LOGINSetelah dinasti keluarganya runtuh, Ming Zhu, putri dari kaisar yang dilengserkan, kehilangan segalanya—orang tuanya dibunuh dan kakaknya, Ming Yue, dijual ke rumah bordil. Hidup dalam pelarian, Ming Zhu akhirnya bekerja sebagai asisten pribadi seorang bangsawan misterius bernama Liang Wei, pria dingin dengan penglihatan yang lemah dan rahasia yang tak diketahui siapa pun. Hubungan keduanya semakin menegang saat Liang Wei menyelamatkannya dari rumah bordil dan menjadikannya budak seumur hidupnya. Di tengah intrik istana, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan, dua orang yang sama-sama hidup dalam bayangan akhirnya menyadari bahwa takdir mereka saling terikat. Ketika identitas mereka akhirnya terbongkar ke dunia, Ming Zhu dan Liang Wei tidak lagi memiliki tempat untuk bersembunyi. Namun alih-alih jatuh, mereka memilih untuk bangkit. Bersama-sama mereka memulai permainan berbahaya melawan para pengkhianat yang telah menghancurkan masa lalu mereka. Akankah mereka berhasil merebut kembali tahta yang seharusnya milik mereka?
View MoreSementara Itu di Xuanyin.Jauh dari Makam Teratai Putih, Putra Mahkota kembali mengalami kejang. Tabib istana berlarian masuk ke kamarnya. "Yang Mulia!" seru Tabib Istana. Permaisuri Zhao Lianhua berdiri di samping ranjang dengan wajah pucat. "Kenapa kondisinya tiba-tiba memburuk?" tanya Permaisuri dengan khawatir. "Racun Seribu Senja kembali aktif, Yang Mulia,” jawab Tabib Istana gugup. "Mustahil! Dia sudah menerima penawar!” ujar Permaisuri. Tabib menundukkan kepala. "Penawarnya hanya menekan racun, Yang Mulia,” ucap Tabib Istana. "Kalau begitu beri lagi!" seru Permaisuri. "Kami tidak bisa,” jawab Tabib Istana pelan. "Kenapa?" tanya Permaisuri cepat. "Karena seseorang telah mengganti ramuan penawarnya,” balas Tabib Istana. Ruangan langsung hening. "Apa?" "Ramuan yang seharusnya diberikan kepada Putra Mahkota, diganti dengan ramuan yang justru mempercepat penyebaran racun, Yang Mulia,” ujar Tabib istana. Permaisuri Zhao Lianhua memucat. "Siapa yang m
Ruangan bawah tanah itu terasa semakin sunyi. Ming Zhu masih berdiri di depan lukisan tua Permaisuri Shen Xinyue. "Jadi, Ibu sebenarnya berasal dari Xuanyue?" tanya Ming Zhu lagi. Penjaga Makam mengangguk. "Benar Yang Mulia. Tapi beliau bukan sekadar keturunan kerajaan,” jelas penjaga makam. Ia menatap Ming Zhu dengan serius. "Permaisuri Shen Xinyue adalah keturunan sah kerajaan Xuanyue,” lanjutnya. Ming Zhu terdiam. Liang Wei ikut menatap pria tua itu. "Kalau begitu, kenapa identitasnya disembunyikan?" tanya Liang Wei. Penjaga Makam menarik napas panjang. "Karena ketika Permaisuri Shen masih kecil, terjadi kudeta di Xuanyue. Para pemberontak membantai keluarga kerajaan. Mereka mencari satu anak yang diyakini sebagai pewaris sah. Seorang bayi perempuan. Dan itu Putri terakhir dari garis utama kerajaan Xuanyue,” jelasnya. "Para penjaga setia berhasil menyelamatkannya. Mereka membawanya keluar dari istana dan menyembunyikannya di tempat yang tidak akan pernah dicur
