Share

Izin Dulu

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-06-21 13:57:54

Kian bergegas kembali ke mobilnya setelah bicara dengan Liza.

Perlahan, Kian mengemudikan mobil meninggalkan area sekolah untuk pulang ke rumah.

Saat dalam perjalanan, Kian menghubungi nomor suaminya. Dan tak butuh waktu lama, terdengar suara suaminya dari seberang panggilan.

“Sayang, aku akan terlambat ke kantor.”

“Ada apa? Apa ada masalah?” Suara Arthur terdengar panik dari seberang panggilan.

“Bukan masalahku, tapi Sienna dan Kaylan.” Kian bicara sambil fokus menyetir. “Tadi, pemilik kontr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Minta Izin Arron

    Arron mengangguk pelan.Arron melangkah lebih dulu ruang kerja pribadinya, diikuti Kian di belakangnya.Mereka masuk ke dalam ruang kerja. Setelah pintu tertutup, Kian mengajak Arron duduk di sofa.Kian lebih dulu memastikan sang kakek duduk dengan nyaman, kemudian dia duduk di sofa tunggal.“Jadi, apa yang mau kamu bicarakan seserius ini, Kian?” Arron menatap pada Kian yang duduk di dekatnya, matanya menyorot rasa penasaran.Kian menarik napas dalam-dalam, dia mencoba menata kalimatnya dengan tenang. Setelahnya, Kian menatap pada Arron. “Kek, aku ingin meminta izin, ini soal Sienna dan Kaylan.” Kian menjeda kalimatnya, dia bicara dengan sangat hati-hati lalu kembali melanjutkan. “Apa boleh Sienna dan Kaylan tinggal di rumah ini saja bersama kita?”Arron cukup terkejut mendengar pertanyaan Kian, dia tidak langsung menjawab dan hanya diam, untuk memastikan apakah ini benar-benar keinginan Kian.“Selain untuk menolong mereka dari situasi sulit yang tadi aku ceritakan, sebenarnya aku s

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Izin Dulu

    Kian bergegas kembali ke mobilnya setelah bicara dengan Liza. Perlahan, Kian mengemudikan mobil meninggalkan area sekolah untuk pulang ke rumah.Saat dalam perjalanan, Kian menghubungi nomor suaminya. Dan tak butuh waktu lama, terdengar suara suaminya dari seberang panggilan.“Sayang, aku akan terlambat ke kantor.” “Ada apa? Apa ada masalah?” Suara Arthur terdengar panik dari seberang panggilan.“Bukan masalahku, tapi Sienna dan Kaylan.” Kian bicara sambil fokus menyetir. “Tadi, pemilik kontrakan Sienna mengamuk, bahkan menghina uang yang Sienna berikan. Aku terlampau emosi, lalu akhirnya aku minta Sienna pindah.”“Lalu?”Mendengar pertanyaan dari suaminya, Kian kemudian menjelaskan. “Untuk sementara, aku meminta Sienna untuk ikut bersama pelayan kita ke rumah utama dulu. Aku menempatkannya di sana agar dia bisa beristirahat dengan tenang. Tidak apa-apa ‘kan, Sayang?” Terdengar suara helaan napas lega dari seberang panggilan. “Tidak masalah. Aku ikut dan mendukung penuh apa pun kep

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Masih Tak Akur

    Setelah menyerahkan urusan pindah rumah pada pelayannya.Kian lantas membawa Kaylan untuk diantar ke sekolah agar tidak terlambat.Di dalam mobil yang melaju membelah jalanan kota, suasana terasa begitu tenang. Kaylan duduk di kursi penumpang samping Kian sambil memeluk tas sekolahnya dengan erat. Kaylan menoleh perlahan ke arah Kian matanya menyorot penuh kegelisahan.“Bibi, nanti aku dan Ibu tinggal di mana? Kita ‘kan sudah diusir sama Bibi yang galak itu tadi,” tanya Kaylan dengan nada suara lirih. Mata polosnya tidak bisa menyembunyikan kecemasan.Kian melirik sekilas pada Kaylan, lalu dia mengulas senyum untuk menenangkan. Kian mengulurkan tangan kirinya lalu mengusap lembut puncak kepala Kaylan. “Kay tenang saja, ya. Bibi tidak akan mungkin membiarkan Kay dan Ibu terlantar di pinggir jalan. Sekarang, Kay tidak perlu cemas memikirkan hal itu lagi.”Kaylan masih menatap sendu pada Kian.“Janji sama Bibi, hari ini di sekolah harus belajar yang baik dan fokus mendengarkan Miss di

