Compartir

Bab. 136 part2

last update Fecha de publicación: 2025-09-04 19:40:18

Di dalam ruang laboratorium kecil yang terletak di sisi timur istana, aroma herbal dan uap dari ramuan mendidih memenuhi udara. Shen Jin berdiri dengan serius di depan meja kerja, matanya fokus pada cairan bening dalam tabung reaksi yang ia pegang hati-hati.

Tiba-tiba, sepasang tangan hangat melingkari pinggangnya dari belakang.

"Istriku, apa yang sedang kau lakukan?" bisik Bai Li Yuan lembut, suaranya penuh rasa ingin tahu dan manja.

Shen Jin terlonjak kecil, nyaris menjatuhkan tabung di tanga
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Bunda Kiantami
kok sedikit banget ya
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 187 part2

    "Kalau begitu, mengapa Anda begitu berani memanggil namanya secara langsung?" tanyanya dengan nada tinggi. "Apa Anda tidak takut pada hukum kerajaan?"Beberapa pejabat tua langsung menundukkan kepala.Mereka mulai merasa bahwa Wei Yinlou sedang menggali kuburnya sendiri.Namun gadis itu sama sekali tidak menyadarinya.Shen Jin justru tertawa pelan.Tawanya terdengar ringan, tetapi membuat bulu kuduk beberapa orang berdiri."Takut?"Ia mengulang kata itu seolah mendengar sesuatu yang lucu.Kemudian, di hadapan seluruh tamu yang hadir, Shen Jin memalingkan wajahnya ke arah Bai Li Yuan yang sejak tadi hanya menikmati pertunjukan tersebut."Jangankan hanya Jinyulong."Sudut bibirnya terangkat."Bahkan memanggil nama penguasa tertinggi sekalipun, aku tidak takut."Lalu, dengan santai ia berkata,"Benar, bukan, Bai Li Yuan?"Ruangan itu langsung hening.Begitu hening hingga suara napas para tamu terdengar jelas.Para bangsawan saling memandang dengan ekspresi aneh.Jika orang lain mengucapk

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 186 part2

    "Permaisuri Shen, Anda sungguh pandai berbicara."Tiba-tiba sebuah suara yang terdengar tajam dan tidak bersahabat memecah suasana hangat di tengah perjamuan.Senyum tipis di bibir Shen Jin tidak langsung memudar. Dengan tenang, ia mengangkat pandangan dan mengikuti arah datangnya suara tersebut.Di antara para tamu yang memenuhi ruang perjamuan megah itu, berdiri seorang wanita muda mengenakan gaun merah menyala yang begitu mencolok. Sulaman benang emas menghiasi setiap lekuk pakaiannya, sementara perhiasan giok yang menggantung di pinggangnya berayun perlahan setiap kali ia bergerak. Namun, kemewahan itu tidak mampu menyembunyikan tatapan penuh ketidaksukaan yang terpancar dari matanya.Wanita itu menatap Shen Jin tanpa berusaha menyembunyikan permusuhannya."Yang Mulia Selir belum memulai Perjamuan Seribu Bunga karena menunggu kedatangan Yang Mulia Permaisuri Shen," ucapnya dengan suara lembut yang sengaja dibuat sopan, meski sindiran di balik kata-katanya begitu jelas terdengar.I

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 185 part2

    Gaun merah mudanya disulam dengan benang emas yang berkilauan di bawah cahaya lentera. Sulaman burung-burung mungil yang menghiasi bagian lengan dan ujung roknya tampak hidup, menambah kesan anggun sekaligus lembut pada dirinya.Shen Jin menyipitkan mata sebelum melirik putranya."Wanita yang begitu lembut dan cantik seperti itu, apa kau benar-benar yakin ingin menolak perjodohan ini?"Nada suaranya terdengar santai, tetapi ada sedikit godaan yang terselip di dalamnya.Jinyulong langsung mengerutkan kening."Ibunda, jangan bercanda. Aku tidak mungkin menyukai wanita seperti dia," bisiknya pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.Senyuman Shen Jin semakin lebar mendengar jawaban itu.Namun, tepat pada saat itu, Lin Meiling mengangkat kepalanya.Tatapannya yang jernih tanpa sengaja bertemu dengan mata Shen Jin. Sesaat kemudian, pandangannya bergeser ke arah Bai Li Yuan dan akhirnya berhenti pada Jinyulong.Mata gadis itu seketika berbinar.Keceriaan yang semula tersembunyi langsung t

