LOGIN"Why me? " "My heart beats on you. The moment I saw you in parking lot, it started. I never seen a woman like you na palaban. Na kahit siya na ang Mali, siya pa Ang matapang." "Ah ganon" wika ko na galit galitan. "Adee naman. In Europe, I was the boss of my companies. Ako lang laging nasusunod. I felt different when I met you. Napasunod mo ako". "Yung tipong ako Yung boss, pero ikaw Yung nasusunod". "So anong maipapangako mo?" " I promise you that I will not hurt you again, no more secrets and I will always love and keep you in my heart?" It was a short story about a jolly, hugotera and assuming instructor woman and a foreigner business tycoon man. How would they form a magical love story?? 💙💜 Enjoy Reading 💙💜
View MoreSejak dua hari yang lalu, seorang gadis berparas cantik tengah serius menatap layar laptop yang berada di pangkuannya. Jari lentik yang begitu lincah mengetik dan scroll semua web lowongan pekerjaan kemudian matanya yang teliti melihat informasi dari setiap artikel. Hingga jarinya berhenti scroll. Pandangan tertuju pada satu nama, yaitu RAFAEL JACKSON. Dia mengenal nama itu, seorang pria yang menyebalkan menurutnya. Dia membaca biodata mengenai semua pria tersebut. Ternyata Rafael adalah pria yang dulu bersamanya mengikuti kontes bernyanyi. Akan tetapi sekarang sudah menjadi seorang penyanyi terkenal. Dia kembali mengingat bagaimana dirinya mengenal Rafael. Pada saat itu sedang ada kompetisi menyanyi namun dia harus kalah diawal dan pada hari yang sama, Rafael menertawakan kekalahan dirinya. Sejak saat itulah dia tak begitu menyukai sifat Rafael.
Kemudian dia melihat sebuah nama perusahaan yang menaungi Rafael dan mengklik website tersebut. Setelah beberapa melihat website tersebut, dirinya langsung menutup laptop dan berjalan keluar dari kamar. Dia melihat sahabatnya yang saat ini sedang ada didapur, seperti nya sedang membuat kue. Dengan perlahan dia berjalan mendekat dan....
"DAR!!!!"
Sahabatnya kaget dan melemparkan semua tepung yang berada di tangannya. Tepung tersebut mengenai wajah dia, tentu saja hal itu membuat sahabatnya tertawa namun dirinya mengubah raut wajah menjadi kesal.
" Pftttt awalnya aku mau marahin kau Kei tapi gak jadi deh, makasih loh udah buat aku ketawa hari ini."
Kei yang dimaksud adalah Keiza Natalie. Gadis cantik yang baru saja mengejutkan sahabatnya. Oh ya sahabatnya bernama Amanda Aurellia. Mereka berdua sudah tinggal bersama kurang lebih tiga tahun lamanya. Memiliki sifat yang tak jauh berbeda membuat mereka saling memahami satu sama lain. Tinggal dalam kesederhanaan tak membuat persahabatan mereka merenggang, malah semakin erat. Semoga persahabatan ini kekal selamanya.
Keiza hanya mengacungkan jari tengahnya kemudian mendekati Amanda sambil tersenyum tak jelas. Amanda merasa aneh dan bingung kemudian dia bertanya melalui alis dan dagunya. Ia mengangkat sebelah alis mata dan mengangkat dagunya. Keizha yang paham atas kebingungan Amanda langsung saja membisikkan sesuatu.
"DEMI APA? Gue doain lolos deh Kei!" Mendengar pernyataan tersebut Keizha langsung mengangguk kegirangan dan memeluk erat Amanda.
.........
