Share

BAB 7

Author: Dea Saputri
last update publish date: 2026-09-25 20:43:24

BAB 7

\

Bab 7

Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria. 

“Tuan Calvin…,” gumam pelan Dean membuat Alexa menoleh. 

Hampir saja lupa, jika Calvin banyak dikenal masyarakat. Dean langsung menatap Alexa, meminta tolong kalau sebenarnya hari ini mereka tidak sengaja bertemu dan mengajaknya jalan - jalan. 

“Al, itu bukannya Tuan Calvin?” tanya Dean melihat mereka menghampiri dirinya. 

“Iya, calon suamiku. Kenapa?” tanya Alexa biasa saja membuat Dean menoleh kembali. 

“Dia bahkan melihat kita, raut wajahnya marah denganku. Tolong aku, Al.”

“Enggak, kau pria. Harusnya kau bisa urus sendiri, lagi pula… , gak masalah kok kalau kita jalan.” 

Alexa tersenyum lebar, tak lama langkah Calvin semakin dekat justru ia menarik dirinya untuk merangkul Dean. Pria itu merasa salah tingkah, dan berdebar - debar melihat Alexa menempel dengannya. Namun, ia takut jika ini akan menjadi masalah utama dengan Calvin. 

“Apa yang kau lakukan Alexa?” tanya Dean gugup berharap Alexa melepaskannya namun, justru Alexa menggenggam tangan Dean begitu sengaja.

“Ck… kau bahkan tadi baru saja menggoda dan mengambil di depanku. Sekarang kau takut dengan Calvin, hish.”

Charlie mendekati mereka, katanya melihat Dean membawa semua belanjaan Alexa. Bahkan, Calvin menatap tajam pria itu. Ia langsung meminta Liam untuk mengambil semua belanjaan Alexa. 

“Ambil barang Alexa, dan lepaskan tangannya!” suara dingin Calvin membuat Dean dan Alexa saling terdiam. 

Liam segera mengambil barang belanjaan Alexa dari tangan Dean, namun Alexa yang memiliki sifat keras kepala dan sedikit nakal merasa tertantang dengan sikap ini. 

“Alexa, ikut denganku!” suara dingin Charlie bahkan membuat mereka semakin diam. 

Sial. 

Ini pertama kalinya Charlie marah dengannya, bahkan suara dingin dan aura menyeramkan membuat Ale merinding. 

“Alexa, aku tuku tidak penerima penolakan. Dan kau! Lepaskan tangan calon istriku!”

Deg. 

Mata Alexa hampir melotot, bahkan ia tak menyangka jika Charlie mengatakan dirinya adalah “calon istri?” Alexa merasa bahagia, setidaknya pertemuan dengan Dean hari ini membawa sesuatu yang bahagia dan membuat dia tahu jika Charlie mengakuinya sebagai calon istri. 

“Calon istri?” tanya Alexa, hampir tertawa sebisa mungkin mengontrol wajahnya agar tetap baik - baik saja. 

“Aku tidak menerima penolakan.”

Akhirnya Dean sadar, jika berurusan dengan Charlie bukan hal yang mudah. Urusannya akan panjang, bisa saja mempengaruhi masa depannya. 

“Pergilah, aku ada urusan juga. Tuan Charlie, maafkan saya. Kebetulan saya teman lamanya Alexa. Dan kita hanya bertemu tanpa sengaja, saya minta maaf. Alexa ikutlah dengan Tuan Calvin, jangan buat masalah.”

Liam hanya diam, begitu pula beberapa karyawan kantor yang memperhatikan mereka. Tidak ada yang berani menyela, bahkan bicara sedikitpun. Harusnya, ini adalah pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga. Tapi, Charlie…., menunda bahkan memilih menghampiri Alexa yang membuat ulah dengannya. 

“Saya permisi,” Dean langsung pergi begitu saja, ia masih ingin hidup damai tanpa masalah dari Charlie. 

