Share

Benar-benar Lega

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-06-24 13:09:45
Tangis Kian semakin pecah setelah berhasil melepas sesak di dadanya hingga kini begitu lega.

Tubuh Kian bergetar hebat sampai Arron harus merangkul pundaknya.

Arron mengusap lengan Kian dengan perlahan untuk menenangkan. Meski Arron sendiri tak mampu membendung rasa hangat yang menjalar di dadanya setelah mengetahui siapa cicitnya.

“Kaylan benar-benar bayiku, Kek. Dia bayiku yang hilang.” Suara Kian bergetar.

Arron mengangguk-angguk. “Kita menemukannya.”

Sienna menatap penuh rasa bersalah. Air
Aldra_12

Terima kasih bagi yang masih mengikuti kisah Kian dan Arthur. Semoga kalian semakin menikmati cerita ini.

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Telepon Mendadak

    Di HW. Company.Arthur duduk di balik meja dengan tatapan lurus yang tertuju tajam pada layar tablet digital di hadapannya. Jarinya sesekali bergerak mengusap layar, memeriksa langsung postingan video yang tengah menjadi perbincangan panas dan viral di berbagai platform media sosial sejak semalam. Berita buruk mengenai tuduhan kontaminasi produk makanan kemasan dan mie instan milik HW. Company telah menyebar dengan sangat cepat.Kendrick berdiri tegap di depan meja kerja Arthur. Dia terus memperhatikan raut wajah Arthur yang dingin.Kendrick diam menunggu instruksi selanjutnya untuk mengambil tindakan hukum atau merilis klarifikasi resmi.Namun, keheningan di dalam ruangan itu mendadak terpecah saat ponsel di saku jas Kendrick bergetar.Kendrick mengeluarkan benda pipih itu, dia membaca sebuah pesan singkat yang baru saja didapatnya.Mendapati itu pesan dari Ginny, Kendrick maju selangkah lebih dekat dengan tepian meja Arthur.“Tuan Arthur.” Kendrick memanggil pelan. Begitu tatapan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Ibu dan Mama

    Kian tersentak mendengar kalimat terakhir yang meluncur dari bibir Sienna. Kening Kian berkerut dalam. Genggaman tangannya di jemari Sienna semakin mengerat.“Pergi? Apa maksud ucapanmu itu? Kamu mau pergi ke mana?” Kian memastikan, tatapannya begitu serius menunggu penjelasan Sienna.Sienna memaksakan senyumnya terangkat kecil, meski matanya kembali berkaca-kaca. “Tujuanku kembali ke kota ini sejak awal memang hanya untuk mencari tahu siapa orang tua kandung Kaylan, Kian. Aku tahu keterbatasanku, aku tidak akan bisa memberikan masa depan yang layak untuknya.”Sienna mengembuskan napas pelan, lalu kembali bicara. “Sekarang, karena tujuan itu sudah tercapai dan Kaylan sudah berada di tangan yang tepat, tugasku benar-benar sudah selesai. Aku tidak mau kehadiran atau masa laluku justru mengganggu kebahagiaan keluarga kalian.”“Sienna, kamu tidak boleh bicara seperti itu. Kamu sama sekali tidak boleh pergi dari rumah ini!” Kian membalas dengan cepat.Kian menatap lekat wajah Sienna. “Sek

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Benar-benar Lega

    Tangis Kian semakin pecah setelah berhasil melepas sesak di dadanya hingga kini begitu lega.Tubuh Kian bergetar hebat sampai Arron harus merangkul pundaknya. Arron mengusap lengan Kian dengan perlahan untuk menenangkan. Meski Arron sendiri tak mampu membendung rasa hangat yang menjalar di dadanya setelah mengetahui siapa cicitnya.“Kaylan benar-benar bayiku, Kek. Dia bayiku yang hilang.” Suara Kian bergetar.Arron mengangguk-angguk. “Kita menemukannya.”Sienna menatap penuh rasa bersalah. Air matanya ikut luruh melihat tangis Kian yang membuat seluruh tubuhnya ikut bergetar.Sienna benar-benar tidak menyangka bahwa wanita baik hati yang selama ini menolongnya adalah ibu kandung dari bayi yang dia selamatkan lima tahun lalu.Mungkin, inilah yang dinamakan takdir.Dengan tubuh gemetar, Sienna bangkit dari duduknya lalu berlutut di lantai marmer, tepat di dekat kaki Kian.“Kian ... maafkan aku. Demi Tuhan, maafkan aku.” Suara Sienna terisak, dia menatap Kian yang kini memandangnya. “Aku

