Share

Bab 4

Author: Richy
Tante tidak lagi menolak, kedua tangannya diletakkan di atas tempat tidur, kedua kakinya terbuka lebar.

Aku menyingkap gaun terusannya sampai ke pinggang, membuat bagian itu benar-benar terpampang di depan mataku.

Aku melepas celanaku.

"Bantu aku."

Dia menurut dan membuka mulutnya.

Tekniknya benar-benar luar biasa, membuat seluruh tulang di tubuhku terasa lemas dan geli.

"Tante, nggak nyangka teknik Tante hebat banget, belajar dari siapa?"

Wajah tante memerah padam, nada bicaranya sudah menunjuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ibu Sahabatku yang Seksi   Bab 7

    Melihat mereka berdua makin menunjukkan rasa suka, hatiku mendadak berdebar kencang.Amel sudah pernah berhubungan intim denganku, kalau dia sampai jadi ibuku, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana.Selesai makan, mumpung ayahku sedang mencuci piring, aku menarik Amel ke dalam kamarku.Amel mengira aku menginginkannya lagi, dia bahkan dengan terbiasa berjongkok dan meletakkan kedua tangannya di celanaku.Bersiap melepas celanaku untuk membantuku.Hatiku terkejut, aku bergegas menepis tangannya."Tante, jangan main-main dulu. Aku mau tanya, kalau ayahku mau menikahi Tante, Tante mau menerima lamarannya?"Amel berpikir sejenak, lalu langsung menjawab, "Sepertinya mau, ayahmu lumayan baik, kita berdua juga berjodoh."Aku berkata dengan panik, "Aduh, kita berdua 'kan udah pernah lakuin hal itu. Kalau Tante nikah sama ayahku, bukannya Tante bakal jadi ibuku? Terus hubungan kita berdua ini namanya apa?"Mendengar kalimat itu, Amel baru tersadar."Iya, ya, hubungan kita berdua ini agak m

  • Ibu Sahabatku yang Seksi   Bab 6

    Aku mengucapkan kalimat yang kupelajari dari novel, tapi sama sekali tidak ada gunanya.Tama tetap tidak bicara, menatap ke luar jendela dalam diam.Aku tahu, tidak baik kalau terus berada di sana. Setelah berpamitan dengan Amel, aku pun pulang ke rumah.Sesampainya di rumah, ayahku langsung menghampiri dan bertanya padaku, "Hari ini ibunya temanmu ada bilang apa-apa, nggak?""Nggak ada," jawabku sambil menatap ayahku.Kelihatan jelas, dia sebenarnya naksir Tante Amel. Toh ayahku memang ingin mencari istri, Tante Amel juga statusnya lajang.Secara status, mereka berdua memang cocok.Terlebih lagi, aku juga suka sama Tante Amel. Tapi, kalau ayahku menikahinya, Tante Amel bakal jadi ibuku.Aku dan ibuku melakukan hal seperti itu ....Aku berusaha menggelengkan kepala, mencoba tidak memikirkan hal-hal aneh ini.Beberapa hari kemudian, ayahku tiba-tiba berkata padaku, "Waktu itu temanmu mengajakmu makan, kali ini kita juga harus ajak dia makan."Mendengar ayahku mengingatkan hal itu, aku m

  • Ibu Sahabatku yang Seksi   Bab 5

    Tante bergegas mencari alasan, "Oh nggak ada apa-apa, Ibu cuma minta tolong Rendi lihatin komputer yang lagi rusak."Tama menatap kami dengan ragu, lalu segera berkata, "Rendi, cepat lihat ke bawah, itu ayahmu bukan?"Ayahku? Aku ingat waktu main ke rumah Tama aku sudah bilang padanya, untuk apa dia menyusul ke sini?Tanpa berpikir panjang, aku melihat ke luar lewat jendela. Orang yang sedang berdiri merokok di bawah gedung memang benar ayahku.Aku berteriak ke arah bawah gedung, "Ayah, kok ke sini!"Ayahku mendongak dan melihat ke atas, "Rendi, Ayah cuma mau lihat kamu ke mana, udah waktunya makan, kamu nggak pulang-pulang."Aku benar-benar geleng-geleng kepala dengan ayahku. Waktu keluar rumah aku sudah bilang kalau mau main ke rumah Tama, tidak pulang untuk makan malam, tidak disangka dia malah langsung datang menyusul.Mau bagaimana lagi, aku harus turun untuk memanggil ayahku naik ke atas.Tidak lama kemudian, setelah kubawa ayah naik, pandangannya langsung tertuju pada tante, men

