Home / Romansa / Ibu Sang Pewaris / Bab 40. Rhesus Negatif

Share

Bab 40. Rhesus Negatif

Author: Jewellrytion
last update publish date: 2026-02-09 18:01:25

Kemal merebahkan Zico perlahan di brangkar pasien, "Cepat, tolong dia," pintanya kalut pada perawat tersebut.

Mereka berlari menuju ruang trauma, dengan harapan Zico masih bisa bertahan. Bagi Kemal, anak itu harus tertolong dan diberikan pengobatan terbaik.

Perawat yang mengira Kemal adalah ayah dari anak itu mengizinkannya ikut masuk ke dalam ruang UGD.

"Tolong, berikan penanganan terbaik." Kemal menghentikan sejenak langkah seorang dokter yang akan memeriksa Zico.

Melihat penampilan Kemal y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 49. Bak Anomali

    "Yang kau bilang pria brengsek itu aku, Tuan Kemal. Jangan sembarangan bicara." Zacky memperingati."Minggir, saya tidak ada urusan dengan Anda!" Kemal berusaha menyingkirkan Zacky yang menghalangi. Tapi Zacky terlalu kokoh untuk disingkirkan begitu saja. Pria latin itu siap membela Jasmine mati-matian."Oh jelas ada. Urusan Jasmine adalah urusan saya juga. Catat, sejak tujuh tahun lalu." Zacky bicara dengan lugas posisinya.Dua pria itu saling melempar tatapan tajam, saling mengukur kemampuan."Saya tidak peduli siapa Anda." Kemal maju selangkah, menunjuk arah dada Zacky. "Tapi saya ingatkan, Jasmine itu milik saya, Zico adalah anak saya. Dan Anda, Anda bukan siapa-siapa." Kalimat pedas itu dilemparkan Kemal. Bukan hanya memantik emosi Zacky lebih besar, tapi ini adalah penghinaan bagi Zacky. Artinya Kemallah yang memulai perang.Kemal pria cerdas, ia tahu betul bagaimana memainkan emosi dan psikis lawan. Dalam hal ini, Kemal tak ingin ada basa basi, pria itu langsung menyerang psik

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 48. Konfrontasi Kedua

    "Nak ... ini Papa." Untuk pertama kali Kemal menyebut dirinya Papa. Matanya terpejam karena kalimat itu menusuk batinya begitu tajam. Papa, satu kata singkat namun efeknya mampu mengguncang dunianya."Ini Papa," katanya lagi. Kemal berhenti sesaat, karena luapan emosi ini terlalu kuat. Kemal belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya.Bagaimana tidak emosional, seharusnya Kemal ada di sana, mendampingi Jasmine mengandungnya, menemani proses kelahirannya dan menyaksikan tumbuh kembangnya. Tapi Kemal tidak melalui semua itu, bahkan Kemal tidak mengetahui bahwa anak ini ada.Tapi Tuhan mempertemukan keduanya dengan jalan yang luar biasa. Melalui pengalaman spiritual yang sulit dijelaskan dengan logika dan kata-kata."Zico ... itu namamu?" Kemal mengambil satu tangan Zico yang bebas dari selang infus. "Terima kasih sudah datang dalam mimpi Papa." Air mata Kemal jatuh saat ia mencium perlahan punggung tangan Zico.Hatinya bergetar hebat, air mata itu luruh juga bersamaan dengan suara

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 47. Konfrontasi Pertama

    Kemal memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dirinya ingin segera tiba di rumah sakit. Rasa rindu yang awalnya belum ada namanya pada anak itu terkuak sudah. Semua tindakan spontan pengorbanan dan rasa takut kehilangan anak itu ternyata bukan lain karena dia adalah darah dagingnya.Lima belas menit mengendarai mobil, Kemal kini tiba di tujuan. Mobilnya memasuki area parkir utama rumah sakit dan melihat mobil sedan mewah berwarna hitam itu sudah terparkir rapih di sana. Itu adalah mobil Zacky."Sial, aku sudah keduluan!" umpatnya sambil memukul setir.Dengan langkah lebar Kemal memasuki lobi rumah sakit. Ayunan kakinya terhenti karena baru menyadari bahwa ia tidak mengetahui ruang tempat anak itu di rawat. Pasti sudah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat, kan? Heru tadi bilang Zico sudah pindah ruangan. Tapi bodohnya, Kemal tidak mendengar semua penjelasan Heru. Karena terbawa emosi, Kemal pergi begitu saja, membawa surat hasil tes paternitas yang telah di print out."Permis