Pagi ini Keizha berada di perusahaan Briwijaya Entertainment, dia melihat gedung yang begitu besar. Dengan segera dia masuk kedalam ruangan interview. Dia bertemu dua orang tampak seperti berdebat. Lebih tepatnya satu wanita terlihat diam dan satu lagi seorang pria tampak menggoda perempuan itu. Euhhh dalam hatinya. Dia berdehem membuat kedua orang tersebut tersadar dan langsung mengubah sikapnya menjadi kelihatan lebih berwibawa. Dia tersenyum dan mengenalkan dirinya sesuai dengan permintaan wanita yang ada dihadapannya ini. Dia memperkenalkan diri yang suka menyanyi sejak kecil namun tak begitu ahli dalam bernyanyi, namun dia mengatakan bahwa mampu melakukan pekerjaan lainnya, seperti bagian komputer atau data-data. Tetapi dia melihat pria yang ada di hadapannya seperti tidak terlalu menyukai dia. Namun dia bodoamat dengan tatapan tak suka pria tersebut, kemudian melihat wanita yang ada dihadapannya mendengarkan dia dengan baik. Kemudian memberitahu kepada dua orang tersebut bahwa dirinya salah satu mahasiswa terbaik dikampus.
"Ah sudahlah, aku melihat kampus mu tak terlalu dikenal," ucap pria itu kepadanya.
"Sudah kubilang sayang mencari karyawan tak perlu seperti ini, biar kita yang mencari di kompetisi-kompetisi internasional." Namun wanita yang berada disebelah pria tersebut justru memelotot kan matanya kemudian mencubit perut pria itu. Kemudian wanita tersebut mengambil map yang dibawa oleh Keiza kemudian berkata,
"Kamu bisa pulang dan tunggu telepon dari kami," ucap wanita itu sambil tersenyum. Keiza juga tersenyum mendengar ucapan wanita itu. Kemudian berpamitan pergi keluar. Keiza bernyanyi sambil bersiul. Mood nya hari ini sangat bagus. Saat kakinya melangkah ingin meninggalkan perusahaan, langkah nya terhenti oleh seseorang yang meminta pertolongan untuk membantu mengangkat kotak-kotak yang berada dibawah lantai menuju ke ruangan seberang. Tentu saja Keiza mau dan membantu mengangkat kotak-kotak tersebut.
..........
"Stop-stop!!! Ini kenapa musik gak ada bagus-bagusnya, sakit telinga dengar musik jelek gini! Mana mungkin aku nyanyi dengan musik ginian!!! Siapa penanggung jawabnya hah?" Seorang pria berparas tampan dan memiliki mata coklat yang indah sedang memarahi semua orang yang ada di ruangan itu. Lelaki itu seorang penyanyi terkenal dengan penuh sejuta pesona.
"Ulang-ulang, Aku Rafael Zackson gak mau tampil dengan sebuah kesalahan! SEKECIL APAPUN" Ucap dirinya dengan sombong.
Setelah mengatakan itu, akhirnya rekaman tersebut diulang kembali. Hingga di tengah rekaman seorang dancer terjatuh akibat menabrak beberapa kardus. Rafael mengerang marah dan berjalan mendekati pria tersebut. Dia bisa melihat beberapa staf menunduk minta maaf, namun perhatiannya teralihkan oleh seorang wanita yang menatapnya. Dia menaikan sebelah alisnya kemudian berteriak "BODOH!!!"
Dia membalikkan badannya namun tertahan oleh seseorang. Dia melihat seseorang menahan tangannya, tak lain adalah perempuan yang dari tadi menatap dirinya . Dia melepaskan cengkraman itu dengan kasar namun ditahan lagi.
"Bitch! Mau anda apa hah?"
Namun bisa dia melihat wanita yang menahannya tersenyum kemudian menyebutkan nama. Dia tak mengenal wanita tersebut namun mengapa wanita itu mengaku bahwa mereka adalah kenalan lama. Tak inggin membuang waktu langsung saja ia mendorong wanita itu dan segera pergi meninggalkan ruang rekaman. Tak menghiraukan teriakan wanita gila yang memanggil namanya.
Keiza hanya bisa bengong. Sombong sekali pria ini pikirnya. Bahkan pria itu tak mengenal dirinya lagi. Setelah ia meletakan kotak-kotak yang dia bawa, dengan segera dia pergi keluar dari perusahaan tersebut.
