로그인Rael, pemuda lemah yang dianggap tak berguna, menyimpan rahasia yang bisa mengguncang kerajaan. Ia bukan sekadar anak buangan—ia adalah keturunan terakhir dari keluarga agung yang lenyap dari sejarah karena pengkhianatan. Dengan kecerdasan modern dari kehidupan lamanya sebagai jenius strategi, Rael mulai meniti jalan berbahaya. Mampuhkah ia bertahan?
더 보기Cerita itu menyebar bukan seperti api, melainkan seperti benih yang menempel di sepatu orang-orang yang lewat. Tidak semua tumbuh. Tidak semua perlu tumbuh. Tapi beberapa jatuh di tanah yang cukup retak untuk memberi ruang.Di wilayah barat, sebuah kota kecil mulai meniru satu kebiasaan sederhana: setiap keputusan besar ditulis di dinding umum selama tujuh hari sebelum dijalankan. Orang boleh mencoret, menambah, atau menulis ketakutannya sendiri. Tidak ada voting. Hanya waktu.Di selatan, pasar mingguan menambahkan satu jam “diam bersama”. Lapak tetap buka, tapi transaksi dihentikan. Orang duduk, minum, menatap. Awalnya canggung. Lalu menjadi kebutuhan.Tak satu pun menyebut nama Rael.Rael sendiri berjalan terus. Ia bekerja seadanya, membantu memperbaiki jembatan kayu, mengajari membaca bagi yang meminta, lalu pergi sebelum menjadi pusat. Ia belajar seni baru: **meninggalkan sebelum ditinggalkan**.Suatu sore, ia bertemu seorang pemuda yang membawa buku catatan lusuh.“Aku dengar kam
Waktu berlalu dengan cara yang tak bisa dihitung dengan kalender. Ia terasa di bahu yang mulai terbiasa menanggung keputusan, di mata yang tak lagi kaget saat sesuatu gagal.Suatu pagi, papan-papan di taman tidak bertambah. Untuk pertama kalinya sejak lama, tak ada tulisan baru. Orang-orang tetap datang, membaca yang lama, berdiri sebentar, lalu pergi. Seolah semua yang perlu dikatakan hari itu sudah ada.Rael menyadari keheningan itu bukan kekosongan. Ia adalah jeda.Jeda itu pecah oleh kabar kecil namun tajam: seorang buruh pelabuhan ditangkap oleh penjaga lama—penjaga yang seharusnya sudah tak punya wewenang. Alasannya sederhana: melanggar aturan lama yang tak pernah dicabut secara resmi.Orang-orang marah. Bukan karena satu orang ditahan, tapi karena kebiasaan lama mencoba kembali lewat celah hukum yang lupa dirapikan.Rapat kembali digelar. Suaranya lebih berat dari sebelumnya.“Kita terlalu sibuk bertanya,” kata seseorang, “sampai lupa mengikat hal-hal dasar.”“Kalau kita mulai
Musim berganti tanpa penanda resmi. Tidak ada festival besar, tidak ada pengumuman kemenangan. Yang ada hanya perubahan kecil yang terasa di tubuh: langkah orang-orang tak lagi tergesa setiap pagi, percakapan tak selalu berakhir dengan keluhan, dan diam tidak lagi selalu berarti takut.Rael mulai jarang terlihat di rapat. Bukan karena disingkirkan, melainkan karena rapat-rapat itu tetap berjalan tanpa menunggunya. Ia memilih berjalan menyusuri kota, mendengar dari jarak dekat. Dari warung kopi, dari dermaga kecil, dari bangku-bangku kayu yang mulai lapuk.Di sebuah sudut pelabuhan, ia mendengar dua buruh muda berbincang.“Kalau sistem lama balik lagi, kamu bakal ikut?” tanya yang satu.Yang lain menggeleng. “Enggak. Bukan karena sistemnya jelek. Tapi sekarang aku tahu… ada pilihan. Dan begitu tahu itu, susah pura-pura lupa.”Rael melangkah pergi sebelum mereka menyadari kehadirannya. Kalimat itu lebih berat daripada pujian mana pun.---Suatu malam, Ira menemukannya duduk sendirian di
Waktu berlalu lagi kali ini tanpa saksi yang sadar sedang menyaksikannya.Buku kecil yang ditinggalkan Mira berpindah tangan. Seorang penjaga taman membacanya, lalu meletakkannya kembali. Seorang pelajar membawanya pulang semalam, menyalin satu kalimat, lalu mengembalikannya ke bangku. Tidak ada yang mengklaimnya. Tidak ada yang menjadikannya pegangan resmi. Buku itu hidup seperti desas-desus yang baik: cukup dekat untuk memengaruhi, cukup jauh untuk tidak mengikat.Di wilayah perlintasan itu, satu kebiasaan baru tumbuh diam diam: ** mengakhiri sesuatu dengan layak **.Program yang tak lagi relevan ditutup dengan penjelasan singkat. Proyek yang usang dilepas tanpa mencari kambing hitam. Bahkan jabatan jabatan lama mulai memiliki tanggal pensiun yang jelas bukan karena gagal, melainkan karena waktunya selesai. Orang-orang belajar merayakan penutupan seperti mereka merayakan pembukaan.Suatu hari, sebuah rapat dibuka dengan kalimat yang tak biasa:“Agenda hari ini hanya satu apa yang ak






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