Share

Bab 5

Auteur: Bagel
Hujan deras mengguyur di luar.

"Semua dokter, cepat ke sini sekarang!" Suara Mira menggema di seluruh vila.

Tetapi, tidak ada yang menjawab.

Aku terbaring dalam genangan darahku sendiri, kesadaranku datang dan pergi.

Ketika mendengar suara langkah kaki lagi, aku mendongak dan melihat sosok Lila.

"Bos, jangan khawatir, para dokter akan melakukan semua yang mereka bisa," gumamnya di telepon.

Aku samar-samar mendengar suara marah Alex di ujung telepon, tetapi Lila segera menutup telepon.

"Ini perin
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Iris Hitam Yang Terbakar   Bab 11

    Aku pindah bersama Lukas ke sebuah rumah mewah di Menores.Itu adalah kehidupan yang penuh kebebasan, hanya untuk kami berdua.Namun, udara kebebasan selalu membawa aroma cendana yang familiar."Ma, ada bunga lagi di depan pintu."Lukas mengintip dari ambang jendela, menunjuk ke arah bawah.Setiap pagi, buket bunga iris segar dan sekotak kue krim yang baru dipanggang akan muncul di depan pintu kami.Tidak ada nama, tetapi aku tahu dari siapa itu.Alex tidak pernah mencoba memaksa masuk, juga tidak menyuruh orang mengikutiku. Dia hanya menjaga jarak, mengawasi kami seperti bayangan.Lalu suatu hari, Mario mengetuk pintu dan menyerahkan sebuah berkas tebal kepadaku."Nyonya," kata Mario. "Bos memintaku untuk memberikan ini padamu."Aku membuka berkas itu. Itu adalah surat pengalihan semua aset Keluarga Riswaga.Dermaga, kasino, hotel, jalur perdagangan senjata …. Nama penerima manfaat tertulis sebagai Lukas dan aku.Selain aset, ada juga perintah yang menetapkan aturan keluarga baru.Ale

  • Iris Hitam Yang Terbakar   Bab 10

    Sudut Pandang Celia.Aku tidak membukakan pintu hari itu, dan tidak melihat Alex untuk waktu yang lama setelah itu.Rumor mengatakan bahwa perselisihan di dermaga timur milik keluarga membuatnya sangat sibuk.Lalu, suatu hari, aku menerima undangan.Pesta ulang tahun keempat Lukas akan menjadi acara termegah yang pernah diadakan Keluarga Riswaga dalam tiga tahun terakhir.Aku berdiri di depan cermin, menyesuaikan gaun hitam panjangku, sementara Erik duduk di sofa sambil melihat undangan itu."Alex telah mengundang seluruh kepala keluarga di Neroku ke pesta ulang tahun ini.""Tapi undanganmu adalah yang paling istimewa."Aku mengambil undangan itu darinya. Huruf-huruf berhiaskan emas bertuliskan: [Kehadiran Nona Amelia sangat diharapkan pada perayaan ulang tahun keempat Lukas Riswaga]."Aku tidak tahu apa yang dia rencanakan.""Sebuah akhir." Erik mengangkat bahu. "Dia sudah tahu siapa kau, dia juga sudah memiliki semua bukti melawan Lila.""Jadi, malam ini akan menjadi pertempuran tera

  • Iris Hitam Yang Terbakar   Bab 9

    Dalam rentang waktu tiga hari, Alex melepaskan badai yang tenang namun brutal di dalam Keluarga Riswaga.Anak buah Erik telah membantuku memasang alat penyadap di kediaman Riswaga.Setelah meninggalkan rumah sakit, aku mulai memantau setiap gerak-gerik Alex."Bos, kau harus melihat ini."Asisten pribadi Alex yang bernama Mario, memasuki ruang kerjanya sambil membawa setumpuk dokumen tebal.Alex sedang duduk di kursinya dengan segelas wiski di tangan. "Bicara.""Kami menemukan laporan tes DNA yang asli." Suara Mario bergetar."Ada di brankas pribadi Lila.""Apa?!"Alex langsung bangkit, gelas wiski jatuh dan hancur berkeping-keping di lantai marmer."Dan ini ...." Mario menyebar dokumen-dokumen itu di atas meja."Catatan transaksi Lila dengan Keluarga Rosano tiga tahun yang lalu.""Dia membocorkan rute pengiriman kita kepada mereka dengan imbalan delapan puluh miliar.""Ada juga foto-foto palsu dan kwitansi untuk menyewa paparazi."Wajah Alex menjadi pucat pasi.Tangannya gemetar saat m

