Share

Bab 237

Author: Piemar
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-20 20:05:51

Ratu Cecilia tengah duduk ketika datang sebuah surat dari istana Rose. Matanya terbelalak ketika membaca isi surat tersebut. “Kenapa dia tidak melapor langsung? Seharusnya dia melapor bukan mengirim surat seperti ini. Suruh dayangnya untuk datang.” Suaranya naik beberapa oktaf.

“Maafkan hamba Yang Mulia. Menurut Anne dayangnya, Helena sakit parah oleh karena itu beliau dirawat oleh tabib keluarga.”

“Apa Alex sudah mengetahuinya?” tanya Cecilia penasaran.

Pengawal di istana Rose pun mendongak
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
duhh apakah Alex akan di buat menikah lagi oleh Helena demi nuturpin aibnya?
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 237

    Ratu Cecilia tengah duduk ketika datang sebuah surat dari istana Rose. Matanya terbelalak ketika membaca isi surat tersebut. “Kenapa dia tidak melapor langsung? Seharusnya dia melapor bukan mengirim surat seperti ini. Suruh dayangnya untuk datang.” Suaranya naik beberapa oktaf. “Maafkan hamba Yang Mulia. Menurut Anne dayangnya, Helena sakit parah oleh karena itu beliau dirawat oleh tabib keluarga.”“Apa Alex sudah mengetahuinya?” tanya Cecilia penasaran. Pengawal di istana Rose pun mendongak dan menjawab singkat. “Sudah tahu, Yang Mulia.”Cecilia mengangguk. Wajahnya melunak. Jangan sampai tidak tahu istrinya sakit. Bisa-bisa Klan Moreau membuat ulah lagi. “Pergilah! Kabari terus kondisi Putri Helena.” Pungkas Cecilia kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah menuju jendela kamar. Ketika pengawal itu pergi, wanita berambut pirang itu mengangkat teropong kemudian mengarahkannya menuju paviliun Honeysuckle. Senyum terbit di wajahnya. Semenjak anggaran rumah tangga diatur oleh Is

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 236

    Mei Lin mengatupkan bibirnya rapat. Ia dilanda bingung harus menjawab apa. Masalahnya, ia tidak suka menyanjung pria. Nanti, bisa-bisanya pria itu besar kepala. “Mei April, eh, Mei Lin. Cepat jawab Sayang! Siapakah pria tertampan di antara para pengawal ini.” Isabella masih menggoda pengawal lincahnya. Oliver berdehem pelan, merasa mungkin dirinya paling tampan. Sementara itu Matteo sesekali melirik ke arah Noah. dia mengakui kalau Noah termasuk pengawal paling tampan di istana. Mei Lin menatap Isabella lalu menatap Noah bergantian. “Noah,”Oliver yang tadinya sudah bersiap dengan pose andalannya bersandar di pintu sambil membetulkan letak sarung tangan, langsung menegakkan tubuh dengan ekspresi tidak percaya. “Noah? Oh, damn! Padahal ada lo yang lebih ganteng dari dia,” katanya mengusap dagunya.Matteo mendengus tertahan, bahunya berguncang menahan tawa. “Wah, selera Mei Lin memang... unik. Memang benar semua sepakat kok Noah pengawal paling tampan. Bahkan kadang tamu istana mengi

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 235

    “Nyonya apa yang kau lakukan?” Anne menangkap pergelangan tangan sang majikan dengan gerakan cepat. Helena langsung menoleh dengan kilatan mata yang tajam. “Jangan ikut campur, Anne. Aku ingin segera menghabisinya. Aku sudah tak tahan lagi. Lihatlah, Alex selalu menempel padanya. Dia hampir tiap hari datang ke paviliun itu.” Suaranya serak akibat tangisan yang berlebihan. Semalaman Helena menangis sejadi-jadinya, meratapi nasib buruk yang menimpanya.Anne merasa jantungnya mencelos melihat kondisi Helena yang makin rapuh. Ia memapahnya menuju kembali ke istana Rose. “Sebaiknya, Nyonya istirahat. Nyonya masih demam soalnya.”Tanpa menjawab sepatah katapun, Helena yang memang masih sakit kembali ke istana dipapah Anne. Ketika mereka tiba di kamar, Anne membantunya untuk berbaring lalu menyelimutinya. “Nyonya, sebaiknya Anda minum obat. Sebentar aku akan ambilkan,” ucap Anne berjalan menuju meja nakas dan mengambil ramuan yang sudah diberikan oleh Tabib Leo. beruntung yang menangani H

