Home / Romansa / I'm Yours My Husband / 126. (NK) Sang Bayi

Share

126. (NK) Sang Bayi

Author: CacaCici
last update Last Updated: 2026-02-11 13:28:38

"Kalau kau mau, kau bisa memanggil ayah padaku mulai sekarang, Aya," ucap Kaze kembali, menyunggingkan smirk tipis karena Naia terlihat tersipu malu.

"Ih." Naia langsung menatap Kaze, memukul dada bidang sang suami karena gugup dan salah tingkah, "aku maunya anak kita memanggilku Mommy dan memanggil Mas dengan sebutan Daddy."

"Ayah ibu lebih sederhana, Aya," jawab Kaze santai, "tetapi lebih hangat."

Naia mengerutkan bibir, menahan diri supaya tidak senyum. Lalu pada akhirnya dia menganggukk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • I'm Yours My Husband   127. (NK) Tamat

    Melihat sikap mamanya yang seperti ini, Naia pernah menangis tengah malam. Dia terharu dan sedih secara bersamaan. Bahkan setelah dia menikah, mamanya tidak pernah melepas kasih sayangnya pada Naia. Mamanya bahkan repot-repot pulang balik ke kota ini demi menjenguk Naia dan Kaizen. "Aku mengcopy paste nama Daddy," jawab Kaze sambil senyum malu-malu. "Ouh, pantas namanya mirip," ucap Naia sambil menatap geli ke arah suaminya. "Tapi Mas hebat yah. Dengan cepat langsung menemukan nama untuk anak kita." "Jelas." Kaze berkata sombong, senyum smirk pada sang istri. Hal tersebut membuat Naia mendengus pelan, kembali memilih fokus pada bayinya yang sedang menyusu. Fakta lucunya, setelah baby Kaizen lahir, Kaze menjadi sedikit narsis. Sebenarnya kalau kata Danish–kakak sepupu suaminya, Kaze memang narsis. Namun, rasanya kenarsisan suaminya menjadi-jadi setelah putra mereka lahir. Biasanya Kaze kalem saat Naia puji, atau … paling salah tingkah. Namun, setelah Kaizen lahir, sedikit

  • I'm Yours My Husband   126. (NK) Sang Bayi

    "Kalau kau mau, kau bisa memanggil ayah padaku mulai sekarang, Aya," ucap Kaze kembali, menyunggingkan smirk tipis karena Naia terlihat tersipu malu. "Ih." Naia langsung menatap Kaze, memukul dada bidang sang suami karena gugup dan salah tingkah, "aku maunya anak kita memanggilku Mommy dan memanggil Mas dengan sebutan Daddy." "Ayah ibu lebih sederhana, Aya," jawab Kaze santai, "tetapi lebih hangat." Naia mengerutkan bibir, menahan diri supaya tidak senyum. Lalu pada akhirnya dia menganggukkan kepala, setuju dengan pendapat sang suami. Ayah ibu? Ah, Naia jadi tak sabar anaknya lahir, dia tak sabar dipanggil ibu dan mendengar suaminya dipanggil ayah oleh anak mereka kelak. "Sekarang Ibu Aya tidur, ini sudah larut malam," ucap Kaze kembali, menarik Naia dalam pelukannya. "Hehehe … baik, Ayah Kae," jawab Naia sambil cengengesan, berhasil membuat suaminya yang tembok tersebut tertawa kecil. **** --Beberapa bulan kemudian-- Naia menatap letih dan lemah pada Kaze, suaminya yang

  • I'm Yours My Husband   125. (NK) Ayah?

    "Mas Kaze," gumam Naia, menatap suaminya dengan raut muka tegang–sisa dari rasa takut yang menyelimutinya. Kaze menoleh sejenak ke luar kamar, memberikan perintah pada anak buahnya dengan isyarat. Setelah itu, dia segera menutup pintu lalu menggiring Naia ke ranjang. "Bau darah," gumam Naia, langsung menjauh dari Kaze lalu menatap suaminya dari atas hingga bawah, "Mas Kaze bau darah," ucapnya lagi. "Humm." Kaze berdehem rendah sambil senyum tipis pada istrinya. Dia mengulurkan tangan kanan ke atas kepala Naia, berniat mengelus rambut pada pucuk kepala istrinya. Namun, melihat tangannya yang berlumur darah, Kaze seketika mengurungkan niat. "Tangan Mas Kaze berdarah." Naia panik seketika, meraih pergelangan tangan Kaze lalu memeriksa telapak tangan suaminya. Namun, saat dia periksa dia sama sekali tak menemukan luka. Itu membuat Naia bingung, langsung mendongak dan menatap aneh pada Kaze. "Ini bukan darah," jawab Kaze swvpat lalu segera beranjak dari sana. Pria itu buru