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Jangan Meremehkan

    Wajah Sienna seketika pucat. Dia menggeleng kuat-kuat, hendak maju untuk memohon kembali agar tidak jadi diusir. Namun, sebelum Sienna sempat mengeluarkan suara, Kian sudah lebih dulu memegang pundaknya.“Tidak apa-apa, Sienna. Jangan memohon lagi.” Kian bicara dengan nada suara yang tenang tapi terdengar tegas. Setelah melirik sekilas ke pintu rumah yang Sienna tinggali, Kian menatap Sienna lalu berkata, “Kamu berhak mendapatkan tempat tinggal yang jauh lebih layak dan aman daripada rumah ini.”Sienna panik dan bingung, dia juga tidak mau membebani Kian lagi.Sedangkan pemilik kontrakan langsung kesal mendengar ucapan Kian.Dia menatap remeh pada Kian. “Bagus kalau begitu! Tidak usah banyak bicara lagi, angkat kaki kalian dari sini sekarang juga! Jangan sampai saya panggil warga untuk menyeret barang-barangmu keluar!”Kian mengabaikan teriakan wanita itu. Dia menoleh ke arah Sienna. “Sienna, masuklah dan mulai kemasi barang-barang penting milikmu dan Kaylan. Kalau memang barangnya

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Masalah di Rumah Sienna

    Setelah mengurus suaminya dan sarapan bersama. Kian mengemudikan mobilnya membelah jalanan pagi, menuju kawasan tempat tinggal Sienna. Begitu tiba di dekat gang sempit akses menuju rumah Sienna. Kian lebih dulu memarkirkan kendaraannya di bahu jalan raya seperti biasa, setelahnya dia melangkah masuk menyusuri gang menuju rumah untuk menjemput Kaylan.Namun, langkah kaki Kian mendadak melambat saat jaraknya tinggal beberapa meter dari rumah kontrakan Sienna. Sayup-sayup suara lengkingan tajam seorang wanita terdengar memecah keheningan gang. Begitu menajamkan pandangan, Kian terkejut melihat seorang wanita paruh baya bertubuh gempal sedang berdiri berkacak pinggang di depan pintu, memaki-maki Sienna yang hanya bisa menunduk dalam.Kian mempercepat langkahnya untuk menghampiri, begitu tiba di sana, Kian langsung berdiri di samping Sienna untuk menengahi. “Permisi, ada apa ini? Kenapa ribut-ribut sepagi ini?” tanya Kian dengan nada suara yang tenang dan sopan.Wanita paruh baya itu

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Sangat Percaya Diri

    Jarum jam sudah menunjuk ke angka sebelas malam lewat sedikit saat Mia akhirnya melangkah masuk ke dalam kamar kontrakannya yang sempit. Suasana sepi langsung menyambut. Dengan sisa tenaga yang ada, dia meletakkan tas selempangnya di atas meja kayu kecil, lalu mendudukkan diri di tepian ranjang yang beralaskan sprei lusuh.Mia terdiam, menatap lurus ke arah dinding kamar yang kosong. Pikirannya melayang kembali pada rentetan kejadian hari ini, terutama kilasan wajah kecewa Ibu penjual kue di taman tadi sore. Dada Mia berdenyut nyeri. Dia mulai menyadari jika bekerja menjadi asisten pribadi Luna benar-benar tidak cocok untuknya. “Ini tidak benar,” gumam Mia lirih. Napasnya berembus berat.Segala kepalsuan, makian, dan tindakan semena-mena yang Mia saksikan setiap sangat bertentangan dengan hati nuraninya. Mia tidak cocok dengan semua tingkah Luna dan krunya.Luna tak pernah menganggapnya sebagai asisten yang membantu mengurus pekerjaannya, tapi Luna menjadikannya seorang pelayan ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status