Share

HANYA ISTRI KONTRAK

Penulis: VIGIANI NURIKE
last update Tanggal publikasi: 2023-04-11 13:02:20

Namaku adalah Angelina Louis, anak kedua dari dua bersaudara Gary Louis. Ayahku baru meninggal beberapa bulan yang lalu dengan meninggalkan banyak hutang. Sedangkan kakakku yang bernama Sean Louis kabur tak diketahui rimbanya setelah tahu perusahaan milik ayah bangkrut dan meninggalkan banyak hutang. Sedangkan aku hanya bisa pasrah saat mengetahui fakta itu.

Di saat aku merasa putus asa dan kehilangan arah, seseorang datang padaku menawarkan sebuah kesepakatan. Henry Bastian Campbell adalah orang tersebut. Bagiku dia adalah malaikat penolong sekaligus pencabut nyawa di mataku. Aku yang tak memiliki pilihan lain hanya bisa menerima kesepakatan yang telah dibuatnya hitam di atas putih sebagai istri kontrak penebus hutang.

Henry Bastian Campbell, awalnya aku tak banyak tahu tentangnya. Hanya nama itu tak asing aku dengar, karena nama itu seingatku sering muncul di berbagai majalah bisnis seluruh dunia. Bahkan ketenarannya melebihi para selebritas populer. Ayahku, Gary Louis adalah salah seorang pengusaha sukses di New York City. Namun, karena suatu hal ayahku harus bangkrut hingga meninggal dunia karena mengalami serangan jantung. Aku yang tak tahu menahu tentang hal itu, dibuat syok dengan kenyataan buruk yang bertubi-tubi datang dalam keluargaku. Hingga akhirnya aku sampai di titik ini, menjadi istri kontrak Henry Bastian Campbell.

Pernikahan kami yang hanya sebatas kontrak, tak ada yang tahu menahu tentang hal itu kecuali beberapa orang kepercayaan Henry. Itulah salah satu isi perjanjian kontrak pernikahan kami. Aku tak tahu apa alasan sebenarnya Henry melakukannya. Aku hanya berpikir jika selain karena hutang, pria itu memiliki motif lain padaku. Tapi apa? Sampai saat ini aku tak tahu alasan sebenarnya dan aku tak akan menyerah untuk mencari tahu apa alasannya. Menikah dengan orang yang tak kita cintai apalagi hanya karena hutang, bukankah itu seperti hidup dalam neraka dunia? Meskipun sang suami adalah pria yang seolah tanpa cela seperti Henry Bastian Campbell, seorang pembisnis muda yang menguasai bisnis hampir di seluruh wilayah dunia dengan kejeniusannya.

Aku mencoba untuk berjalan senormal mungkin walaupun pusat tubuhku masih terasa sakit, rasa nyeri itu masih jelas terasa. Henry melakukannya dengan kasar semalam. Pria kejam itu seperti sengaja melakukannya untuk menyakitiku. Bayangan semalam masih jelas kuingat, dan yang paling membuatku sakit hati pria bergelar suami itu melakukannya berkali-kali saat aku merasa tubuhku ini seolah mati rasa.

“Sarapan sudah siap, Nyonya.” Seorang pelayan menawarkanku sarapan pagi itu saat aku baru saja turun dari kamar.

“Terima kasih.”

Mataku berkeliling ke seluruh ruangan, “Apa dia sudah pergi?” tanyaku pada pelayan muda bernama Miranda.

“Siapa, Nyonya? Apa maksud Anda adalah Tuan?”

“Ya, siapa lagi?” Aku tersenyum kecut.

“Tuan Henry sudah pergi beberapa menit yang lalu, dan beliau tadi berpesan agar selama Tuan tak kembali Anda harus tetap berada di rumah saja,” ucap Miranda memberitahu. “Jika tidak ada yang Anda perlukan lagi, saya undur diri, Nyonya.” Miranda membungkukkan sedikit kepalanya lalu pergi.

“Yang benar saja, apa pria itu bermaksud mengurungku di rumah ini?” Aku tersenyum pahit menatap kosong dengan perasaan kesal.

***

Sudah hampir satu minggu sejak malam pernikahanku dengan Henry. Pria itu tak menampakkan diri lagi di rumah ini. Ya, rumah yang hanya ditinggali aku sendiri dan dua pelayan di rumah yang cukup berukuran luas untuk aku tinggali seorang diri. Rumah milik Henry. Pria itu menyuruhku untuk tinggal di sini selama menjadi istrinya. Aku yang memang tak memiliki tempat tinggal hanya bisa pasrah saat pria itu menyuruhku tinggal di sini. Sejak ayah meninggal dan semua aset miliknya diambil aku benar-benar menjadi miskin, lebih tepatnya menjadi gelandangan jika Henry tak menawarkan kesepakatan untuk menjadi istri kontraknya.

