Home / Romansa / Istri Galak Sang Presdir / Bab 27. Sebuah Kejujuran.

Share

Bab 27. Sebuah Kejujuran.

Author: Laut
last update publish date: 2026-08-28 18:51:11

Angin malam menerobos masuk melalui celah-celah ventilasi. Felicia duduk mematung di hadapan Barney yang sabar menunggu.

Merasa kurang nyaman, Barney pindah ke sebelah Felicia. Dia membukakan kotak makanan ayam goreng dan kentang untuknya. “Makanlah dulu, Fel! Kamu pasti lapar.”

“Makasih,” jawaban pendek keluar dari mulut Felicia.

Mereka berdua makan dalam diam.

“Dia itu Finno, mantan pacar aku. Pa …,” Felicia ragu untuk melanjutkan perkataannya.

Barney mengangguk, pikirannya sudah bisa mend
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 78. Tindakan Tegas Sang Presdir.

    Suasana kantor menjadi lebih tegang, ketika saat sore menjelang pulang beberapa orang penting lainnya datang ke kantor. “Ms. Carlota dan Felicia di harap datang ke ruang pertemuan sekarang!” Suara pengeras suara di pojok ruangan terdengar keras.Saat karyawan lain sibuk menyelesaikan proyek bertumpuk, dua orang wanita itu berjalan cepat menuju tempat yang disebutkan. Begitu pintu dibuka, hawa ketegangan langsung menyergap mereka. “Silakan duduk, Ms. Carlota, Felicia, kami akan membicarakan hal penting yang mendesak,” kata Barney. Dengan singkat dan jelas, Mr. Barney menjelaskan situasi perusahaan saat ini. “Tim IT kita juga sudah menemukan kebocoran laporan keuangan dan vendor kita,” tambah Barney.Ms. Carlota meremas ujung kemejanya dengan tangan berkeringat yang sebelumnya berkali-kali menghapus keringat di balik kacamata bundar yang terpasang di wajahnya.Felicia ikut merasakan jantungnya yang berpacu. Semua makan waktu. Terlambat semenit saja, semuanya akan hilang. “K–kok bi

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 77. Rahasia yang Terbuka.

    “Ini gila! Padahal nilai klausul penaltinya kan standar seperti yang kubaca saat rapat waktu itu, kenapa bisa jadi seperti ini?” gumam Barney tak percaya.Felicia menarik laptop dan ikut membacanya.Hmm! Dia menarik napas panjang.“Yang tertulis di draft fisik dan kamu tanda tangani dengan pena memang sengaja mereka tunjukkan untuk membutakan kamu, Barn!” kata Felicia. Barney mempelajari lagi dan dia menemukan sesuatu.Dia melihat klausul rujukan digital ini.Ternyata ada pasal kecil yang menyatakan Mom's Creative wajib tunduk pada aturan platform di tautan pelengkap mereka. Begitu berkas fisik itu sah, dokumen digital di peladen server mereka ini otomatis mengikat secara hukumBarney memegang pelipisnya. Urat-urat lehernya sudah membentuk guratan seperti cacing tanah yang siap keluar dari tubuhnya.Dia berdiri menuju ke meja dan menekan interkom.“Panggilkan Mr Romero Grive sekarang juga!” katanya dengan nada tinggi dan sentakan kasar. Barney kembali duduk.Jari Felicia menunju

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 76. Tugas Menumpuk di Meja Kerja

    “Apa yang salah dari kontrak ini, ya? Kenapa aku ragu?” Felicia turun dari kursi dan berjalan ke beranda mencari angin segar. Atas izin Barney dia bisa membawanya pulang. Namun, dibuka dan dipelajari sebanyak apapun, proposal itu terlihat normal. “Pasti ada sesuatu yang tersembunyi di sana.” Felicia menatap ke luar jendela.“Sangat janggal, lima puluhan proyek harus dikerjakan dalam dua minggu. Sangat tak masuk akal, dalam waktu bersamaan pula, seperti dibuat dengan sengaja,” omel Felicia.“Apa yang membuat sangat janggal? Lumrah untuk skala perusahaan besar,” jawab Barney.Felicia diam. Secara logika semua memang terkesan masuk akal. Namun tetap saja dia merasa gelisah.Dua hari kemudian, ketegangan di dalam kantor Mom’s Creative kini bisa dirasakan oleh para karyawannya.Sejak kontrak dengan Zumbria Agencia resmi berjalan, ritme kerja agensi kreatif tersebut mendadak berubah menjadi sangat agresif dan melelahkan. “Bisa kurus mendadak aku kalau gini caranya. Tanpa diet tanpa obat