Alexa hanya diam, tidak banyak protes seperti biasanya. Tanpa sadar, Charlie memandangi Alexa dengan lekat. 

Ada yang berbeda. 

Alexa terlihat sangat cantik sekali menurut Charlie. 

Tidak ada make-up tebal, tidak ada riasan heboh. Bahkan… , pakai yang digunakan sekali hanya dress selutut tidak mencolot, memang pendek, tapi tidak seksi dan minim seperti biasanya. 

Alexa mengubah penampilannya. 

Dan ini Charlie melihatnya sendiri, biasanya Alexa polos tanpa riasan hanya saat ingin tidur saja. Tapi diluar itu  dia heboh. 

“Kenapa?” tanya Alexa heran. 

“Ikut denganku, kau selalu membuat ulah. Pekerjaan jadi molor, dan terlambat.”

Alexa tersenyum manis, bahkan ia tak menyangka akan bertemu dengan Calvin. Akhirnya ia merebut semua tas belanjaan dari Liam. Lebih baik ia sendiri, daripada disalahkan, dicibir oleh Charlie yang tidak perasaan itu. 

“Aku mau lanjut belanja, aku sibuk.”

Akhirnya Alexa meninggalkan Charlie begitu saja, sikap mereka menarik banyak pengunjung salah satu gosip miring muncul. Apa hubungannya mereka mulai renggang? 

Apa mereka sedang bertengkar? 

Dan banyak bisikan tajam yang mampu didengar oleh Alexa dan Charlie sendiri. 

“Liam, kau urus kerjaan dari ini. Aku harus mengatasi gadis nakal itu sebentar, aku percaya denganmu. Selesaikan hari ini.”

Charlie mengejar Alexa, bahkan ia merebut tas belanjaan milik wanita itu. Charlie yang membawanya sendiri, Alexa ingin mengendus kesal. 

“Makan siang denganku, aku temani.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 10

    BAB 10Charlie menatap tajam Alexa, gadis itu selalu membuat dirinya pusing. Sayangnya, Charlie tidak bisa melepaskan Alexa sedikitpun. “Kenapa kau hancurkan? Mereka tidak salah, kau yang salah Char.”Saat Charlie ingin menjawab, makanan mereka datang. Alexa mulai membayangkan jika Charlie akan meninggalkan dia sendirian di sini. Namun, Charlie lebih dulu mengambil piring Alexa, ia memotongkan daging kecil - kecil membuat dirinya semakin mengerutkan kening. Bingung, karena dia tidak pernah melakukan ini. Kecuali di depan orang tua mereka, itupun Alexa yang meminta. Tapi sekarang? Charlie melakukan sendiri, tanpa ia minta.“Makanlah, jangan banyak bicara.”“Kenapa masih di sini?” tanya Alexa menatap datar Charlie. Pria itu melihat sisi lain Alexa, yang biasanya manja, banyak tingkah, cerewet. Kini dia benar-benar tenang dan diam, justru Charlie tidak tenang dan nyaman melihat dia berubah. “Kau yang berubah, bukan aku!” jawab Charlie terus terang mulai memasukkan makanan ke dalam

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 9

    BAB 9“Ikut denganku, kau selalu membuat ulah. Pekerjaan jadi molor, dan terlambat.”Alexa tersenyum manis, bahkan ia tak menyangka akan bertemu dengan Calvin. Akhirnya ia merebut semua tas belanjaan dari Liam. Lebih baik ia sendiri, daripada disalahkan, dicibir oleh Charlie yang tidak perasaan itu. “Aku mau lanjut belanja, aku sibuk.”Akhirnya Alexa meninggalkan Charlie begitu saja, sikap mereka menarik banyak pengunjung salah satu gosip miring muncul. Apa hubungannya mereka mulai renggang? Apa mereka sedang bertengkar? Dan banyak bisikan tajam yang mampu didengar oleh Alexa dan Charlie sendiri. “Liam, kau urus kerjaan dari ini. Aku harus mengatasi gadis nakal itu sebentar, aku percaya denganmu. Selesaikan hari ini.”Charlie mengejar Alexa, bahkan ia merebut tas belanjaan milik wanita itu. Charlie yang membawanya sendiri, Alexa ingin mengendus kesal. “Makan siang denganku, aku temani.”Deg! Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya. “Aku tid

