مشاركة

Bab. 170 part2

مؤلف: Rizkymutha14
last update تاريخ النشر: 2026-06-11 15:05:07
Di kediaman megah Kaisar Jinyulong, suasana sore terasa begitu tenang. Cahaya keemasan yang menyelinap melalui jendela berukir naga memantul lembut di lantai batu giok yang mengilap. Di tengah keheningan itu, Xiu Jie duduk termenung di hadapan sebuah meja rendah dari kayu cendana.

Tatapannya tertuju pada cangkir porselen putih yang perlahan terisi oleh tetesan darah dari pergelangan tangannya. Wajahnya terlihat pucat, sementara napasnya terdengar sedikit lebih berat dari biasanya akibat darah
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 175

    Untuk pertama kalinya sejak pembicaraan dimulai, wajah Xiu Jie kembali bersinar. Ia mengacungkan kedua jempolnya tinggi-tinggi. "Kau benar-benar yang terbaik!" Shen Jin tertawa kecil sambil mengangkat dagunya dengan bangga. "Tentu saja." "Kalau semua ibu mertua di dunia seperti dirimu, jumlah tragedi percintaan pasti berkurang setengahnya." "Hanya setengah?" "Baiklah, mungkin tujuh puluh persen." Mendengar itu, Shen Jin tertawa semakin keras. Sementara Xiu Jie mengangguk penuh keyakinan. Setidaknya, untuk urusan membersihkan harem, Shen Jin memang pantas mendapatkan penghargaan tertinggi. "Kak Shen Jin, untuk masalah putramu..." ucap Xiu Jie tiba-tiba dengan nada lebih serius. Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya perlahan menghilang. Shen Jin yang melihat perubahan ekspresinya ikut memasang wajah tenang. "Kenapa?" Xiu Jie menundukkan suara, seolah khawatir ada orang lain yang mendengarnya. "Sebaiknya jangan beritahu Kakak Ipar terlebih dahulu." Shen Jin memahami

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    bab. 174

    Xiu Jie dan Shen Jin menghabiskan waktu cukup lama untuk berbincang. Mereka membahas banyak hal, mulai dari kehidupan mereka di dunia modern hingga perjalanan tak terduga yang membawa mereka terlempar ke dunia asing yang penuh misteri ini. Sesekali terdengar tawa ringan di antara keduanya ketika mengenang berbagai kejadian konyol di masa lalu. Namun, semakin jauh percakapan berlangsung, suasana perlahan berubah menjadi lebih serius. "Senior..." panggil Xiu Jie dengan nada ragu. Namun, sebelum ia sempat melanjutkan ucapannya, Shen Jin langsung mengangkat tangan dan memotong perkataannya. "Mulai sekarang jangan memanggilku senior lagi," ujar Shen Jin sambil tersenyum tipis. "Panggil saja aku kakak." Xiu Jie terkekeh pelan. "Baiklah. Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi." Ia menggeser posisi duduknya sedikit lebih dekat. "Oh iya, Kak Shen Jin. Aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu mengenai putramu." Alis Shen Jin langsung terangkat. "Memangnya kenapa dengan Jinyu?" Nada

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 173

    Ekspresinya terlihat santai. Terlalu santai, bahkan. Di sampingnya berdiri beberapa pelayan yang berusaha mati-matian menahan tawa. “Yang Mulia Kaisar Agung,” panggil seorang pelayan dengan hati-hati. “Ikan yang satu itu sepertinya sudah matang.” “Aku tahu!” Jawaban Bai Li Yuan terdengar kesal. “Kalau tahu kenapa masih dibakar sampai gosong?” sahut Shen Jin tanpa mengangkat kepala. Bai Li Yuan langsung membeku. Para pelayan buru-buru menundukkan kepala, takut tertawa di hadapan mantan penguasa nomor satu di dunia itu. Xiu Jie dan Kaisar Jinyulong saling berpandangan. Mereka benar-benar tidak menyangka akan disambut pemandangan seperti ini. “Ayah...” panggil Kaisar Jinyulong perlahan. Bai Li Yuan menoleh. Begitu melihat kedatangan mereka, matanya langsung berbinar seolah menemukan penyelamat. “Jinyulong! Xiu Jie! Kalian datang tepat waktu!” Namun sebelum sempat melangkah mendekat, suara Shen Jin kembali terdengar. “Berani melangkah satu langkah dari dapur itu, hukumanny

