Share

Bab 26. Kebencian

Author: Laut
last update publish date: 2026-08-27 21:00:30

‘Sial! Siapa ini?’

Perlahan Felicia memalingkan wajahnya.

Degh!

Finno tersenyum lebar. “Ayo Honey, kita masuk. Kamu pasti perlu sesuatu di dalam sana.”

Felicia menepis keras rangkulan Finno.

“Siapa sudi jalan bareng laki macem kamu! Apa kamu lupa? Gimana kamu memperlakukan aku yang cari-cari kamu setiap hari?” desis Felicia dengan penuh kebencian.

Finno hanya mengangkat sedikit bahunya.

“Ah, itu kan masa lalu, Sayang. Kita bisa perbaiki lagi sekarang. Aku masih mencintaimu. Ayolah, nggak u
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 76. Tugas Menumpuk di Meja Kerja

    “Apa yang salah dari kontrak ini, ya? Kenapa aku ragu?” Felicia turun dari kursi dan berjalan ke beranda mencari angin segar. Atas izin Barney dia bisa membawanya pulang. Namun, dibuka dan dipelajari sebanyak apapun, proposal itu terlihat normal. “Pasti ada sesuatu yang tersembunyi di sana.” Felicia menatap ke luar jendela.“Sangat janggal, lima puluhan proyek harus dikerjakan dalam dua minggu. Sangat tak masuk akal, dalam waktu bersamaan pula, seperti dibuat dengan sengaja,” omel Felicia.“Apa yang membuat sangat janggal? Lumrah untuk skala perusahaan besar,” jawab Barney.Felicia diam. Secara logika semua memang terkesan masuk akal. Namun tetap saja dia merasa gelisah.Dua hari kemudian, ketegangan di dalam kantor Mom’s Creative kini bisa dirasakan oleh para karyawannya.Sejak kontrak dengan Zumbria Agencia resmi berjalan, ritme kerja agensi kreatif tersebut mendadak berubah menjadi sangat agresif dan melelahkan. “Bisa kurus mendadak aku kalau gini caranya. Tanpa diet tanpa obat

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 75. Ketegangan di Ruang Pertemuan

    Wanita cantik itu seketika menghentikan senyumnya. Dia menatap Felicia dalam-dalam. Semua mata memandang ke arah Felicia. “Apa bisa saya periksa berkasnya?” tanyanya. Barney berdiri. “Apa maksudmu?”“Maaf, Pak ada sedikit hal yang saya kurang jelas dan ingin melihatnya langsung,” jawab Felicia.“Bisa, tapi saya minta maaf sebelumnya, waktu saya tidak banyak. Kurang dari satu jam dari sekarang, saya sudah harus tiba di bandara,” jawab wanita tadi. Semua orang memasang muka masam dan saling berbisik. Terutama Sophia yang juga hadir di sana sebagai perwakilan dari Tim Dua. “Apa yang kamu kurang jelas, apa kamu tidak mendengarkan tadi?” gerutunya dengan suara yang sengaja dikeraskan. Felicia melirik Sophia, tatapannya tajam. Sophia melengos dan mencibir. “Apalagi, Fel?” tanya Barney, dia bertanya dengan nada tak suka. Ini ruang pertemuan dia berdiri sebagai Jack.“Apa Anda tidak membaca dengan teliti tadi. Jelas-jelas waktu yang diberikan terlalu mepet, tapi Anda tidak memedulikann

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 74. Wanita Cantik dan Proposal Kerjasama

    "Hari ini aku harus tampil maksimal. Hahaha.” Angelina mematut diri di kaca. Melihat lagi rambut dan make up di wajahnya. Tak lama kemudian dia sudah dalam perjalanan menuju sebuah resto mewah dalam sebuah hotel bintang lima.Sore kemarin, dia sudah membuat janji temu dengan Jeff Agrio, orang dari Zumbria Agencia yang akan memuluskan rencananya. Angelina dan Jeff duduk santai di pojok yang sedikit terlindung pot bunga yang ada di sana.“Kerjasama eksklusif pengadaan jasa iklan berskala masif ini,akan dirancang sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah Zumbria Agencia sedang mencari mitra Mom’s Creative untuk merajai pasar digital kuartal depan,” jelasnya.Jeff Agrio memperhatikan dengan cermat. Iming-iming ratusan juta coolar, dan bayangan akan menyita perusahaan besar itu membuatnya mengikuti keinginan wanita di depannya ini..“Semua angka di draf awal ini sudah disesuaikan dengan kapasitas produksi maksimal mereka, Mr. Jeff,” ujar Angelina.Dia menggeser tabletnya ke hadapan Jeff

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 73. Umpan Beracun.