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 9

    BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 8

    BAB 8Deg!Alexa berhenti, apa Charlie lupa minum obat? Atau apa? Tidak seperti biasanya.“Aku tidak lapar, aku ingin segera pulang!” tolak Alexa ia sudah cukup malas dan lelah jika Charlie mengajak makan bersama. Hanya dirinya yang makan, dan Charlie sibuk dengan ponsel bahkan bicara pekerjaan dengan Liam.Lebih baik, ia pulang. Makan di mansion, bahkan tidak ada bedanya karena dia tetap makan sendirian.“Aku belum makan siang Lexa, aku lapar. Temani aku makan, ayo!” Charlie membawa tas belanjaan di tangan satunya, dan tangan sebelah menarik tangan Alexa mencari restoran yang cukup sepi.Ini perhatian pertama Charlie, apa harus pisah untuk pemutusan pertunangan baru Alexa akan merasakan hal bahagia seperti ini?Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 7

    BAB 7\Bab 7Alexa hanya menatap datar Calvin, bahkan sudah bisa dilihat jika laki-laki itu sedang menahan amarah melihat dirinya bersama seorang pria. “Tuan Calvin…,” gumam pelan Dean membuat Alexa menoleh. Hampir saja lupa, jika Calvin banyak dikenal masyarakat. Dean langsung menatap Alexa, meminta tolong kalau sebenarnya hari ini mereka tidak sengaja bertemu dan mengajaknya jalan - jalan. “Al, itu bukannya Tuan Calvin?” tanya Dean melihat mereka menghampiri dirinya. “Iya, calon suamiku. Kenapa?” tanya Alexa biasa saja membuat Dean menoleh kembali. “Dia bahkan melihat kita, raut wajahnya marah denganku. Tolong aku, Al.”“Enggak, kau pria. Harusnya kau bisa urus sendiri, lagi pula… , gak masalah kok kalau kita jalan.” Alexa tersenyum lebar, tak lama langkah Calvin semakin dekat justru ia menarik dirinya untuk merangkul Dean. Pria itu merasa salah tingkah, dan berdebar - debar melihat Alexa menempel dengannya. Namun, ia takut jika ini akan menjadi masalah utama dengan Calvin.

  • Istri Nakal Kesayangan Tuan Charlie   BAB 6

    Bab 6“Mommy beneran gak tahu, Charlie pulang jam berapa?” tanya Alexa terus mendesak pertanyaan dengan orang tuanya. “Mommy serius sayang, setelah dia pamit ke atas. Mommy langsung ke kamar, mungkin dia pulang tanpa pamit, bisa jadi begitu kan dad?” tanya Mommy Shopia benar-benar tidak tahu kapan Charlie kembali pulang. Sedangkan Daddy Rowan hanya tersenyum kecil, ia sudah melihat rekaman CCTV jika Charlie tidur semalaman. Namun, ia merasa tenang karena yakin jika Charlie tidak akan macam - macam. Justru kalau ada hal sesuatu yang terjadi ia lebih mencurigai putrinya sendiri. “Harusnya mommy dan daddy tahu, kapan Charlie pulang. Aku tidur, dan aku masih kesal dengan dia.”“Kenapa lagi? Bukankah ini yang kau mau, melihat Charlie terus mengejarmu?” tanya Daddy Rowan membuat semakin menggerutu. “Iya, aku ingin melihat Charlie benar-benar sayang dan cinta denganku Dad. Semalam dia sudah membicarakan ini, jika memutuskan pertunangan secara tiba-tiba aku tidak dewasa. Bahkan bisa memp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status