Share

Bab 10. Ego atau Cinta?

Author: Andrea_Wu
last update Last Updated: 2025-11-21 11:27:29

Baru saja Alaric melangkahkan kaki masuk ke lobi kantor, suasana langsung berubah suram. Beberapa karyawan yang tengah berlalu lalang langsung berhenti ketika melihat aura menyeramkan dari wajah sang bos.

Sampai tiba-tiba, suara benda terjatuh mengalihkan atensi mereka semua.

Bruk!

Alaric tanpa sengaja menabrak salah satu karyawan yang lewat sambil membawa map tebal. Map itu terjatuh, bertebaran di lantai. Si karyawan langsung membungkuk panik, ketika raut sang CEO terlihat mengerikan.

"M-maaf, Presdir. Saya tidak me—"

"Buka matamu kalau berjalan!" bentak Alaric dengan nada tinggi.

Pria itu mengangkat kepala dengan wajah tegang, tetapi Alaric sudah melangkah maju, menarik kerah karyawan tersebut dengan satu tangan.

"Apa kalian semua buta? Atau kalian pikir aku punya waktu meladeni kebodohan seperti ini pagi-pagi!"

Beberapa karyawan lain langsung saling pandang, ragu untuk mendekat.

Saat itulah Dean muncul dari arah lift. Pria itu langsung berlari, dan mencoba menepi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi   Bab 20

    Aruna kembali ke apartemen setelah menemani Leonard mengerjakan tugas sekolah. Bocah itu tidak tahu bahwa ibunya sudah menikah dan berganti marga menjadi Smith. Yang ia tahu hanya bahwa ibunya tinggal di asrama kepolisian, dan ia tidak bisa tinggal bersama Aruna. Entah sampai kapan Aruna harus terus berbohong pada putranya. Ia merebahkan tubuh di atas kasur, kelelahan. Kasus yang ia tangani semakin banyak, tingkat kriminalitas makin meningkat sehingga ia sering pulang larut.Dia menatap sebentar pada ponselnya, beberapa chat dari rekan kerjanya. Lalu laporan kasus yang dikirim oleh sersan Jongh melalui pesat chat, juga pesan dari Sota yany mengucapkan terimakasih karena sudah diantar untuk menemukan apartemen yang akan dia tinggali selama bekerja di rumah sakit pusat kota Shane."Ingin mandi, tapi badanku lelah. Tidur sebentar saja, baru setelah itu aku mandi," gumamnya. Belum sempat matanya terpejam, suara gedebuk keras mengguncang pintu kamar. Seseorang membanting benda itu. Ar

  • Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi   Bab 19

    Aruna sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya. Selain untuk menghindari suaminya, hari ini ada sebuah kasus yang mengharuskannya datang langsung ke TKP. Sesampainya di lokasi, Aruna langsung disambut oleh Sersan Jongh bersama dua rekan lainnya, Letnan Edward dan Sersan Jo. "Diperkirakan korban mengakhiri hidupnya sendiri, Komandan," lapor Letnan Edward yang sejak tadi meneliti tubuh korban. Korban adalah seorang wanita pekerja kantoran yang diduga mengalami stres berat akibat terlilit hutang pinjaman online. "Kamu yakin, Letnan?" Letnan Edward mengangguk pelan. Aruna mendekati mayat yang sudah ditutupi kain putih, setelah proses identifikasi selesai. "Lakukan autopsi. Laporannya serahkan langsung padaku. Ambil semua barang bukti, termasuk ponsel korban. Kita kembali ke markas," ujarnya tegas. Semua anak buahnya memberi hormat, lalu membawa jenazah menuju ambulans untuk dibawa ke rumah sakit. Sementara Aruna mas8h diam di sana, menatap sosok si ibu korban yang te

  • Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi   Bab 18.