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 172

    “Tidak apa-apa.” Xiu Jie tersenyum tipis, lalu menangkupkan kedua tangan di depan dada sebagai bentuk penghormatan. “Jika Yang Mulia sudah mempertimbangkan dan menyetujui tawaranku tadi, jangan lupa untuk menghubungiku. Baiklah, kalau begitu hamba mohon undur diri.” Ia hendak berbalik pergi, tetapi sebuah suara segera menghentikan langkahnya. “Tunggu!” Xiu Jie menoleh kembali. Sorot matanya tenang, seolah sudah menduga bahwa sang kaisar masih memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. “Ada apa, Yang Mulia?” Kaisar Jinyulong tampak ragu-ragu. Untuk sesaat, pria yang biasanya tegas dan berwibawa itu justru terlihat seperti sedang mempertimbangkan sesuatu yang sulit diucapkan. “Setelah ini, kau akan pergi ke mana?” “Aku ingin menemui kakak senior. Ada beberapa hal yang perlu kudiskusikan dengannya.” Mata Kaisar Jinyulong sedikit berbinar. “Kebetulan sekali. Aku juga berencana mengunjungi kediaman ibunda. Apa kau mau ikut bersamaku ke sana?” Xiu Jie terdiam sejenak sebelum akhir

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 171 part2

    Pertanyaan itu membuat otak Xiu Jie kosong selama beberapa saat.Ia hanya bisa berkedip sambil menatap wajah Kaisar Jinyulong yang berada sangat dekat di hadapannya.Dekat sekali.Terlalu dekat.Bahkan ia dapat melihat bulu mata pria itu yang panjang dan rapi, serta sepasang mata gelap yang seolah mampu menembus seluruh rahasia di dalam hatinya."Eh..."Xiu Jie menelan ludah.Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, ia kesulitan menemukan jawaban.Karena jika berbicara jujur...Kaisar Jinyulong memang sangat tampan.Tidak.Bukan sekadar tampan.Pria itu memiliki wajah yang seolah dipahat langsung oleh para dewa. Garis rahangnya tegas, hidungnya mancung sempurna, sementara aura agung yang menyelimuti dirinya membuat orang lain secara naluriah ingin menundukkan kepala.Bahkan para bangsawan paling rupawan di ibu kota tidak akan mampu menandingi pesonanya.Namun masalahnya bukan itu.Masalahnya adalah pria yang sedang menanyakan hal tersebut adalah seorang kaisar.Dan nada suaranya te

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 170 part2

    Di kediaman megah Kaisar Jinyulong, suasana sore terasa begitu tenang. Cahaya keemasan yang menyelinap melalui jendela berukir naga memantul lembut di lantai batu giok yang mengilap. Di tengah keheningan itu, Xiu Jie duduk termenung di hadapan sebuah meja rendah dari kayu cendana. Tatapannya tertuju pada cangkir porselen putih yang perlahan terisi oleh tetesan darah dari pergelangan tangannya. Wajahnya terlihat pucat, sementara napasnya terdengar sedikit lebih berat dari biasanya akibat darah yang terus diambil. Kaisar Jinyulong, yang duduk tidak jauh darinya, mengamati setiap perubahan ekspresi wanita itu dengan sorot mata tenang namun sulit ditebak. "Kenapa kau diam saja?" tanyanya santai sambil menyandarkan punggung ke kursinya. "Apa kau sedang memikirkan pernikahan suamimu dengan wanita yang dibawanya itu?" Xiu Jie bahkan tidak langsung menoleh. Ia hanya mengerjapkan mata beberapa kali sebelum menjawab dengan nada datar. "Aku hanya sedang lemas karena kehilangan terlalu b

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    bab. 42

    Shen Jin menatap Xiao Nian Jie dengan beragam emosi berkecamuk di dalam hatinya keterkejutan, kebingungan, dan sedikit harapan. Kata-kata yang diucapkan wanita itu. "Kau adalah bagian dari kisahku," mengalun dalam pikirannya, menimbulkan rasa ingin tahu. "Apa maksudmu dengan aku adalah bagian dari

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 32

    Xiu Xianren melangkah maju dengan hati-hati, setiap langkahnya terasa seperti dentuman di tanah yang sunyi. Shen Jin mengikuti di belakangnya, mencoba menenangkan napasnya yang memburu. Angin malam yang dingin menyapu wajah mereka, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang membusuk. Suara gemerisi

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    bab. 31

    "Tuan, jangan seperti ini," ucap Shen Jin seraya memegang pundak pria yang baru saja ditolongnya itu. Pria itu pun bangun perlahan, matanya masih terlihat bingung dan lelah."Tuan, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa orang itu menyerangmu?" tanya Shen Jin dengan nada penasaran. Ia masih belum bisa me

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 26

    Selir Lien Hua terkejut ketika pintu kamarnya terbuka perlahan. Cahaya lilin yang gemerlap memperlihatkan sosok Kaisar Yuan yang berdiri di ambang pintu. Wajahnya yang tampan dan pakaian sutra yang mewah membuat hati Lien Hua berdebar-debar."Kaisar Yuan!" serunya, suara lembutnya terdengar di ruanga

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status