Share

Duke Revanov Arcelio

Author: Xia_Agatha
last update Last Updated: 2023-02-17 10:53:02

"Apa anda melihat saya sedang bermain? Bahkan anak kecil tahu kalau ini bukan tempat bermain. Sepertinya ada yang salah dengan mata anda, Tuan."

Dia hampir saja melemparkan palunya dan menggertakkan giginya mendengar jawabanku. "Hah! Memangnya apa yang bisa dilakukan orang rendahan sepertimu?!"

Disaat seperti ini pun mereka hanya diam melihatku di permalukan apalagi penjaga yang di berikan Marquis, dia bahkan tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun untukku.

"Saya tidak punya kewajiban menjawab pertanyaan Anda, yang saya cari adalah pemilik tempat ini."

Wajah pria ini memerah karena marah. "Apa?! Kau mau di pukul ya?!"

"Pukul saja."

Jika kau memukulku harga dirimu pasti akan jatuh. Dia sudah mengangkat tangannya, jika aku hanya diam pukulan itu akan mengenai wajahku. Kurasa itu cukup setimpal asalkan aku tidak membuat kerusuhan lebih lama.

"Berhenti! Apa yang kau lakukan Fleur?!" seru seorang pria yang sedang menuruni tangga.

"Tuan?"

"Kau akan membuat semua pelanggan kita kabur."

Apa dia pemimpinnya? Dia terlihat lebih muda dari yang kubayangkan. Pria bernama Fleur itu langsung pergi setelah melirikku dengan tatapan tajamnya.

"Maafkan saya Tuan."

Dia tidak memperdulikanku yang seorang anak marquis tapi justru membungkuk pada pria yang kini sudah berdiri tepat di depanku. Rambut perak dan mata biru muda itu seolah menyeledik lalu sedetik kemudian dia tersenyum.

"Apa yang membawa Nona kesini? Karena saya bukan orang yang memiliki banyak waktu luang," ujarnya.

Yah, aku tidak meminta mereka untuk langsung menerimaku. Tapi bukankah permusuhan ini terlalu kentara? Sudahlah.

"Saya rasa sopan santun di tempat ini perlu di ajarkan lagi," celetukku sembari melihat-lihat. Tempatnya sangat ramai, terutama di lantai satu.

"Maaf mematahkan harapan Anda tapi karena kami berasal dari kalangan bawah jadi kami tidak pernah peduli dengan hal-hal seperti itu. Saya pikir anda sudah mengerti," jawabnya dengan santai. Pria itu membawaku ke lantai dua tempatnya bekerja.

Dia bahkan tidak mempersilahkan aku untuk duduk dan langsung bertanya lagi begitu kami berhadapan. Aku tahu tempat ini bukan sekedar tempat pengrajin kayu karena disinilah semuanya berpusat, tempat dari segala informasi rahasia dan kegiatan ilegal. Aku mengetahui hal itu saat masih di ibukota, ada sekelompok pria yang menyebut namanya.

Itu tidak penting, karena aku disini untuk memberikan tugas untuknya sebagai pengrajin. Bukan sebagai pemimpin Guild.

"Aku ingin kau membuatkan sesuatu menggunakan barang ini."

Dia menerima kotak yang kuberikan dan mengerutkan dahinya. "Apa maksud anda memberi saya lilin dan Parafin? Disini tempat pengrajin kayu Nona, bukan tempat pembuatan lilin."

Tentu saja dia bingung melihat Lilin dan parafin yang kubawa.

"Ya, aku tahu itu. Tapi ketrampilan kalian adalah yang terbaik disini dan lagi bukankah lebih mudah memahat lilin daripada kayu."

"Saya tidak mengerti. Apa anda meminta kami mengukir lilin?" tanyanya dengan mengangkat sebelah alis.

"Benar."

"Untuk apa?"

"Kau tahu, tambang wilayah marquis menghasilkan banyak parafin, karena kurangnya pengetahuan mereka hanya membuatnya menjadi lilin dalam bentuk biasa dan menjualnya dalam harga yang murah. Lalu apa gunanya kita memiliki pengrajin ukir? Padahal para bangsawan menyukai seni."

