Short
Tumpangan Yang Mendatangkan Malapetaka

Tumpangan Yang Mendatangkan Malapetaka

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
2.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Om, coba biar kulihat lebih besar punya om atau pacarku?” Di dalam truk yang melintasi jalur perbatasan Kaliban, aku memberi tumpangan pada sepasang kekasih muda. Gadis itu berpakaian terlalu sexy, sampai-sampai aku tak bisa menahan diri dan menegang, hingga muncul tonjolan di celanaku. Siapa sangka, gadis ini sangat terbuka dan bahkan ingin mengukurnya langsung dengan tangan. Yang semakin membuat darahku mendesir, pacarnya malah menyuruh gadis itu membayar ongkos tumpangan padaku menggunakan tubuhnya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Jack, seorang sopir truk jarak jauh.

Di pekerjaan seperti ini, sekali menarik muatan bisa tidak pulang ke rumah selama sepuluh hari sampai setengah bulan.

Makan, minum, buang air, sampai tidur semuanya dilakukan di dalam truk. Semakin lama, hasrat pun semakin memuncak.

Rasanya sangat menyiksa karena harus menahannya terus, bahkan tak ada waktu untuk sekadar melampiaskannya sendiri.

Hari ini, aku sedang melintasi jalur perbatasan Kaliban. Di tengah jalan, aku tak sengaja bertemu sepasang kekasih muda.

Mereka berdiri di tengah jalan sambil melambaikan tangan padaku, memberi isyarat menyuruhku berhenti.

Di daerah sini memang sangat banyak yang suka menumpang seperti ini, aku sudah beberapa kali mengalaminya.

Namun, biasanya mereka adalah wanita yang berdandan menor. Sekali lirik saja sudah terlihat mereka itu wanita tak benar.

Aku banting tulang menempuh jarak jauh hanya untuk dapat uang yang tak seberapa, sedangkan mereka tinggal mengangkang kaki saja sudah mendapat uang.

Namun, pasangan di hadapanku ini kelihatannya benar-benar turis yang sedang liburan. Sepertinya mereka sedang mengalami masalah, makanya harus menumpang.

Aku pun berhenti di samping mereka dan menurunkan kaca jendela.

Gadis itu langsung berinisiatif bersandar di jendela trukku. Wajahnya sangat manis, dia menunjuk ke arah mobil yang terparkir di pinggir jalan.

“Om, mobil kami tiba-tiba mogok dan nggak bisa jalan. Kami boleh izin menumpang?”

Aku melihat ke arah mobil di tepi jalan itu, tampaknya mereka memang benar-benar dalam kesulitan.

Aku pun melambaikan tangan dan menjawab,

“Naik saja.”

Setelah mereka naik, barulah aku sadar betapa indahnya bentuk tubuh gadis ini.

Dia memakai sweater hitam. Bagian dadanya tampak montok dan besar, sedangkan kedua kaki di balik roknya dibalut stoking berwarna kulit yang membuatnya terlihat semakin jenjang dan mulus.

Hal itu langsung membuat diriku yang sedang kesepian, jadi semakin bergairah. Ada gejolak yang perlahan menyala di dalam dada.

Pasangan muda ini duduk di sampingku dan menyapaku dengan sangat ramah.

“Namaku Fiona dan pacarku Leo. Untung ada tumpangan darimu, kalau nggak jalan perbatasan Kaliban ini begitu panjang, kami pun nggak tahu harus bagaimana keluar dari sini.”

Aku melambaikan tangan, menandakan tidak masalah. Lalu kembali fokus menyetir.

Perjalanan cukup jauh. Fiona yang mulai tak kuat menahan kantuk, akhirnya berbaring dan tidur di pangkuan pacarnya.

Bagian bawah roknya kebetulan menghadap ke arahku. Celah di antara paha mulusnya terlihat gelap, membuatku tak tahan ingin mengintipnya.

Yang membuat gairahku membumbung tinggi adalah satu tangan Leo dengan sangat mahir mendarat di dada Fiona dan meremasnya tanpa ragu.

Gumpalan montok itu berubah bentuk di dalam genggaman tangannya. Pemandangan itu benar-benar terlalu menggoda.

Melihatnya membuat hatiku seperti dicakar kucing, terasa geli.

Begitu kenyal, teksturnya pasti sangat enak dipegang.

Tepat saat itu, Fiona mengeluarkan desahan pelan yang langsung membuat seluruh persendianku terasa lemas.

Suara desahan itu benar-benar merdu. Jika dibandingkan dengan istriku, sungguh bagaikan langit dan bumi.

Seumur hidup aku belum pernah merasakan wanita sebagus ini. Sekarang dia terbaring tepat di sampingku, tapi aku malah tak bisa menyentuhnya sama sekali.

Aku merasa sangat tersiksa.

Setelah meremas sebentar, Leo membuat Fiona terbangun. Melihat Leo yang begitu berani, Fiona mengerutkan keningnya.

“Om ada di sebelah kita, kok kamu malah begitu nggak sopan?”

Lalu, dia menoleh melihatku dan berkata, “Om, kami nggak mengganggumu, ‘kan?”

Aku yang gugup langsung menggelengkan kepala dan menjawab, “Oh, nggak apa-apa. Namanya juga anak muda, staminanya sedang bergelora.”

Mendengar itu, Leo berkata,

“Lihat, om saja nggak keberatan. Biarkan aku meremasnya sebentar lagi.”

Akhirnya, Fiona tak memedulikannya lagi dan membiarkan tangan pacarnya berkeliaran bebas di tubuhnya.

Bahkan tangannya sampai masuk ke dalam baju. Sesekali dadanya terdorong hingga menyembul keluar dari pakaiannya, gumpalan putih mulus itu langsung tertangkap oleh mataku.

Fiona agak mengerutkan kening, wajahnya tampak merona. Sementara dari tenggorokannya terus keluar suara bisikan manja yang menggoda.

Dia menepis tangan pacarnya sambil berkata manja,

“Aduh, pelan-pelan, sakit lho.”

Leo terkekeh pelan dan agak mengurangi tekanannya.

Aku yang memperhatikan adegan ini dari sudut mata, sudah terpancing gairah yang membakar sejak tadi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status