  • Ibu Sahabatku yang Seksi   Bab 4

    Tante tidak lagi menolak, kedua tangannya diletakkan di atas tempat tidur, kedua kakinya terbuka lebar.Aku menyingkap gaun terusannya sampai ke pinggang, membuat bagian itu benar-benar terpampang di depan mataku.Aku melepas celanaku."Bantu aku."Dia menurut dan membuka mulutnya.Tekniknya benar-benar luar biasa, membuat seluruh tulang di tubuhku terasa lemas dan geli."Tante, nggak nyangka teknik Tante hebat banget, belajar dari siapa?"Wajah tante memerah padam, nada bicaranya sudah menunjukkan kalau dia sangat haus dan tidak tahan lagi."Tante udah nggak punya suami, kesepian sendirian, Tante sering nonton film, jadi wajar 'kan kalau bisa sedikit-sedikit.""Tante gatal banget, Tante mohon, cepat masukin."Makin berada di saat-saat krusial, aku malah makin mengulur waktu dan mengerjainya."Tadi bukannya hebat banget, ya? Sampai menamparku pakai sepatu hak tinggi, kok sekarang malah mohon-mohon?"Tante terus menggeliatkan kedua kakinya, terlihat sangat menyiksa baginya."Tante salah

  • Ibu Sahabatku yang Seksi   Bab 3

    Tepat pada saat itu, suara Tama terdengar dari luar pintu."Ibu, kenapa Rendi menjerit? Kalian lagi ngapain di dalam?"Ekspresi tante mendadak panik, lalu dia bergegas menjawab."Nggak apa-apa! Ibu sebentar lagi keluar buat masak makanan kalian."Aku pun cepat-cepat memakai celanaku kembali dan keluar dari dalam kamar.Aku pun tenang saat melihat raut wajah Tama yang tampak bingung, dan tidak bisa menebak apa yang baru saja terjadi.Tante pergi ke dapur untuk memasak, tidak lama kemudian dia sudah menyiapkan semeja penuh dengan masakan.Dia menyajikan makanan itu, lalu mengajak kami duduk bersama untuk makan.Di meja makan, tante menatapku sambil mengetukkan jarinya ke alat makan, membuat seluruh tubuhku terasa panas menyengat.Aku sengaja menjatuhkan sendok ke lantai, lalu membungkuk ke bawah meja untuk mengambilnya.Sekilas, aku melihat kaki berkaus kaki tipis milik tante yang terlihat hangat dan menggoda.Tadi dia sudah menggodaku sampai seperti itu tapi tidak mengizinkanku menjilat

  • Ibu Sahabatku yang Seksi   Bab 2

    Apa tante berhasil menebak kalau aku yang melakukannya? Dengan perasaan yang sangat cemas, aku berjalan masuk ke dalam kamar tante.Dia pun ikut masuk dan seketika menutup pintu.Aku membungkukkan badan dan berdiri di ujung tempat tidur, tidak berani menegakkan tubuh karena takut tonjolan di bawah sana ketahuan.Tante duduk di atas tempat tidur di depanku sambil menyilangkan kaki, hingga telapak kakinya yang mulus berada tepat di bawah jangkauan pandanganku.Dia perlahan mengangkat telapak kakinya dan menyodorkannya ke hadapanku, memperlihatkan telapak kaki berkaus kaki tipis yang menggoda itu masih memiliki bercak basah."Coba ngaku, kamu 'kan yang menjilati kaus kaki Tante?"Mana berani aku mengaku, jadi aku menggelengkan kepala berulang kali, "Nggak, nggak, bukan aku." Saat itu tanganku bersarang di dalam saku celana, berusaha keras menekan tonjolan itu agar bisa kempes kembali."Berdiri yang tegak, keluarkan tanganmu, jangan membungkuk begitu," ucapnya dengan nada tegas.Aku mengel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status