  • I'm Yours My Husband   124. (NK ) Malam Menakutkan

    "Tipe Mas Kaze yang tobrut yah?" tanya Naia secara ragu, menatap lekat karena menunggu respon suaminya. Kaze mengerutkan kening, menatap istrinya dengan ekspresi yang datar sehingga Naia sulit menebak apa yang sebenarnya Kaze pikirkan. Hingga tiba-tiba saja Kaze menatap ke arah undukan milik Naia, seketika membuat Naia spontan menyilangkan tangan di depan dada. "Nga-ngapain Mas lihat-lihat ke sana?!" Mata Naia melotot, menatap horor campur malu pada Kaze. Dia juga bergeser tempat duduk, menjauh dari sebelah Kaze. Kaze menaikkan sebelah alis, menyunggingkan smirk tipis sambil menatap berat ke arah istrinya. "Aku suka dadamu, Aya." "Iii …." Naia langsung menatap julid ke arah Kaze, beringsut di sofa dan sedikit merinding ketika Kaze menutup laptop lalu mendekat padanya, "aku cu-cuma nanya tipe Mas Kaze, bukan …- kyaaaiiik!" Ucapan Naia berhenti, refleks menjerit saat Kaze menarik pergelangan kakinya–membuat Naia berakhir berbaring di sofa, masih dengan tangan yang menyilang

  • I'm Yours My Husband   123. (NK) Tipe Kaze

    "Sikapnya sangat kekanak-kanakan," ucap Nabila dengan nada lirih, mencoba menarik simpati dan menghasut sang pemimpin keluarga Adam. Danzel menoleh ke arah menantunya, geleng-geleng kepala melihat Naia yang kembali mengejek Nabila. Di sisi lain, Kaze juga menoleh ke arah istrinya. Tangannya yang bebas ia ulurkan untuk mengusap serta menepuk pelan pucuk kepala istrinya. "Andai ayahnya mendengar kau mengatakan itu, kurasa kau tinggal tulang belulang," gumam Danzel pelan, senyum mengejek pada Nabila. Dia kembali menatap menantunya, tetapi kali ini juga menatap putranya yang sedang mengupas bola-bola coklat untuk Naia. Setelah itu dia kembali menatap dingin pada Nabila, "Naia kekanak-kanakan hanya pada putraku, suaminya. Dalam artian Naia mencintai suaminya dan nyaman berada di dekat suaminya. Sipapun cenderung akan menunjukkan sikap kekanak-kanakan pada sosok yang dianggap bisa melindungi, memberikan kasih sayang, dan sosok yang dicintai. Sebagai ayah Kaze, jelas aku senang melihat

  • I'm Yours My Husband   122. (NK) Wanita itu Lagi

    "Astaga naga! A-aku hanya ingin menjadi istri baik budi doang, Mas Kaze," pekik Naia horor, tak percaya kalau suaminya akan mengira niat tulusnya sebagai godaan. Cup' Kaze mendaratkan bibirnya di atas bibir Naia, lalu perlahan dia melumat bibir tersebut secara lembut. Namun, semakin dia bergairah semakin lumatannya menuntut dan liar. Sekalipun gugup dan masih awam dengan semua ini, Naia tetap mencoba membalas. Dia juga mulai terlena, sentuhan lembut Kaze mengurusnya perlahan lupa pada kegugupannya. Malam ini dia dan Kaze kembali melakukan percintaan yang indah. Kali ini terasa lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Ini memang kali kedua Kaze menyentuhnya setelah malam pertama, dan Kaze begitu bersemangat–terus mengulangi dan terasa tak ada hentinya. Itu karena beberapa hari ini dia menahan diri. Kaze sangat ingin mengulang hal yang dia rasakan saat malam pertama akan tetapi dia takut untuk menyentuh istrinya, dia khawatir Naia trauma karena saat malam pertama mereka per

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status