Share

BUDAK BERKEDOK ISTRI

last update publish date: 2023-04-19 17:57:56

Bab 6

Budak berkedok istri

Mendengar pengakuan penuh percaya diri wanita bernama Carla Queen Baker, yang kini berdiri tepat di depanku, tentu membuatku terkejut.

“Apa kau terkejut setelah mendengarnya, Angelina?” Wanita bernama Carla itu tersenyum angkuh.

“Apa maksudmu mengatakan hal ini padaku, Nona Carla?” Aku mencoba untuk bersikap tenang meskipun aku tak menampik ada sedikit rasa kesal terbersit di hatiku.

“Agar kau tahu diri siapa dirimu ini di mata kami.” Carla mendekatkan wajahnya yang seolah tanpa cela tepat di depan mataku dengan angkuh, “Dan kau juga harus tahu bahwa kau ini bukanlah siapa-siapa meskipun kau ini adalah istri dari Henry Bastian Campbell!” tukasnya tajam.

“Apa maksudmu, kau takut posisimu akan tergeser olehku, Nona Carla?” balasku tak kalah tajam.

“Apa?!” Carla melotot seketika, sedetik kemudian ia tertawa sinis dengan pandangan mengejek menatapku dari ujung rambut sampai ujung kaki, “Apa kau yakin bisa bersaing denganku, Angelina? Sampai mati pun aku rasa, kau tak akan mampu untuk melakukannya!” ucapnya lantang penuh percaya diri.

“Jika kau tidak takut lalu untuk apa kau repot-repot mendatangiku sekarang?” timpalku seraya mengangkat sudut bibirku ke atas.

“Kau?!!” Detik itu juga Carla tampak melotot menatapku, tangannya hendak bersiap menamparku, namun ia seperti mengurungkan niatnya setelah melihatku seolah tak sedikit pun bergeming dengan kehadirannya.

“Terlalu kotor jika tanganku ini sampai menyentuh wajahmu yang berkelas rendah!” Carla menatapku tajam, “Ingat Angelina Louis! Sekali lagi aku tekankan di sini, agar kau tahu dengan siapa kau berhadapan. Kau juga harus tahu jika Henry menganggapmu hanyalah seorang wanita sampah, kau akan dibuang dan dilupakan setelah Henry puas dan bosan! Jadi jangan terlalu percaya diri dengan statusmu sekarang, apalagi saat bicara denganku!” Setelah mengucapkan kalimat bernada merendahkan itu, Carla berbalik dan berjalan dengan gaya angkuh menuju ke mobilnya kembali.

Aku hanya bisa berdiri dengan pandangan menyempit menatap mobil Carla yang mulai menghilang dari pandanganku, setelah itu aku mendengus kasar dengan nafas berat karena rasa kesal.

“Kekasih? Memang apa pentingnya seorang Henry di mataku?” dengusku kesal.

Beberapa jam setelah wanita yang mengaku kekasih dari Henry itu mendatangiku, aku melihat dari berita di berbagai sosial media foto-foto Henry dan wanita bernama Carla itu ramai menjadi berita panas. Bagaimana tidak? Foto mereka yang sedang dinner bersama di sebuah restoran hingga bercumbu rayu di sebuah apartemen telah tersebar luas di berbagai sosial media.

Walaupun darah ini terasa mendidih, namun aku tetap mencoba bersikap logis. Kesal itu pasti, mungkin itu adalah reaksi normal seorang wanita yang berstatus istri meskipun itu tidak dianggap. Aku hanya berpikir, bukankah itu bagus untukku agar bisa secepatnya lepas dari pria kejam seperti Henry Bastian Campbell? Tetapi jauh dalam hatiku yang terdalam, kenapa aku merasa kesal? Apakah ini perasaan cemburu?

Aku tertawa, menertawakan diriku sendiri.

“Yang benar saja, Angelina. Apakah kau ini jatuh cinta pada pria seperti Henry?” aku bermonolog di antara tawa pahitku.

...

Malamnya seperti yang aku perkirakan, Henry datang ke rumah setelah malam penyiksaan paling menyakitkan yang pria itu lakukan padaku. Namun, aku mencoba bersikap biasa dengan tak memperdulikan kehadirannya.

“Apa kau sudah melihat berita itu?” Henry bertanya tanpa basa-basi, ketika aku tengah duduk di meja rias.

“Melihat apa? Berita tentangmu dan wanita model itu?” Aku menyahut cuek dengan tetap menyisir rambut panjangku.