Sampai dirumah, dia disambut oleh banyak pertanyaan dari Amanda. Saat berada diruang tengah dia takjub saat melihat begitu banyak makanan kesukaannya terhidang diatas meja. Dengan segera ia duduk di kursi dan memakan satu per satu makanan yang ada diatas meja. Mulai dari makanan berat hingga cemilan. Saat makanan sisa setengah dia baru menyadari ada hal aneh yang terjadi. Mengapa Amanda tiba-tiba membuatkan makanan sebanyak ini. Diapun bertanya dan Amanda bilang ini adalah kado atas dapatnya kerjaan buat Keiza. Dirinya tersedak, tungu-tunggu apa tadi diterimanya? Bukannya dia masih interview belum sah diterima. Namun saat dia bertanya kembali, Amanda langsung menunjukann ponselnya yang tadi tertinggal. Dia masih bingung namun Amanda dengan segera menunjukan pesan yang berisi tentang dirinya diterima oleh perusahaan Briwijaya Entertainment. Dirinya terdiam sebentar sebelum akhirnya berteriak girang sambil memeluk Amanda kemudian melahap dengan cepat makanan yang ada dihadapannya.
...........
Saat ini Rafael sedang berada di mobil nya, asik menyetir sambil bernyanyi dirinya mengerem mobil tersebut secara mendadak saat ponselnya berdering. Shitt stupid people makinya.
Dia mengangkat ponselnya kemudian mendengarkan suara dari sebrang. Cihhh ternyata asistennya menyuruh untuk segera bersiap agar pergi kelokasi syuting. Dia melempar ponsel kebagian belakang mobil. Tak mendengarkan semua arahan yang telah dikatakan padanya. Dengan cepat dia menghidupkan mobilnya dan menambahkan laju kecepatan mobil tersebut. Deringan ponsel terus berdering namun dirinya hanya mengabaikan seakan-akan menutup telingannya.
Saat ini Keizha mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. Amanda turut membantu merias wajah dirinya. Ya Keizha ini tak tahu model dan juga fashion sebab itu Amanda lah yang membantunya. Saat selesai Keiza langsung bercermin dan berteriak...
"AAAAAAAA"
Dia merasa make up nya ini tak cocok dipakai untuk bekerja, terlalu. Menoleh kesamping saat mendengar Amanda tertawa melihat hasil make up nya. Amanda mengambil tissue dan mengelap hiasannya menjadi sedikit lebih natural. Dirinya tersenyum kearah Amanda dan berpamitan untuk berangkat.
"SEMANGAT!!!" Amanda memberi semangat dan dia membalas dengan gerakan yang sama sambil memberi kecupan jauh.
Sampailah ia di perusahaan tersebut, dirinya langsung pergi keruangan yang sama dimana ia pergi interview kemarin. Mengetuk pintu dan bertemu dengan seorang pria yang waktu itu lagi. Dia tersenyum kaku saat melihat pria itu menatapnya seperti tak suka. Pria tersebut berdiri dan memukul meja secara tiba-tiba membuat dirinya kaget dan mengelus dada.
"Apa kamu yakin akan mampu bertahan di perusahaan ini?" Pria itu bertanya kemudian dirinya menganggukan kepala.
"Apa kamu memiliki mental yang siap untuk dimaki?" Tanya pria itu kembali, namun pertanyaannya kali ini agak konyol, ragu-ragu dia menganggukan kepala.
Pria itu menyunggingkan senyumnya kemudian melipat kedua tangan diatas dada dan menatapnya tajam lalu mengatakan sesuatu.
"Jika kamu mampu menyelesaikan tugas ini, maka kamu benar-benar lolos masuk ke perusahaan. Namun jika kamu gagal maka kamu akan menerima konsekuensi yang sangat membuatmu menyesal telah menginjakkan kaki di Briwijaya Entertainment." Pria itu berkata sambil menatapnya tajam. Dengan kepercayaan diri yang tinggi Keiza menganggukan kepalanya yakin. Saat itu juga pria tersebut mengatakan tugas yang harus dilakukan oleh dirinya.
Keiza sedang duduk ditempat kerjanya, menatap ponsel dan juga jam yang ada ditangannya. Seluruh staf juga melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan yaitu memastikan bahwa tak akan ada yang terjadi pukul tiga nanti. Namun Keiza tetap tenang sambil menghitung mundur waktu yang tersisa tinggal lima detik lagi.
"Lima... Empat... Tiga.... Dua... Satu....."