Pria sempurna yang terlihat baik di mata orang, namun entah kenapa aku merasa dia memiliki rencana lain untuk menikahiku. Banyak hal yang tak aku tahu dari Henry Bastian Campbell dan aku yakin cepat atau lambat aku pasti akan mengetahui apa yang sebenarnya pria itu sembunyikan dariku.

Aku yang sudah merasa jenuh berada di dalam rumah seperti ini mulai merasa kesal. Apa aku harus selamanya terkurung di rumah ini? Tidak! aku harus bertindak. Pria itu tak bisa bersikap sewena-wena padaku seperti ini. Walaupun aku hanyalah istrinya di atas kertas, namun aku juga berhak untuk bebas.

Aku tak tahu sejak kapan aku tertidur, yang aku ingat aku menghabiskan malam itu dengan membaca buku. Aku merasa saat ini tubuhku terasa berat, meremang dan berdesir nikmat. Ingin aku membuka mata ini, namun rasanya masih terasa berat. Sebenarnya apa yang terjadi padaku saat ini?

Semakin lama semakin terasa jika tubuhku bereaksi demikian karena sebuah sentuhan. Bukankah aku sendirian di kamar ini? Lalu apakah ada orang selain aku sekarang? Mungkinkah...

“Aah...”

Bibirku tak kuasa untuk tak bersuara, hingga aku mendesah tanpa sadar. Ketika sentuhan itu semakin membuatku mabuk kepayang, ini terlalu nikmat. Selama hidupku aku baru pernah merasakan perasaan seperti ini, apakah ini yang dinamakan kenikmatan duniawi?

“Apakah kau sekarang menikmatinya, Angelina Louis?”

Suara itu menyadarkanku dari kenyataan, hingga akhirnya aku pun membuka mata ini lebar-lebar. Benar saja, suara itu adalah suara seseorang aku kenal, siapa lagi jika bukan suamiku sendiri saat ini, Henry.

“Kau??? Sejak kapan kau datang dan masuk ke dalam kamar ini?!” Aku setengah bangkit membelalakkan mataku lebar-lebar, masih dengan rasa keterkejutan menatap sosok itu dalam cahaya yang remang-remang.

Sosok itu menyeringai, aku yang merasa malu hanya bisa membeku.

“Bagaimana rasanya? Apa kau menikmatinya tadi?” tanyanya dengan senyuman mengejek.

“Apa maksudmu, Henry?” aku bertanya dengan nada sedikit gugup.

“Sudah jelas bukan, jika maksudku adalah menggodamu dan kau dengan senang hati menerimanya. Bisa aku pastikan jika bukan aku yang datang ke kamar ini, kau pun tak akan menolaknya,” sahutnya tajam dan menusuk.

Gigiku mengatup rapat, kedua mataku membola dengan cepat saat pernyataan merendahkan itu terdengar jelas di telingaku.

“Kau-, kau keterlaluan, Henry.” Aku berkata dengan tubuh gemetar karena rasa emosi.

Henry mendekatkan dirinya padaku, semakin dekat hingga nafasnya bisa kurasakan di wajahku yang mungkin berubah memerah.

“Kau ingin tahu kesimpulannya Angelin?” Henry mengangkat sudut bibirnya, “Wanita munafik! Kau itu adalah wanita munafik yang bertingkah seolah menjadi korban padahal jauh dalam dirimu, kau pun ikut menikmatinya, bukan?” seringainya kemudian.

Secara refleks salah satu tanganku melayang, namun dengan cepat Henry menangkapnya sebelum tanganku turun ke wajah angkuhnya yang memuakkan.

“Kau ingin menamparku? Jangan harap kau bisa melakukannya!” Dengan kasar Henry menghempaskan tanganku hingga membuatku memekik kesakitan.

“Kenapa kau memperlakukan aku seperti ini, Henry? Katakan!” Aku tak kuasa lagi menahan air mataku yang ingin keluar, kini hanya bisa menatapnya dengan nafas yang tersengal.

