Share

I Need To Be Next To You
I Need To Be Next To You
Author: Marry Woo Anna

Bab 1

last update publish date: 2026-09-02 22:51:21

[2006]

Once upon a time... 

"Racheeeeeellll... Lenaaaaaa!!!" jeritku keras-keras. Tapi dua kakak cewekku itu tetap pergi meninggalkanku. Bayangan mereka bersama Karel dan Josh, kakak-adik tetangga sebelah rumah, lenyap di tikungan depan sana. 

Tangisku pun pecah. Meski bayangan mereka berempat sudah tidak terlihat, aku tetap bertahan di pagar depan rumah. Ke dua pipiku basah-kuyup oleh airmata kemarahan sekaligus sedih. Tengah aku megap-megap di antara sedu-sedan tangis, terdengar langkah Mama yang muncul dari dalam rumah dan menghampiriku. 

"Sudahlah, Tammy, kamu kan masih terlalu kecil untuk main bareng mereka. Mending main sama Mama di rumah saja, yuuk?" bujuk Mama padaku. 

"AKU MAU IKUUUTTT! AKU MAU NAIK SEPEDAAAA!" jeritku histeris di antara tangis pilu. Tanganku bergelayut kencang ke pagar. 

"Malu ah didengar tetangga, jerit-jerit sambil nangis begini," kata Mama lembut. 

"Aku mau naik sepedaaaa sama mereka, aku mau naik sepedaaaa, huuuaaaa..." jeritku kembali tanpa memedulikan ucapan Mama. 

"Terus kamu mau duduk di mana? Mereka berempat sudah pas berboncengan. Masa kamu mau masuk ke keranjang sepeda? Atau minta gendong Rachel?" goda Mama sambil tertawa kecil. Dia kemudian meraih tanganku, mencoba melepaskan peganganku ke pagar. Aku melawan saat dihela masuk rumah. 

"Mama jahat!" teriakku sambil menyentak lepas tangannya yang menggandengku, dan aku berlari ke depan rumah lagi. "Aku mau ikuuuuttt. Aku mau naik sepedaaaa!" 

Mama bergerak cepat dan mendahuluiku. Ditutupnya pintu pagar sebelum aku sampai di sana, dan menyelot pagar dengan gesit. 

"Tammy, ayo masuk! Jangan bikin Mama marah beneran ya," katanya dengan nada tegas. "Kamu nggak bisa menyusul mereka. Mereka sudah terlalu jauh." 

Dengan kesal, marah, sedih, kujatuhkan badanku ke lantai semen dekat pagar. Ke dua kakiku menendang ke sana-ke mari sambil masih tersedu. Kakak-kakakku sudah sering meninggalkanku, nggak cuma sekali-dua ini. Mereka selalu memilih bermain dengan Karel dan Josh, dan melupakanku, adik kandung mereka sendiri. Aku benci sekali. Aku benciii mereka! 

Mama sepertinya nyerah oleh ulahku. Dia sudah bergerak menuju ke dalam rumah. Dan itu membangkitkan kemarahanku lebih lagi. Entah berapa lama aku mencurahkan emosiku lewat tangis. Hingga kurasakan wajah, mata, dan kepalaku mulai sakit. 

"Tammy, kenapa nangis?" Tiba-tiba ada tangan menyentuh bahuku dengan lembut. 

Aku menoleh, kulihat siapa yang tengah membungkuk di atasku. Seketika tangisku mereda. Aku langsung bangun dan menubruk orang itu. 

"Janooo, mereka meninggalkanku lagiii. Huuaaa... mereka jahat! Huuaaaa..." 

Tangan Jano memelukku. "Ssshh, nggak usah sedih. Kan, masih ada aku. Yuuk, kita main sendiri. Mau?" 

Tangisku berhenti, menyisakan isakan kecil. "Main.. ke manaa? Nnaiikk.. ssepedaa?" Kutatap Jano dari balik mata sembabku. Kulit wajahku pun terasa tebal. 

Tangan Jano kini mengusap pipi-pipiku yang kuyup karena airmata. Kepalanya menggeleng. "Nggak tahu. Kamu mau main ke mana? Kita bisa sepedaan, kalau itu maumu. Tapi bersihin dulu wajahmu, ya." 

