Share

Anak Siapa?

Author: Mom Three
last update publish date: 2026-06-19 00:37:25

“Anak siapa di rahimmu, Ayu?”

Dada Ayu langsung mencelos. Matanya melotot tajam dari sebelumnya.

Lalu Ayu tertawa pendek. Sambil menatap Kael dengan wajah bingungnya.

“Kamu bilang ini anak siapa?”

Ayu berjalan beberapa langkah. Hingga mengikis jarak di antara mereka berdua. Nuna mundur. Perdebatan antara Kael dan Ayu menjadi hadiah di hari pernikahannya itu.

“Apa maksud ucapanmu, Mas Kael?”

Salah satu sudutnya terangkat.

“Apa selama ini, kamu pikir aku wanita murahan? Yang mau celup sana celup sini? ”

“Tidak!” ucap Ayu dengan lantang. Jari telunjuknya lurus.

“Aku bukan wanita murahan seperti istri keduamu itu, Mas.”

Tangan Ayu lurus, menunjukkan ke arah Nuna.

“STOP! Hentikan tuduhanmu pada istri keduaku, Ayu.”

Menyebut Nuna dengan istri kedua saja sudah sakit hati dibuatnya. Apalagi jika harus berbagi ranjang.

“Terus saja kamu membelanya. Kamu yang menikah lagi, tapi aku yang kau curigai selingkuh. Kamu aneh, Mas.”

Nuna menundukkan pandangannya. Ia nerasa bersalah dalam posisi ini. Seandainya waktu bisa diputar lagi, mungkin Nuna akan kabur dari pernikahan itu.

“Yang jadi masalah itu aku dan kamu, Ayu! Jangan pernah bawa-bawa Nuna lagi. Dia nggak tahu apa-apa."

Suara Kael begitu lantang memecah keheningan malam itu. Malam pertama, malam yang sakral seharusnya. Justru awal mula kehancuran. Nuna masih berdiri di ruang itu.

Sesak di dada Ayu terus ia rasakan. Ia merasa jika sejak tadi Kael terus membela madunya.

“Bela dia terus, Mas. Kamu lupa? Aku yang membersamai kamu selama beberapa tahun ini. Aku yang membawa kamu sampai sukses di puncak ini. Setelah kamu berhasil, kamu ingin menyingkirkan aku?”

Kael mengehela nafas kasar.

“Dasar wanita munafik,” batin Kael. Wajahnya merah padam.

”Mau sampai kapan kamu membohongiku, Ayu?” imbuhnya dalam hati.

Rahasia itu hanya Kael dan asisten pribadinya yang tahu. Beberapa bulan ini diam-diam Kael menerima laporan tentang kedekatan istrinya dengan Sandi, salah satu rekan bisnisnya. Ia mencoba mengumpulkan bukti yang konkret.

“Ayu,” suara Kael terjeda beberapa detik. “Sebelum kamu menyesal, aku peringatkan padamu.”

Keduannya saling menatap dalam-dalam.

“Jangan pernah usik kehidupan Nuna.”

“Dan soal bayi itu, aku akan menunggunya sampai dia lahir. Jika terbukti dia bukan anakku, aku tak segan mengeluarkanmu dari sini.”

Tubuh Ayu tumbang. Ayu terhuyung, tubuhnya begitu lemah.

Brak!

“Ayu...”

“Mba Ayu?”

Wajah Nuna panik. Namun ia tidak bisa berusaha banyak. Ia melihat Kael begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya yang tengah hamil.

Kael langsung mengangkat tubuh Ayu. Ia membawa ke dalam kamar pribadinya dan memanggil dokter untuk memeriksa.

Beberapa menit kemudian ....

Kael sudah ada di kamarnya. Ia masih setia menunggu Ayu hingga perempuan itu mulai menggerakkan jari-jarinya perlahan.

“Mas?” suara Ayu terdengar masih lemah.

Kael langsung bangun. Memastikan keadaan Ayu baik-baik saja.

“Kamu sudah sadar, Ayu?”

Ayu masih terlihat begitu pucat. Ia hanya membalasnya dengan anggukkan kecil. Wajahnya berpaling. Ia sama sekali tak sudi menatap wajah Kael malam ini.

“Temui saja istri keduamu. Aku sudah menggagu malam pertama kalian,” ucap Ayu.

Tangan ayu terangkat. Mencoba menghapus jejak air matanya.

Sebenarnya Kael masih marah padanya. Namun iya tak sampai hati untuk meninggalkan Ayu sendiri di kamarnya.

“Dia sudah tidur,” balasnya. “Nuna pasti bisa mengerti.”

Ayu memejamkan matanya. Butiran bening itu kembali jatuh di sudut matanya.

“Dia masih saja membela gadis murahan itu,” batinnya.

Malam itu berjalan begitu saja. Membiarkan perasaan itu semakin liar.

“Aku ingin sendiri, Mas. Kamu bisa pergi dari sini.”

Kael tak bersuara. Ia tak bisa memaksa kehendak Ayu. Ia tak mungkin meninggalkan seorang diri. Kael menyampingkan perasaanya.

~~

Sementara itu di kamar pengantin.

Jam terus merangkak naik. Nuna terbangun. Tidurnya tidak bisa nyenyak. Ruang ini terasa begitu asing baginya.

Lalu, Nuna bangun meraih bantal untuk bersandar.

”Jika Om Kael masih mencintai istrinya, kenapa dia mau menikah lagi?”

”Apa karena mereka lama nggak punya anak? Tapi sekarang Mba Ayu sedang hamil. Om Kael pasti sangat bahagia. Dan pernikahan ini mungkin bisa dibatalkan.”

Klik

Pintu kamar terbuka. Kael masuk dengan raut wajah yang dingin.

"Siapa yang ingin membatalkan pernikahan ini?” suara Kael penuh dengan penekanan. Matanya terus menatap Nuna dengan tajam. Membuat gadis itu takut.

Nuna mencekeram selimut tebalnya. Ketika Kael semakin mendekati.

“Bukan begitu maksudnya, Om. Aku cuma—,”

Kalimat Nuna terjeda. Kael kini semakin mengikis jarak diantara keduanya.

“Jangan pernah berpikir untuk berpisah, Nuna. Karena itu nggak akan mungkin terjadi.”

Nuna merasa sesak. Hampir saja tidak bisa bernafas.

“Kalau Om Kael masih mencintai istrinya, kenapa Om mau menikah lagi?” tanya Nuna. Suaranya bergetar.

Kael menarik diri dari hadapan Nuna. Pria itu berdiri di depan dinding kaca. Menatap langit di luar sana. Wajahnya terlihat tegang.

“Suatu saat kamu akan mengerti kenapa aku menikah lagi, Nuna.”

Nuna tak punya keberanian lagi untuk bertanya. Semua pertanyaannya hanya ia simpan dalam hatinya saja.

Kael langsung membalikkan tubuhnya. Kembali menatap Nuna dengan datar. Membuat nyali Nuna menciut.

“Besok aku atur kepindahanmu.”

“Kita akan pindah ke mana, Om?‘

“Kota Alpha.”

“Kota Alpha?” bibir Nuna cengoh. Seperti ada sesuatu yang tengah Nuna ingat.

“Ya. Apa yang kamu pikirkan, Nuna?”

Di balik diamnya Nuna, ada luka besar yang sejak lama ia sembunyikan.

“Nggak, Om.”

Nuna tersenyum tipis. Hanya sekedar saja.

****

Sekarang Nuna hanya seorang diri. Di atas ranjang empuk.

Kael keluar menuju meja kerjanya. Siapa yang mengira, malam pertama justru dihabiskan di ruang kerja.

Seorang asisten, Surya, baru saja mengirim pesan pada Kael. Ada sedikit masalah di kantornya.

Dalam sunyi hening malam itu. Dan tablet kerja dengan deretan angka-angka... Kael menghentikan sebentar. Menaruh tabnya di atas meja.

“Ayu hamil?” gumamnya.