Dan ya! tak terjadi apapun. Keiza tersenyum bangga kemudian berjalan pergi menemui pria tadi.
Semua menatap Keiza dengan tatapan heran. Ya mereka heran bagaimana Keiza bisa melakukan hal seperti ini. Biar dijelaskan sedikit bahwasanya tugas Keiza yaitu menghentikan Rafael yang ingin memposting hal buruk mengenai perusahaan melalui twitter pribadi. Rafael ini adalah seseorang yang memiliki sifat keras kepala, tak ada yang bisa menghalangi keinginannya. Namun seorang staf baru membuat sebuah hal menakjubkan yang membuat semua nya heran. Keiza yang ditatap seperti itu mendadak gugup kemudian dia menjawab atas semua kebingungan mereka.
"HAH?!!!"
Semua orang menatap Keiza tak percaya akan yang telah dilakukannya. Hanya sesimple itu saja. Ya Keiza memakai trik mengganti kata sandi akun twitter milik Rafael. Pria tersebut menggelengkan kepalanya.
"Apakah kau seorang peretas?" Tanya pria itu kepada dirinya. Namun dengan cepat Keiza langsung menggelengkan kepala. Dia berkata levelnya belum setinggi itu, dia masih belajar hal-hal dasar saja. Semuanya langsung mengangguk paham.
Saat ini Rafael berjalan dengan angkuh dan juga menampilkan wajahnya yang terlihat emosi. Semua staf langsung membungkukkan badan tanda penghormatan, namun Rafael tak menghiraukan itu semua, dia berjalan menuju sebuah ruangan dan tanpa mengetuk dirinya langsung menendang pintu tersebut menggunakan kaki. Semua yang berada di dalam ruangan itu berdiri kaget. Rafael menatap satu persatu wajah semua orang yang berada di dalam ruangan itu.
"HEBAT! KALIAN HEBAT!!! Kalian memang memiliki karyawan-karyawan licik. JAWAB! SIAPA YANG MELAKUKANNYA! SIAPA?!!!"
Semuanya diam, namun Rafael berjalan mendekati pria itu atau bisa disebut direktur yang ada di depannya. Kemudian memegang pundak sambil menatap tajam pria itu.
"Andika Pratamajaya! Anda adalah tangan kanan ayah saya bukan? Jawab siapa yang melakukannya. JAWAB!!!!"
Ya pria itu bernama Andika, salah satu tangan kanan ayahnya Rafael. Pria itu menelan ludah dengan kasar lalu berdiri sambil berjalan menjauhi Rafael. Dia menetralkan rasa gugupnya tadi.
"Ekh... Siapa yang melakukannya? Jawab!" Pria yang bernama Andika itu berpura-pura kembali bertanya seperti itu, dirinya tak ingin Rafael mengetahui yang sebenarnya. Namun Rafael menangkap gelagat aneh dari pria tersebut, kemudian membuang muka kearah lain. Dia memperhatikan seseorang yang berdiri sedang menatap pria bernama Andika itu. Kemudian Rafael mendekati wanita itu.
"Pasti anda kan yang lakuin? Ada masalah apa anda dengan saya hah?! sampai-sampai anda lakukan ini semua? " Keiza hanya diam saja dan tak menghiraukan semua ucapan Rafael. Dirinya membuang muka, cukup malas melihat pria angkuh pikirnya. Raafael yang geram tak kunjung dibalas dengan cepat mengapit kedua pipi Keiza dengan tangannya. Bisa dilihat mata Keiza yang melotot kaget kemudian dengan segera Rafael mengarahkan pandangan Keiza kearahnya.
"Punya mulutkan? JAWAB"
Setelah mengatakan itu Rafael dengan segera melepaskan tangannya dari wajah Keiza. Dia menatap perempuan yang ada didepannya ini sedang memegang pipi yang tampak memerah akibat cengkraman tadi. Saat ingin mengatakan seuatu, ucapannya terpotong oleh ucapan Andika.