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 46. Hasil Paternitas

    Klik!Suara tajam dari mouse mengalirkan getaran aneh pada pria bermata coklat terang itu. Kemal melihat tajam, dan fokus pada layar laptop. HASIL TES PATERNITAS adalah judul yang pertama ia baca. Kemudian bacaannya turun pada badan surat yang berisi keterangan pengantar dilakukannya tes kecocokan DNA.'Variasi alel dilaporkan sebagai angka dari jumlah kopi unit pengulangan nukleotida marka 13 loci STR seperti terlihat pada tabel di bawah ini ...'Telunjuknya menarik scroll wheel pada mouse ke bawah untuk menggulir bacaan berikutnya. Di sana terdapat tabel berupa anka-angka hasil uji kecocokan DNA. Banyak angka dan penjelasan dalam istilah medis yang tidak Kemal pahami sepenuhnya. Kedua alisnya berkerut, istilah-istilah yang ditertera terasa asing baginya."Sulit sekali bacanya," katanya mengeluh.Tak sabaraan, Kemal langsung beralih pada bagian akhir surat tersebut dan mendapati keterangan,'Hasil analisa menunjukkan bahwa tiga belas alel loci marka STR terduga ayah cocok dengan alel

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 45. Harus Kuat

    "Atau ... dia bukan ayahnya."Ucapan Heru sedikit banyak memengaruhi pikiran Kemal. Isi kepala pria itu bagai diteror banyak pertanyaan yang belum dapat ia jawab. Ia harus mencari tahu sendiri. Kemal benar-benar diuji, baik kesabaran maupun kewarasannya.Empat hari berlalu sejak kecelakaan itu, Kemal sudah kembali bekerja seperti biasa walau pikirannya kacau. Ditambah kali ini Kemal memegang langsung operasional kantor di Surabaya yang seharusnya bisa dijalankan oleh Direktur baru, tapi karena ide gilanya mengejar Jasmine, Kemal harus menanggung konsekuensinya. Hal itu tentu menambah beban dan membuatnya lelah.Bukan lelah karena lot kerjanya yang padat, Kemal sudah terbiasa akan hal itu. Tapi lelah dengan rasa sakit yang ditahannya karena harus menahan diri dari Jasmine. Ia mulai berpikir untuk kembali fokus di kantor induk saja. Dari sana ia bisa memantau semua perusahaan dibawah pimpinannya, termasuk di Surabaya.Di ruang kerjanya, Kemal berdiskusi dengan Heru yang baru saja tiba d

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 44. Sebuah Sinar Terang

    Jasmine membekap mulutnya, dokter membentangkan hasil rontgen dan menjelaskan tindakan yang akan dilakukan untuk Zico. Meski kondisi Zico masih kritis, Zico harus segera dioperasi. Dengan izin orangtuanya, Zico segera dibawa ke ruang operasi. Proses operasi berlangsung sekitar dua jam. Selama itu pula Jasmine dan Zacky diliputi cemas yang tak bertepi. Doa-doa dipanjatkan. Masing-masing saling menguatkan. Sementara Kemal, pria itu seorang diri ketika membuka matanya. Tadi Heru pergi untuk bicara dengan dokter.Sepi, tapi hatinya terasa penuh. Kemal butuh penyesuaian dari alam bawah sadar ke alam kenyataan. Sinar lampu rumah sakit yang terang tak sama silaunya dengan cahaya terang yang tadi dilihatnya. Iya, Kemal mengalami pengalaman spiritual yang menakjupkan.Sebelum sadar dari pingsannya, Kemal berada di sebuah ruang gelap tak berujung. Di tengah kebingunan, muncullah setitik cahaya terang dari kejauhan yang lama-lama mendekat. Cahaya itu semakin lebar dan semakin terang, hingga Kem

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 30. Bagai Tertampar

    Kemal masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Tapi tiap kata yang keluar dari bibir Jasmine seolah menamparnya. Pria itu melepaskan cengkeraman dari bahu Jasmine. Ia mundur, menatapnya penuh kecewa. Tapi biarlah Kemal membenci Jasmine, agar ia terbebas dari belenggu Kemal."Aku yang bodoh,

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 29. Sebuah Pengakuan Mengejutkan

    Kemal makan dengan tenang. Senyum tipis tak lepas dari wajah tampannya. Hatinya menghangat. Tentu itu karena ada Jasmine di hadapannya.Wanita itu duduk tegap sedikit tak nyaman, namun tetap menyantap makanan yang dipesankan oleh Kemal untuk menghormati pria itu. Gesture Jasmine yang seperti itu d

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 28. Kebiasaan Baru

    Seminggu ini, sudah tiga kali Kemal mengantar Jasmine pulang. Seperti biasa, Jasmine akan turun di tower yang berbeda, lalu setelah mobil Kemal menjauh, wanita itu akan berjalan menuju tower tempat unitnya berada. Meski tak begitu jauh, tapi jika jalan kaki, lumayan capek juga. Namun itu masih le

  • Ibu Sang Pewaris   Bab 27. Terjebak (Lagi)

    Jasmine berjalan menuju pintu keluar. Sesampainya di lobi, wanita itu merogoh tasnya ingin mengambil ponsel untuk memesan taksi online. Tapi sial ponselnya kehabisan daya. "Bagus!" Maki Jasmine pada dirinya sendiri. "Bagaimana ini, mana di luar turun hujan." Ia mendengus pelan. Jasmine menyalahka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status