“Jadi kau sudah melihatnya,” Henry berkata dengan sikapnya yang datar.

“Tentu saja aku sudah melihatnya. Bukankah kau ini orang hebat, Henry Bastian Campbell? Siapa orang yang tak mengenalmu di dunia ini?” sindirku tajam.

“Apa maksudmu mengatakannya hah?!” Secara mengejutkan Henry menarik salah satu tanganku dengan kasar agar menghadapnya.

“Kenapa kau marah? Bukankah hal itu benar?” Aku tersenyum sinis penuh arti.

Henry yang melihatku bereaksi demikian tentu merasa tak terima.

“Kau sudah mulai bersikap berani padaku, Angelina Louis?!” umpatnya dengan kilat mata berapi.

“Apa ucapanku ada yang salah? Jika kau ingin tahu, kekasihmu itu juga tadi siang baru saja menemuiku,” aku memberitahu seraya tersenyum penuh arti.

“Apa?! Carla datang ke sini?!” Henry tampak terkejut mendengarnya.

“Melihat reaksimu itu sepertinya kau tidak tahu dia datang,” aku menyahut sinis.

“Sekarang aku tahu, apa reaksimu tadi karena rasa cemburu?” Henry tersenyum smirk menatapku.

“Cemburu?” Aku mendengus, “Untuk apa aku cemburu pada suami kontrakku?” dalihku menyangkal keras.

“Oya? Jika kau tak cemburu lalu apa alasanmu bereaksi seperti tadi, Angelin?” Kali ini Henry menatapku dengan tersenyum mengejek.

“Lantas, sikap apa yang harus aku lakukan? Bukankah kau hanya menganggapku istri bayangan? Aku juga tahu batasanku, jadi jangan bermimpi jika aku akan sampai jatuh cinta pada pria kejam sepertimu.”

Merasa tak terima dengan ucapanku Henry semakin mencengkeram pergelangan tanganku dengan erat dan kasar.

“Kau masih bernyali rupanya, Angelina Louis. Apa perlu aku ingatkan lagi bagaimana malam panas yang terakhir kita lewati bersama waktu itu?” Henry menyeringai, wajah tampannya terlihat mengerikan dalam waktu cepat.

“Tidak! Aku bukan hewan yang bisa kau perlakukan seenaknya, Henry!” Aku memberontak mencoba membela diri saat Henry mendorong tubuhku ke ranjang.

“Oya? Kau mau mengatakan jika kau adalah istriku begitu?” Henry menyeringai, mulai melepas setelan jas yang ia kenakan satu persatu di depanku.

“Bisakah kau meminta hakmu dengan cara yang lembut? Apa yang kau lakukan padaku sama saja dengan penyiksaan!” Aku mulai ketakutan saat Henry sudah sepenuhnya polos berdiri di depanku, dengan senyum jahat yang menghiasi wajahnya.

Bayangan penyiksaan itu kembali muncul dalam pikiranku, membuatku bergidik ketakutan. Walaupun aku selalu berusaha bersikap biasa, namun jauh dalam diriku merasakan trauma.

“Di mana Angelina yang berani itu? Aku ingin melihatnya jika kau melayaniku di atas ranjang,” tutur Henry serak, kilat netra birunya tampak mengerikan di mataku.

Aku merayap mundur di atas ranjang menghindar dari pria yang mulai mendekatiku dengan tubuh polosnya yang memang mengagumkan secara fisik, namun di mataku pria itu tetap seperti iblis berkedok manusia.

“Jangan Henry, aku mohon kau jangan menyiksaku lagi. Kau boleh memerintahku apa pun, aku akan menurutinya asalkan kau tak menyiksaku lagi seperti waktu itu.” Aku memohon dengan air mata yang mulai merebak ketakutan.

“Apa kau ingin aku memperlakukanmu dengan lembut saat aku meminta hakku padamu, Angelina?” Henry mencengkeram rahangku agar menatapnya.

Aku mengangguk ketakutan dengan tatapan memohon, kedua netraku kini sepenuhnya berkabut membuat pandanganku sedikit kabur.