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 234

    Alex melangkah masuk ke kamar Helena tanpa mengetuk, sebuah kebiasaan yang dulu sering Helena sukai, tetapi kini terasa seperti sesuatu yang menakutkan.“Tabib Leo bilang kau demam tinggi, Helena. Mengapa kau masih duduk di dekat jendela saat udara sedingin ini?” Alex melangkah mendekat, tetapi Helena dengan gerakan refleks yang tajam, langsung menarik diri ke balik tirai tempat tidur.“Jangan mendekat,” suara Helena rendah, frustrasi. Alex menghentikan langkahnya. Ia mengerutkan kening, merasa ada atmosfer yang aneh di udara. Ada apa dengan istri pertamanya itu?Biasanya dia selalu antusias setiap kali dia datangi. Aneh!Alex mencoba memanjangkan sumbu kesabaran. Ia berusaha tenang. “Helena, aku tidak ingin bertengkar. Mungkin kau marah karena posisimu diganti Isabella atau kau punya beban sendiri yang kau simpan—”“Berhenti menyebut namanya,” potong Helena. Kepalanya terasa berat, dan bayangan wajah Felix saat memeluknya semalam kembali menari-nari, membuatnya merasa mual.Helena m

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 233

    “Anne,” suara Helena lemah, tak seperti biasanya. Anne menggeser tubuhnya lalu meraih tangannya dengan lembut. “Yang Mulia, Anda demam. Kita harus segera panggil tabib untuk memeriksamu.”Alih-alih menjawab perkataan Anne, Helena memilih diam dan melabuhkan kepalanya pada pundaknya. Sebuah gesture yang menunjukan ‘Wahai semesta, aku merasa letih’.Mereka pun tiba di istana saat hari menjelang siang. Anne gegas mengantar Helena kembali ke ruangannya. Tak lama kemudian tabib datang. Pintu kamar tertutup rapat, menyisakan hanya Helena, Anne, dan seorang tabib tua dengan janggut putih yang sudah sering menangani urusan medis keluarga kerajaan. Helena berbaring di atas ranjang dengan tirai sutra yang disibakkan separuh. Wajahnya yang pucat pasi tertutup bayang-bayang kegelisahan.Tabib itu menarik napas panjang setelah memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Helena. Ia kemudian memeriksa suhu tubuh sang Putri dengan punggung tangannya. Alisnya bertaut.“Yang Mulia mengalami kelelahan

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 232

    Langkah kaki Alex berat saat ia memasuki koridor Istana Rose. Perkataan ibunya, sang Ratu, masih terngiang-ngiang di telinganya seperti duri yang tertanam di kulit.“Seorang pria mungkin bisa membagi perhatiannya antara istana dan wanita, Alex. Tapi sebagai suami, kau telah melupakan kewajibanmu. Helena memang tengah bermasalah. Tapi … mengabaikannya hanya akan membuat suasana istana tegang terus. Bisakah kau sedikitnya bersabar menghadapinya. Ingat, Klan Moreau takkan tinggal diam membiarkan putri mereka sengsara.”Alex menghela napas panjang. Rasa bersalah mulai menggerogoti nuraninya. Mungkin ia memang terlalu keras pada Helena. Meskipun Helena licik dan ambisius, ia tetaplah istrinya yang telah menemaninya selama tahun-tahun sulit sebelum Isabella hadir. Sebelum kekacauan terjadi juga karena dirinya. Jika dia memang tidak terbukti bersalah, maka sikapnya sudah berlebihan. Namun, jika dia terbukti korupsi dan bersekongkol dengan keluarganya, ia akan tetap bertindak tegas, memberi

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 10

    “Apa? Dia meminta menu yang sama seperti menu yang aku makan?” Helena mendengus kesal setelah mendapat laporan dari Jehanne. Koki itu pergi melapor pada Helena di istana Rose saat malam ketika Isabella sudah tertidur. Ia merasa takut karena ancaman Isabella yang terlihat serius dan tidak main-main

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 9

    Jamuan pagi telah usai. Isabella keluar dari balairung istana Ashmond ditemani pelayan wanita muda bernama Mona. Gadis itu bertugas melayaninya selama tinggal di paviliun Honeysuckel. “Nyonya, maafkan hamba tidak tahu kalau Anda sedang sakit. Jika tahu, hamba akan membuatkan minuman herbal untuk A

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 7

    “Apa yang kau katakan tadi?” tanya Alex singkat. Tatapannya tertumbuk ke arah pengawalnya. Pengawal itu menelan salivanya sebelum menjawab. Ia mengangkat mata lalu berusaha menjawab. “Duchess Isabella tampak bahagia ketika mendengar Yang Mulia tidak akan datang malam ini.”Seketika udara terasa me

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 8

    Alex mulai mendaratkan kecupan singkat di ceruk leher Isabella. Seketika kepala gadis itu kosong. Ia harus melakukan sesuatu atau ia kehilangan kendalinya. Alex mulai melonggarkan ikatan jubah tidurnya sendiri, memperlihatkan perut rata dengan kontur otot yang jelas. Untuk sesaat, Isabella terman

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status