Share

HANA - Bab 4

last update Last Updated: 2021-08-27 01:15:57

Mike kembali ke kantornya setelah makan siang bersama dengan Hana. Entah kenapa ketika memasuki ruangannya suasana dingin kembali menyelimutinya. Suasana yang sangat berbeda ketika bersama Hana.

Bersama dengan Hana membuat Mike mengenal banyak rasa. Membuat dirinya mengenal banyak warna kehidupan.

Sejak ditinggal ayahnya, Mike menjadi tulang punggung keluarga. Mengurus perusahaan besar ayahnya yang mempunyai cabang dimana-mana. Menjadi pimpinan tertinggi sejak muda membuat Mike membangun sosok dirinya sebagai sosok dingin dan tak berperasaan. Itu yang membuat para pengusaha lain segan untuk berurusan dengan seorang Mike Handerson. Si pengusaha muda berdarah dingin, begitulah julukannya.

Hampir setiap hari yang dilakukan Mike hanya kerja, kerja, dan kerja. Tidak ada waktu buat yang lainnya. Mike bukan tipe Bad boy atau Playboy yang suka mempermainkan wanita. Sungguh, hidupnya hanya untuk bekerja dan juga mengabdi pada ibu dan adik kesayanganya. Jika dirinya butuh pelampiasan, dirinya hanya akan datang pada wanita bayaran yang mampu memuaskan hasratnya.

Sekitar empat tahun yang lalu saat dirinya sedang sibuk-sibuknya mengurus salah satu anak perusahaannya yang jatuh terpuruk, Mike melupakan tugasnya sebagai kakak yang harus selalu mengawasi adik perempuan kesayangannya.

Lita yang sejak dulu selalu bercerita tentang kehidupannya entah kenapa sedikit tertutup. Ahh mungkin Lita sudah dewasa dan sudah mulai malu menceritakan kehidupannya, pikir Mike kala itu. Dan akhirnya Mike lengah. Mike tidak tahu menahu tentang hubungan adiknya tersebut dengan seorang lelaki bernama Revano Putera yang membuat hidup adiknya itu hancur bahkan berakhir tragis.

Kematian Lita Tiga tahun yang lalu benar-benar sangat membuat Mike terpukul. Ibunya sampai jatuh sakit berbulan-bulan. Sedangkan Mike sendiri hanyut dalam penyesalan karena tidak bisa mengawasi bahkan menjaga adik semata wayangnya tersebut.

Sedikit pulih dari keterpurukannya, Mike mengerahkan beberapa orang anak buahnya untuk menyelidiki semua tentang adiknya sebelum atau sesudah kematiannya. Penyelidikan itu berujung dengan keluarnya sebuah nama, Revano Putera.  Nama yang cukup asing di telinganya.

Mike mulai mengatur berbagai macam rencana supaya lelaki yang bernama Revano itu mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya. Hingga Mike akhirnya mendapat titik terang ketika mendapati kenyataan jika Revano juga memiliki seorang adik perempuan, sama dengan dirinya.

‘Jika aku kehilangan adikku, kenapa dia tidak?’ Pikir Mike saat itu.

Mike tidak akan membunuh adik Revan begitu saja, tentu saja itu akan merugikannya dan juga membuat penderitaan Revan  tak seberapa. Mike ingin Revan juga merasakan apa yang Mike Rasakan saat itu. Mike ingin Revan menyaksikan bagaimana adiknya depresi karena hamil dan dicampakan lelaki yang dicintainya hingga membuatnya ingin mati bunuh diri. Sungguh, Mike sangat ingin menyaksikan Revan seperti itu.

Hati Mike benar-benar menghitam. Penuh dengan amarah dan dendam membara. Dia tidak sabar menunggu hari itu. Hari dimana dia mencampakan seorang gadis polos hanya karena kesalahan kakaknya. Mampukah dirinya melakukan hal sekeji itu?

Mike memijit pelipisnya saat rasa pusing sedikit menghampirinya. Pusing karena sikap Hana yang semakin hari entah kenapa semakin membuat Mike gila.

Hana gadis polos yang benar-benar polos. Tidak pandai berciuman, tidak mengerti istilah-istilah seks, Dan selalu memerah karena malu hanya karena pandangan atau sentuhan kecilnya.

