Share

Pernikahan

Author: AiMila
last update Huling Na-update: 2025-09-07 15:42:25

Gaun putih dengan desain mewah tapi elegan melekat sempurna di tubuh Maudy. Wajah gadis itu juga sudah dipoles sempurna dan terlihat semakin cantik. Rambut yang biasanya dikuncir asal, sekarang disanggul indah dengan menyisakan beberapa helai di sisi kiri.

"Nona, kamu sangat cantik sekali!" puji sang penata rias setelah menyelesaikan semuanya.

Mata Maudy menatap dirinya dalam pantulan cermin. Dirinya juga mengagumi sosoknya sekarang juga mengacungi jempol untuk sang perias karena keuletannya. Namun, wajahnya sama sekali tidak mengisyaratkan kebahagiaan, malah air mata kesedihan mulai menetes.

Maudy masih tidak percaya kalau dia akan menikah di usianya yang terbilang masih muda. Menikah dengan pria asing, bahkan dirinya pun belum tahu nama pria tersebut apalagi sampai karakter dan kehidupannya. Paksaan dari sang ayah benar-benar tidak mampu membuatnya memiliki pilihan lain. Dia juga masih terus menyalahkan keteledorannya hingga berakhir bersama pria asing itu.

"Nona, aku tahu kalau pernikahan adalah momen yang membahagiakan dan mengharukan. Tapi, aku mohon jangan mengeluarkan air mata. Bisa-bisa riasannya luntur sebelum acaranya dimulai!" omel sang perias panjang lebar.

Sang perias panik melihat air mata mengalir di pipi yang sudah dipoles sedemikian rupa. Bibirnya juga terus menggerutu dengan tangan cekatan membersihkan perlahan agar tidak merusak riasannya. "Jangan mengeluarkan air mata dulu, tahan sampai selesai!"

Sementara di bawah, Ethan sudah berhadapan dengan Jenkins disaksikan beberapa orang yang menjadi saksi. Mereka adalah teman-teman dekat Ethan juga beberapa pekerja kantornya yang cukup dekat dengan Ethan. Mereka diminta datang menjadi saksi tanpa harus memberitahu kalau dirinya bukan seorang pria lajang.

Mereka hanya perlu mengikuti permintaan Ethan, karena tidak ingin berurusan dengan Ethan kalau menentangnya. Lagian, mereka juga tahu kalau dua istri Ethan menikah karena bisnis orangtua mereka dengan perusahaan Ethan. Hanya Rafly yang merasa gelisah, merasa kasihan dengan Maudy kalau setelah ini tahu dirinya bukan satu-satunya wanita di hidup Ethan.

Saat semuanya siap, prosesi pernikahan dilakukan sesuai adat dan kepercayaan. Tak lama, seseorang diperintahkan menjemput Maudy untuk bersanding dengan Ethan di pelaminan. Ethan menunggu dan saat matanya menatap kedatangan Maudy, jantungnya tiba-tiba menggila menatap bagaimana wajah cantik Maudy yang berhasil menghipnotis tamu di sana meski terlihat jelas wajah Maudy bukan ekspresi kebahagiaan.

"Gadis cengeng itu ternyata cantik sekali," puji Ethan dalam gumaman.

Tangan Maudy menyambut uluran tangan Ethan dengan kaku dan berat hati, lalu mereka melangkah bersama menuju pelaminan. Pesta pernikahan yang terbilang sederhana untuk ukuran seorang Ethan, dia memang sengaja karena ingin bersifat privasi. Ethan juga mewanti agar tidak ada yang memberitahu kedua istrinya untuk mempermudah jalan pernikahannya.

"Senyumlah, jangan sampai orang-orang mengira saya memaksa kamu!" bisik Ethan ketika mereka sudah duduk di kursi pelaminan.

