I Need To Be Next To You

I Need To Be Next To You

last updateLast Updated : 2026-10-14
By:  Marry Woo AnnaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
25Chapters
63views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Salahkah jika Tammy mencintai Jano, tetangga sebelah sekaligus sahabat kakaknya? Memang sih, Tammy agak terobsesi dengannya. Bagaimana tidak? Jano adalah satu-satunya cowok yang mau berteman dengannya, saat cowok lain tak ada yang meliriknya. Jano cowok super baik yang selalu perhatian padanya. Sayang, meski mereka akrab, Jano hanya menganggap Tammy tak lebih dari adik kecilnya. Tammy sadar, ia bukan cewek cantik. Kulitnya gelap, rambut keriwil, bodi kerempeng mirip cowok! Padahal tiga kakaknya cakep-cakep, berkulit terang bening, berambut tebal, lurus, bagus. Keren pokoknya. Tammy sempat curiga, jangan-jangan ia anak pungut? Karena tiap berada di antara kakak-kakaknya Tammy merasa persis bebek hitam buruk yang tersesat di keluarga angsa. Sampai lulus SMA Tammy tak pernah mengalami pacaran atau punya gebetan. Cowok mana coba yang mau pacaran dengan itik buruk selagi masih banyak angsa-angsa cantik yang berkeliaran? Tapi hidup Tammy yang kelabu tiba-tiba berubah 180° saat bertemu dengan seseorang. Orang itu bukan hanya berjasa dalam masa depannya, tapi juga berhasil membuka 'mata batinnya', sehingga Tammy akhirnya bisa menerima dan berdamai dengan dirinya sendiri. Lantas apakah hidup Tammy kemudian mulus dan mendapatkan happy ending? Nggak juga. Karena Tammy masih bermasalah dalam mendapatkan pacar. Apalagi jika Alena, salah satu kakaknya yang super cantik, jadi pesaing utamanya!

View More

Chapter 1

Bab 1

[2006]

Once upon a time... 

"Racheeeeeellll... Lenaaaaaa!!!" jeritku keras-keras. Tapi dua kakak cewekku itu tetap pergi meninggalkanku. Bayangan mereka bersama Karel dan Josh, kakak-adik tetangga sebelah rumah, lenyap di tikungan depan sana. 

Tangisku pun pecah. Meski bayangan mereka berempat sudah tidak terlihat, aku tetap bertahan di pagar depan rumah. Ke dua pipiku basah-kuyup oleh airmata kemarahan sekaligus sedih. Tengah aku megap-megap di antara sedu-sedan tangis, terdengar langkah Mama yang muncul dari dalam rumah dan menghampiriku. 

"Sudahlah, Tammy, kamu kan masih terlalu kecil untuk main bareng mereka. Mending main sama Mama di rumah saja, yuuk?" bujuk Mama padaku. 

"AKU MAU IKUUUTTT! AKU MAU NAIK SEPEDAAAA!" jeritku histeris di antara tangis pilu. Tanganku bergelayut kencang ke pagar. 

"Malu ah didengar tetangga, jerit-jerit sambil nangis begini," kata Mama lembut. 

"Aku mau naik sepedaaaa sama mereka, aku mau naik sepedaaaa, huuuaaaa..." jeritku kembali tanpa memedulikan ucapan Mama. 

"Terus kamu mau duduk di mana? Mereka berempat sudah pas berboncengan. Masa kamu mau masuk ke keranjang sepeda? Atau minta gendong Rachel?" goda Mama sambil tertawa kecil. Dia kemudian meraih tanganku, mencoba melepaskan peganganku ke pagar. Aku melawan saat dihela masuk rumah. 

"Mama jahat!" teriakku sambil menyentak lepas tangannya yang menggandengku, dan aku berlari ke depan rumah lagi. "Aku mau ikuuuuttt. Aku mau naik sepedaaaa!" 

Mama bergerak cepat dan mendahuluiku. Ditutupnya pintu pagar sebelum aku sampai di sana, dan menyelot pagar dengan gesit. 

"Tammy, ayo masuk! Jangan bikin Mama marah beneran ya," katanya dengan nada tegas. "Kamu nggak bisa menyusul mereka. Mereka sudah terlalu jauh." 

Dengan kesal, marah, sedih, kujatuhkan badanku ke lantai semen dekat pagar. Ke dua kakiku menendang ke sana-ke mari sambil masih tersedu. Kakak-kakakku sudah sering meninggalkanku, nggak cuma sekali-dua ini. Mereka selalu memilih bermain dengan Karel dan Josh, dan melupakanku, adik kandung mereka sendiri. Aku benci sekali. Aku benciii mereka! 

Mama sepertinya nyerah oleh ulahku. Dia sudah bergerak menuju ke dalam rumah. Dan itu membangkitkan kemarahanku lebih lagi. Entah berapa lama aku mencurahkan emosiku lewat tangis. Hingga kurasakan wajah, mata, dan kepalaku mulai sakit. 

"Tammy, kenapa nangis?" Tiba-tiba ada tangan menyentuh bahuku dengan lembut. 

Aku menoleh, kulihat siapa yang tengah membungkuk di atasku. Seketika tangisku mereda. Aku langsung bangun dan menubruk orang itu. 

"Janooo, mereka meninggalkanku lagiii. Huuaaa... mereka jahat! Huuaaaa..." 

Tangan Jano memelukku. "Ssshh, nggak usah sedih. Kan, masih ada aku. Yuuk, kita main sendiri. Mau?" 

Tangisku berhenti, menyisakan isakan kecil. "Main.. ke manaa? Nnaiikk.. ssepedaa?" Kutatap Jano dari balik mata sembabku. Kulit wajahku pun terasa tebal. 

Tangan Jano kini mengusap pipi-pipiku yang kuyup karena airmata. Kepalanya menggeleng. "Nggak tahu. Kamu mau main ke mana? Kita bisa sepedaan, kalau itu maumu. Tapi bersihin dulu wajahmu, ya." 

Tanpa menunggu kuanggukkan kepalaku dan berlari ke dalam rumah. 

Lima belas menit kemudian kami duduk-duduk di pagar rendah yang ada di depan sederetan ruko dekat gang rumah. Berdua kami asyik menikmati sebatang es krim. 

"Enak?" tanya Jano sambil melihatku. 

Kuanggukkan kepala sambil sibuk menjilati es krimku. "He-eh, enaaak." 

"Mau lagi?" 

"Boleh?" Mataku menatap Jano dengan penuh harap. 

Jano tertawa melihatku. Tangannya menarik kucirku, pelan. "Boleh, dong. Setelah yang ini habis, kita beli lagi. Tapi janji nggak nangis lagi, ya. Apalagi kaya tadi, sambil tiduran di bawah." 

Itulah es krim pertamaku dari Jano! Saat itu umurku sekitar empat tahun. 

^^^^^

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
25 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status