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 184 Part2

    "Jinyu, berikan obat racikan ibumu yang terbaru."Kaisar Jinyulong perlahan membalikkan telapak tangannya. Cahaya keemasan yang lembut berkilauan di udara, berputar seperti kabut tipis sebelum mengembun menjadi sebuah botol porselen putih seukuran telapak tangan. Botol itu tampak sederhana, tetapi aura spiritual yang memancar darinya membuat siapa pun mengerti bahwa isinya bukanlah obat biasa.Hanya dalam hitungan detik, botol porselen itu telah berada di genggaman Kaisar."Ini."Jinyulong menyerahkannya kepada Shen Jin tanpa banyak bicara."Ibunda, ini obatnya."Shen Jin menerima botol tersebut dengan kedua tangan. Begitu tutupnya dibuka, aroma obat yang menenangkan langsung memenuhi ruangan, mengusir samar-samar bau darah yang masih tersisa.Pandangannya kemudian beralih kepada Xiu Jie yang duduk di tepi ranjang."Xiu Jie, luka gores di tanganmu cukup dalam."Nada suaranya terdengar lembut, tetapi sorot matanya penuh perhatian. Ia meraih tangan kanan Xiu Jie dan memeriksanya dengan

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 183 part2

    Tubuhnya merinding hanya dengan mengingat kejadian itu."Aku..."Xiu Jie menggigit bibir bawahnya."Seseorang mendorongku."Tatapan Kaisar Jinyulong langsung berubah dingin.Udara di dalam ruangan seolah ikut membeku."Siapa?"Xiu Jie menggeleng perlahan."Aku tidak melihat wajahnya.""Kau tidak melihatnya?""Aku hanya merasakan seseorang berdiri di belakangku. Sebelum sempat berbalik, orang itu sudah mendorongku ke dalam danau."Wajah Kaisar Jinyulong semakin suram.Berani menyerang seseorang di dalam istana saat pesta berlangsung sama saja dengan menantang kewibawaannya secara langsung.Dan orang yang diserang itu adalah Xiu Jie.Perempuan yang kini berada di bawah perlindungannya."Yang Mulia..."Xiu Jie memanggil pelan.Kaisar Jinyulong menoleh."Ada apa?""Mohon jangan membuat keributan besar karena masalah ini."Alis pria itu langsung berkerut.Kaisar Jinyulong menatap Xiu Jie dengan sorot mata yang semakin tajam."Kau hampir kehilangan nyawamu.""Aku tahu," jawab Xiu Jie pelan.

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 182 part 2

    "Apa aku akan mati untuk yang kedua kalinya...?"Pikiran itu menjadi hal terakhir yang terlintas di benak Xiu Jie sebelum kesadarannya benar-benar tenggelam ke dalam kegelapan.Entah berapa lama waktu berlalu.Perlahan, Xiu Jie membuka matanya. Pandangannya terasa buram, seolah tertutup lapisan kabut tipis. Kelopak matanya begitu berat hingga ia harus mengedip beberapa kali untuk memaksanya tetap terbuka.Sedikit demi sedikit, bayangan samar di hadapannya mulai menjadi jelas.Hal pertama yang tertangkap oleh matanya adalah langit-langit berwarna putih bersih yang diterangi cahaya lampu terang. Aroma obat-obatan yang khas memenuhi udara, menusuk indera penciumannya dan membuat dadanya terasa sesak.Xiu Jie mengernyit pelan."Di mana aku...?" gumamnya dalam hati.Tatapannya bergerak perlahan menelusuri ruangan asing itu."Apa aku sudah berada di surga?"Namun sebelum sempat menemukan jawabannya, suara langkah kaki yang tergesa-gesa tiba-tiba terdengar dari kejauhan."Cepat panggil dokte

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 126

    Ketegangan meresap ke setiap sudut ruangan. Udara terasa berat, seolah menekan dada mereka yang berdiri di dalamnya. Shen Jin berdiri tegap, tatapannya tajam seperti bilah pedang yang siap diayunkan. "Aku tidak mau!" ucapnya dengan nada tegas, menolak tanpa ragu. "Kami sudah membayar mahal budak

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 125

    Ketiganya pun melangkah masuk. Namun, baru beberapa langkah, seorang penjaga menerobos keluar dengan napas tersengal, wajahnya pucat seperti telah melihat hantu. Tangannya gemetar, seolah tak tahu harus berpegang pada apa."Tu-tuan, budak itu tidak ada di kamarnya." Suaranya pecah, nyaris tercekik

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 124

    Seseorang yang mengintai sejak tadi kini tiba di sebuah tempat tersembunyi—di tengah hutan lebat, jauh dari desa Yueming. Pepohonan menjulang tinggi di sekelilingnya, menciptakan bayangan gelap yang mengaburkan pandangan. Angin berhembus pelan, menggoyangkan dedaunan yang berbisik di bawah cahaya b

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 123

    Di tengah malam yang dingin, udara terasa menusuk kulit, membawa aroma tanah basah yang bercampur dengan bau anyir darah yang samar. Suara langkah-langkah kaki terdengar berat, seolah-olah setiap pijakan membawa beban yang tak tertanggungkan. Dalam keheningan yang mencekam, jeritan kecil pecah, mel

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status