  • Iris Hitam Yang Terbakar   Bab 8

    Alex adalah orang gila.Setelah malam di teras itu, pengejarannya menjadi tanpa henti, dan terasa menyesakkan.Setiap pagi, mawar hitam yang tak ternilai harganya akan datang untuk memenuhi galeriku.Perhiasan edisi terbatas, seluruh restoran dipesan hanya untukku, dia bahkan membeli setiap lukisan di pameranku."Nyonya, Tuan Alex datang lagi," kata pelayan itu dengan hati-hati. "Membawa bunga yang sama."Ini adalah hari kesepuluh berturut-turut.Dia mencoba mengisi kekosongan di hatinya dengan uang, dan mengklaim diriku di depan seluruh Neroku."Katakan padanya aku tidak ada."Aku berbalik dan berjalan menuju ruang ganti.Ada lelang penting hari ini.Erik akan menungguku di sana.Kami perlu membahas langkah selanjutnya.Tetapi saat aku melangkah keluar dari gedung apartemen, aku melihat Alex keluar dari mobil mewahnya."Amelia," panggilnya.Aku tidak berhenti."Sudah kubilang, menjauh dariku.""Kalau begitu, aku akan mengikutimu." Dia berkata sambil melangkah lebar untuk mengejarku. "

  • Iris Hitam Yang Terbakar   Bab 7

    Keesokan harinya, aku menerima undangan dari Lila. Dan, aku tidak merasa terkejut."Aku ingin mengundangmu untuk makan malam bersama.""Tuan Alex sangat terkesan padamu dan berharap bisa mengenalmu lebih dekat."Aku duduk di dekat jendela apartemen yang besar membentang dari lantai hingga ke langit-langit, menatap lampu-lampu dari kediaman Riswaga di kejauhan."Tentu saja." Aku terkekeh. "Aku merasa terhormat."Itu adalah jebakan, dan aku tahu itu.Malam itu, Alex duduk di ujung meja, sedang memutar anggur merah di gelasnya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Lila duduk di seberangnya, berperan seperti nyonya rumah sambil mengarahkan para pelayan."Nona Amelia, ini risoto makanan laut," kata Lila dengan senyum palsu. "Aku dengar kau menghabiskan banyak waktu di Italina, jadi aku harap ini cukup otentik untuk seleramu."Dia sedang mengujiku.Celia yang dulu sangat alergi terhadap makanan laut. Satu gigitan saja sudah cukup untuk membuatnya mengalami syok anafilaksis dan sesak napas.Aku

  • Iris Hitam Yang Terbakar   Bab 6

    Sudut Pandang Celia."Nona Amelia, suaramu … sangat khas."Di depan cermin rias, penata gaya dengan hati-hati merapikan kalung berlianku, ujung jarinya menyentuh bekas luka bakar yang mengerikan di sisi leherku.Aku menatap wanita di cermin itu.Celia telah menjadi abu dalam kebakaran tiga tahun lalu.Aku menyentuh bekas luka di leher itu. "Tenggorokanku rusak karena asap," kataku dengan suara serak.Malam ini adalah pameran seni modern terbesar di Kota Neroku, dan merupakan proyek besar lain yang telah aku kurasi."Karya ini, 'Burung dalam Sangkar' benar-benar menakjubkan." Seorang kolektor paruh baya berseru kagum di sampingku. "Seniman ini telah menangkap keputusasaan dengan sangat realistis.""Itu karena dia melukis dirinya sendiri.""Dia adalah burung dalam sangkar emas yang mengira sangkar itu adalah seluruh dunia.""Hanya ketika api membakar sangkar itu hingga rata dengan tanah, barulah dia menyadari betapa luasnya langit yang sebenarnya."Sang kolektor mengangguk penuh pemikira

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status