Share

Bab 90

Penulis: Kalista Aruna
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-11 13:40:53

“Trimakasih banyak, Nona. saya berharap dalam minggu ini saya bisa mengambil Lila dari tangan Mutiara. Saya akan menggunakan bayi itu supaya mendapat tebusan yang besar.”

“Apa!” Melinda terhenyak dengan tujuan Farel Arfando. “Bukannya aku meminta kamu untuk memisahkan Lila dari Perempuan binal itu. Kenapa kamu hendak menjadikannya sandra?”

Melinda merasa salah menilai Farel Arfando. Mulanya, dia berfikir laki-laki bejat ini akan menjadi pesuruhnya yang setia dan melakukan semua perintahnya. Namun justru ia memiliki misi lain.

Sementara Farel Arfando merasa kebingungan dengan ucapan Melinda. bukankah ia diperintahkan untuk menculik Lila. Dan ia menyerahkan sepenuhny tentang Lila ke depannya. Tentu saja Ia akan manfaatkan bayi mungil itu untuk mendapatkan uang tebusan. Ia tidak akan pernah mengembalikan Lila, sebelum ia mendapatkan semua dan menghancurkan Mutiara bahkan rumah tangganya.

“Ada yang salah, Nona?” tanya Farel tampak kebingungan.

Melinda mengatupkan bibirnya kuat-kuat. Kemar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 95

    Terpaksa Melinda mengambil gawenya. Ia tidak menginginkan pertemuan itu, namun ia akan lebih sulit menghadapi Alvin, yang mulai terang-terangan menganggu proyek-proyeknya. Setelah ia membuka pesan masuk ternyata Farel Arfando lah yang memberi pesan itu.“Andrew bilang apa?” tanya Nando penasaran.Ia tidak sabar untuk mendengar pesan itu. Meskipun Melinda enggan bertemu dengan Andrew, namun pesannya diabaikan oleh Andrew membuatnya merasa kesal. Melinda mengedikkan bahu dengan pasrah.“Ia tidak menjawabnya, bahkan ia tidak membaca pesanku,” terangnya dengan nada lemah.“Oh ….” Nando mengepalkan kedua tangannya.“Kesempatan kita semakin tak terarah.”“Ya … apa sebaiknya kita membicarakan hal lain? Farel Arfando malam hendak menemui kita di sebuah kafe.”Nando yang tampak lemas enggan membahas persoalan Farel Arfando. Ia menolak untuk bergabung. Namun Melinda memaksanya.“Please, datanglah temui dia. Dia sangat memujamu.”“Melinda, yang harus kamu kejar saat ini adalah Andrew, bukan Fare

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 94

    Alvin merasa lega, kalau Andrew calon pengganti Randi telah tiba. Seseorang memberitahunya kalau Andrew sedang berada di ruangannya. Alvin meminta ijin untuk meninggalkan rapat yang baru saja di mulai.“Maaf, Nyonya dan Tuan, saya harus ijin sebentar. Ada seseorang yang harus saya temui di ruangan saya. Nanti akan saya bawa kemari ke hadapan kalian semua.”Semua peserta kebingungan atas pernyataan Alvin. Ruangan menjadi sedikit berisik. Mereka saling berbisik satu sama lain. Mereka khawatir Alvin mengambil Keputusan sepihak tanpa melibatkan mereka.Seielas Alvin mendengar keluhan mereka, namun baginya hal itu tidaklah terlalu penting. Kedatangan Andrew saat ini adalah sesuatu yang dinantikan. Ia berharap besar mampu mengatasi persoalan di perusahaannya.Alvin membuka pintu ruangannya, di sana Andrew dan beberapa staf Alvin sedang berakrab ria. Senyum Alvin mengembang kala menatapnya. Begitupun Andrew ia pun tersenyum lalu berdiri menyambut kedatangan Alvin dan mereka saling berjabat t

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 92

    Di dalam mobil di tol pinggiran kota, Andrew tampak ramah menjawab pertanyaan direktur pemasaran. Ia sangat bersemangat telah datang ke kota di mana masa kecilnya ia habiskan di negara ini. Hampir dua puluh lima tahun ia tidak menginjakkan kaki di negara ini.“Semoga anda bisa bergabung dengan Perusahaan Alvin Karya,” harap sang direktur.“Dengan senang hati. Saya akan napak tilas di sini,” jawab Andrew dengan mantap.Andrew melirik ke arah spion. Ia merasa curiga dengan mobil yang ada dibelakangnya. Ia berusaha tenang, namun kecurigaannya semakin menjadi karena mobil itu tetap berada di belakang meskipun jalanan begitu lega dan tidak berusaha menyalipnya.“Tuan, apakah anda tidak curiga dengan keberadaan mobil yang berada di belakang kita. Saya amati dari bandara ia terus menguntit.”“Apa benar, Tuan … baiklah kalau begitu kita harus hati-hati.” Sang direktur menengok ke arah belakang, ia pun merasa panik.“Pak Sopir, tolong jaga jarak. Ada yang sedang menguntit.”“Baik, Tuan.”Sang

