Compartilhar

Cemburu, Lagi

Autor: Aldra_12
last update Data de publicação: 2026-06-08 14:55:43

Sore hari.

Kian keluar dari ruang kerjanya. Dia melangkah menuju lift sambil memperhatikan ponsel.

[Aku masih ada beberapa kerjaan yang harus kuselesaikan, mungkin tidak bisa pulang sebelum makan malam.]

Kian tersenyum kecil membawa pesan dari suaminya. Jarinya lincah di atas layar mengetik balasan untuk Arthur.

[Tidak apa-apa. Tapi ingat tetap makan saat lembur.]

[Sore ini aku akan menjemput Kaylan lagi. Ibunya memperbolehkan ‘ku membawanya pulang lagi karena tidak bagus Kaylan ada di rumah sa
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Niat Menyekolahkan

    Arthur melirik sekilas ke istrinya. Dia melihat bagaimana tatapan Kian yang penuh kasih pada Kaylan.Arthur mungkin egois, tapi dia tidak bisa mengabaikan kebahagiaan Kian.Dia sadar, hidup mereka, bukan hanya berpusat padanya saja. Lagi pula, Kian sudah banyak melakukan banyak hal untuk keluarga kecil mereka.“Tentu.” Arthur mengangguk. “Aku tidak akan kesal atau cemburu. Yang terpenting kamu senang.”Kian terkejut tapi juga senang mendengar ucapan suaminya.Sampai dia meraih pipi Arthur, kecupan hangat mendarat di pipi suaminya.“Terima kasih, aku tahu kamu yang terbaik.” Kian tidak bisa membendung rasa senangnya, setelah sebelumnya panik dan cemas jika keputusannya ditolak sang suami.Arthur mengusap rambut Kian dengan lembut, meski tatapannya tertuju ke jalan. “Tapi jangan lupakan aku juga.”Tawa Kian pecah mendengar ucapan suaminya. Arthur memang menggemaskan saat manja.“Tentu saja, bagaimana mungkin aku lupa pada suamiku sendiri,” katanya dengan nada gemas.Mobil mereka tiba d

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Jika Boleh

    Sienna lebih dulu memandang pada Kaylan, lalu dia kembali menatap Kian.“Kaylan berkata kalau Anda punya anak tapi tidak ada di sana, apa itu benar? Saya hanya penasaran saja, karena Anda sangat baik mau memberikan pakaian anak Anda untuk Kaylan.”Sienna bicara dengan sangat hati-hati.Tapi melihat diamnya Kian, Sienna kembali bicara. “Jika Anda tidak mau menjawab, tidak apa-apa, Nyonya. Maaf saya sudah lancang bertanya hal pribadi pada Anda.”Kian mengangguk. Senyumnya diangkat kecil.“Tidak apa-apa,” balas Kian. Walau pertanyaan Sienna membuat luka di hatinya kembali sedikit terbuka.“Setelah keluar dari rumah sakit, apa yang mau kamu lakukan?” tanya Kian mengalihkan pembicaraan lain. “Dengan kondisimu ini, kamu pasti tidak bisa bekerja yang berat-berat.” Napas Sienna diembuskan pelan. “Saya hanya bisa kerja serabutan, entah menjadi tukang cuci baju atau bersih-bersih.” Senyum Sienna begitu getir.“Karena kondisi saya yang begini, saya akan bekerja seperlunya.” Sienna mencoba terse

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Cemburu, Lagi

    Sore hari.Kian keluar dari ruang kerjanya. Dia melangkah menuju lift sambil memperhatikan ponsel.[Aku masih ada beberapa kerjaan yang harus kuselesaikan, mungkin tidak bisa pulang sebelum makan malam.]Kian tersenyum kecil membawa pesan dari suaminya. Jarinya lincah di atas layar mengetik balasan untuk Arthur.[Tidak apa-apa. Tapi ingat tetap makan saat lembur.][Sore ini aku akan menjemput Kaylan lagi. Ibunya memperbolehkan ‘ku membawanya pulang lagi karena tidak bagus Kaylan ada di rumah sakit saat malam hari. Setidaknya sampai ibunya boleh pulang, aku akan membawa Kaylan ke rumah.]Di ruangan Arthur.Arthur menegakkan badan membaca pesan dari Kian.Dia segera menekan tombol panggil di nomor sang istri.Tanpa menunggu lama, panggilan itu langsung tersambung.Suara Kian terdengar dari seberang panggilan.“Kukira kamu akan membiarkannya tetap di sana.” Arthur mulai mempertanyakan.“Ibunya menerima bantuanku, apa salahnya menampung satu anak kecil?”Ekspresi wajah Arthur perlahan sur