"Sudah-sudah jangan berisik. Rafael kamu ikut saya." Setelah mengucapkan kalimat itu, Andika langsung menarik Rafael untuk ikut dengan dirinya. Saat berjalan keluar ruangan Andika mengangkat jari jempol dibalik punggungnya, yang mengartikan bahwa semuanya baik-baik saja. Setelah benar-benar pergi dari ruangaa, seorang wanita yang waktu itu menerimanya di interview tertawa. Dia mengatakan bahwa Andika ini orangnya pandai sekali dalam mencari alasan dan mengalihkan perhatian. Keiza ikut tersenyum mendengarkan itu. Namun dia melihat satu wanita lainnya, sepertinya wanita ini juga tak menyukainya. Terlihat dari cara pandang wanita itu kepadanya.
"Perkenalkan namaku Clara Abelinna. Kau melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Vio tolong antarkan Keiza ke meja nya."
Vio menganggukan kepalanya kemudian berjalan deluan meninggalkan Keiza. Dengan cepat dirinya mengikuti Vio yang sudah berdiri dengan wajah sombongnya di dekat sebuah meja.
Keiza tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Vio namun Vio tak menghiraukannya, malahan berbicara beda dari yang sedang dia lakukan
"Kau berada disini, dan jangan pernah berniat untuk menyaingiku!" Vio pergi setelah mengungkapkan kalimat yang tak jelas menurutnya. Keiza hanya mengangkat bahu menandakan bodoamat dan tak peduli.
Sekarang Rafael berada disebuah ruangan bersama pria yang bernama Andika. Mereka sedang duduk menunggu kehadiran ayahnya. Tadinya ia menolak namun ayahnya mengancam bahwa dia akan dikirim ke Amerika sambil belajar tentang bisnis. Dia tak suka bisnis bahkan membencinya juga. Namun ayahnya selalu memaksa untuk tetap belajar bisnis agar ada yang meneruskan perusahaan mereka. Saat Andika telah selesai menelpon, Rafael langsung menatap dengan ganas. Dia mendekati Andika dan menaikan wajah Andika dengan jari telunjuknya.
"Beraani sekali anda ini ya! Tadi menyuruh orang untuk hack akun saya sekarang menelpon ayah saya untuk kemari. Gak sayang nyawa hah?!!"
Andika hanya meneguk ludahnya kasar kemudian mencoba untuk melepaskan jari yang berada di wajahnya, namun Rafael semakin mengeratkan cengkraman yang ada diwajahnya.
"RAFAEL!!!"
Lavigña's POVAfter the incident sa Elite's Cabin, nag kanya kanyang buhay na Ang grupo. Ako naman balik na ulit sa university. Pagdating sa campus, Nakita ko ang "toy" ni sir Mauri, na naka park sa parking lot ng college namin. Dahil sa pangyayari ay nakalimutan ko ang ginawa nya sakin. Nang maala ko ang paghalik Niya sa akin muling nag init aking pisngi. at.... "Flat'in ko kaya tong motor Niya" wika ko sa sarili ko. "Bakit nabitin ka ba sa halik niya?" wika ng kabilang sarili ko. "Hmm aaminin ko, masarap siya humalik" " Naman pala, eh bakit galit ka Jan sa motor niya, kinulang mo Yung halik Niya nohh, yihhh.?" Nababaliw na yata ako. Habang papunta ako sa faculty room, narinig ko Ang kaluskos sa mga taniman Ng yellow bush. Hindi ko sadyang marinig pero si kuya David. "Yes señor. We already did that. The papers are still missing." "Give us more 2 days señor, I'll promise, I will bring it to you". "Good morning, ma'am Adeee!" wika Ng isang guro sa sec
Lavigña's POVAng manlalarong nanalo ay walang iba kundi si Mavin Luther. Walang nagawa si Zaido kundi ang kamutin Ang kaniyang pawisang noo. Habang Ang tatlong kasamahan ay hiyawan at kantiyawan Ang ginawa. "Paano Yan broh, prepare your complete gear. Panigurado masusunog ka sa bukid. Sayang Yung glutathione na ginamit mo!" kantiyaw ni Mavin. "F*CK you broh" ganti ni Zaido sabay dirty finger Kay Mavin na mas Lalo pang tumawa Ng malakas. "I'll call dad at ipapa sched ko na sa kanya Yung pagpunta mo doon bro""F*CK you too and all of you!" Tawanan Ang lahat na pati ako ay napangiti na Lang sa asaran nila. "Kung Hindi kayo sasama sa akin in the province, then walang pupunta," seryosong wika niya. "Hey, bet is bet. Kailan naging bhag Ang buntot mo ha, ZAIDO LEIGH MAGDAY, akala ko ba Wala Kang inaatrasan!" si Jico. "Sasamahan natin siya doon at syempre panonoorin. Dapat nga mag araro ka pa, gamitin natin Yung kalabaw ni Mang Insyong." dagdag pa ni Yavez. "Haha, wag na at baka siya
