Share

Bab 100

Author: Ranti
Lengan Adji terasa perih membakar, tetapi pikirannya tetap jernih. Adji melihat dengan jelas sosok yang datang. "Kamu?"

Pelayan dari Calista itu.

Amelia membawa kotak P3K. Lantaran gaun formal yang dikenakannya membuatnya sulit untuk membungkuk, Amelia memutuskan untuk berlutut di atas karpet. Dia mengeluarkan perban dan cairan disinfektan, lalu mulai membersihkan luka Adji seadanya. Amelia tidak menyangka pria ini tega berbuat begitu kejam terhadap dirinya sendiri.

Luka Adji sangat dalam dan di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Daisy Holland
kakk lanjut plss seru bgt ini...
goodnovel comment avatar
Nona Esya Baumasse
kak update yuk
goodnovel comment avatar
Nona Esya Baumasse
lnjut kak aku bolak balik cmn ngecek Uda up blm🥹
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 100

    Lengan Adji terasa perih membakar, tetapi pikirannya tetap jernih. Adji melihat dengan jelas sosok yang datang. "Kamu?"Pelayan dari Calista itu.Amelia membawa kotak P3K. Lantaran gaun formal yang dikenakannya membuatnya sulit untuk membungkuk, Amelia memutuskan untuk berlutut di atas karpet. Dia mengeluarkan perban dan cairan disinfektan, lalu mulai membersihkan luka Adji seadanya. Amelia tidak menyangka pria ini tega berbuat begitu kejam terhadap dirinya sendiri.Luka Adji sangat dalam dan dia kehilangan banyak darah.Telapak tangan Amelia dipenuhi bercak darah hangat pria itu dan jemarinya gemetar hebat.Amelia menarik napas panjang dengan terengah-engah. Dia tampak sangat ketakutan."Pak, Pak Adji, ini mungkin akan sedikit sakit. Tolong tahan sebentar," kata Amelia sambil menekan kapas disinfektan ke luka pria itu. Pada saat yang sama, Amelia memejamkan matanya rapat-rapat, seakan tidak berani melihat.Adji mendengus dingin, "Takut, tapi kenapa masih berani kembali?"Amelia pun me

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 99

    Amelia menengadah dan matanya bersirobok dengan pria yang berdiri di ambang pintu.Langkah kaki pria itu terhuyung-huyung dan napasnya memburu.Amelia langsung mengenali siapa yang datang."Pak, Pak Adji?"Pandangan Adji mulai kabur. Setelah memukul pingsan Olivia, dia berjalan keluar dengan langkah sempoyongan. Adji sudah benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri.Adji tidak tahu siapa yang sudah menjebaknya. Namun, Adji sadar betul jika dirinya tidak boleh membiarkan rencana orang itu berhasil. Oleh karena itu, Adji tidak berani berlama-lama di lantai dua. Rencana Adji adalah mencari kamar kosong di lantai tiga untuk bersembunyi sementara, sambil menunggu bantuan. Akan tetapi, Adji tidak menyangka jika ternyata ada orang di dalam kamar tersebut.Suara Adji terdengar begitu serak, "Siapa?"Amelia berdiri. Dia menatap bingung ke arah pria yang napasnya tidak stabil itu. "Pak Adji." Wajah tampan pria itu tampak merah padam dengan urat-urat yang menonjol di dahi, seakan sedang

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 98

    Saat ini, hasrat yang mendidih di dalam tubuh Adji hampir menghancurkan Adji. Tubuh lembut wanita di hadapannya terus-menerus menyiksa pikirannya yang sudah begitu tegang. Adji langsung memicingkan matanya, kemudian dia mengulurkan tangan dan tiba-tiba memukul tengkuk Olivia dengan keras.Olivia langsung pingsan di tempat.Adji menarik selimut untuk menutupi tubuh Olivia. Kemudian, dengan sisa-sisa kesadaran yang mulai kacau, Adji melangkah pergi dengan terburu-buru.…Sementara itu, di dalam aula perjamuan di lantai bawah."Ah!"Terdengar suara pekikan. Amelia buru-buru menangkap seorang wanita di sampingnya yang hampir terjatuh. Namun, sialnya, meski wanita itu berhasil berdiri tegak, sampanye yang dipegangnya justru tumpah ke pakaian Amelia."Maaf, maafkan aku!" Nora Setiawan buru-buru meletakkan gelasnya dan menatap Amelia dengan wajah penuh rasa bersalah.Amelia tersenyum tipis, lalu berkata, "Nggak apa-apa.""Tapi pakaianmu jadi basah semua …." Nora mengerutkan kening dengan cema