Mike menyandarkan kepalanya di sandaran kursinya, menghela napas panjang dan mulai memejamkan mata. Ya Tuhan, kenapa semuanya mulai berat seperti ini?

***

Mike terbangun dalam tidur lelapnya ketika merasakan seseorang yang berada dalam pelukannya sedang terisak. Menangiskah orang ini? tanya Mike dalam hati yang saat ini sudah terjaga sepenuhnya dari tidurnya.

“Hana, ada apa sayang? Apa yang kamu lakukan?” tanya Mike yang kini sudah mengguncang-ngguncangkan tubuh Hana yang masih terlihat memejamkan matanya.

Hana masih saja tidak bereaksi, bahkan Mike merasakan tangis Hana semakin terlihat jelas. Air matanya jatuh bagaikan gerimis di malam hari, isakannya terdengar seperti rintihan kesakitan. Ada apa dengan wanita ini? pikir Mike.

“Hana, bangunlah. Apa yang terjadi?” tanya Mike yang kini sudah mulai khawatir dengan keadaan Hana yang sudah berkeringat dingin. Mike mulai mendudukkan hana, menggoncang-nggoncangkan tubuhnya dan menepuk-nepuk pipinya.

Sedikit demi sedikit mata Hana terbuka mendapati sosok Mike di hadapannya dengan wajah khawatirnya. Beberapa kali Hana mengedipkan matanya lalu kemudian membuat Mike terkejut dengan tiba-tiba memeluk tubuh Mike sangat erat.

“Jangan tinggalkan aku, kumohon Mike.” Hana berkata sambil terisak.

“Apa yang kamu bicarakan Hana?”

Hana melepaskan pelukannya dan menatap Mike dengan matanya yang masih penuh dengan airmata.

“Mike, aku bermimpi aneh.”

“Apa yang kamu impikan, sayang?”

“Kamu berubah jadi jahat, kamu meninggalkanku, dan aku, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi Mike.”  Hana kembali memeluk tubuh Mike, dan kembali menangis.

“Sssshhhtt... Berhentilah menangis, itu hanya mimpi sayang.” kata Mike yang kini sudah membelai lembut rambut Hana.

“Mimpi itu terlihat sangat nyata, Mike.” Hana berkata dengan lirih.

Mike lalu melepaskan pelukan Hana, menangkup kedua pipi Hana dengan tangannya, menghapus beberapa bulir airmata yang jatuh di sana.

“Hana, dengar. aku tidak akan meninggalkanmu. Aku masih disini bersamamu. Itu hanya mimpi.” kata Mike penuh dengan penekanan.

Hana sendiri juga tidak mengerti kenapa dirinya begitu emosional hanya karena mimpi. “Kamu janji Mike?”

“Yes. Im promise.” kata Mike sambil memeluk kembali tubuh Hana.

“Mike, apa kamu benar-benar mencintaiku?” tanya Hana sedikit pelan. Namun bisa membuat tubuh Mike kaku dan tegang.

Mike diam membatu, membuat Hana melepaskan pelukannya dan menatap ekspresi Mike dengan seksama. Raut wajah Mike terlihat menegang, rahangnya mengeras seperti sedang menahan sesuatu.

“Mike? apa kamu mendengarku?” pertanyaan Hana membuat Mike sadar kembali.

Mike kembali menatap Hana dengan tatapan hangatnya.

“Yes Sweety, I  Love you. Aku sangat dan sangat mencintaimu, Sweety.

“Really?” tanya Hana masih sedikit ragu. Entah kenapa akhir-akhir ini keraguan sering menghampiri perasaannya.

Mike Tersenyum.

“Really Sweety.” jawab Mike yang sudah memeluk tubuh Hana lagi.

“Mike...”

“Hemm?”

“Kiss me, please.”

Mike lalu melepaskan pelukannya, menatap Hana dengan tatapan anehnya. Ini baru pertama kalinya Hana meminta Mike untuk menciumnya. Mike masih menatap Hana yang kini sudah memejamkan matanya, pasrah dengan apa yang akan dilakukan Mike.

Mike menelan ludahnya dengan susah payah. Astaga, bukankah ini hanya ciuman. Mereka sudah melakukannya berkali-kali, bahkan mereka juga sudah bercinta hampir setiap hari. Namun entah kenapa saat ini kegugupan melanda diri Mike.