“Jangan bicara sembarangan,” ucap Ming Zhu. Gadis itu berdiri di tengah ruangan. Di hadapannya terdapat sebuah altar batu berbentuk bunga teratai. Delapan pilar mengelilinginya, masing-masing dihiasi lambang keluarga kerajaan Dinasti Ming. Penjaga Makam berjalan perlahan menuju altar. "Yang Mulia. Ada satu hal yang selama ini tidak pernah diketahui siapa pun,” jelasnya. Ming Zhu menatapnya. "Apa?" tanya Ming Zhu cepat. Penjaga Makam menunjuk ke lantai. "Dinasti Ming tidak runtuh hanya karena pengkhianatan,” ujar Penjaga makam. Liang Wei langsung memperhatikan. “Lalu?” "Runtuhnya dinasti Ming, sudah direncanakan jauh sebelum perang dimulai,” jelas Penjaga makam. Jenderal Luo mengerutkan kening. "Siapa yang merencanakannya?" tanya Jenderal Luo penasaran. Penjaga Makam menggeleng. "Itulah yang selama ini tidak kami ketahui,” ucap Penjaga makam. Ia kemudian menekan salah satu batu di altar. KLIK. Seluruh ruangan bergetar. Lantai di tengah altar perlahan ter
Lorong makam semakin dalam. Langkah kaki mereka menggema di antara dinding batu yang telah berusia ratusan tahun. Tidak ada suara selain tetesan air dari langit-langit makam. Liang Wei berjalan paling depan, sementara Ming Zhu berada tepat di belakangnya. Hei Yan dan Mo Lin menjaga bagian belakang. Ye Shuang serta Su Mu memeriksa setiap sudut lorong untuk memastikan tidak ada jebakan. "Pelaku ingin mempertahankan kondisi Putra Mahkota,” celetuk Tuan Tianyi sambil memikirkan simbol racun seribu senja yang baru mereka temukan. Ming Yue langsung memahami. "Untuk apa?" tanya Ming Yue. Tuan Tianyi menatapnya. "Untuk mengendalikan siapa yang akan menggantikan takhta,” ujarnya. Semua terdiam. Liang Wei mengepalkan tangannya. "Kalau Putra Mahkota meninggal, posisi pewaris jelas akan berubah,” ucapnya. Ming Zhu menatapnya. "Dan kau adalah salah satu kandidat terkuat, Liang Wei,” ucap Ming Zhu. Liang Wei tidak menjawab. Ia sudah memahami maksud sebenarnya. Selama Put
Malam itu setelah kediaman mulai sunyi dan sebagian besar pelayan sudah kembali kekamar mereka, Ming Zhu bergerak perlahan. Ia menggunakan pakaian perempuan yang ia simpan diam-diam sejak awal tinggal di kediaman itu. Pakaian yang tidak terlalu mewah, tapi cukup untuk dikenal sebagai wanita baik-
Pagi turun dengan perlahan. Ming Zhu hampir tidak ingat kapan akhirnya tertidur, dan ketika suara lonceng kecil dari dapur belakang terdengar, langit baru saja mulai memucat. Ming Zhu duduk perlahan di ranjang kayunya. Beberapa detik ia hanya menatap lantai, mencoba menenangkan pikirannya. Namun b
“Ayah, Ibu, Maaf aku belum bisa menemukan Kakak,” gumam Ming Zhu didepan kaca. Ia melepas topi kasim yang menutupi rambutnya, baju, serta tali yang melilit untuk menyamarkan dada miliknya. Ia kemudian mulai melepas ikatan rambutnya dan menyisir rambut panjangnya di depan kaca sembari bersenandun
Ming Zhu berjalan menyusuri koridor kayu menuju ruang belajar. Ia tidak tidur nyenyak semalam. Kata-kata pria itu terus terngiang di kepalanya. Ia lebih khawatir tuan muda ini jauh lebih bahaya daripada bangsawan terdahulu yang melengserkan keluarganya. Apakah itu hanya ucapan biasa? Atau sebuah p












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews