Share

Chapter 152

Penulis: Asayake
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-08 12:31:24

Semua orang yang tengah menanti terhenyak kaget mendengar jawaban Isela yang berlawanan dengan apa yang diharapkan.

Grasyon menutup mulutnya rapat-rapat, kakinya yang goyah mendekat ke ambang pintu, ingin berdiri di hadapan putrinya dan melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa ini tidak benar!

Dengan lembut Marizawa menarik Grayson agar menahan diri dan tidak mengganggu proses pemeriksaan yang masih berlangsung.

“Sama sekali tidak ada?” tanya sang dokter.

Sekali lagi Isela menggeleng dengan senyuman yang mulai hilang, dia sudah mencari-cari sesuatu yang bisa ditangkap, namun tidak ada yang sudi untuk hadir dalam penglihatannya.

“Tidak ada, semuanya gelap… sangat gelap,” bisiknya tertawa pilu.

Derec tertunduk, tangannya yang lemah dan renta itu mengusap Sanders, meminta Sanders untuk membawanya pergi menjauh. Derec bisa mati jika dia lebih banyak menyaksikan penderitaan cucunya.

Derec tidak sanggup..

Sanders menoleh dengan mata berkaca-kaca, menatap punggung kurus Isela yang mem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Nyesek banget..hiks..hiks..hiks..
goodnovel comment avatar
Elis Sulistianty
please jgn buta dong kasian isela
goodnovel comment avatar
Lussy Alyanii
aahh mba Author tegaa nih , buat aku jadi nangis deh bacanya aku greget deh sama Mba author hahahahaa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 204

    Dahlia mengenakan kacamata hitamnya sebelum memutuskan keluar dari mobil. Begitu dia muncul, ratusan lampu kamera langsung menyorot hingga mengharuskannya menggunakan pengawalan ketat dikiri kanan, menjadikannya pusat perhatian dan diserbu ratusan pertanyaan hingga membuat Dahlia kesulitan berjalan memasuki gedung pengadilan.Semua orang berlomba-lomba ingin tahu, bagaimana akhir dari rumah tangga sang bintang besar itu. Mereka semua juga bertanya, tentang pembungkaman besar-besaran setiap beritanya yang dihubungkan dengan Catelyna.Ditemani kuasa hukumnya, Dahlia memasuki gedung pengadilan dan berbicara dengan beberapa orang yang bertugas.Dahlia tidak berhenti melihat kepenjuru arah, jadwal proses persidangan pertamanya akan segera berlangsung kurang dari lima menit lagi. Namun, Dahlia tidak dapat melihat keberadaan suaminya yang paling dinanti dan ingin dia ajak bicara serius untuk menata kembali rumah tangga mereka yang telah berantakan.Ditengah penantiannya, akhirnya Dahlia meli

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 203

    Ditengah kekacauan yang kini sedang berlangsung, orang-orang berdiri merapatkan barisan agar apa yang kini sedang terjadi tidak menjadi tontonan.Grayson bergeser dengan hati-hati, dia meraih tangan Catelyna yang kembali jatuh ke aspal. Jarinya bergerak pelan tak merasakan ada denyut nadi di pergelangan tangannya.“Kita harus membawanya sekarang sebelum polisi datang,” bisik Nick mulai angkat bicara.Pelukan Isela menguat, dengan suara isakannya yang lemah dan pakaian ternodai darah segar Catelyna, gadis itu bangkit sekuat tenaga mengangkat tubuh Catelyna tanpa meminta bantuan siapapun, tanpa bicara apapun.Kakinya gemetar goyah, namun tekadnya yang begitu terus menatap ke depan membawa orang yang paling dalam hidupnya dalam pelukan.Isela tak sedekitpun melihat Grayson, tak bicara sepatah kata pun untuk meminta tolong pada ayahnya, mempertegas bahwa inilah kenyataannya yang terjadi. Isela hanya memiliki Catelyna.Semua orang yang ada disekitarnya tertunduk merasa bersalah.Grayson ba