Ada suatu rasa yang Mike tidak tahu itu apa yang membuat diri Mike seakan-akan ingin memiliki diri Hana seutuhnya, tanpa penghalang apapun, tanpa tujuan apapun. Bolehkah Mike melakukannya saat ini? Melupakan semua dendamnya hanya sedetik saja saat mencium Hana?

Dan ciuman itupun terjadi, ciuman yang sangat manis berbeda dari biasanya, membuat keduanya seakan-akan terbang ke awan, membunuh semua keraguan dalam diri Hana akan sosok Mike. Membuat Mike semakin sadar jika dirinya tidak boleh bermain-main lagi. Dirinya harus segera menjalankan tugasnya dan mengeksekusi semuanya, sebelum semuanya terlambat dan dirinya ikut hancur karena rencana yang dibuatnya sendiri.

-TBC-

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 21

    -Dara-Aku duduk di atas kursi roda dengan lemahnya sambil menatap pemandangan taman rumah sakit yang indah, Mas Revan di sebelahku. Dia masih setia menggenggam tanganku, mengecupnya sesekali, mengirimkan gelenyar aneh yang merayapi sekujur tubuhku. Dia mengajakku berbicara, bercerita, tapi aku masih sama, tak menghiraukannya.Aku hanya takut, takut jika aku kembali menunjukkan rasa cintaku padanya, itu membuatnya mengabaikanku, membuatku tak terlihat di matanya, membuatnya tak merasa kehilangaanku.Setelah beberapa kata yang kuucapkan tadi pagi, aku tak berkata-kata lagi. Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan tubuhku sendiri, aku tidak ingin dia meninggalkanku, aku hanya ingin dia merasa kehilanganku.“Dara, bicaralah lagi, kumohon.” pintanya yang kali ini sudah berjongkok di hadapanku.“Apa kamu tahu, aku benar-benar takut kehilanganmu, bicaralah lagi sayang.” katanya lagi. Sungguh, aku tidak dapat melihatnya sedih seperti sekarang ini. Aku lalu memandang wajahnya, mendaratkan

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 20

    Aku mengetuk pintu apartemen Manda dengan sedikit lebih keras. Pintu masih belum di buka, lalu aku kembali mengetuknya lebih keras lagi. Tak lama pintu di buka mendapati sosok Manda yang sedikit terkejut dengan kedatanganku.“Revan, ada apa?” tanyanya kemudian.Tanpa banyak bicara aku menerobos masuk ke dalam apartemennya. berhenti di ruang tamu dan menunggu Manda hingga dia berdiri di hadapanku. “Ada apa Rev?” tanyanya setelah sampai di hadapanku.Aku lantas melempar foto-foto pemberiaan Mike itu ke hadapannya. “Jelaskan itu Manda.” Dan aku melihat wajahnya pucat pasi saat memandangi foto-foto tersebut. Foto editan itu milik Manda, mungkin dia memang sengaja membuatku meninggalkan Lita dengan foto-foto tersebut.“Aku, aku...”“Aku benar-benar tidak menyangka jika kamu akan melakukan hal selicik itu untuk menyingkirkan Lita dari hidupku.”“Aku tidak menyingkirkan dia, kamu yang mencampakannya.”“Aku mencampakannya karenamu!” Teriakku padanya. “Karena ulah sialanmu.” Aku kembali berte

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 19

    -Revan-Penyesalan...Kata itu lagi. Tak cukupkah aku menyesal karena kepergian Lita? kenapa dengan bodohnya aku melakukan hal yang sama terhadap Dara? aku menyia-nyiakannya selama ini hingga saat dia sekarat seperti ini aku baru menyesalinya.Semua ini kesalahanku, aku tahu itu. Lebih dari seminggu yang lalu aku terkejut saat mendapati Manda penuh dengan darah diantara kedua kakinya. Aku melihat wajah kesakitan Manda dan juga wajah pucat dari Dara.Aku membawanya ke rumah sakit. Dokter berkata jika Amanda keguguran. Aku tahu yang lebih shock atas kabar tersebut bukan Manda, tapi Dara. Manda mungkin akan sedang, sedangkan Dara tidak, karena memang sejak awal bukannya dia ingin menggugurkan bayi itu? sedangkan Dara, dia menganggap dirinyalah yang seharusnya bertanggug jawab atas kehilangaan bayi Manda, perasaan bersalah itu tentu saja masih ada hingga kini.Sesungguhnya aku ingin membantu Dara melewati semuanya, mengatakan jika semuanya baik-baik saja, mengatakan jika itu bukan salahn

