarga, pendidikan ataupun teman-teman dari Mike. Pada satu titik, Hana merasa jika Mike memang sengaja tidak ingin menarik Hana ke dalam dunianya.

“Sayang, apa yang membuatmu tidak tenang?”

Hana Menunduk saat Mike melemparkan pertanyaan tersebut.

“Mike, kita sudah melangkah jauh, tapi sejauh ini aku merasa jika aku belum mengenalmu seutuhnya.”

Mike menatap Hana dengan seksama. “Kamu akan mengenalku sayang, segera setelah semua ini berakhir dengan bahagia nanti.” kata Mike sambil tersenyum miring yang entah kenapa bagi Hana terlihat sebagai senyuman misterius dan sedikit telihat mengerikan.

-TBC-

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 21

    -Dara-Aku duduk di atas kursi roda dengan lemahnya sambil menatap pemandangan taman rumah sakit yang indah, Mas Revan di sebelahku. Dia masih setia menggenggam tanganku, mengecupnya sesekali, mengirimkan gelenyar aneh yang merayapi sekujur tubuhku. Dia mengajakku berbicara, bercerita, tapi aku masih sama, tak menghiraukannya.Aku hanya takut, takut jika aku kembali menunjukkan rasa cintaku padanya, itu membuatnya mengabaikanku, membuatku tak terlihat di matanya, membuatnya tak merasa kehilangaanku.Setelah beberapa kata yang kuucapkan tadi pagi, aku tak berkata-kata lagi. Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan tubuhku sendiri, aku tidak ingin dia meninggalkanku, aku hanya ingin dia merasa kehilanganku.“Dara, bicaralah lagi, kumohon.” pintanya yang kali ini sudah berjongkok di hadapanku.“Apa kamu tahu, aku benar-benar takut kehilanganmu, bicaralah lagi sayang.” katanya lagi. Sungguh, aku tidak dapat melihatnya sedih seperti sekarang ini. Aku lalu memandang wajahnya, mendaratkan

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 20

    Aku mengetuk pintu apartemen Manda dengan sedikit lebih keras. Pintu masih belum di buka, lalu aku kembali mengetuknya lebih keras lagi. Tak lama pintu di buka mendapati sosok Manda yang sedikit terkejut dengan kedatanganku.“Revan, ada apa?” tanyanya kemudian.Tanpa banyak bicara aku menerobos masuk ke dalam apartemennya. berhenti di ruang tamu dan menunggu Manda hingga dia berdiri di hadapanku. “Ada apa Rev?” tanyanya setelah sampai di hadapanku.Aku lantas melempar foto-foto pemberiaan Mike itu ke hadapannya. “Jelaskan itu Manda.” Dan aku melihat wajahnya pucat pasi saat memandangi foto-foto tersebut. Foto editan itu milik Manda, mungkin dia memang sengaja membuatku meninggalkan Lita dengan foto-foto tersebut.“Aku, aku...”“Aku benar-benar tidak menyangka jika kamu akan melakukan hal selicik itu untuk menyingkirkan Lita dari hidupku.”“Aku tidak menyingkirkan dia, kamu yang mencampakannya.”“Aku mencampakannya karenamu!” Teriakku padanya. “Karena ulah sialanmu.” Aku kembali berte

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 19

    -Revan-Penyesalan...Kata itu lagi. Tak cukupkah aku menyesal karena kepergian Lita? kenapa dengan bodohnya aku melakukan hal yang sama terhadap Dara? aku menyia-nyiakannya selama ini hingga saat dia sekarat seperti ini aku baru menyesalinya.Semua ini kesalahanku, aku tahu itu. Lebih dari seminggu yang lalu aku terkejut saat mendapati Manda penuh dengan darah diantara kedua kakinya. Aku melihat wajah kesakitan Manda dan juga wajah pucat dari Dara.Aku membawanya ke rumah sakit. Dokter berkata jika Amanda keguguran. Aku tahu yang lebih shock atas kabar tersebut bukan Manda, tapi Dara. Manda mungkin akan sedang, sedangkan Dara tidak, karena memang sejak awal bukannya dia ingin menggugurkan bayi itu? sedangkan Dara, dia menganggap dirinyalah yang seharusnya bertanggug jawab atas kehilangaan bayi Manda, perasaan bersalah itu tentu saja masih ada hingga kini.Sesungguhnya aku ingin membantu Dara melewati semuanya, mengatakan jika semuanya baik-baik saja, mengatakan jika itu bukan salahn