Ia menyandarkan punggungnya.

“Apakah itu anakku?”

“Atau anak dari Sandi?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Kedua Om Kael   Bab Kediaman Alpha

    "Apa kamu baik-baik saja di sini?" Nuna tersenyum tenang khasnya. "Aku baik-baik saja, Om.""Kamu bisa ubah panggilanmu sekarang, Nuna.""Emmm..." Nuna terlihat canggung. "Mas... Emmm.. Mas Kael?" salah satu alis Nuna naik ke atas. Ada senyum tersembunyi di balik wajah Kael. Pria itu masih berdiri di teras. Menatap sosok istri kedua dari ujung kaki hingga rambutnya. Nuna terlihat baik-baik saja. Bahkan dari kacamata yang ia lihat, gadis yang masih berusia dua puluh tahunan itu terlihat tampil lebih cantik. "Mas kesini kenapa nggak kasih kabar dulu?""Apa perlu aku memberitahumu? Aku bisa datang kapan saja semauku. Bahkan sebaliknya, Nuna."Nuna menaikkan bahunya. "Ya, aku tahu itu.""Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu," ucap Kael dengan serius. "Baik, Mas."Kael berjalan lebih dulu masuk ke dalam perumahan mewah di kota Alpha itu. Semua interiornya adalah pilihan Nuna. Tidak buruk, bahkan terlihat elegan. Mereka duduk di ruang tengah, di sana ada lukisan yang baru

  • Istri Kedua Om Kael   Bab 13 Jatah Istri Kedua

    "Mas kamu mau kemana?" Kael berhenti sejenak. Sopirnya, Pak Handi membawakan koper berukuran kecil miliknya ke dalam mobil yang terparkir di halaman depan. "Hari ke empat dan lima,enam, aku ke rumah Nuna."Tangan Ayu mengepal dikedua sisi tubuhnya. Ia tak bisa protes apa yang sudah menjadi keputusan suaminya. Meskipun dalam hatinya ia merasa marah dan kecewa. "Oh ya, aku lupa. Kapan kamu akan pulang, Mas? Bukannya pekerjaanmu di sini, dan rumah Nuna ada di kota Alpha akan mengganggu waktumu?"Kael tersenyum dingin. "Aku sudah atur semuanya. Mungkin aku akan membuka cabang di kota Alpha. Ini baru rencana. Ya seperti yang kamu katakan, bolak balik dari sini ke rumah Nuna pasti sangat lelah."Mendengar ucapan Kael yang begitu tenang membuat genggaman tangan Ayu semakin mengepal erat. "A-Apa? Kamu akan membuat kantor cabang di sana?" Wajah Ayu sudah panik. "Iya. Ada yang salah?"Kael menjeda kalimatnya sejenak. Lalu menatap Ayu beberapa detik. "Aku bisa melakukan apa saja yang aku m

  • Istri Kedua Om Kael   Bab 12 Jika Ayu tidak mengandung anakku...

    Layar ponsel di tangan Kael menyala menampilkan notifikasi pesan singkat. Pengirimnya adalah Dokter Bayu—spesialis andrologi terkemuka yang menangani serangkaian pemeriksaan medis terkait kesuburan pria.[Pak Kael, hasil dari lab sudah keluar. Saya harap Pak Kael bisa menemui saya siang ini. Ada hal yang ingin saya katakan.]Seketika, udara di dalam kabin mobil terasa menipis. Pesan singkat itu tidak memberikan vonis secara langsung, namun cara penyampaiannya justru menyiksa batin Kael. Istilah medis mengenai kesuburan pria yang kerap menguji apakah seorang laki-laki memiliki kualitas sp3rma yang memadai untuk membuahi—berputar liar di kepalanya. Secara ilmiah, infertilitas pria dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan produksi sperma (seperti varikokel atau ketidakseimbangan hormon), penyumbatan saluran sperma, hingga faktor genetik dan gaya hidup.(sumber : google)Jika hasil laboratorium nanti menyatakan dirinya mandul, maka segalanya menjadi terang benderang. Ket

