Short
Ibu Sahabatku yang Seksi

Ibu Sahabatku yang Seksi

By:  RichyKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Mga Kabanata
3views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

"Tante, aku nggak sengaja ...." Hanya karena mencium kaus kaki tipis milik ibu temanku, aku ditarik ke dalam kamar untuk menerima hukuman. Yang lebih parah, hubungan pertemanan terancam hancur ....

view more

Kabanata 1

Bab 1

Namaku Rendi Chandra, saat kuliah aku bersahabat dengan seorang teman baik. Waktu liburan, dia mengajakku main ke rumahnya.

Dia berasal dari keluarga orang tua tunggal, tinggal bersama ibunya di sebuah rumah besar.

Begitu melangkah masuk pintu, aku langsung melihat sepatu hak tinggi wanita berjajar di rak sepatu.

Di dalam sepatu itu terselip kaus kaki tipis yang sudah kotor, terlihat sangat menggoda.

Memanfaatkan kesempatannya yang sedang tidak memperhatikan, aku diam-diam mengambil kaus kaki itu, menempelkannya di ujung hidung, lalu menghirupnya dalam-dalam.

Aroma gurih dan asin memenuhi seluruh mulutku, lalu bagian bawah tubuhku pun seketika memberikan reaksi.

Setelah itu, aku cepat-cepat mengembalikannya ke tempat semula karena takut terlihat oleh temanku.

"Ibu, aku bawa teman main ke rumah," panggil temanku ke arah kamar ibunya.

Tidak lama kemudian, seorang wanita muda dan sangat menawan keluar dari dalam kamar.

Dia mengenakan gaun terusan seksi dengan pinggang yang ramping.

Penampilannya membuat mimisanku hampir menetes, benar-benar seksi!

Begitu melihatku, dia menyapa dengan ramah, "Rendi, ya? Ayo silakan duduk."

Dia menunjuk ke arah sofa di samping, lalu berdiri dan pergi mengambilkan segelas air untukku.

Bagian bawah tubuhku sudah mencuat kaku sejak tadi, membuatku hanya bisa membungkukkan badan dan melangkah perlahan menuju sofa.

Melihat hal itu, temanku mengira aku sedang tidak enak badan.

"Rendi, kenapa kamu jalannya membungkuk begitu? Lagi nggak enak badan, ya?"

Sambil berkata begitu, dia berniat maju untuk memegangku, tapi aku berkali-kali mengibaskan tangan.

"Nggak apa-apa, nggak apa-apa."

Kemudian aku duduk di sofa, membenarkan posisi baju untuk menutupi bagian bawah tubuhku.

Saat itu tante datang membawa segelas air, lalu membungkukkan badan untuk menyerahkannya padaku.

Aku menerimanya dengan kedua tangan. Lewat kerah bajunya yang terbuka ke bawah, pemandangan di dalamnya terlihat dengan sangat jelas.

Pemandangan itu membuatku terpana, hingga tangan yang menerima air terpaku kaku di tempat.

Melihat hal itu, pandangan tante perlahan bergeser ke sela kedua kakiku, lalu sudut bibirnya terangkat sedikit memperlihatkan senyuman tipis yang menggoda.

Tatapannya membuat seluruh tubuhku terasa panas menyengat, aku merapatkan kedua kaki dan menutupi bagian tubuhku yang sangat tidak bisa diajak bekerja sama itu.

Saat itu tante berkata, "Ada tamu datang ke rumah, kurang sopan kalau Tante nggak pakai kaus kaki tipis, Tante pakai dulu sebentar, ya."

Dia berjalan menuju rak sepatu dan hendak mengambil kaus kaki tipis warna kulit dari dalam sepatu hak tinggi.

Seluruh tubuhku mendadak tegang, gawat, di kaus kaki itu masih tersisa air liurku dan belum kering!

Kalau hal ini sampai ketahuan, mau ditaruh di mana mukaku nanti?

Jadi, aku bergegas berkata, "Nggak apa-apa, Tante, aku sama Tama 'kan teman baik, nggak usah terlalu formal."

Tante mengambil kaus kaki tipis itu lalu merapikannya.

"Mana boleh begitu, ini 'kan pertama kalinya kamu datang ke rumah kami, pakai kaus kaki tipis terlihat lebih sopan."

Melihat ujung jarinya masuk ke dalam kaus kaki dan memakainya sedikit demi sedikit, terasa perpaduan antara kesan seksi dan rasa cemas di dalam hatiku.

Hatiku terus berdoa agar dia tidak menemukan hal yang aneh.

Namun, setelah selesai memakainya, tante mengangkat telapak kakinya dan melihatnya, lalu berseru kaget.

"Astaga, kenapa bagian dalam kaus kakiku basah begini?"

Kemudian, dia mendongak menatapku dengan pandangan penuh selidik.

Seluruh darah di tubuhku seketika membeku, aku membatu di atas sofa.

Tama menatap kami dengan raut wajah bingung, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Tante berkata padaku dengan suara dingin, "Rendi, kamu ikut ke kamar Tante sebentar."

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
7 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status