Mag-log in“Om, coba biar kulihat lebih besar punya om atau pacarku?” Di dalam truk yang melintasi jalur perbatasan Kaliban, aku memberi tumpangan pada sepasang kekasih muda. Gadis itu berpakaian terlalu sexy, sampai-sampai aku tak bisa menahan diri dan menegang, hingga muncul tonjolan di celanaku. Siapa sangka, gadis ini sangat terbuka dan bahkan ingin mengukurnya langsung dengan tangan. Yang semakin membuat darahku mendesir, pacarnya malah menyuruh gadis itu membayar ongkos tumpangan padaku menggunakan tubuhnya.
view moreTak lama kemudian, temanku datang. Saat membuka pintu, dia masih melemparkan senyuman hangat.Fiona menyambutnya dengan senyuman menggoda, sementara matanya menatap tajam bagaikan ular yang siap melilit tubuh temanku.“Kamu temannya? Ternyata beda sekali, ya,” ucapnya sambil menjatuhkan diri ke dalam pelukan temanku.Pakaian Fiona sangat terbuka dengan kain yang sangat minim. Begitu mendekat, kulit mereka saling bersentuhan secara langsung.Seketika, mata temanku berbinar, lalu dia menatapku dengan canggung.Raut wajahku saat ini sama persis dengan ekspresi Leo dulu, seolah-olah menyuruhnya untuk segera menyantap wanita di depannya.Temanku tersenyum canggung, berniat mendorongnya, tapi ragu-ragu.“Sepertinya… ini kurang pantas. Kamu itu istri temanku, mana boleh sedekat ini?”Fiona menoleh melihatku.“Sayang, kamu keberatan nggak kalau aku sedekat ini dengannya?”Aku langsung menggelengkan kepala.“Nggak apa-apa, kalian berdua sama-sama orang yang kupercaya. Yang penting kalian bisa b
Mendengar itu, aku langsung paham semuanya.Aku mencoba memancingnya dan bertanya, “Jadi, aku ini juga mangsa yang kalian incar?”Fiona mengangguk.“Emangnya kamu pikir apalagi? Kami melambai di pinggir jalan waktu itu hanya untuk menarik perhatianmu.”“Sopir truk seperti kalian paling mudah dibodohi.”Seluruh tubuhku membeku dan tak bisa bergerak sangking kagetnya, rasanya bagaikan tersambar petir di siang bolong.Pantas saja Leo tak peduli sama sekali, pantas saja dia begitu cepat menyetujuinya.Rupanya dia hanya mau memanfaatkanku sebagai mangsa pengganti untuk menggantikan posisinya.Kebebasan pribadiku kini sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Fiona.Dia mengendalikan kehidupan sosialku, keberadaanku, bahkan jalan pikiranku. Setiap hari aku harus melapor tepat waktu, terlambat sedikit saja langsung mendapat interogasi darinya.Aku seperti dikurung di dalam penjara yang tak terlihat, tak bisa meronta sama sekali.Awalnya, aku masih bisa melarikan diri sebentar karena harus pergi bek
“Jack, kamu jijik ya samaku? Emangnya kenapa hal seperti ini? Berani berbuat kok nggak berani mengakui?”Aku begitu emosi sampai kehabisan kata-kata, jadi terpaksa meminta izin pulang pada atasan dan membawa Fiona pergi dari sana.Sepanjang jalan, wajah Fiona tampak muram dan terus mengomel padaku.“Kamu setakut itu mengenalkanku pada orang-orang?”“Kamu merasa sangat malu bersama denganku?”Aku menatapnya dengan kesal dan berkata, “Bukannya kamu punya pacar? Hubungan kita hanya sebatas teman tidur.”Namun, Fiona menjawab, “Leo sudah pergi, sekarang kamu pacarku.”Aku terkejut dan bertanya, “Kapan dia pergi?”“Tadi pagi. Sekarang aku sudah punya kamu, jadi nggak butuh dia lagi.”Hatiku menegang, tak ada rasa senang sedikitpun.Setelah beberapa hari menghabiskan waktu dengannya, aku sudah merasa kalau Fiona ini bukan orang normal. Dia terlalu aneh dan punya obsesi kuat untuk mengendalikan orang lain.Melihat raut wajahku yang semakin muram, Fiona berkata, “Kamu nggak mau jadi pacark
Tepat ketika jaraknya tinggal setengah sentimeter lagi, tiba-tiba terdengar suara klakson yang nyaring dari arah belakang.“Tit… tit….”Kami bertiga sama-sama terkejut, mengira ada orang yang memergoki.Begitu melirik melalui kaca spion, ternyata trukku berhenti tepat di tengah jalan dan menghalangi kendaraan di belakang.“Fiona, geser ke samping sebentar, aku mau memindahkan truk dulu.”Dengan berat hati, Fiona beranjak dari atas tubuhku. Barulah aku memasukkan gigi dan menjalankan truk ke tepi jalan agar kendaraan di belakang bisa lewat.Sopir itu sempat menjulurkan kepalanya untuk melihat, karena heran melihat kami berhenti di tengah jalan.Setelah itu, dia pun pergi begitu saja sambil terkekeh.Fiona sudah dikuasai gairah saat ini, dia langsung menarik tanganku dan hendak naik kembali ke pangkuanku.Aku menegakkan pinggang dan akhirnya bisa merasakan kembali sensasi yang sudah lama hilang ini.Menyetir truk dalam waktu lama memang sangat menyiksa dan membosankan. Saat inilah, akhir
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.