Share

29. Malaikat Maut?

"Berhenti!"

Steven memberikan titah pada Zang untuk menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah rumah makan sederhana. Steven memasukkan benda pipih ke dalam saku. Kepalanya menoleh ke samping. Ia

menajamkan indera penglihatannya pada seorang wanita cantik yang tengah makan lalapan ditemani dua orang maid.

"Zang, apakah dia malaikatku?" tanya Steven memastikan.

Zang ikut menoleh. Ikut memperhatikan seseorang di sana. Satu alisnya terangkat ke atas. "Malaikat?" gumamnya.

"Dia bukan malaikatmu, dia Nami, istrimu."

Steven melempar pandang pada Zang. "Istriku malaikatku juga Zang!" ucapnya sedikit ketus..

Zang pun menjawab. "Bukan, malaikatmu itu bernama maut. Apakah kau ingin bertemu malaikat maut? Kalau iya, aku tabrakan mobil ini ke truk yang sedang melaju kencang itu, Steven," tawar Zang membuat bulu kuduk Steven merinding.

"Sialan kau Zang!" Steven mengumpat. Pria itu keluar dari mobil. Menutupnya dengan kasar sembari berkata, "kau saja yang mati!"

Zang tertawa kecil mendengar kekesa
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status