  • Istri Kedua Om Kael   Bab 11

    Hari ini hari yang dinanti oleh Aluna Diandra. Meneruskan kuliah yang sempat tertunda. Supir turun membuka pintu mobil SUV Hitam di depan gerbang Universitas Alpha. "Silahkan, Nona.""Terima kasih, Pak."Nuna melempar senyum pada Pak Dani, supir pribadi Kael. Pak Dani membungkuk. "Sama-sama, Nona."Kaki jenjang itu berjalan memasuki area kampus bergengsi di kota Alpha. Tidak sembarang orang-orang yang bisa masuk ke dalam universitas tersebut. Hanya orang-orang beruntung dan mempunyai koneksi saja. Dan Nuna, salah satu di dalamnya. Semua mata tertuju pada gadis bermata hazel itu. Tidak dipungkiri, Nuna memang cantik. Wajahnya terlihat tenang. "Aku nggak perduli dengan penilaian orang. Bukan itu yang aku cari di sini. Aku hanya ingin memanfaatkan fasilitasku sebagai istri kedua Om Kael," batinnya. "Hidupku sudah cukup pedih. Dan aku nggak ingin terus menjadi bodoh," imbuhnya. Ia terus berjalan menyusuri kampus Alpha. Kampus yang masih terasa asing untuknya. Ya, tujuan Nuna hanya

  • Istri Kedua Om Kael   Rahasia Ayu

    "Om, tunggu," ucap Nuna menghentikan langkah Kael. "Om, Kondisi Mba Ayu masih lemah. Kenapa Om pergi begitu saja." Sorot mata Kael tajam, menyimpan marah yang hampir saja meledak. "Kamu tahu, pria yang berpapasan denganmu di lobby?" Nuna seketika mengingat. "Ya.." "Dia sahabatku," balas Kael. "Terus kenapa dengan dia? Apa hubungannya dengan Mba Ayu?" Tatapan tajam Kael melesat tepat pada Nara. Seluruh bulu kuduknya merinding. "Kamu polos atau memang bodoh, Nara?" Lalu Nunamengernyit. "Maksud Om Kael... Pria itu..." "Mereka sudah berselingkuh sejak lama. Ayu merahasiakan semua ini dariku. Dia pikir aku tidak tahu apa-apa." Nuna menelan ludahnya. "Jadi... Ini alasan Om menikahi aku?" Kael menghela nafasnya. "Aku ingin membalas dendamku pada Ayu." Memang bodoh. Kenapa saat mendengar alasan Kael menikahinya karena balas dendam pada istrinya, justru Nuna merasa sakit hati. Bukannya ini bagus. Tapi perlakuan Kael padanya memang tidak terlalu buruk. Tidak s

  • Istri Kedua Om Kael   Ancaman Ayu

    Langkah Kael terhenti persis di ambang pintu. Tatapan matanya yang dingin sempat mencermati gesture Ayu—penuh dengan intrik dan kebencian yang terang-terangan diarahkan pada wanita di sampingnya. Di sisi Kael, Nuna mendongak pelan. Ada binar ketakutan dan ketidaknyamanan yang terpancar jelas dari manik matanya. "A-aku..." cicit Nuna, suaranya tercekat di tenggorokan. "Aku yang menyuruhnya datang ke sini," potong Kael cepat. Suara baritonnya memotong udara, menyisakan gema tegas yang seketika membungkam Ayu maupun Bu Rindu. Ayu mendesis sinis. "Lain kali, nggak usah bawa gundikmu ini, Mas. Aku nggak sudi melihat dia ada di sini!" Kael langsung menatap Ayu dengan sorot mata yang tajam. "Jangan sebut Nuna dengan sebutan yang tak pantas itu, Ayu! Apa kamu pikir kamu lebih baik darinya?" Ayu tersenyum pelik. "Kamu selalu membela dia di depanku, Mas. Kamu lupa semuanya? Semua tentang kita? " Kael berdehem pelan. Ia menyusupkan kedua tangannya ke dalam saku celana, menampilkan gestu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status