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 97

    Setengah jam kemudian, ponsel Olivia yang berada di meja main kartu bergetar.[Lantai 2, ruang VIP 211.]Olivia mengangkat pandangannya. Dia tiba-tiba berdiri dan berkata kepada teman-temannya, "Aku nggak mau main lagi. Kalian lanjutkan saja."Setelah Olivia pergi, teman-temannya sesama sosialita saling berpandangan dengan bingung."Olivia ini benar-benar sulit dilayani. Yang ingin main kartu dia, yang tiba-tiba mau pergi juga dia.""Ssst, pelankan suaramu. Siapa tahu dia belum pergi jauh.""Takut apa? Kedap suara di sini sangat bagus," ucap seorang sosialita yang mengenakan gaun panjang berwarna biru tua. "Apa Olivia akan kembali? Kalau nggak, aku akan telepon temanku untuk datang bermain. Kita kurang satu orang nih.""Pasti nggak akan kembali. Sejam lagi perjamuan ulang tahun ini juga selesai. Ayo cepat!"…Di depan pintu kamar 211.Jantung Olivia berdetak kencang. Dia menarik napas dalam-dalam dan mengumpulkan seluruh keberaniannya sebelum mendorong pintu hingga terbuka.Sepanjang 2

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 96

    "Itu karena kakakmu dijebak orang. Aku menolongnya dan dia merenggut kesucianku." Sambil berkata seperti itu, Rissa tampak seakan tersipu malu. "Laki-laki itu selalu punya perasaan khusus terhadap wanita pertamanya. Kamu dan Pak Adji memang kakak beradik, tapi nggak ada hubungan darah. Apalagi, Tuan Besar Tirta sangat memanjakanmu dan sangat menghargai Pak Adji. Kalau kalian berdua bersama, Tuan Besar Tirta pasti akan sangat senang. Lagipula Olivia, kamu sudah dewasa. Apa kamu nggak ingin memberikan yang pertama kali itu untuk pria yang kamu cintai?"Olivia menundukkan bulu matanya. Matanya yang cerah tampak berkedip-kedip."Aku …."Jantung Olivia berdebar kencang. "Tentu saja aku mau."Tentu saja Olivia ingin memberikan yang pertama kali itu kepada Adji.Olivia mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Akan tetapi, bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal yang begitu tidak tahu malu seperti itu?Rissa tahu jika Olivia mulai goyah dan tergoda.Di dalam aula perjamuan, para tamu dan sosial

  • Identitas Asli Wanita Kesayangan CEO   Bab 95

    "Aku juga nggak tahu pasti." Meskipun Olivia tidak mengetahui alasan spesifik mengapa Jody bertunangan, dia melihat Adji sepertinya tertarik pada topik ini. Olivia pun segera mengais seluruh informasi di otaknya, ingin mengobrol lebih lama dengan pria itu.Sesaat kemudian, Olivia tiba-tiba teringat. "Ah, aku pernah dengar Bibi Yasmin bilang kalau sepertinya itu karena Rissa pernah menolong Kak Jody. Kamu tahu sendiri kan, Keluarga Amarta itu cuma keluarga kecil biasa. Keluarga Bramantya sama sekali nggak menganggap mereka. Tapi ya mau bagaimana lagi, Kak Jody menyukainya.""Menyukai …." Adji tersenyum. Dia mengucapkan kata itu dengan nada yang sarat makna.Olivia jarang melihat Adji tersenyum. Saat ini, melihat wajah tampan Adji di bawah cahaya lampu gemerlap yang tampak seperti bilah pisau tajam di balik kabut, benar-benar terlihat begitu memikat hingga membuat jantung Olivia bergetar hebat."Kak Adji …."Olivia masih ingin mengatakan sesuatu. Namun, Adji tampak kehilangan minat. Pria

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status