Tanpa menunggu kuanggukkan kepalaku dan berlari ke dalam rumah. 

Lima belas menit kemudian kami duduk-duduk di pagar rendah yang ada di depan sederetan ruko dekat gang rumah. Berdua kami asyik menikmati sebatang es krim. 

"Enak?" tanya Jano sambil melihatku. 

Kuanggukkan kepala sambil sibuk menjilati es krimku. "He-eh, enaaak." 

"Mau lagi?" 

"Boleh?" Mataku menatap Jano dengan penuh harap. 

Jano tertawa melihatku. Tangannya menarik kucirku, pelan. "Boleh, dong. Setelah yang ini habis, kita beli lagi. Tapi janji nggak nangis lagi, ya. Apalagi kaya tadi, sambil tiduran di bawah." 

Itulah es krim pertamaku dari Jano! Saat itu umurku sekitar empat tahun. 

^^^^^

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • I Need To Be Next To You   Bab 23

    "Oh dear, you have such a unique and exotic face. Your skin just... so amazing. You know, we’d give our lives to have skin like yours!” Aku tersipu mendengar komentar yang ditujukan padaku itu. Meski kalimat itu keluar dari bibir laki-laki bukan penyuka perempuan seperti Guy, yang saat ini berdiri di belakangku dan sibuk ngomong padaku. Orang bule terkadang suka hiperbola memang. Dia nggak tahu saja kalau kulit cokelat banyak sekali dijumpai di Indonesia. Dan warna kulit ini mewakili kelas orang-orang susah. Ha. Ha. Ha. Di Indonesia semakin makmur hidup seseorang makin terlihat dari kulitnya yang putih. Kondisi yang berbanding terbalik dengan orang Barat. “Tulang pipimu cukup tinggi. Wajahmu oval manis.” Ah. Aku speechless. Pujian dari ahli make up bule Perancis ini jelas nyaris membuatku pingsan. Kudengar dia sudah mendandani ribuan model dunia, mataku melirik sekilas foto Scarlet Johansson, Jessica Alba, Salma Hayek, Monica Belucci, dan lain sebagainya yang menempel di dinding stu

  • I Need To Be Next To You   Bab 22

    [2008]Aku masih ingat ketika itu aku belum genap enam tahun. Hari itu semua orang pergi, tinggallah aku sendiri di rumah, bersama Mbok Nah, yang biasa kupanggil Bibi. Aku hampir mati kesepian. Pengin rasanya nangis, tapi siapa juga yang peduli? Toh nggak ada yang tahu kesengsaraanku? “Tammy! Kamu di atas?"Tiba-tiba ada kerikil kecil di lempar ke rumah pohonku, menimbulkan suara ‘tik’ dan menggelinding di lantai kayu. Aku berlari ke pintu dan melongok ke bawah. Jano. “Lagi ngapain?” Aku menggeleng lesu. Kulambaikan komik di tanganku. “Mau ikut?” Sepasang mataku langsung berbinar. Tanpa disuruh dua kali aku langsung berlari turun. “Pada pergi ke mana yang lain?” tanyanya menunjuk rumahku yang sepi.Begitu kakiku menginjak ke tanah, aku langsung menyerbu Jano dan menggandeng tangannya. “Mama dan Papa pergi, katanya ada acara di kantor Papa. Bari pergi sama temannya. Rachel dan Alena entah ke mana.” “Kasihan. Kamu cuma sama Bibik, ya?” Kepalaku mengangguk-angguk. “Kenapa ngga

  • I Need To Be Next To You   Bab 21

    [NOW]Aku nggak terbiasa dandan berat di luar acara syuting, pemotretan, atau sedang ada jadwal promosi dengan Dazzling. Meski untuk datang ke acara formal sekalipun, I will keep my appearance seminim mungkin dalam mengaplikasikan make-up. Ke acara anniversary pernikahan orangtua Jano pun aku dandan ala kadarnya, hanya memakai pelembab dan loose powder yang kusapukan ke wajahku dengan kuas besar agar bedak yang nempel di kulit wajahku tak terlalu tebal. Bibir kuberi lipstik warna pink nude tipis dengan lipgloss banyak-banyak. Sedikit blush-on. Kuhindari pensil alis dan maskara, dua benda itu termasuk riasan berat buatku. Cukup kuolesi bulumataku yang udah kujepit dengan lotion ringan yang kugosokkan di ujung-ujung jariku. Semua trik itu kuperoleh dari MUA yang pernah mendandaniku. Hasilnya? Aku terlihat cantik, segar, alami, tanpa terlihat bermake-up tebal dan norak. Untuk rambutku, aku tadi sekalian keramas saat mandi, dalam kondisi masih setengah basah kuolesi lotion khusus untuk