Maudy menoleh, matanya menatap sengit Ethan. Dalam hatinya mengutuk pria yang sekarang menjadi suaminya, seolah apa yang dikatakan bukan sebuah fakta. Padahal, dirinya menikah karena memang paksaan dari sang ayah lantaran kedatangan Ethan dan kalimat yang diucapkannya.

"Aku memang terpaksa menikah denganmu," balas Maudy tapi tidak digubris oleh Ethan.

***

"Menantu, jangan lupa mobil dan uang jatah bulananku!" seru Jenkins.

Mereka baru saja menyelesaikan semuanya, di tempat itu hanya tinggal pengantin baru bersama Jenkins dan asisten setia Ethan. Rencananya, Ethan akan membawa Maudy ke apartemen pribadinya sebelum mengenalkan kepada dua istrinya yang lain. Rafly yang mendengarnya juga muak, dan terus bertanya tentang apa yang telah dilakukan atasannya sekarang. Menikah lagi secara diam-diam, lalu menjanjikan sejumlah uang perbulan untuk mendapatkan restu.

Rafly tersenyum mengejek dalam diam, lalu bertanya apakah bosnya telah menemukan cinta yang sesungguhnya. Karena, Rafly jelas tahu bagaimana karakter Ethan. Dua istrinya yang terbilang cantik dan anggun pun sama sekali tidak menarik perhatian Ethan, karena pria itu masih sering bermain di club malam.

"Tenang saja, tuan Jenkins. Anda pulang, sudah ada yang menyambut," balas Ethan datar. "Rafly, kasih tuan Jenkins kartu Atm-nya!" sambung Ethan.

Rafly segera memberikan apa yang sudah disiapkan oleh Ethan. Kunci mobil juga Atm beserta perlengkapannya. Mata Jenkins tentu saja berbinar cerah, setelah mengucapkan terimakasih dengan asal, pria itu segera berlalu tanpa mempedulikan Maudy lagi. Di sisi lain, Maudy semakin merana melihat transaksi di depannya secara langsung.

"Ayah, kau benar-benar menjualku?" lirih Maudy menatap nanar Jenkins yang sudah menghilang.

"Ayahmu tidak pernah peduli. Tidak usah lagi meratapi nasib," sahut Ethan sama sekali tidak menenangkan.

Rafly merasa pernikahan ini memang seperti transaksi jual beli belaka. Bahkan, Ethan memanggil sang mertua tidak selayaknya menantu. Matanya menatap kasihan kepada Maudy yang masih merana. Keluar dari ayahnya yang temperamen, masuk ke rumah Ethan dengan dua singa buas lagi.

"Rafly, jaga pandanganmu!" tegur Ethan mendapati asistennya terus menatap sang istri ke tiga.

"Maaf, Tuan," balas Rafly. Pria itu memang selalu menggunakan bahasa formal dengan Ethan, tapi nada dan ekspresi yang tidak pernah menunjukkan kesopanan selain di jam kerja.

"Antarkan kita ke apartemen!" pinta Ethan.

"Apa Anda akan mengajak istri anda tinggal di apartemen?" tanya Rafly sedikit berharap. Meski tidak mengenal Maudy, dan belum pernah berbicara langsung, tapi rasa simpati Rafly muncul saat tahu bagaimana kehidupan Maudy sebelumnya dan setelah ini.

"Apa ini penting untukmu?" sarkas Ethan yang langsung dihadiahi dengusan oleh Rafly.

Maudy hanya diam saja, menyimak dan memperhatikan dua pria itu tengah berkomunikasi. Dirinya bahkan tidak tahu siapa sosok yang dipanggil Rafly. Namun, dari cara pria itu memanggil sudah pasti posisinya lebih rendah dari pria di sampingnya ini. Meski dia ragu akan hal itu, melihat Rafly bersikap yang tidak mencerminkan seorang bawahan.

"Besok saya akan membawa kamu ke rumah di mana kita akan tinggal, serta mengenalkan pada wanita di sana!" ujar Ethan kepada Maudy.

