Home / Romansa / I Stuck On You / Chapter 116

Share

Chapter 116

Author: Tianife
last update publish date: 2023-11-17 17:58:27

Nadya sudah tahu arti kata itu, jadi ia menuntut jawaban dari Ethan, tapi mungkin saja Ethan tidak tahu kalau ia sudah bisa berbahasa Inggris. Ethan menatap Nadya, seperti ketika di bandara, Ethan ingin bertanya apakah Nadya sudah bisa bahasa Inggris.

"Kamu mengerti ucapanku?"

"Iya."

Ethan terdiam seraya menatap Nadya lagi. Setahunya, kata itu belum ia berikan pada Nadya. Apa mungkin Nadya belajar sendiri. Seperti tadi di bandara, ia sengaja berbicara bahasa Inggris dengan Panji, dan Nadya se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • I Stuck On You   Chapter 124

    Mita memacu mobilnya dalam batas normal. Ia tidak berniat untuk kembali ke rumah Ethan buru-buru. Ia ingin jalan-jalan sebentar. Kakaknya tidak ikut pergi. Kakaknya masih di rumah Adel. Sepertinya Kakaknya ingin berbicara dengan kedua orang tua Adel. Mendengar dari ucapan Kakaknya, Kakaknya baru bertemu dengan kedua orang tua Adel. Mita sangat bahagia Kakaknya akhirnya bertemu dengan orang yang dicintainya. Dulu ia pikir ia juga bertemu dengan orang yang ia cintai, yaitu Ethan. Tentu saja itu bukan cinta, tapi hanya rasa suka pada wajah Ethan yang sangat tampan, dan kagum dengan sikap Ethan yang dewasa. Yah itu hanya cinta monyet. Mita menyadarinya ketika Ethan bertemu dengan Nadya. Sikap Ethan berubah jika dengan Nadya. Berbeda kalau dengan dirinya. Ethan hanya menganggap Mita sebagai adik. Tapi itu sudah berlalu, Mita tidak mempermasalahkan hal itu lagi. Justru ia bahagia untuk Ethan dan Nadya. Tanpa butuh waktu lama bertahun-tahun untuk mengenal dan mencintai seseorang, cinta memil

  • I Stuck On You   Chapter 123

    Beberapa jam kemudian. Nadya sudah duduk di mobil Ethan. Nadya tidak tahu kalau Ethan membawa mobil sportnya. Tadinya ia akan ikut mobil Mita lagi, namun Ethan menyuruhnya naik mobil bersamanya. Sehingga Mita membawa mobil itu sendirian. Nadya juga tadi lihat pengawal Ethan mengikuti Ethan seperti biasa. Nadya bersandar di kursi mobil dengan nyaman. Mobil sport Ethan melaju cepat, lebih cepat dari mobil yang ia naiki bersama Mita. Namun begitu Nadya tidak merasakan ada guncangan saat mobil ini melaju seakan mobil ini meluncur dengan mulus dan tak terasa melaju di atas aspal. Nadya tiba-tiba teringat ucapan Ethan dan Panji dalam bahasa Inggris waktu di bandara. Ia akan menanyakannya nanti kepada Ethan soal itu.Nadya kembali mengingat ketika mereka tadi sarapan di rumah Adel. Ia senang Adel sudah tertawa bahagia dan sudah bercakap-cakap seperti biasa. Adel dan kedua orang tuanya juga mengucapkan selamat pada Nadya dan Ethan untuk pernikahan yang akan dilaksanakan dua hari lagi. Meskipu

  • I Stuck On You   Chapter 122

    Setelah istrinya meninggalkan ruangan, Mr. Alfred membuka suara."Miss Nadya, saya mohon izin untuk membawa anak saya dulu sebentar." "Silakan," sahut Nadya.Mr. Alfred berdiri seraya menatap Adel untuk mengajak Adel ikut bersamanya. Ia tidak mau memberitahu berita yang pasti akan membuat anaknya senang di depan calon istrinya Mr. Ethan. Ia tidak enak pada calon istrinya Mr. Ethan karena tidak tahu apa-apa, jadi ia mengajak anaknya ke ruang kantornya.Adel berdiri mengikuti ayahnya. Entah mengapa kakinya tidak terasa lemas lagi dan seolah mendapatkan kekuatan ia berjalan mengikuti ayahnya. Ia tahu kenapa tubuhnya serasa ada kekuatan karena beban kecemasan dan ketakutan telah terangkat dari dirinya apalagi sekarang Mita menyetujui huhungannya dengan Panji. Hanya satu lagi yang harus ia lakukan yaitu meminta maaf pada Ethan. Semoga kali ini Tuhan menolongnya lagi."Katakan padaku darimana kamu belajar sopan santun?" tanya Mita ingin tahu ketika di ruangan itu hanya ada ia dan Nadya, na

