공유

36. Bunga Rindu

작가: Rosa Rasyidin
last update 게시일: 2026-01-10 22:52:00

"Ini benar-benar gila! Bagaimana mungkin kementerian mengirim kita ke kandang babi seperti ini?"

Suara keluhan itu mengganggu konsentrasi Muyin. Di gerbang desa, rombongan bantuan dari ibukota baru saja tiba.

Dua orang tabib paruh baya terlihat turun dengan wajah masam, diikuti empat orang dayang medis yang mengenakan seragam hijau lumut berbahan halus. Cara berpakaian yang tidak cocok untuk ditempat yang sedang terkena wabah.

Salah satu dayang medis, yang tampaknya paling senior, mengangkat ro
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Menuju Tenggara

    “Keyi, eh maksudku Er Wangfei.” Muyin memberikan penghormatan pada Keyi yang kini telah menjadi istri dari Pangeran Kedua.“Jangan begitu Kakak Ipar, aku jadi malu.” Keyi menyikut tangan Muyin yang masih terus meledeknya.“Aku yakin Er Wangfei akan terbiasa, terutama nanti saat malam pertama.” Ucapan Muyin membuat wajah Keyi memerah.“Jujur saja aku sangat takut, Kakak Ipar.”“Jangan takut, Er Wangfei harus santai dan bisa membuat Pangeran Kedua merasa beruntung memilikimu.”“Mungkin aku yang beruntung menikah dengannya, coba kalau aku menikah dengan si brengsek itu tentu hidupku setiap hari akan penuh dengan air mata.”“Sst, jaga bicaramu, walau dia telah dihukum ke pulau terpencil, aku yakin pengaruhnya masih ada di istana ini,” bisik Muyin pelan.“Aku juga yakin begitu, tapi biarlah itu menjadi urusan para lelaki.” Tatapan mata Keyi beralih, secara tak sengaja ia bertemu pandang dengan Pangeran Kedua dan sama-sama memalingkan wajah. Muyin menyadari hal itu.“Er Wangfei menyukainya,

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Titipan

    Setelah peperangan besar yang tak terlihat, setelah dikirimnya Pangeran Rui ke pulau terpencil sebagai budak, dan setelah Pangeran Canglan kembali ke Timur serta meninggalkan luka yang dalam di hati Fenglan, kehidupan pun berjalan seperti biasanya.Muyin kembali tenang karena semua pihak yang mengganggunya telah tiada. Ia fokus pada kehamilan dan ilmu pengobatannya, sembari membantu Li Keyi mempersiapkan pernikahan yang tidak akan lama lagi digelar.Hubungan antara Muyin dan Li Fenglan terlihat semakin dalam. Meski musuhnya telah pergi, Fenglan tetap meminta Lu Meng serta A Ying bersiaga di dekat istrinya ke mana pun wanita itu pergi.Hari-hari yang berjalan dipenuhi suasana yang ceria menjelang pernikahan Li Keyi juga kelahiran anak pertama Fenglan. Hingga pada suatu pagi yang cerah dan berangin, seorang pelayan datang membuat kehebohan. Mereka tak lagi berbisik-bisik, melainkan suaranya terdengar sampai membuat Muyin yang sedang menakar obat tidak bisa tenang.“Coba cari tahu apa ya

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Menahan Diri

    Fenglan dan Canglan hanya saling menatap dalam diam. Angin bahkan tak ingin lewat mengganggu konsentrasi keduanya. Meski sama-sama memegang pedang, di antara mereka tidak ada yang saling menyerang. Keduanya sama-sama sakit dan mencoba bertahan.Suara pedang yang beradu di luar terdengar makin jelas di telinga Fenglan. Ia yakin bahwa pasukannya berhasil melumpuhkan pertahanan Pangeran Canglan. Maka, menghabisi pangeran dari Timur itu adalah semudah membalikkan telapak tangan.Namun, semakin lama suara pedang terdengar semakin pelan, seolah-olah ada yang membuat mereka harus berhenti. Tak lama kemudian, pintu kamar Pangeran Canglan terbuka. Sosok yang datang membuat semua yang hadir diam, dan menundukkan pandangan.Bukan Han Yu ataupun A Ying yang masuk, melainkan pria paruh baya dengan jubah kebesaran bersulam benang emas khas penguasa wilayah Timur. Wajahnya yang tegas dipenuhi guratan kecemasan yang mendalam. Raja dari Timur telah datang.“Ayahanda,” gumam Canglan. Ia terkejut meliha