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 202

    Kobaran api menyala, membumbung tinggi di bawah langit biru berhujan salju.Letupan senjata yang saling menyerang hilang ditelan keheningan.Catelyna, satu-satunya orang yang ditargetkan untuk dilenyapkan telah berhasil dilumpuhkan. Begitupun dengan Nick, orang yang harus dia lindungi kini telah gagal diselamatkan.Sudah tidak ada alasan untuk melanjutkan penyerangan...Para penembak yang bersembunyi, mengakhiri genjatannya karena tugasnya telah selesai, mereka mundur perlahan, meninggalkan Nick dalam keadaan tangannya tertembak, bersama Boris yang kini berdiri dalam kekalahan..Gagal menjaga Catelyna dari serangan pengeksekusian.Suara keributan itu telah sampai di telinga Grayson yang sudah lama berdiri di persimpangan jalan menantikan kedatangan Catelyna bersama Isela.Didorong oleh instingnya, Grayson langsung berlari mengejar asap hitam yang berjarak beberapa puluh meter dari keberadaannya.Dengan napas tersengal-sengal, mata Grayson bergerak melihat ke penjuru arah.Grayson mem

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 201

    Anak buah Nick bergegas membereskan Lilith yang kini tergeletak di tanah, mereka membawa wanita itu masuk ke dalam sedannya lagi yang kini harus ikut dibereskan dari tempat.“Beberapa menit lagi tukang derek akan sampai,” ucap Nick menepuk bahu salah satu anak buahnya yang ditugaskan untuk menunggu, membereskan Lilith ke tempat pembuangan seperti biasa.Nick kembali masuk ke dalam mobilnya, mengikuti perjalanan Isela yang sempat tertunda karena gangguan.Bersama Zudith, Isela diantar. Gadis itu tertunduk diam membisu, memandangi tangannya yang kini tidak berhenti gemetar hebat dan berkeringat dingin. Jantungnya berdebar begitu kencang tidak terkendali, tidak dapat mengidentifikasi apa yang kini sedang dia rasakan setelah menarik pelatuk untuk pertama kalinya dan membunuh seseorang.“Aku telah membunuh,” bisik Isela menggigil, kembali teringat suara letupan di telinga, teringat pemandangan mengerikan yang telah dibuat olehnya, melampiaskan seluruh amarah yang telah lama dia pendam.Apa

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 200

    Jach mengusap bibirnya dengan buku-buku jari, sepasang mata amber dibawah lebat bulu mata itu terpaku pada handponenya yang kini tidak bergerak sedikitpun di atas meja, menantikan kabar tentang apa yang kini sedang terjadi di luar sana. Jach tidak dapat muncul menunjukan diri, apalagi terlibat langsung dalam kepergian Catelyna yang sebentar lagi akan melarikan diri dari Neydish menuju pelabuhan. Perasaan Jach tidak tenang, dia ragu jika pekerjaan kali ini akan berhasil. Orang yang menjadi lawan Elisio adalah saudaranya sendiri, orang yang memiliki kekuatan sama, orang yang tahu kelemahan satu sama lainnya. Rasanya sangat janggal jika semalam Alexis mundur begitu saja saat di usir oleh Mante. Morgan Hemilton tidak protes meski dia tahu, kemungkinan Elisio berpihak pada Catelyna meski wanita itu telah membunuh ayah mereka. Tidak ada pertengkaran apapun.. Untuk orang-orang liar seperti paman dan bibinya, ini terlalu hening dan damai. Kecuali, mereka diam-diam bergerak dalam se

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 199

    Isela memaksakan diri untuk tetap tersenyum melihat mobil yang membawa Catelyna akhirnya telah bergerak cepat meninggalkannya lebih dulu. Dibawah cahaya pagi dan penglihatan yang masih pudar tak dapat menjangkau jauh. Mata Isela memicing dibalik kacamata yang dia kenakan, samar-samar dia melihat sebuah sedan merah yang terparkir di bawah pohon. Di dalam sedan itu, terdapat seorang perempuan berpenampilan glamour tengah menunggu dan bersiap untuk mengantar. Sedan itu akhirnya mendekat. “Isela!” teriakan suara yang familiar dipendengaran memanggil namanya, menuntun Isela untuk menoleh ke belakang, melihat siluet samar seseorang yang tengah berdiri dalam jarak lima puluh meter darinya. Isela tidak tahu, dia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang telah memanggilnya. Lilith menyeringai puas, menyaksikan kebutaan Isela yang semakin memudahkan dirinya menembak tanpa Isela tahu bahwa kini nyawanya sedang berada di detik-detik terakhirnya. Betapa beruntungnya Lilith, kini dia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status