Share

Sandiwara Kanaya

Penulis: Aldra_12
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 11:00:05

Mendengar nama Kian disebut, punggung Julian langsung menegak. Rahangnya mengetat dan bola matanya membulat sempurna.

“Apa yang dilakukannya lagi? Dia sepertinya berniat terus membuat masalah denganmu.” Suara Julian menggeram tertahan.

Masih memasang mimik wajah sedih seolah dia yang terintimidasi, Kanaya lalu menjelaskan, “Kian memberiku desain mentah untuk diajukan ke Pak Hadwin, ternyata ditolak lagi.”

Kanaya menjeda ucapannya agar terlihat benar-benar sedih, sebelum dia kembali berkata, “Ya, sebagai supervisor, aku berhak meminta desain revisian lain karena dia memang diberi tugas untuk merevisi desain itu, kan? Tapi Kian malah ketus padaku.”

“Dia menyakitimu?” Julian menatap iba, sampai-sampai mengecek wajah hingga tub

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
jujur aja Ki biar Arthur yg kasih pelajaran sama duo demit itu...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menyerahkan Semuanya

    Kian diam. Dia melihat tatapan lembut dari Arthur, sampai teringat ucapan Arthur malam sebelumnya.Kian takut dan tidak siap, tapi dia juga tidak bisa mengabaikan suaminya. Kian mencoba memaklumi kebutuhan biologis suaminya.Ketika Arthur mengendurkan genggaman tangan mereka, Kian malah mempererat, membuat Arthur menatap penuh arti padanya.“Aku sudah mempercayakan semuanya padamu, seharusnya sudah tak ada lagi keraguan dalam hatiku.”Tubuh Arthur menegak mendengar ucapan Kian. Senyum perlahan mengembang di bibirnya.“Jadi ….” Arthur menatap menunggu kepastian.Kian mengulum bibir sejenak. Kepalanya mengangguk pelan.Arthur menangkup kedua pipi Kian begitu mendapatkan izin. Dia segera menyentuhkan bibir mereka, memagutnya dengan lembut dan perlahan.Mata Kian terpejam, jemarinya meremas kuat sisi lengan Arthur kala pagutan bibir mereka semakin memanas.Keduanya saling memagut penuh gairah, sampai Arthur mendorong pelan tubuh Kian hingga berbaring di atas ranjang, masih dengan bibir ya

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Mencoba Memiliki

    Kian dan Arthur akhirnya mencapai mobil. Mereka segera masuk ke dalam mobil karena hujan semakin deras.“Kita tidak mungkin melakukan perjalanan dalam kondisi basah, bisa-bisa sampai rumah kita sakit.” Arthur menatap pada Kian yang sedang merapikan rambut.Kian menoleh ke Arthur sambil mengelap wajahnya dengan tisu. Dia diam beberapa saat karena memikirkan apa yang harus mereka lakukan dalam situasi ini. “Tapi kita juga tidak bawa baju ganti. Siapa yang menyangka kalau cuacanya bisa berubah secepat ini.”“Apa mau ke toko beli baju?” tanya Arthur.Kian merasa terlalu boros jika membeli baju lagi, padahal di rumah baju mereka sudah banyak. “Tidak usah, lagian hanya basah, kenapa harus beli baju juga.”“Kalau begitu, bagaimana kalau ke hotel dulu? Selagi menunggu hujan reda, kita juga bisa menggunakan jasa dry cleaning untuk mengeringkan pakaian kita dulu dan beristirahat. Kita juga tidak mungkin mengendarai mobil menerjang hujan sederas ini.”Kian diam beberapa saat sebelum mengangguk.

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Provokasi

    “Benar. Arthur tidak mungkin asal menikah begitu saja, jadi ini alasannya.” Carla menatap geram mengetahui alasan di balik pernikahan Arthur.Oliver menyeringai. Dia lebih dulu menenggak minuman, sebelum kembali bicara. “Kamu sudah tahu faktanya, lalu apa kamu akan menerima begitu saja kalau Arthur menikahi wanita lain?”Carla menatap Oliver dengan cepat. Kepalanya menggeleng pelan.“Aku sangat yakin kalau Arthur sebenarnya mencintaimu. Hanya saja, waktu itu dia tak punya pilihan.” Kalimat provokasi kembali meluncur dari bibir Oliver.Carla menatap penuh harap. “Apa yang kamu katakan benar. Arthur mengabaikanku pasti karena merasa bersalah padaku sebab dia menikah dengan wanita lain.”Oliver mengangguk-angguk pelan. Dia mendesis pelan setelah kembali menenggak minuman dari gelas.“Jika kamu mencintainya, seharusnya kamu memperjuangkannya, bukan malah putus asa dan mabuk-mabukan begini. Benarkan?” Sorot mata Oliver berubah licik. “Kalau aku jadi kamu, aku akan mati-matian merebut hati