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Benar Anak Kian

    Arron sangat terkejut mendengar rengekan Kian. Sampai tatapan Arron kini tertuju pada Sienna.Arron menatap Sienna yang diam dan seperti ingin menangis.Arron melihat Kian yang sudah tidak bisa bersikap tenang, sehingga kini Arron yang berusaha menengahi. “Sienna, apa Kaylan benar-benar anak kandungmu? Aku harap kamu jujur, Sienna.” Meski nada suaranya pelan, tapi terselip penekanan di setiap katanya.Sienna menatap pada Arron, air matanya menetes begitu saja saat melihat tatapan penuh harap dari Arron.Sienna meremas jemarinya, ada kilat ketakutan yang menyorot dari matanya.“Soal ini … bisakah kalian mendengarkan penjelasanku?” Setelah bicara, tiba-tiba Sienna menjatuhkan lutut di marmer.Kian dan Arron terkejut melihat sikap Sienna, sampai Sienna kembali bicara.“Aku memang bukan ibu kandungnya. Tapi aku juga tidak tahu siapa orang tua Kaylan. Kumohon kalian percayalah padaku, aku tidak pernah berniat jahat. Aku sudah sangat berusaha selama ini menjaganya. Aku mohon.” Sienna mencen

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kaylan Anakku

    Sienna dan Kian melangkah keluar dari kamar. Lalu Kian menutup pintu dengan pelan agar tidak mengganggu Kaylan istirahat.Begitu keduanya sudah ada di depan kamar Kaylan, tatapan Kian langsung tertuju pada Sienna. Sorot matanya tak bisa lagi menyembunyikan kegelisahan dan rasa penasaran yang sedang menguasai hatinya.Kian menatap pada Sienna yang tampak bingung karena ajakannya.Kian lebih dulu menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan perlahan.“Sienna, aku ingin menanyakan sesuatu padamu, tapi aku harap kamu bisa jujur padaku.” Suara Kian sedikit tertahan. Napasnya seperti mau meledak di dadanya.Melihat perubahan sikap Kian yang biasanya tenang dan lembut menjadi sedikit agresif, Sienna mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan Kian.Kian mencoba tenang, lalu dia mulai bertanya, “Sienna, aku ingin tanya soal tanda lahir di lengan kiri Kaylan. Apa tanda kemerahan agak ungu itu memang bawaan sejak dia lahir?”Sienna terkejut. Dia melihat tatapan emosional dari sorot mata Kian set

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kenapa Sama?

    Tatapan Kian masih tak teralihkan dari lengan Kaylan.Tanda kemerahan sedikit ungu, tak menggoyahkan tatapan Kian sama sekali.Dada Kian berdesir hebat, jantungnya berdegup kencang hingga menimbulkan rasa sesak yang menyesakkan rongga dadanya. Mata Kian tiba-tiba berkaca-kaca, panas dan basah mengaburkan pandangannya.Ingatan Kian ditarik paksa, mundur ke lima tahun lalu.Kian teringat pada bayangan bayi mungilnya yang hilang tanpa jejak, bayi yang memiliki tanda lahir yang persis sama di tempat yang sama seperti milik Kaylan.“Kay ....” Suara Kian bergetar. Dia menahan napasnya sejenak. “Bibi boleh tanya sesuatu? Apa ... apa sejak kecil Kaylan sudah punya tanda lahir berwarna merah di lengan kiri ini?” Tatapan Kian kini tertuju pada wajah Kaylan, matanya menyorot penuh harap.Kaylan melirik ke lengannya. Namun, tepat di saat Kaylan hendak menjawab pertanyaan itu, terdengar suara pintu terbuka yang mengalihkan pandangan Kaylan dan Kian.Sienna melangkah masuk ke dalam kamar dengan n

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Anak Penuh Semangat

    Setelah puas membeli makanan yang belum pernah Kaylan makan.Kian dan Arthur mengajak Kaylan kembali ke mobil karena Kaylan tidak mau makan di tempat.Yang membuat Kian dan Arthur semakin kagum pada anak ini, Kaylan masih memikirkan Arron di rumah karena tidak diajak makan, sehingga Kaylan minta di

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Takut Merepotkan

    Di perusahaan.Kian di ruang kerjanya mengecek berkas progres tim marketingnya.Ginny berdiri di depan meja Kian. Dia menunggu Kian selesai, baru melaporkan yang lainnya.“Manager Luna sudah menghubungi dan sepakat dengan point kerjasama yang kita ajukan. Dia bertanya kapan bisa menandatangani kont

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kebaikan Untuk Kebaikan

    Kian terkejut melihat reaksi berlebihan dari Sienna. Apalagi Sienna sampai hampir menangis.Dengan cepat, Kian segera menjelaskan, “Bukan. Kaylan tidak membuat masalah. Anak sebaik dan sepatuh dia, mana mungkin membuat masalah.”Ketegangan di wajah Sienna perlahan memudar. Dia menatap bingung pada

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Mau Sekolah?

    Keesokan harinya.Kian langsung turun ke bawah untuk melihat Kaylan.Dia cemas karena semalam Kaylan tidur sebelum makan.Kian takut Kaylan kelaparan dan tidak berani memberitahu siapa pun.Saat masuk ke dalam kamar. Kian langsung mencari keberadaan Kaylan.Tapi dia tak menemukan anak itu di kamar.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status