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 91

    Di kantor Perusahaan Alvin Karya, sebuah ruangan pertemuan tampak riuh. Ketegangan terjadi di sana. Anggota dewan komisaris masih memperdebatkan tentang menghentikan Randi sekaligus memidananakannya.“Tuan Alvin, Tindakan anda terlalu semena-mena, kekanakan. Semua bisa dibicarakan, jangan asal main pecat tanpa melibatkan kami. Lalu apa artinya keberadaan kami di sini. Anda terlalu otoriter. Bagaimana nasib ke depan perusahaan ini ?!” seru salah satu peserta rapat penuh emosi.“Setuju ….”“Benar itu,”“Ya, sebaiknya begitu.”“Huuu, huuu, huuu. Itu pemikiran yang kolot.”Suara sorak sorai yang mendukung maupun yang menolak pernyataan tersebut saling bersahutan. Ada juga yang berusaha untuk menenangkan.“Tenang … tenang semua. Mohon tenang dan Nyonya-Nyonya tuan-tuan.”Alvin mengangguk dengan ekspresi muka menahan emosi. Tangannya mengepal kuat, namun ia memaksakan diri untuk mengumbar sebuah senyum lebar. Tatapannya ia sapukan ke seluruh peserta rapat untuk memetakan orang-orang yang pr

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 90

    “Trimakasih banyak, Nona. saya berharap dalam minggu ini saya bisa mengambil Lila dari tangan Mutiara. Saya akan menggunakan bayi itu supaya mendapat tebusan yang besar.”“Apa!” Melinda terhenyak dengan tujuan Farel Arfando. “Bukannya aku meminta kamu untuk memisahkan Lila dari Perempuan binal itu. Kenapa kamu hendak menjadikannya sandra?”Melinda merasa salah menilai Farel Arfando. Mulanya, dia berfikir laki-laki bejat ini akan menjadi pesuruhnya yang setia dan melakukan semua perintahnya. Namun justru ia memiliki misi lain.Sementara Farel Arfando merasa kebingungan dengan ucapan Melinda. bukankah ia diperintahkan untuk menculik Lila. Dan ia menyerahkan sepenuhny tentang Lila ke depannya. Tentu saja Ia akan manfaatkan bayi mungil itu untuk mendapatkan uang tebusan. Ia tidak akan pernah mengembalikan Lila, sebelum ia mendapatkan semua dan menghancurkan Mutiara bahkan rumah tangganya.“Ada yang salah, Nona?” tanya Farel tampak kebingungan.Melinda mengatupkan bibirnya kuat-kuat. Kemar

  • Ibu Susu untuk Bayi Sang Mantan   Bab 99

    Ya, inilah yang ditakutkan oleh Mutiara. Seakan peristiwa-peristiwa yang menakutkan sedang mengintai untuk mewujudkannya. Mutiara tidak rela kalau Lila berada di bawah pengasuhan seorang penjahat. Apalagi harta yang ia mililiki adalah pemberian Alvin.Hal bodoh itu tidak mungkin terjadi. Mutiara berisi keras untuk tetap mempertahankan Lila dan harta yang diberikan oleh Alvin. Ia tidak sampai hati, kalau semua yang Alvin dapatkan, diambil oleh Farel Arfando.“Ya, sudah sekarang Sus Nini boleh istirahat. Biar Aku yang mengurusi Lila.”“Tidak perlu Nyonya, saya baik-baik saja. Tapi saya takut kalau harus keluar dari gerbang rumah ini.”“Kalau begitu, mulai saat ini Sus Nini dan Sus Rina mengajak Lila dan Brigita bermain di teras rumah, di halaman dan di taman rumah saja. Saya kira tempat seluas ini tidak akan membosankan, bukan?”“Baik, Nyonya.” Suster Nini membalikkan badannya untuk menemui Lila.“Oh ya, kalau temen-temenmu yang kerja di mini market, atau pengasuh lainnya mau main. Aja

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status