Lavigña's POVPagkatapos kong ma i park ang sasakyan ni Mavin Luther, tumuloy na kami sa entrance Ng Elite's Cabin. Habang naglalakad ay panay Ang pang aasar Niya sa akin. I know Mavin Luther Roman likes me even before. We are in the same department sa isang pinakamalaking firm ng bansa. His family own the firm but he used to work as an employee at mas gusto Niya din sa field. And this thing, ay alam lahat Ng colleagues namin. Though he is a good catch, he is handsome at the same time ay kabilang sa elite group of the society. Matipuno din siya, and mayroong part sa kanya na gusto mong i-baby. Napakalaking KATANGAHAN na Lang Ang tatanggi sa kagaya niya. At ako na nga yon. Well, it's not that I don't like him, for now that is not my priority. I want to be financially stable for my family at gusto kong palaguhin ang aking nagsisimulang negosyo. Another thing is that may part sa kanya that I don't like. He was not able to left his comfort zone. He did not even tried some exciting moment o
Pagkahatid nga ni Adee Kay Zardee sa family house nila, gumayak lamang siya at saka tumuloy na sa kanilang tagpuan. Hindi Niya inalintana Ang sumasakit niyang batok na tinamaan ng kalaban kanina. She's wearing a round neck army green bodycon dress. Hindi mahalay Ang kaniyang suot Dahil meron itong short sleeves. Ipinakita nito Ang Korte Ng kanyang katawan. At sa kanyang pang ibaba, she wears her all-white low platform converse sneakers. Nag apply din siya ng foundation, konting pink blush on, scarlet red lipstick at nag apply din Ng maskara at eyeliner. Inilugay Niya lang Ang kaniyang buhok at hinayaan niyang isayaw Ng hangin. Pagkagayak ay nagpaalam na sa Ina na noon ay abala sa pag aasikaso Kay Zardee. "Mom, I'm going. Kayo na po muna bahala Kay Zardee. Baka sa Linggo na ako makakauwi." "Sige anak, mag iingat ka. Call me if you need something". "Okay mom, bye. bye Zardee. Be a good boy ha?" "Opo ate". At niyakap Niya sila at binigyan niya Ng beso Ang kaniyang Ina. She used
Nang makarating na ako sa faculty ay nag vibrate Ang aking cellphone hudyat na may tawag ako. Gulat man Dahil unregistered ying no. ay sinagot ko "Kumusta na AMARI DEINTY DAEGAN.? Bakit Hindi MONDRALES ang gamit mong apelido?? "Sino ba to? Ano bang pakialam mo kahit ano pang gamitin Kong pangal
(Adee's Pov)Lumipas Ang isang araw...Pagpasok ko sa class room ko, nagulat ako Ng Makita ko si sir Mauri na nakaupo sa dulo bandang gitna ng aming class room . Napakatahimik Ng buong klase, ni walang maingay, at walang magulo. Kanya kanyang upo sa sariling upuan. "Anong nangyari sa inyo, nakal
(Adee's Pov) Makalipas ang ilang Linggo, as usual sa university pa din. Wala akong naging balita tungkol sa kumag na yon. At Masaya ako dahil nakapag focus ako sa klase. Ilang araw na din kasing siya Yung naiisip ko, Lalo na kapag gabi. I remember how we met, at nakakahiya yun on my part. Pero na
(Mauri's Pov) So that woman is an instructor of my university. Amari Deinty Daegan - Filipino Major, Instructor 3, and still studying for her MaEd. Well she's fine, she has a long brown straight hair, her nose is not exactly as mine, but it's cute, her beautiful tantalizing eyes and her sweet pe












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.