“Kau ingin tahu kenapa? Alasannya adalah karena kau terlahir dari keluarga Louis!” Henry menatap nyalang padaku, “Dan aku telah bersumpah akan membuatmu tersiksa selama menjalani pernikahan ini bersamaku!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Idha Sukur
cerita yg seru ... bagus
goodnovel comment avatar
Meity Lumanauw
cerita awal bagus
goodnovel comment avatar
Spilledout
Skip dah penulisnya suka lama update
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   EXTRA PART 2

    Hari ini, taman belakang kediaman Campbell didekorasi dengan lampu-lampu gantung kecil yang berpijar seperti kunang-kunang di bawah langit senja yang lembayung. Malam semakin larut, namun taman kediaman Campbell justru terasa semakin hidup. Lampu-lampu gantung yang melilit dahan pohon ek tua itu bergoyang pelan, memantulkan cahaya keemasan pada gelas-gelas kristal dan tawa yang belum juga usai. Ini adalah perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ke-15, sekaligus peresmian "Campbell-Hart Memorial", sebuah sayap rumah sakit baru untuk anak-anak trauma yang kami bangun bersama Henry sebagai bentuk dedikasi kami pada masa lalu. Aku berdiri di beranda, memandangi kerumunan kecil orang-orang terkasih. Andrew. Di usianya yang remaja, ia memiliki wajah dan bahu tegap seperti Henry, namun cara ia mendengarkan lawan bicaranya dengan kepala sedikit miring dan tatapan tajam yang penuh empati adalah replika sempurna dari Axel. Ia adalah jembatan hidup antara dua pria hebat di hidupku. ​Saat

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   EXTRA PART

    Tiga tahun telah berlalu sejak malam berdarah di griya tawang itu. Kini, aku berdiri di lobi utama Campbell Tower yang baru, menatap dinding marmer putih yang bersih dan logo keluarga yang kini bersinar lebih terang dari sebelumnya. Kami tidak hanya membangun kembali gedung... kami membangun kembali kepercayaan yang sempat hancur. ​"Semua laporan audit kuartal ketiga sudah bersih, Mrs. Campbell," suara asisten pribadiku memecah lamunanku. "Dan perwakilan dari yayasan pendidikan sudah menunggu di ruang rapat." ​Aku mengangguk, tersenyum tipis. "Terima kasih. Aku akan segera ke sana." ​Langkah kakiku bergema di koridor yang luas, namun langkah itu terhenti saat aku melihat siluet yang sangat kukenal keluar dari lift eksekutif. Axel. Ia mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, rambutnya tertata rapi, dan wajahnya memancarkan aura pemimpin yang tenang namun tegas. ​ ​Dulu, Axel adalah "hantu" yang bergerak di balik bayang-bayang. Sekarang, ia adalah Chief Operatin

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   KEMBALI BERSAMA

    Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden sutra di kediaman Campbell, membasuh lantai kayu ek dengan warna keemasan. Tidak ada lagi pecahan kaca, tidak ada lagi bau mesiu yang menyesakkan, dan yang paling penting, tidak ada lagi bayang-bayang ketakutan yang mengintai di balik setiap pintu yang terkunci.​Aku menyesap kopi pahitku, menatap ke arah taman belakang di mana tawa riuh rendah mulai terdengar.​Di sana, di atas rumput hijau yang dipangkas rapi, Axel sedang berlutut, membantu Andrew dan Damian merakit sebuah pesawat model yang rumit. Tangan Axel yang dulu hanya mengenal dinginnya logam senjata, kini bergerak dengan ketelatenan yang luar biasa, membimbing jemari kecil putra-putranya. Luka parut di punggung tangannya akibat gesekan kabel baja malam itu masih ada, sebuah tanda permanen tentang pengorbanannya, namun matanya tak lagi menyimpan kegelapan "sang hantu".​Ia telah kembali. Benar-benar kembali.​​Suara bel pintu mengalihkan perhatianku. Saat

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   PERLAWANAN DI AMBANG BATAS

    ​Aku meronta sekuat tenaga, memutar tubuhku untuk melepaskan diri dari himpitan tubuhnya. "Lepaskan aku, bajingan! Kau pengecut, Jeremy! Kau hanya bisa menggunakan kekerasan karena kau tahu kau tidak akan pernah memilikiku dengan cara lain!"​Satu tamparan keras mendarat di pipiku, membuat pandanganku berkunang-kunang dan rasa anyir darah memenuhi mulutku. Namun, rasa sakit itu justru membakar sisa keberanianku. Saat ia mencoba menyatukan tubuhnya denganku, tanganku yang sempat terhimpit berhasil meraih benda yang kucari sejak tadi, pembuka surat perak yang tajam.​Jemariku mencengkeram gagang dinginnya. Aku menunggu. Aku membiarkan dia merasa menang, membiarkan dia mengira aku telah menyerah saat ia membenamkan wajahnya di leherku dengan rakus.​"Matilah kau," desisku.​Dengan seluruh tenaga yang tersisa, aku menghujamkan ujung perak itu ke arah bahunya. Jeremy melolong kesakitan saat logam itu menembus jas mahalnya. Cengkeramannya mengendur seketika, memberiku ruang untuk menendang