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 18

    Sebelum ke makam Lita, kami menyempatkan diri untuk membeli karangan bungan untuk Lita. Tapi ketika sampai di depan sebuah toko bunga dekat pemakaman tersebut, aku melihat Mas Revan yang baru saja keluar dari toko bunga tersebut.Sedang apa dia di sini? Apa dia masih mengunjungi Lita hingga kini? dan pertanyaanku itu terjawab ketika aku melihatnya menyusuri jalan setapak menuju ke sebuah makam. Makam Lita. Dia terlihat duduk di sana, aku tidak tahu apa yang di ucapkannya. Tapi yang kulihat dari sini ada raut kesedihan di sana. Masih ada luka di hatinya, aku tahu itu. Tanpa sadar aku menangis lagi.“Dara, kamu tidak apa-apa? kupikir tidak seharusnya kita ke sini.” kata Hana menyadarkanku.“Ada baiknya kita ke sini Hana, setidaknya aku tahu di mana posisiku di hati Mas Revan.” lirihku.“Apa maksudmu?”“Apa kamu tidak melihatnya? Dia terlihat begitu terluka.”“Dara. siapapun akan terlihat terluka saat berada di hadapan makam orang yang di cintainya, setidaknya saat ini Mas Revan bahagia

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 17

    -Dara-Aku meremas tanganku yang basah karena keringat. Takut bercampur aduk menjadi satu dengan rasa khawatir dan juga bersalah. Ya tuhan, semoga Manda dan bayinya bisa selamat, jika terjadi sesuatu dengan mereka, aku tak akan memaafkan diriku sendiri.Aku melihat Mas Revan yang berjalan bolak-balik terlihat khawatir. Ya, tentu saja, dia temannya. Sejak tadi dia sama sekali tidak memperhatikan aku, tidak menanyakan keadaanku. Astaga, bagaimana jika dia marah terhadapku? Tanpa sadar air mataku jatuh begitu saja. Aku merasa sendiri. Aku terisak hingga tak menyadari seseorang sudah duduk di sebelahku.“Hei, kamu kenapa?” tanya Mas Revan yang saat ini sudah duduk di sebelahku sambil meremas bahuku. Aku hanya menggelengkan kepalaku masih dengan air mata yang tak berhenti menetes. Mas Revan lalu memelukku. “Maafkan aku, aku sudah membuatmu takut.” katanya sambil mengusap lembut rambutku.“Aku takut terjadi sesuatu dengannya, Mas.”“Dia akan baik-baik saja.” Mas Revan mencoba menenangkank

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 16

    Kami pulang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku hanya sedikit meliriknya dari ekor mataku jika dia beberapa kali melihat ke arahku seakan-akan ingin mengajakku berbicara, tapi niat itu di urungkannya.Kami akhirnya sampai di rumah, aku masuk ke dalam kamar dan langsung melemparkan diri di atas ranjang, meringkuk di ujung ranjang dan membelakanginya.“Kita belum selesai Dara, jangan tidur dulu.”“Aku lelah.”“Aku tahu bukan itu yang terjadi padamu.” Aku merasakan dia berjalan mendekatiku. Lalu duduk berlutut tepat di hadapnku. “Aku hanya ingin tahu, apa yang terjdi denganmu?”“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Apa yang terjadi di antara kalian?”“Dara, Amanda hanya teman untukku, tidaklLebih, dia hanya sahabat Lita, itu saja, dan aku hanya memberi simpati atas keadaannya saat ini.”Ohh ya tentu saja, semua ini pasti ada hubungannya dengan Lita, dia masih mencintai kekasihnya tersebut. “Jika aku melarangmu menemuinya, apa kamu akan melakukannya, Mas?”“Kenapa kamu me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status