  • I Need To Be Next To You   Bab 20

    [NOW]Aku akhirnya membuat dua buah Lemon Meringue Cheesecake untuk hadiah ultah pernikahan Tante Elly dan Om Franky. Tante bilang sih cuma pesta kecil, untuk kalangan keluarga dan teman dekat saja. Tapi berdasarkan pengalaman, kecil menurut perempuan itu bisa bermakna jumlah tamunya puluhan. Mungkin sekitar tiga atau empat puluh orang. Karenanya aku bikin dua loyang besar, untuk berjaga-jaga, jika tebakanku benar, karena satu loyang saja pasti tidak cukup. Dulu, begitu aku terima pembayaran kontrak dari Dazzling, benda pertama yang kubeli adalah oven besar dengan empat tungku di atasnya. Aku nggak main-main saat kubilang aku ingin memperdalam skill memasakku dan punya peralatan masak yang mumpuni untuk memuaskan passionku di dunia culinary. Benda ke dua adalah kulkas side by side besar yang dilengkapi dengan dispenser ice cube di pintunya. Jika mengandalkan kulkas lama Mama, tentu saja aku nggak bisa menyimpan cheesecake yang sudah kubuat kemarin. Jadi, hari ini aku tinggal finishi

  • I Need To Be Next To You   Bab 19

    [NOW]Tante Elly dan Om Franky akan mengadakan pesta kecil di rumah untuk merayakan anniversary pernikahan mereka yang ke tiga puluh lima. Tiga puluh lima tahun menjalin hubungan dengan seseorang dalam pernikahan yang harmonis dan masih utuh, menurutku satu hal yang manis dan romantis. Karenanya aku ingin memberi mereka hadiah. Tapi apa? "Ma, Tante Elly sukanya apa, ya?" Mama yang tengah sibuk menyiangi sayuran bareng Mbok Nah di dapur menoleh sebentar. "Banyak. Bisa kamu lihat di rumahnya, apa saja barang-barang yang ada di sana." Bibirku manyun. Mama, sih, asal jawab."Kalau aku ke sana sekarang, bisa ketahuan kalau lagi cari ide buat kasih kado buatnya. Acaranya tinggal dua hari lagi." Kudekati Mama dan memeluknya dari belakang. Rayuku, "Kasih bocoran dong, Mama sayang."Mama tertawa kecil. "Tanya Jano kalau nggak mau ketahuan." "Ah, Jano paling juga nyaranin hal yang sama. Pasti aku disuruh nanya ke Mamanya langsung. Cowok gitu loh. Mana mau mikir ribet." "Kenapa kamu nggak

  • I Need To Be Next To You   Bab 18

    [2020]Aku sama sekali nggak bohong waktu kubilang ke Yossi dan Ella tentang Jano yang kapok mengajak ceweknya ke rumah. Aku tahunya dari kakakku, Bari, yang bilang padaku waktu itu. Masih kuingat saat itu, iklan TV pertamaku bersama Dazzling sudah tayang. Hasilnya bagus banget. Very exclusive. Looks expensive. Seperti iklan kosmetik produksi luar. Semua pihak hepi, klien, agensi, PH, dan... tentunya aku. Aku, Tamara Isabella, pendatang baru yang belum lama terjun di dunia model iklan, tiba-tiba muncul jadi bintang utama di salah satu produk kecantikan dari Perancis. Meski TV commercial ini hanya ditayangkan untuk region Asia Tenggara, tapi ini satu kesempatan yang sangat langka terjadi. Siapa Tamara Isabella? Di dunia entertainment tak ada yang tahu atau kenal aku. Para selebriti top kita tak ada yang pernah bertemu denganku. Tapi semesta punya 'konspirasi' yang cukup absurd, aneh, dalam mempertemukanku dengan Ollie dan Adriano. Dua lelaki itu yang punya peran penting dalam mengub

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status