  • I Stuck On You   Chapter 121

    Mita terkejut, ia tidak menyangka Adel akan berkata seperti itu, kata-kata yang ia inginkan dari Adel, namun itu beberapa jam yang lalu, tidak setelah ia mengetahui ketulusan hati Adel. Adel sungguh berubah."Apa yang kamu katakan!" Seru Mita, ia bergerak sehingga berdiri tepat di depan Adel.Adel melirik ke arah Mita namun ia sudah tidak ada tenaga untuk mengulangi ucapannya, ia hanya terdiam dengan sayu membiarkan Mita membombardir dirinya dengan kata-kata kasar, ia hanya pasrah.Mita melihat Adel begitu rapuh, dan itu karena perbuatannya. Mita berdecak dalam hati."Ok, sejam yang lalu aku sungguh membencimu, aku ingin kamu merasakan apa yang Nadya rasakan, aku juga tidak mau punya Kakak ipar seperti dirimu, namun aku bukan orang jahat." Mita berhenti melihat kedua bola mata Adel membesar ketika mendengar Kakak ipar dari ucapannya. Mita lalu duduk di samping Adel seraya meraih kedua tangan Adel yang terasa dingin, ia tahu apa yang dipikirkan Adel."Itu benar, aku belum menerimamu se

  • I Stuck On You   Chapter 120

    Adel terjatuh di atas lantai rumahnya. Pandangannya tidak fokus. Baik Mita maupun Nadya terkejut. Nadya segera memegang pundak Adel. Namun Mita hanya terdiam, ia tidak percaya Adel begitu shock mendengar ucapannya. Kali ini ia menyadari sesuatu, namun sikap keras kepalanya berusaha tidak menerima perasaan yang tiba tiba muncul. Air mata turun ke pipi Adel. Apakah semua orang sudah tidak percaya padanya. Ayah ibunya, dan sekarang Mita. Apa begitu jahatnya ia selama ini. Sungguh ia hanya ingin bahagia. Ia memang salah dengan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan sehingga terkadang ia tidak memikirkan perasaan orang lain. "Mita, aku tidak pantas untuk Panji." Adel menghapus air matanya seraya berpaling ketika pelayannya datang membawa minuman dan makanan untuk Mita dan Nadya, namun ia masih duduk di lantai. Sungguh lututnya terasa lemas, ia tidak mampu berdiri. Pelayannya sekilas melirik Adel sebelum meletakkan minuman dan makanan itu di atas meja, tampak kelihat

  • I Stuck On You   Chapter 119

    Mita menghentikan mobilnya ketika mobil Panji masuk ke sebuah gerbang tinggi, tampak terlihat rumah Adel yang besar dan mewah. Ada beberapa pohon di depannya. Mita dan Nadya menunggu Panji keluar. Entah sampai jam berapa Panji di rumah Adel. Mita dan Nadya tidak mengobrol sepatah kata pun, bahkan tatapan Mita tidak berkedip melihat ke arah gerbang rumah Adel. Namun Nadya berusaha mengajak Mita untuk mengobrol, dari pada hanya berdiam diri sambil mengawasi pagar rumah Adel. Mita akhirnya mau mengobrol, ia terlihat santai. Mereka menertawakan perut mereka yang bersamaan berbunyi keroncongan. Saat keluar tadi mereka belum sarapan bahkan mengunyah sebuah makanan saja tidak. Hampir satu jam mereka mengobrol, tiba tiba pagar Adel terbuka, mobil Panji keluar dengan mulus dan menuju arah yang tadi dilaluinya sehingga melewati mobil yang dinaiki Mita dan Nadya. Kedua mata Mita langsung sigap, ia segera menghidupkan mobil dan dengan cepat menuju pagar yang masih terbuka itu. Mita berniat untuk

  • I Stuck On You   Chapter 41

    Perjalanan ke pasar seni Ubud Bali membutuhkan waktu hampir setengah jam dari Tegalalang. Pasar ini merupakan surga bagi wisatawan yang ingin mencari pernak pernik khas Bali dan pasar ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun wisatawan mancanegara sama seperti ketiga tempat yang merek

  • I Stuck On You   Chapter 40

    Nadya terus berlari menuruni undakan menuju ke tempat orang tua asing itu. Napasnya tidak beraturan karena ia berlari tanpa henti. Orang tua asing itu berpaling ketika melihat ada orang yang menghampirinya, ia bermaksud untuk meminta tolong dan ia tidak menyangka yang datang adalah perempuan yang be

  • I Stuck On You   Chapter 33

    Nadya keluar dari kamar mandi, ia melihat Mita yang sedang tertidur lelap. Mereka mengobrol sampai larut malam dan Mita berniat untuk menginap di villanya malam ini karena Mita belum siap bertemu dengan Ethan. Mendengar itu Nadya segera meminta maaf kepada Mita karena ia yang membuat Mita menjadi se

  • I Stuck On You   Chapter 32

    Ethan menghela napasnya berusaha untuk tenang. “Kamu juga tidak berhak dekat-dekat denganku.”“Ethan!” seru Adel tajam.“Adel, haruskah kamu seperti ini?” tanya Ethan, ia lelah selalu berurusan dengan Adel apalagi sekarang Adel sudah melewati batas, ia tidak enak dengan temannya, Panji tidak tahu apa-

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status