    Di terminal pinggiran kota, sebelum Barney mengantar Felicia pulang, ponselnya berdenting nyaring. Dengan cekatan pria itu membaca pesan yang tertulis di layar ponselnya.“Maaf, Fel. Kakek minta kamu ikut ke rumah sekarang,” kata Barney dengan mata berbinar.Selama ini, Felicia selalu mencari alasan untuk tidak datang ke tempat Barney. Dia terlalu silau dengan kemewahan yang ada di sana. Membuat dirinya semakin merasa kerdil.“Aku?” Matanya membelalak sambil menunjuk dirinya sendiri.“Iya, mau yang mana lagi?” jawab Barney.Felicia menggeleng. “No, no, no. Aku pulang saja. Sampaikan salam sama Kakek,” jawabnya cepat. Barney berputar, berjalan mendekat ke arah Felicia.“Ayolah, Fel. Sekali ini, ya. Kalau bukan hal penting, Kakek hanya menanyakan kabarmu aja,” kata Barney berusaha merayu Felicia. Wanita cantik berambut pendek itu tampak berpikir sebentar. “Hm! Oke lah. Aku ikut,” jawabnya dengan suara bergetar. “Yes!” seru Barney senang. Dia segera membukakan pintu untuk Felicia

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 72. Amarah di Koridor Kantor.

    Begitu Angelina keluar dari kafe, Sophia segera mencari kendaraan untuk balik ke kantor.Langkah kakinya terdengar begitu terburu-buru saat melewati pintu kaca otomatis. ‘O–oh akhirnya nyampe juga aku. Sial! Masih gemeteran juga kakiku,’ omelnya dalam hati.Rambutnya yang biasanya tersisik rapi, agak sedikit berantakan tertiup angin sore. Napasnya agak memburu, berusaha mengatur ritme jantungnya setelah sembunyi-sembunyi ketemu dengan AngelinaDi tangannya, seberkas map kosong dipegang erat-erat, sebuah properti sandiwara yang sudah siapkan sejak pagi agar semua orang percaya bahwa dia baru saja menemui klien penting.‘Oh itu dia, dari mana barusan?’ batin Felicia yang tak sengaja melihatnya dari pintu ruang arsip.Skenario yang Sophia siapkan sama sekali tidak mempan bagi Felicia.Begitu Sophia melintas di koridor utama menuju ruang kerjanya, Felicia langsung menghadang jalan wanita itu. Langkah mereka terhenti tepat di depan pintu ruangan Tim Dua."Dari mana kamu, Sophia?" tanya

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 71. Suara yang Diabaikan.

    Dia kembali ke ruangannya. Sedangkan otaknya terus mencatat seluruh urutan kejadian itu di dalam ingatannya dengan saksama. Ketika melihat Sophia bersandar di kursinya dengan raut wajah yang tampak lega sekaligus puas, Felicia menjadi sedikit ragu. ‘Apa benar yang aku lihat? Apa isi flashdisk hitam itu?’ Felicia menarik napas dalam-dalam sambil berjalan cepat kembali ke mejanya sendiri.Jemari Felicia mengetik dengan sangat cepat pada layar ponselnya.‘Barn, sepertinya kita harus bicara, ada hal penting yang ingin aku sampaikan.’Tak lama berselang sebuah balasan masuk dalam berandanya. ‘Ada apa?’‘Sepertinya aku baru saja melihat Sophia menyalin sesuatu dari peladen kantor.’Sambil menunggu balasan, Felicia menatap ke arah koridor luar. Berpikir dan mengingat-ingat kembali. Dia tak mau asal tuduh.Ponsel di genggaman Felicia kembali bergetar pelan, menampilkan pesan singkat baru dari sang pemilik perusahaan.‘Masuk ke ruanganku sekarang. Jangan lewat lorong utama.’ Felicia segera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status