Henry tersenyum devil, walaupun penglihatanku sedikit kabur, namun aku masih bisa melihat dengan jelas ekspresi wajahnya yang berubah mengerikan sekarang, “Jangan bermimpi kau akan mendapatkan perlakuan istimewa dariku, karena tujuanku menikahimu memang hanya ingin menjadikanmu budak di atas ranjangku selama kau menjadi istriku, Angelina Louis!”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (8)
goodnovel comment avatar
Ismayadin Alkaf
pusing kalau mau baca
goodnovel comment avatar
Helena Helma
seru ceritanya
goodnovel comment avatar
Kresentia Bano
ceritanya bagus
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   EXTRA PART 2

    Hari ini, taman belakang kediaman Campbell didekorasi dengan lampu-lampu gantung kecil yang berpijar seperti kunang-kunang di bawah langit senja yang lembayung. Malam semakin larut, namun taman kediaman Campbell justru terasa semakin hidup. Lampu-lampu gantung yang melilit dahan pohon ek tua itu bergoyang pelan, memantulkan cahaya keemasan pada gelas-gelas kristal dan tawa yang belum juga usai. Ini adalah perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ke-15, sekaligus peresmian "Campbell-Hart Memorial", sebuah sayap rumah sakit baru untuk anak-anak trauma yang kami bangun bersama Henry sebagai bentuk dedikasi kami pada masa lalu. Aku berdiri di beranda, memandangi kerumunan kecil orang-orang terkasih. Andrew. Di usianya yang remaja, ia memiliki wajah dan bahu tegap seperti Henry, namun cara ia mendengarkan lawan bicaranya dengan kepala sedikit miring dan tatapan tajam yang penuh empati adalah replika sempurna dari Axel. Ia adalah jembatan hidup antara dua pria hebat di hidupku. ​Saat

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   EXTRA PART

    Tiga tahun telah berlalu sejak malam berdarah di griya tawang itu. Kini, aku berdiri di lobi utama Campbell Tower yang baru, menatap dinding marmer putih yang bersih dan logo keluarga yang kini bersinar lebih terang dari sebelumnya. Kami tidak hanya membangun kembali gedung... kami membangun kembali kepercayaan yang sempat hancur. ​"Semua laporan audit kuartal ketiga sudah bersih, Mrs. Campbell," suara asisten pribadiku memecah lamunanku. "Dan perwakilan dari yayasan pendidikan sudah menunggu di ruang rapat." ​Aku mengangguk, tersenyum tipis. "Terima kasih. Aku akan segera ke sana." ​Langkah kakiku bergema di koridor yang luas, namun langkah itu terhenti saat aku melihat siluet yang sangat kukenal keluar dari lift eksekutif. Axel. Ia mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, rambutnya tertata rapi, dan wajahnya memancarkan aura pemimpin yang tenang namun tegas. ​ ​Dulu, Axel adalah "hantu" yang bergerak di balik bayang-bayang. Sekarang, ia adalah Chief Operatin

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   KEMBALI BERSAMA

    Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden sutra di kediaman Campbell, membasuh lantai kayu ek dengan warna keemasan. Tidak ada lagi pecahan kaca, tidak ada lagi bau mesiu yang menyesakkan, dan yang paling penting, tidak ada lagi bayang-bayang ketakutan yang mengintai di balik setiap pintu yang terkunci.​Aku menyesap kopi pahitku, menatap ke arah taman belakang di mana tawa riuh rendah mulai terdengar.​Di sana, di atas rumput hijau yang dipangkas rapi, Axel sedang berlutut, membantu Andrew dan Damian merakit sebuah pesawat model yang rumit. Tangan Axel yang dulu hanya mengenal dinginnya logam senjata, kini bergerak dengan ketelatenan yang luar biasa, membimbing jemari kecil putra-putranya. Luka parut di punggung tangannya akibat gesekan kabel baja malam itu masih ada, sebuah tanda permanen tentang pengorbanannya, namun matanya tak lagi menyimpan kegelapan "sang hantu".​Ia telah kembali. Benar-benar kembali.​​Suara bel pintu mengalihkan perhatianku. Saat

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   PERLAWANAN DI AMBANG BATAS

    ​Aku meronta sekuat tenaga, memutar tubuhku untuk melepaskan diri dari himpitan tubuhnya. "Lepaskan aku, bajingan! Kau pengecut, Jeremy! Kau hanya bisa menggunakan kekerasan karena kau tahu kau tidak akan pernah memilikiku dengan cara lain!"​Satu tamparan keras mendarat di pipiku, membuat pandanganku berkunang-kunang dan rasa anyir darah memenuhi mulutku. Namun, rasa sakit itu justru membakar sisa keberanianku. Saat ia mencoba menyatukan tubuhnya denganku, tanganku yang sempat terhimpit berhasil meraih benda yang kucari sejak tadi, pembuka surat perak yang tajam.​Jemariku mencengkeram gagang dinginnya. Aku menunggu. Aku membiarkan dia merasa menang, membiarkan dia mengira aku telah menyerah saat ia membenamkan wajahnya di leherku dengan rakus.​"Matilah kau," desisku.​Dengan seluruh tenaga yang tersisa, aku menghujamkan ujung perak itu ke arah bahunya. Jeremy melolong kesakitan saat logam itu menembus jas mahalnya. Cengkeramannya mengendur seketika, memberiku ruang untuk menendang

