LOGINChapter 43
My Destiny
Vanilla berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, sesekali ia memeriksa layar ponsel yang ada di tangannya.
"Sayang, duduklah. Jangan panik," ucap Xaviera mencoba menenangkan Vanilla.
Vanilla menatap Xaviera dengan tatapan permusuhan. "Kau mudah berkata seperti itu karena tidak merasakan sakitnya berada diposisi kami."
Faktanya, Vanilla masih tidak bisa me
Epilogue
Chapter 57
Chapter 56
Chapter 55
Chapter 54
Chapter 53
Chapter 28Just MineMilikku.Satu kata itu menggema di otak Nick, berkali-kali hingga membuatnya nyaris kehilangan seluruh kewarasannya.Belum pernah ia merasa seperti ini setelah bercinta dengan wanita mana pun
Chapter 25Your Fiance"Mi Amor...." Nick duduk di tepi tempat tidur, ia mengusap pipi Vanilla menggunakan ibu jarinya.Vanilla membuka matanya perlahan, sedikit menggeliat kemudian mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah Nick.
Chapter 26Making ****"Aku merindukanmu, Mi Amor." Nick memeluk Vanilla, mengecup pipi gadis itu berulang kali seolah-olah ia telah meninggalkan Vanilla selama seratus tahun.Vanilla terkekeh. "Kita hanya t
Chapter 28Making FamilyNick mendorong tubuh Vanilla hingga terpojok ke dinding kaca, sementara bibir mereka terus bertaut. Satu lengan Nick melingkar di pinggang Vanilla dan satu telapak tangannya menahan tengkuk Vanilla untuk memperdalam ciuman mereka sementar