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Sama-sama Mengajukan Syarat

    Kian melajukan mobil lebih cepat untuk bisa segera sampai di perusahaan, setelah mendapat panggilan dari Ginny.Begitu tiba di perusahaan, Kian langsung naik ke lantai atas menuju ruangannya dan Kian melangkah keluar dari dalam lift begitu pintunya terbuka di lantai yang ditujunya.Ginny sudah menanti Kian. Dia langsung mengikuti langkah Kian menuju ke ruang kerja.“Jadi, syarat apa saja yang dia ajukan?” tanya Kian begitu masuk ke dalam ruangannya. Nada suaranya datar, tidak seperti sedang bersemangat.Kian mendengar di telepon Ginny mengatakan jika manager Luna mengajukan beberapa syarat tambahan. Kini Kian meminta penjelasan lebih detail syarat yang diajukan oleh Fio.Kian meletakkan tasnya di gantungan, sebelum duduk di kursinya. Tatapan Kian tertuju pada Ginny yang sedang membuka tablet pintar.Ginny berdiri di depan meja kerja Kian, lalu dia mulai membacakan syarat tambahan yang dia dapatkan dari Fio.Di antara termasuk perlindungan untuk Luna jika ada skandal atau berita miring

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Memberi Penjelasan

    Kian terkejut mendengar pertanyaan Sienna.Tapi, dia memahami kecemasan dan kepanikan Sienna, apalagi Kaylan pernah berkata jika dia dilarang menerima pemberian orang yang sifatnya mengemis.Kian meletakkan lebih dulu keranjang yang dibawanya. Lalu dia mendekat ke ranjang Sienna, Kian tersenyum kecil.“Kita belum berkenalan,” kata Kian, “perkenalkan, aku Kiandra Shaylin Hadwin. Aku tidak sengaja bertemu dengan Kaylan beberapa kali sebelumnya. Semalam waktu mengantarnya pulang, aku dan suamiku melihatmu pingsan, jadi kami membawamu ke rumah sakit.”Setelah memperkenalkan diri, Kian menatap pada Kaylan yang menundukkan kepala karena pertanyaan Sienna yang menuntut dan membuat anak kecil ini takut.“Semalam aku dan suamiku membawa Kaylan pulang ke rumah kami, agar bisa beristirahat dengan tenang, karena dia pasti sangat bingung dan cemas jika berada di sini sendirian melihatmu yang tak sadarkan diri,” kata Kian dengan hati-hati ketika menjelaskan. “Soal pakaian yang Kaylan pakai, itu mili

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Hanya Mainan

    Kedua pundak Kaylan bergedik mendengar suara Kian.Dia berdiri perlahan, lalu membalikkan tubuhnya ke arah Kian. Tapi pandangannya terus diturunkan.Kaylan tidak berani menatap pada Kian.“Nyonya, maaf. Aku tidak sengaja merusakan mainan itu.” Telunjuk Kaylan terarah ke mobil-mobilan yang pintunya patah karena tak sengaja jatuh saat terlepas dari tangannya.Kian menatap ke arah mainan mobil merah jenis sport yang rusak tergeletak di lantai. Lalu dia memandang Kaylan yang gemetaran.Senyum Kian terangkat kecil. Dia melangkah mendekat ke Kaylan, sebelum bicara Kian berjongkok memungut mainan yang dijadikan pajangan di kamar ini.Kian melirik pada Kaylan yang semakin menundukkan kepala.“Hanya mainan saja, yang penting tidak melukai Kaylan, kan?” Kian akhirnya membuka suara.Kaylan memberanikan diri setelah mendengar ucapan Kian. Dia menatap wanita ini yang melempar senyum ke arahnya.“Tapi, mainan itu pasti mahal. Aku ceroboh karena menjatuhkannya, tadi hanya berniat melihatnya.” Lagi,

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status