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   OBSESI YANG MENGHANCURKAN

    Mansion Campbell kacau balau. Henry berteriak pada kepala keamanannya di lantai bawah, tapi Axel tidak peduli dengan ego Henry yang terluka. Axel berada di kamar Angelina, matanya memindai setiap jengkal ruangan yang kini terasa hampa.​Semuanya tampak bersih. Terlalu bersih. Unit Alpha Jeremy adalah profesional. Namun, Angelina mengenal Axel lebih baik dari siapa pun. Angelina tahu Axel tidak mencari jejak kaki, tapi mencari pesan.​Axel berlutut di samping tempat tidur Andrew. Di sana, di atas karpet bulu, Axel melihatnya. Sebuah pemandangan yang tak kasat mata bagi mata awam: tata letak mainan blok kayu Andrew.​Andrew tidak pernah menyusun baloknya secara vertikal saat tidur. Tapi sekarang, tiga balok merah berdiri tegak, diikuti oleh satu balok biru yang miring ke arah barat laut.Tiga balok merah: Kode darurat Axel dan Angelina untuk "Tiga penculik".Balok biru miring : menunjuk ke arah sektor koordinat yang pernah Axel dan Angelina diskusikan saat mempelajari peta kota.​Axel m

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   JERATAN JEREMY OLLANDS

    Cahaya kemerahan dari kebakaran di Gudang 44 terpantul di lensa kacamata Jeremy Ollands yang berdiri di balkon griya tawangnya. Ponselnya bergetar hebat—laporan kekalahan, kerugian jutaan dolar, dan yang paling fatal: hancurnya server data yang ia gunakan untuk memeras Henry. ​Jeremy meremukkan gelas kristal di tangannya hingga pecah. Darah segar menetes dari telapak tangannya, namun ia tidak meringis. Matanya hanya terpaku pada satu titik di kegelapan kota. ​"Axel... kau pikir kau bisa bermain catur denganku?" bisik Jeremy dengan suara yang bergetar karena amarah yang dingin. ​ ​Dezan melangkah masuk, kepalanya tertunduk. Ia tahu tuannya sedang berada di puncak kegilaan yang tenang. "Tuan, gudang itu habis. Henry Campbell sudah mengirim tim taktisnya ke sana setelah menerima pesan anonim. Mereka menemukan sisa-sisa logo Campbell di monitor yang terbakar. Henry sekarang mengira Anda sedang menyabotase asetnya sendiri." ​"Henry itu bodoh, tapi dia punya otot. Axel itu cerdas,

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   PRIA DARI MASA LALU, PART 2

    Malam berikutnya sesuai dengan apa yang Jeremy Ollands minta, aku pun akhirnya memutuskan untuk menemuinya di salah satu restoran besar yang ada di New York City, dengan hanya membawa serta supir pribadiku. Sedangkan Andrew dan Damian aman bersama dengan pelayan pribadi yang ada di mansion utama Cam

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   SUATU PERTANDA

    Henry terdiam, ia tak bereaksi apa pun. Dengan setengah tubuh yang masih di dalam air Henry melihat Andrew yang duduk di pinggiran kolam dengan jarak beberapa meter dari kami sekarang. Tatapannya teduh dan penuh makna, ada gurat keraguan serta kesedihan di dalam ekspresi wajahnya.“Apa yang akan aku

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   BAHAGIA BERSAMA DUA PUTRAKU

    “Axel...” Lirihku.Bibirku tanpa sadar menyebut namanya saat aku baru saja terbangun setelah melahirkan dalam proses normal. Kenapa saat aku melahirkan tadi aku merasakan kehadiran Axel bersama denganku? Entahlah, mungkinkah itu hanya perasaanku saja? Karena rasa rindu yang melingkupi dada?Tidak apa,

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   MAAFKAN MOM

    “Benarkah itu, Paman Henry?! Kau akan mengajakku liburan besok??” Andrew berseru senang saat Henry mengatakan keinginannya untuk mengajak liburan bersama.“Tentu saja benar, besok weekend sampai dua hari ke depan Paman akan menggosongkan jadwal agar kita bisa berlibur ke tempat mana pun yang kau ingi

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status