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 75. Ketegangan di Ruang Pertemuan

    Wanita cantik itu seketika menghentikan senyumnya. Dia menatap Felicia dalam-dalam. Semua mata memandang ke arah Felicia. “Apa bisa saya periksa berkasnya?” tanyanya. Barney berdiri. “Apa maksudmu?”“Maaf, Pak ada sedikit hal yang saya kurang jelas dan ingin melihatnya langsung,” jawab Felicia.“Bisa, tapi saya minta maaf sebelumnya, waktu saya tidak banyak. Kurang dari satu jam dari sekarang, saya sudah harus tiba di bandara,” jawab wanita tadi. Semua orang memasang muka masam dan saling berbisik. Terutama Sophia yang juga hadir di sana sebagai perwakilan dari Tim Dua. “Apa yang kamu kurang jelas, apa kamu tidak mendengarkan tadi?” gerutunya dengan suara yang sengaja dikeraskan. Felicia melirik Sophia, tatapannya tajam. Sophia melengos dan mencibir. “Apalagi, Fel?” tanya Barney, dia bertanya dengan nada tak suka. Ini ruang pertemuan dia berdiri sebagai Jack.“Apa Anda tidak membaca dengan teliti tadi. Jelas-jelas waktu yang diberikan terlalu mepet, tapi Anda tidak memedulikann

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 74. Wanita Cantik dan Proposal Kerjasama

    "Hari ini aku harus tampil maksimal. Hahaha.” Angelina mematut diri di kaca. Melihat lagi rambut dan make up di wajahnya. Tak lama kemudian dia sudah dalam perjalanan menuju sebuah resto mewah dalam sebuah hotel bintang lima.Sore kemarin, dia sudah membuat janji temu dengan Jeff Agrio, orang dari Zumbria Agencia yang akan memuluskan rencananya. Angelina dan Jeff duduk santai di pojok yang sedikit terlindung pot bunga yang ada di sana.“Kerjasama eksklusif pengadaan jasa iklan berskala masif ini,akan dirancang sedemikian rupa agar terlihat seolah-olah Zumbria Agencia sedang mencari mitra Mom’s Creative untuk merajai pasar digital kuartal depan,” jelasnya.Jeff Agrio memperhatikan dengan cermat. Iming-iming ratusan juta coolar, dan bayangan akan menyita perusahaan besar itu membuatnya mengikuti keinginan wanita di depannya ini..“Semua angka di draf awal ini sudah disesuaikan dengan kapasitas produksi maksimal mereka, Mr. Jeff,” ujar Angelina.Dia menggeser tabletnya ke hadapan Jeff

  • Istri Galak Sang Presdir   Bab 73. Umpan Beracun.

    Di terminal pinggiran kota, sebelum Barney mengantar Felicia pulang, ponselnya berdenting nyaring. Dengan cekatan pria itu membaca pesan yang tertulis di layar ponselnya.“Maaf, Fel. Kakek minta kamu ikut ke rumah sekarang,” kata Barney dengan mata berbinar.Selama ini, Felicia selalu mencari alasan untuk tidak datang ke tempat Barney. Dia terlalu silau dengan kemewahan yang ada di sana. Membuat dirinya semakin merasa kerdil.“Aku?” Matanya membelalak sambil menunjuk dirinya sendiri.“Iya, mau yang mana lagi?” jawab Barney.Felicia menggeleng. “No, no, no. Aku pulang saja. Sampaikan salam sama Kakek,” jawabnya cepat. Barney berputar, berjalan mendekat ke arah Felicia.“Ayolah, Fel. Sekali ini, ya. Kalau bukan hal penting, Kakek hanya menanyakan kabarmu aja,” kata Barney berusaha merayu Felicia. Wanita cantik berambut pendek itu tampak berpikir sebentar. “Hm! Oke lah. Aku ikut,” jawabnya dengan suara bergetar. “Yes!” seru Barney senang. Dia segera membukakan pintu untuk Felicia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status