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 18

    Sebelum ke makam Lita, kami menyempatkan diri untuk membeli karangan bungan untuk Lita. Tapi ketika sampai di depan sebuah toko bunga dekat pemakaman tersebut, aku melihat Mas Revan yang baru saja keluar dari toko bunga tersebut.Sedang apa dia di sini? Apa dia masih mengunjungi Lita hingga kini? dan pertanyaanku itu terjawab ketika aku melihatnya menyusuri jalan setapak menuju ke sebuah makam. Makam Lita. Dia terlihat duduk di sana, aku tidak tahu apa yang di ucapkannya. Tapi yang kulihat dari sini ada raut kesedihan di sana. Masih ada luka di hatinya, aku tahu itu. Tanpa sadar aku menangis lagi.“Dara, kamu tidak apa-apa? kupikir tidak seharusnya kita ke sini.” kata Hana menyadarkanku.“Ada baiknya kita ke sini Hana, setidaknya aku tahu di mana posisiku di hati Mas Revan.” lirihku.“Apa maksudmu?”“Apa kamu tidak melihatnya? Dia terlihat begitu terluka.”“Dara. siapapun akan terlihat terluka saat berada di hadapan makam orang yang di cintainya, setidaknya saat ini Mas Revan bahagia

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 17

    -Dara-Aku meremas tanganku yang basah karena keringat. Takut bercampur aduk menjadi satu dengan rasa khawatir dan juga bersalah. Ya tuhan, semoga Manda dan bayinya bisa selamat, jika terjadi sesuatu dengan mereka, aku tak akan memaafkan diriku sendiri.Aku melihat Mas Revan yang berjalan bolak-balik terlihat khawatir. Ya, tentu saja, dia temannya. Sejak tadi dia sama sekali tidak memperhatikan aku, tidak menanyakan keadaanku. Astaga, bagaimana jika dia marah terhadapku? Tanpa sadar air mataku jatuh begitu saja. Aku merasa sendiri. Aku terisak hingga tak menyadari seseorang sudah duduk di sebelahku.“Hei, kamu kenapa?” tanya Mas Revan yang saat ini sudah duduk di sebelahku sambil meremas bahuku. Aku hanya menggelengkan kepalaku masih dengan air mata yang tak berhenti menetes. Mas Revan lalu memelukku. “Maafkan aku, aku sudah membuatmu takut.” katanya sambil mengusap lembut rambutku.“Aku takut terjadi sesuatu dengannya, Mas.”“Dia akan baik-baik saja.” Mas Revan mencoba menenangkank

  • Hurt Love (Bahasa Indonesia)   DARA - Bab 16

    Kami pulang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku hanya sedikit meliriknya dari ekor mataku jika dia beberapa kali melihat ke arahku seakan-akan ingin mengajakku berbicara, tapi niat itu di urungkannya.Kami akhirnya sampai di rumah, aku masuk ke dalam kamar dan langsung melemparkan diri di atas ranjang, meringkuk di ujung ranjang dan membelakanginya.“Kita belum selesai Dara, jangan tidur dulu.”“Aku lelah.”“Aku tahu bukan itu yang terjadi padamu.” Aku merasakan dia berjalan mendekatiku. Lalu duduk berlutut tepat di hadapnku. “Aku hanya ingin tahu, apa yang terjdi denganmu?”“Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Apa yang terjadi di antara kalian?”“Dara, Amanda hanya teman untukku, tidaklLebih, dia hanya sahabat Lita, itu saja, dan aku hanya memberi simpati atas keadaannya saat ini.”Ohh ya tentu saja, semua ini pasti ada hubungannya dengan Lita, dia masih mencintai kekasihnya tersebut. “Jika aku melarangmu menemuinya, apa kamu akan melakukannya, Mas?”“Kenapa kamu me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status