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   OBSESI YANG MENGHANCURKAN

    Mansion Campbell kacau balau. Henry berteriak pada kepala keamanannya di lantai bawah, tapi Axel tidak peduli dengan ego Henry yang terluka. Axel berada di kamar Angelina, matanya memindai setiap jengkal ruangan yang kini terasa hampa.​Semuanya tampak bersih. Terlalu bersih. Unit Alpha Jeremy adalah profesional. Namun, Angelina mengenal Axel lebih baik dari siapa pun. Angelina tahu Axel tidak mencari jejak kaki, tapi mencari pesan.​Axel berlutut di samping tempat tidur Andrew. Di sana, di atas karpet bulu, Axel melihatnya. Sebuah pemandangan yang tak kasat mata bagi mata awam: tata letak mainan blok kayu Andrew.​Andrew tidak pernah menyusun baloknya secara vertikal saat tidur. Tapi sekarang, tiga balok merah berdiri tegak, diikuti oleh satu balok biru yang miring ke arah barat laut.Tiga balok merah: Kode darurat Axel dan Angelina untuk "Tiga penculik".Balok biru miring : menunjuk ke arah sektor koordinat yang pernah Axel dan Angelina diskusikan saat mempelajari peta kota.​Axel m

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   JERATAN JEREMY OLLANDS

    Cahaya kemerahan dari kebakaran di Gudang 44 terpantul di lensa kacamata Jeremy Ollands yang berdiri di balkon griya tawangnya. Ponselnya bergetar hebat—laporan kekalahan, kerugian jutaan dolar, dan yang paling fatal: hancurnya server data yang ia gunakan untuk memeras Henry. ​Jeremy meremukkan gelas kristal di tangannya hingga pecah. Darah segar menetes dari telapak tangannya, namun ia tidak meringis. Matanya hanya terpaku pada satu titik di kegelapan kota. ​"Axel... kau pikir kau bisa bermain catur denganku?" bisik Jeremy dengan suara yang bergetar karena amarah yang dingin. ​ ​Dezan melangkah masuk, kepalanya tertunduk. Ia tahu tuannya sedang berada di puncak kegilaan yang tenang. "Tuan, gudang itu habis. Henry Campbell sudah mengirim tim taktisnya ke sana setelah menerima pesan anonim. Mereka menemukan sisa-sisa logo Campbell di monitor yang terbakar. Henry sekarang mengira Anda sedang menyabotase asetnya sendiri." ​"Henry itu bodoh, tapi dia punya otot. Axel itu cerdas,

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   PENYUSUP TANPA JEJAK

    Pintu depan terbanting terbuka hingga menghantam dinding. Henry melangkah masuk dengan napas memburu, pistol masih tergenggam di tangannya. Di belakangnya, tim keamanan pribadinya segera menyebar, mengamankan perimeter yang sudah berantakan. ​Langkah Henry terhenti seketika saat melihatku berdiri

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   MASALAH BARU

    Siang itu aku dalam perjalanan menuju ke sekolah Andrew, setelah wali kelasnya, Mrs. Nancy Brown menghubungiku beberapa jam yang lalu dan memberitahuku jika Andrew terlibat masalah dengan sesama teman di sekolahnya. Apa yang terjadi di sekolah, aku belum terlalu jelas mengetahuinya, Hanya saja sebag

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   SUATU PERTANDA

    Henry terdiam, ia tak bereaksi apa pun. Dengan setengah tubuh yang masih di dalam air Henry melihat Andrew yang duduk di pinggiran kolam dengan jarak beberapa meter dari kami sekarang. Tatapannya teduh dan penuh makna, ada gurat keraguan serta kesedihan di dalam ekspresi wajahnya.“Apa yang akan aku

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   BAHAGIA BERSAMA DUA PUTRAKU

    “Axel...” Lirihku.Bibirku tanpa sadar menyebut namanya saat aku baru saja terbangun setelah melahirkan dalam proses normal. Kenapa saat aku melahirkan tadi aku merasakan kehadiran Axel bersama denganku? Entahlah, mungkinkah itu hanya perasaanku saja? Karena rasa rindu yang melingkupi dada?Tidak apa,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status