Share

Tamu pagi

Author: iindwi_z
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-19 15:04:58

Setibanya di rumah, Samuel langsung mengangkat tubuhku dengan gaya bridal style. Mata kami saling bertemu, saling menunjukkan rasa cinta dan gairah yang membara. Tanganku melingkar erat di lehernya, meskipun aku tahu Samuel tidak akan pernah membiarkanku jatuh, aku tetap ingin merasa sedekat mungkin dengannya.

“Kali ini, kita mau main di mana?” goda Samuel sembari menatapku dengan tatapan lapar yang memabukkan.

Aku tidak langsung menjawab. Pikiranku sempat melayang membayangkan bagaimana rasany
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Tamu pagi

    Setibanya di rumah, Samuel langsung mengangkat tubuhku dengan gaya bridal style. Mata kami saling bertemu, saling menunjukkan rasa cinta dan gairah yang membara. Tanganku melingkar erat di lehernya, meskipun aku tahu Samuel tidak akan pernah membiarkanku jatuh, aku tetap ingin merasa sedekat mungkin dengannya.“Kali ini, kita mau main di mana?” goda Samuel sembari menatapku dengan tatapan lapar yang memabukkan.Aku tidak langsung menjawab. Pikiranku sempat melayang membayangkan bagaimana rasanya jika kami melakukannya di dalam kolam renang. Namun, aku segera menggeleng pelan, udara malam terlalu dingin dan itu tidak baik untuk kesehatan.“Kenapa?” tanya Samuel lagi, suaranya terdengar rendah dan serak.“Bagaimana kalau di ruang kerja? Aku ingin menikmatimu di ruang kerjamu, Samuel,” ujarku dengan nada menggoda.“Dengan senang hati, Sayang. Sekarang juga kita ke ruang kerja,” jawab Samuel mantap. Ia segera memutar langkah, beralih menuju ruang kerjanya alih-alih menuju kamar tidur kami

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Pusat perhatian

    Aku sempat mengira Samuel akan datang dengan kursi rodanya. Namun, ternyata aku salah besar. Samuel meninggalkan kursi roda itu, ia kini berdiri dengan begitu gagah dalam balutan setelan jas hitam yang memeluk tubuh atletisnya dengan sempurna.Aku yang sudah tampil menawan dengan gaun merah yang elegan, melangkah menghampirinya. Aku sangat yakin, malam ini bukan Bianca yang akan menjadi pusat perhatian, melainkan kami.Benar, kemunculan Samuel De Leon yang tiba-tiba—dengan tubuh sehat, tanpa cacat, dan jauh dari kesan monster—pasti akan mengguncang publik. Belum lagi ia menggandengku sebagai istrinya. Aku mengenakan gaun mahal dengan potongan seksi, lengkap dengan tas dan perhiasan eksklusif yang tidak akan dimiliki oleh siapapun selain aku.“Apakah kamu sudah siap? Seluruh mata dunia akan tertuju pada kita, Emelia,” tanya Samuel dengan suara rendah yang menggetarkan.Aku mengangguk mantap. Aku percaya semua akan baik-baik saja selama aku berada di sisi Samuel.Tiba-tiba, ia menarik t

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Undangan

    “Tuan, ada keluarga Nyonya datang berkunjung.”Aku baru saja sampai di meja makan bersama Samuel untuk sarapan. Namun, salah satu pengawal datang menghampiri dan memberitahu keberadaan orang tuaku di depan gerbang.Jantungku berdegup kencang, bukan karena rindu, melainkan karena rasa sesak yang kembali muncul. Kenapa? Bukankah seharusnya sudah tidak ada lagi hubungan keluarga denganku setelah aku menikah dengan Samuel? Tapi kenapa tiba-tiba mereka datang ke sini?Samuel tidak langsung menjawab. Ia justru mengalihkan pandangannya padaku, seolah menuntut jawaban atau sekadar ingin melihat bagaimana reaksiku menghadapi orang-orang dari masa laluku itu.“Aku tidak mau bertemu dengan mereka, Samuel. Aku sudah memutuskan hubungan dengan keluarga itu sejak aku memilih untuk menikah denganmu,” ujarku tegas. Aku tidak ingin lagi kembali ke masa-masa saat aku dianggap tidak ada.“Ini baru istriku. Istri Samuel harus punya kepribadian yang kuat,” sahut Samuel dengan nada bangga.Sepertinya ia pu