"Anda akan membawa Maudy tinggal di sana juga?" sahut Rafly terkejut, meski harusnya dia sudah tahu itu.

Maudy yang melihat respon Rafly, mendadak perasaannya tidak enak. Dia lupa, kalau Ethan juga memiliki keluarga. Sekarang, pikirannya langsung penuh bagaimana sikap keluarga Ethan nanti saat tahu dirinya sekarang menjadi istri pria kaya raya tersebut. Tiba-tiba saja dia ingin pulang dan terus tinggal di rumah sederhananya, meski ada sang ayah yang terus mengumpat dan memukulinya.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Cemburu pt 4

    Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, udara semakin dingin karena malam semakin naik. Dua orang yang masih duduk di taman mulai beranjak saat rasa dingin sudah mengusik keduanya. Meski salah satu di antara mereka seolah tidak rela kalau harus menyudahi hal sederhana tapi begitu manis dan langka sekali."Apa kita tidak bisa melanjutkan obrolan di dalam?" tanya sang wanita tenang tapi penuh harap.Sang pria terlihat berpikir, dia juga tidak sadar ternyata mereka berbincang cukup lama dengan nyaman dan hangat. Kalau saja, dia bisa sedikit lebih menerima keadaan, pasti keadaan tidak akan menjadi runyam. Sedetik kemudian, dia menggelengkan kepala saat wajah Maudy muncul dengan senyuman."Ini sudah malam, istirahatlah!" balas Ethan tersenyum tipis.Sang wanita itu hanya mengangguk, dia harus tetap menjaga perasaan. Jangan sampai karena momen singkat ini, dia semakin lengah dan menyerahkan semua perasaannya kepada Ethan. Terlebih, pria yang menjadi suaminya itu mulai terlihat kalau sudah

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Percakapan Malam

    Siapa yang ingin merasakan cemburu, karena kata yang merasakan, cemburu adalah perasaan yang membuat sesak, sakit dan tidak nyaman. Namun, cemburu juga sebuah bukti dari perasaan cinta yang dimiliki seseorang. Dan yang paling mencolok adalah, cemburu itu perasaan yang tidak bisa disangkal dari orang lain.Malam semakin naik, tapi Ethan masih belum juga kembali ke kamar membuat Maudy gelisah. Dia takut Ethan marah kepadanya karena dia tidak sengaja melakukan kesalahan, walaupun dia juga tidak tahu apa yang telah dia lakukan. Matanya bergerak gelisah melihat jam yang sudah bergerak menjauh dari saat Ethan keluar.Dia memang langsung masuk kembali saat melihat Ethan duduk di kursi taman kecil yang ada di halaman rumah. Belum keluar lagi untuk melihat apa yang dilakukan Ethan. Dia juga merasa penasaran dengan percakapan antara Ethan dan Rafly barusan dengan singkat.Karena dia mendapati Rafly sempat mendongak saat berbicara dengan Ethan. Meski tidak terlalu jelas bagaimana eskpresi Rafly,

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Pergulatan Batin

    Suasana di dalam kamar utama yang biasanya mulai menghangat, malam ini kembali terasa dingin. Sepanjang hari, Ethan mengabaikan Maudy yang memang tidak berusaha berbicara dengannya. Maudy juga mulai menyadari eskpresi dingin yang terpancar dari suaminya sejak tadi.Maudy tidak tahu kalau interaksi dia dengan Rafly tadi siang membuat salah paham orang yang melihat, termasuk Ethan. Dan Ethan semakin kesal karena Maudy tidak mencoba menjelaskan semuanya padahal seharian ini dia mendiami istri kecilnya. Ethan juga terusik dengan kalimat yang dilontarkan Emily tentang perasaan istrinya yang lain.Sekarang semuanya terasa begitu runyam dan memusingkan baginya sejak sadar perasaannya terhadap Maudy. Sikapnya yang terus mengabaikan dua istrinya yang lain dan membuat mereka kesal lantaran cemburu. Sekarang itu juga mengusik gara-gara ucapan Emily.Dia sadar dan merasakan bagaimana sesak dan sakitnya cemburu pada orang yang dicintai. Dah itulah yang dirasakan dua istrinya yang lain, perkataan E

