[2009]Kami punya pohon yang besar di belakang rumah. Entah pohon apa namanya, aku nggak tahu, yang jelas pohon itu berbatang besar sekali dengan cabang-cabangnya yang besar kokoh. Aku pernah melihat sebuah rumah pohon di salah satu buku yang kubaca dan aku ingin sekali punya. Pasti menyenangkan main di atas pohon sana, pikirku saat itu. Setahun yang lalu, aku minta ke Papa untuk membuatkanku rumah pohon di pohon belakang rumah kami itu. Kata Mama, aku ini bocah dengan imajinasi yang luar biasa. Mungkin karena hobiku suka baca buku dan komik yang membuatku sangat imajinatif? Papa tadinya menolak keinginanku, "Ada-ada saja sih permintaanmu, Tamara. Mending juga main di kamar, lebih enak," begitu gerutunya. Tapi setelah merengek, memohon, menangis, dan akhirnya mengancam mogok makan dan sekolah, akhirnya kudapatkan rumah pohon itu. Horeeeee! Meski bentuknya sangat sederhana, mirip kotak kardus berukuran besar [bisa memuat beberapa tubuh orang dewasa], aku bahagia banget dengan hadia
Huling Na-update : 2026-09-04 Magbasa pa