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Tawananku

    ​Aku tidak tahu ke mana Samuel pergi. Suamiku itu hanya berpesan bahwa ia akan pergi dan baru kembali nanti malam. Ia memberiku kebebasan untuk melakukan apa saja, asalkan aku tetap berada di dalam rumah. Samuel benar-benar tidak mengizinkanku menginjakkan kaki ke luar tanpa pengawasannya.​Karena mulai merasa bosan, aku kembali ke kamarku untuk mengambil ponsel. Sebenarnya aku ragu akan ada yang menghubungiku, mengingat aku tidak memiliki teman, apalagi keluarga yang peduli.​Benar, sekarang aku hanya punya Samuel. Keluargaku sejak dulu tidak pernah menganggapku ada. Namun, aku tidak peduli, toh, aku sudah lepas dari mereka. Tak disangka, sebuah notifikasi pesan masuk dari Bianca. Adikku itu seolah tak punya lelah mengejekku. Kali ini, ia memamerkan foto dirinya yang sedang bermesraan dengan laki-laki yang dulu sempat kusukai.​Bianca: Hai, Kakakku sayang, sedang apa? Apa kamu sibuk merawat suami lumpuhmu itu? Kasihan sekali, hidupmu tidak pernah bahagia. Kamu memang lebih cocok jadi

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Jadi semua karena itu?

    Di bawah kucuran air, Samuel masih memelukku dengan erat. Ia menghujani punggungku dengan kecupan, sementara jemarinya meremas lembut dadaku, seolah sedang memuja setiap jengkal tubuhku."Ah, Samuel …." Aku melenguh, nyaris tak sanggup menahan sensasi yang ia berikan. Rasa lapar yang tadi sempat menyiksa kini telah meluap, menguap menjadi kabut gairah yang memenuhi rongga dada. Aku menginginkannya lebih, aku membutuhkan Samuel untuk membantuku mencapai puncak sekali lagi."Yes, baby …," bisik Samuel tepat di telingaku, suaranya rendah dan serak, mengirimkan getaran halus ke sekujur tubuhku.Perlahan, Samuel membimbingku untuk berbalik dan menumpu pada dinding. Aku menuruti arahannya, jemariku mencengkeram dinding kamar mandi yang dingin sebagai tumpuan.Aku menjerit pelan saat merasakan kejantanannya merangsek masuk dari belakang. Ada rasa sesak yang sempat singgah, namun rasa itu segera berganti dengan kenikmatan yang memabukkan saat Samuel mulai menghentakkan pinggulnya dalam ritme y

  • Istri Dadakan CEO Lumpuh    Samuel kamu?

    Aku begitu terkejut saat tiba-tiba Samuel mengambil alih kendali. Padahal sebelumnya aku begitu aktif di atas tubuhnya, bermain dengan dadanya, dan menciumi seluruh lehernya. Namun, dengan satu gerakan tangkas yang tak terduga, Samuel menggulingkan tubuhku, membuatku langsung terbaring di bawah kuasanya.​“Samuel, kamu?” tanyaku dengan nada heran yang tertahan. Jantungku berpacu hebat, bukan hanya karena gairah, tapi karena fakta yang kulihat, Samuel bisa menggerakkan tubuhnya dengan begitu lincah, padahal yang aku tahu ia tidak bisa menggerakkan kakinya.​Bukannya menjawab, Samuel malah langsung mendekatkan wajahnya. Ia membungkam bibirku dengan ciuman yang rakus dan penuh tuntutan. Tangan besarnya meremas dadaku dengan lembut, namun tegas, membuatku semakin mendambakan sentuhannya lebih dalam lagi.​Samuel melepaskan tautan bibir kami, lalu perlahan ciumannya turun ke bawah. Ia menyesap seluruh leherku, turun ke area dadaku, dan mulai menghisap ujung putingku dengan intensitas yang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status