    Aruna bangun lebih dulu. Aktivitasnya berjalan seperti biasa—bangun tidur dan membuat sarapan. Kali ini lebih banyak dari biasanya karena dia akan mengantar makanan itu untuk Leonard yang tinggal bersama orang tuanya. Selama ini dia berbohong pada Leonard bahwa dia tinggal di asrama polisi, agar bocah itu tidak banyak bertanya. Belum saatnya Leonard tahu siapa ayah kandungnya. "Akhirnya selesai juga. Leon pasti suka," gumamnya lirih, lalu memasukkan kotak bekal itu ke dalam tas kecil. Tak lama kemudian, dia mendengar suara langkah kaki dari arah kamar. Ketika menoleh, sosok suaminya sudah berjalan ke arah meja makan dengan pakaian formal yang membuatnya berkali lipat lebih tampan. Namun Aruna tak mau menjerit heboh layaknya sasaeng fans. Dia hanya menatapnya datar dari arah dapur, sebelum Alaric ikut menatapnya. "Kenapa melihatku seperti itu? Jatuh cinta kau padaku?" ujar Alaric, namun kemudian dia menatap Aruna lagi dengan bibir mencibir. "Jangan harap. Kau sudah berbohong pada

  • Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi   Bab 17.

    Malam itu, Aruna tak mampu memejamkan kedua bola matanya. Sialan sekali, penyamarannya harus terbongkar di saat yang paling tidak tepat. Namun dia berusaha cuek. Wajahnya sudah banyak berubah sejak sepuluh tahun lalu. Lagi pula, pertemuan mereka hanya sekali, dan Alaric mabuk parah malam itu. Tipis rasanya kemungkinan laki-laki itu bisa mengenalinya. Tapi jika memang Alaric benar-benar mengenalinya… dia tak punya pilihan selain mengaku bahwa benih di rahimnya dulu telah tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang tampan. Lagipula, itulah tujuan awalnya menikah dengan Alaric—memberikan Leonard status di keluarga Smith. Tapi di balik itu semua, niat terdalam Aruna sebenarnya sederhana, dia ingin Alaric mencintainya, menerima Leonard apa adanya. Namun jika keadaan sudah seperti ini… dia akan memperjuangkan status putranya dengan cara apa pun. "Jika dia tidak mau menerimanya… aku tetap akan memperjuangkan Leonard," gumamnya pelan sebelum memaksa matanya terpejam. Sementara it

  • Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi   Bab 16.

    Alaric kembali ke rumah, dan mendapati sesok istrinya itu duduk dengan ponsel di tangannya. Seketika emosinya meledak, dan membanting pintu dengan kasar, lalu melempar jas mahalnya ke wajah Aruna. Membuat wanita itu tersentak dan refleks mendongak. "Bisa tidak, belajar sopan santun?" "Mengahdapimu tidak perlu sopan santun. Kamu pikir kamu siapa, hanya wanita benalu yang numpang hidup di rumahku." Aruna mendecih, dia mengantongi ponselnya kembali, mengambil jas Alaric, lalu melemparnya kembali ke wajah suaminya. Masa bodoh dengan sopan santun toh Alaric yang memulainya duluan. "Kau!" Alaric menunjuknya tepat di wajah Aruna, begitu jas itu jatuh menimpa mukanya sendiri. "Aku lelah, jangan mengajakku berdebat. Kenapa pulang-pulang kau harus marah? Selingkuhanmu memutuskanmu?" Aruna berusaha menutupi rasa sakitnya, dengan wajah datar khas miliknya. "Selingkuh? Aku menikah denganmu juga atas paksaan ayahku. Jadi, jangan kau sebut Luna itu selingkuhanku. Lalu kamu sendiri apa?"

  • Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi   Bab 15.

    Dean menghela napas panjang melihat tingkah atasannya—sekaligus sahabatnya— yang uring-urimgan sejak pagi. Yah, ini memang bukan pemandangan aneh bagi Dean. Sejak menikah, emosi Alaric memang tak bisa terkontrol. Akibatnya, para karyawan jadi terkena imbasnya. Dengan lelah, Dean memijat pangkal hidungnya. Saat ini ia berada di ruang presdir, mencoba berbicara dengan pria arogan yang tengah menelungkupkan kepala di atas meja kerjanya. "Jadi, apa yang terjadi denganmu, Pak?" Alaric hanya melirik sekilas, tatapannya malas dan terkesan dingin. "Kau tidak perlu tahu." Dean mendengus. Keras kepala, seperti biasa, batinnya berkata. Namun, hal itu lumrah. Jika tersenyum lebar, bukan Alaric namanya. "Setiap hari selalu begitu. Kali ini apa lagi, kau melihat istrimu kencan dengan pria lain, dan kau cemburu?" BRAK! Sebuah majalah melayang ke arahnya. Untung Dean masih cukup gesit untuk menghindar, kalau tidak, wajah tampannya pasti sudah membiru karena ulah Alaric. "Jangan bicarakan di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status