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Bertemu di Barat

    Sejak matanya dilempar serbuk pewangi oleh Muyin, Pangeran Canglan kurang bisa melihat dengan jelas. Lalu Mingze membawanya pergi dengan sisa pasukan yang ada, tidak kembali ke Timur melainkan istirahat sebentar di Barat. Karena jika kembali sekarang, tentu akan mendapat banyak pertanyaan dari Raja Timur.Sembari beristirahat, Pangeran Canglan diobati oleh seorang tabib yang cukup hebat di wilayah Barat. Berangsur-angsur matanya bisa melihat meski masih samar-samar.Pagi itu Pangeran Canglan melihat pemandangan di depan matanya. Ia berkedip setiap sebentar jika penglihatannya terasa perih.“Kejam sekali kau padaku, Yin’er, padahal dulu aku yang menyelamatkanmu,” gumamnya dalam kesendirian. Tak lama kemudian, Mingze datang setengah berlari dan memberi kabar pada Pangeran Canglan tentang hukuman yang akan dijatuhkan untuk Pangeran Rui.“Biarkan saja. Hukuman baginya tidak akan berpengaruh apa-apa padaku,” ucapnya santai.“Pangeran, hamba rasa kita harus segera kembali ke Istana Timur. D

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Cap Pemberontak

    Pangeran Rui selalu tertawa-tawa sendirian di dalam sel penjaranya yang dingin. Ia makan dengan lahap bak orang kesetanan hingga sisa makanannya tersangkut di sela-sela gigi. Semua harta dan takhta yang ia bangga-banggakan kini telah sirna tanpa bekas.Entah hukuman jenis apa yang akan ia terima, sebab kejahatannya sudah berada di tingkat tertinggi, yaitu menentang perintah Yang Mulia Kaisar.“Fenglaaaan! Kau menang kali ini, kau menaaang!” ucapnya sambil membanting cawan ke dinding.Benda itu pecah berkeping-keping hingga membentuk ujung yang tajam. Pangeran Rui berjalan dengan cepat dan meraih pecahan cawan itu.Pikirannya sekarang sangat pendek. Ia tak mau dihukum mati dengan sangat memalukan, juga tak mau menjalani kehidupan yang amat mengenaskan di dalam penjara.Pecahan cawan itu ia letakkan dekat di urat nadi lehernya. Antara takut dan berani, ia hendak menekan pecahan itu lebih dalam. Kemudian, Pangeran Rui menarik napas panjang, lalu membuangnya ke lantai.“Payah, ternyata ka

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    Bunga Terakhir

    Kain-kain putih lambang duka yang mendalam terpasang di tengah ruangan yang luas dan sunyi di kamp militer kediaman Keluarga Li. Sebuah peti mati telah disemayamkan di tengah-tengahnya dengan layak.Aroma dupa yang dibakar semerbak terbawa embusan angin, menemani kepergian seorang ajudan terbaik. Satu demi satu prajurit melangkah maju dengan wajah tertunduk lesu.Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada komandan sekaligus saudara seperjuangan mereka. Lei Jun pergi menyusul Mojin yang telah berpulang lebih dahulu.Han Yu berlari sekencang mungkin menerobos tenda kamp milliter. Napasnya tersengal-sengal dan zirah perangnya bahkan belum ia lepaskan setelah menyelesaikan penyitaan harta Pangeran Rui. Ia baru saja diberi tahu bahwa salah satu saudaranya pergi lagi meninggalkan dirinya.Ketika matanya melihat peti mati tersebut, pertahanan Han Yu runtuh seketika. Lelaki yang terkenal bijaksana dan tak kenal takut di medan perang itu jatuh berlutut di samping peti. Air mata mengalir de

  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    32. Perempuan Berbahaya

    Mojin berjalan dengan gemulai di antara tenda musuh yang berdiri. Di balik lengan bajunya ia menyimpan belati yang tajam dan mematikan.Jantungnya berdetak dengan cepat. Ia tidak takut, tapi karena rasa risih luar biasa akibat angin malam yang menerpa betisnya, yang terbuka di balik rok panjangnya.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    20. Hari Pertama

    Usai membersihkan genangan air di halaman depan paviliun pengobatan, kedua Tuan Muda itu segera duduk dan memperhatikan pemandangan di sekitarnya. Suasana senja yang begitu syahdu ditambah matahari terbenam yang sangat indah. Namun, suasana itu rusak ketika perut Keyi berbunyi keroncongan dari tadi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-18
  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    35. Merajut Dendam

    Muyin bergerak perlahan mendekati seorang wanita tua yang terbaring lemah di atas tumpukan jerami kering. Wanita itu, yang dipanggil warga desa sebagai Nenek Qin, tubuhnya kurus kering dengan kulit keriput karena pengaruh usia."Nenek, waktunya minum obat," ucap Muyin lembut sambil berlutut.Ia men

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Istri Pengganti Untuk Jenderal Li    38. Rasanya Bagaimana?

    Tabib Xu memejamkan matanya. Ruangan itu terasa hening, semua menunggu keputusan sang legenda medis. Mata Tabib Xu terbuka perlahan dan terlihat sangat berat."Kalian semua salah. Ini bukan penumpukan dahak, dan bukan sekadar ketidakseimbangan Yin dan Yang." Tabib Xu membelai janggut putihnya dan I

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status