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Rencana Oliver

    Menjelang sore.Oliver keluar dari ruang kerjanya. Pandangannya lebih dulu tertuju ke meja Kian, sebelum akhirnya dia melangkah menghampiri Kian.Begitu tiba di depan meja Kian, Oliver menyapa, “Kian.”Kian mengangkat pandangannya dan melihat Oliver yang sudah menatapnya.Kian buru-buru berdiri dari duduknya. “Iya, Pak. Ada yang bisa saya bantu?”Oliver tersenyum melihat Kian yang begitu sigap meresponnya.“Malam ini aku mau mentraktir semua staff untuk merayakan jabatanku di sini.”Kian terdiam beberapa saat mendengar ajakan Oliver.“Mohon maaf, Pak. Sepertinya saya tidak bisa ikut.” Kian tersenyum kecil setelah memberikan penolakan.Satu sudut alis Oliver tertarik ke atas. “Kenapa?”Kian tersenyum canggung. “Besok saya ada acara, jadi harus pulang lebih awal hari ini.”“Acara apa?”Kian menatap aneh karena Oliver seperti ingin segala sesuatu tentangnya dengan detail. Namun, Kian memaklumi sikap Oliver.“Acara keluarga, Pak,” jawab Kian.Oliver mengembuskan napas pelan. “Baiklah kala

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Menolak Tawaran

    Arthur diam dengan tenang mendengar pertanyaan Kian.“Aku ingin menceritakan sesuatu padamu, tapi nanti, setelah dari makam kedua orang tuamu.”Kian mengangguk pelan, walau sedikit kecewa karena harus menyimpan rasa penasarannya.“Besok kita pergi ke sana, setelahnya aku akan memberitahukan apa yang ingin kuberitahukan padamu.”Kian melebarkan senyum. Rasa penasarannya tergantikan dengan rasa bahagia karena akhirnya dia bisa melihat makam kedua orang tuanya.“Terima kasih karena kamu mau ikut bersamaku.” Kian buru-buru menyantap sarapannya setelah bicara.Sedangkan Arthur, meski senang melihat Kian bahagia, tapi jelas ada kecemasan yang terselip dari sorot matanya.**Kian berangkat ke perusahaan setelah sarapan. Sesampainya di sana, Kian langsung naik menuju lantai departemen desain berada.Kian melangkah keluar lift menuju ruang departemen, ketika sebuah panggilan membuat langkahnya terhenti.Kian membalikkan tubuhnya, dia langsung membungkukkan tubuhnya saat melihat Oliver melangka

  • Istri Kilat Presdir Tampan    Hampir Saja

    Kian meneguk ludah kasar mendengar ucapan Arthur. Jantungnya berdegup semakin cepat ketika wajah Arthur semakin dekat, bahkan bibir mereka hampir bersentuhan.Kian memejamkan mata. Namun, hal yang terjadi berikutnya, tidak seperti yang Kian takutkan.Kian merasakan kepala Arthur jatuh bersandar di pundaknya.Kian membuka mata dengan cepat sebelum menoleh ke sisi kiri. Dia melihat Arthur yang memejamkan mata.Tampak begitu damai meski wajahnya begitu merah.“Arthur,” panggil Kian mencoba membangunkan. Tidak ada balasan dari Arthur, pria ini tertidur pulas.Kian mengembuskan napas pelan. Dia begitu lega karena Arthur tak memaksanya.Sekuat tenaga Kian menggeser tubuh Arthur agar menyingkir dari atas tubuhnya. Apalagi tubuh Arthur benar-benar berat sampai membuat dadanya sesak.Begitu berhasil menggeser tubuh Arthur hingga terbaring di ranjang, Kian segera bangun lalu menyelimuti tubuh Arthur.Kian duduk di samping Arthur sambil terus memandang suaminya.“Apa yang membuatmu mabuk begini

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status