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Cemburu pt 3

    Kata orang luka yang sudah terbiasa, tidak lagi terasa sakit dan malah terasa seolah mati rasa. Namun, tidak semua bisa bersikap demikian, perasaan orang jelas berbeda satu sama lain. Hanya saja, menjadi kuat dari luka adalah hal yang baik untuk kesehatan dirinya meski harus berdarah agar bisa menerimanya.Seorang perempuan muda dengan rambut sebahu tengah terduduk di sudut kasur dengan meringkuk. Otaknya tengah memutar kejadian setiap dia masuk ke rumah ini, dan selalu mendapatkan sambutan berupa hinaan atau hal yang mengejutkan. Terhitung sudah empat kali dia disambut dengan sesuatu yang menyakiti.Sekitar setengah jam, pintu kamar terbuka dan sosok pria yang sekarang mulai menempati hatinya muncul. Pria itu menatap khawatir Maudy yang belum menyadari kedatangannya. Berjalan perlahan, lalu memegang lengan Maudy saat dirinya sampai di samping sang istri kecilnya."Maudy!" panggilnya lembut. Maudy tersentak, dia segara mendongak dan terlihat jelas wajah sedih dan kesakitannya yang sud

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Pulang Bersama

    Kalimat antara kesedihan dan kebahagiaan yang selalu berjalan beriringan adalah sebuah kebenaran dalam hidup. Pepatah mengatakan, setiap kesedihan akan ada kebahagiaan sebagai hadiah. Begitu pula sebaliknya, jangan terlalu larut dan berlebihan saat merasa sedang bahagia, karena kita tidak tahu kesedihan bisa menghampiri dalam sekejap.Sudah terhitung, dua minggu Maudy bisa tersenyum bebas. Merasakan hidup sesuai keinginan tanpa mendengar lontaran negatif yang mempengaruhi pikiran dan mentalnya. Dia menikmati, berdua bersama Ethan sang suami di apartemen milik pria itu.Sikap Ethan semakin hari semakin manis, rasanya mustahil bagi Maudy untuk menghindar dari perasaan nyaman dan cinta. Sekuat otaknya memerintah untuk membatasi hatinya, tapi tetap dia terlena. Sikap lembutnya, perhatiannya dan muncul juga sikap manja yang baru Maudy ketahui.Sikap yang jauh dari saat mereka pertama bertemu, di mana Ethan yang keras kepala dan semaunya sendiri. Kini, dia selalu bertanya pendapatnya yang m

  • Istri Ketiga Tuan CEO Muda    Kencan Pertama

    Siapa yang tahu akan takdir ke depannya, meski yang lalu selalu kesulitan, masih ada harapan kelak akan bahagia. Istilah roda berputar nampaknya benar adanya, tinggal menunggu waktu dan meluaskan sabar. Tidak mungkin kan, hidup selalu dalam kesedihan. Sudah satu minggu berlalu dari kejadian memalukan itu, dari tekanan keluarga Ethan dan sudah satu minggu ini Maudy merasakan kedamaian. Dia selalu bersyukur, Tuhan ternyata masih melihatnya dan memberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan senyuman. Selama satu minggu juga, Ethan tidak pulang ke rumah utama, mereka menghabiskan waktu di apartemen. Tentang video itu, Ethan dan Rafly benar-benar mengurus semuanya. Menghapus video yang beredar, entah bagaimana caranya, Maudy tidak tahu. Tidak berapa lama, video klarifikasi Jenkins muncul mengatakan kalau dirinya memang hanya ingin memanfaatkan Maudy saja. Dalam video, wajah Jenkins memang tidak terlalu jelas saat itu karena pria tua itu membelakangi kamera. Jadi, saat membuat v

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status