Dia berfikir sejenak. Jika kami bisa membuat seni baru dari lilin dan menjualnya pada bangsawan yang berkunjung maka keuangan wilayah marquis akan meningkat dan parafin yang tersisa tidak akan terbuang sia-sia. Dengan begitu juga wilayah yang tercemar akan berkurang.

"Tapi mungkin ini akan sedikit sulit karena kayu dan lilin itu berbeda. Kenapa anda tidak memintanya pada pembuat lilin?"

Aku sudah menemui mereka tadi. "Jika mereka bisa, saya tidak akan datang ke tempat ini dan mendapat hinaan tadi," jawabku yang membuat pria itu terkekeh.

"Menarik. Aku akan mencobanya dan mengirimkan hasilnya tiga hari lagi."

"Dua hari."

"Apa?!"

"Aku akan memeriksanya setelah dua hari. Jadi kuharap kau bisa menyelesaikannya. Aku tahu kau orang yang bijak. Kalau begitu terima kasih sudah meluangkan waktumu yang berharga."

"Haha baiklah."

Jika dia tahu yang kumaksud dia tidak akan membuang kesempatan seperti ini. Saat aku keluar keadaannya sudah sangat ramai, sepertinya orang yang sangat penting sedang berkunjung ke wilayah ini, tapi kenapa Marquis tidak mengatakan apapun padaku?

"Apa yang terjadi?" tanyaku pada pengawal yang dari tadi hanya menunggu diluar.

"Duke Arcelio sepertinya sedang berkunjung, apa Anda ingin menyambutnya?"

Duke Arcelio, dia adalah Duke termuda yang mendapatkan gelar setelah membunuh kedua orang tuanya. Kudengar dia juga orang yang tidak kenal ampun dan membunuh banyak orang hanya karena mereka membuatnya kesal.

"Tidak, aku akan mengecek penginapan lalu kembali."

"Baiklah."

Aku tidak ingin menemuinya. Tapi entah bagaimana sekarang kami sudah saling berhadapan. Berdiri di depannya saja sudah membuatku merinding, dia menatapku dengan mata semerah darah itu. Apa yang di lakukan dengan menatapku sedalam itu?

"Apa?!" tanyaku, aku tidak boleh terlihat takut dihadapannya.

"Ah, maafkan saya," ujarnya, sepertinya dia tidak sadar sedang memandangi tubuh seorang wanita dengan sangat tidak sopan.

Kasihan sekali orang yang akan menjadi istrinya nanti.

"Jika Anda benar-benar meminta maaf, bisakah anda menyingkir? Saya harus segera pergi."

Hari sudah semakin petang, kalau aku tidak segera pulang. Marquis pasti khawatir. Kenapa juga aku harus bertemu dengan pria menyeramkan ini. Kenapa hanya diam? Apa dia sedang merencanakan cara membunuhku?

"Anda cukup berani, Nona," ujarnya dia bahkan sudah memegang gagang pedang yang dibawanya.

"Anda akan membunuh saya? Kalau begitu lakukan saja jika anda ingin memulai perang dengan keluarga Magrita."

"AHAHAHA!"

Dia tertawa sangat keras sampai menarik perhatian orang lain, benar-benar pria yang gila. Aku jadi semakin takut apalagi penjaga di sampingku saja terlihat sekali dia gemetar ketakutan. Sangat tidak berguna.

"Apa anda sudah gila?" lirihku.

"Kau mengatakan hal itu karena belum mengenalku, Nona."

"Apa?"

Sejak kapan dia mengeluarkan pedangnya? Dia bahkan sudah membunuh penjagaku dalam sekejap. Ini ... benar-benar tidak masuk akal. Aku hanya ingin segera pergi bukannya ingin mati seperti ini. Orang-orang juga mulai panik, para penjaga penginapan sekarang sedang berkumpul mengelilingi kami.

"Lepaskan Nona Magrita!" seru salah satu dari penjaga itu.

Pria ini menghela nafas panjang lalu menurunkan pedangnya. "Kuharap kau berhati-hati denganku kedepannya," bisiknya. Dia bahkan meremas pundakku dengan sangat keras.

Tubuhku rasanya sulit untuk bergerak.

"Baiklah, akan kulepaskan. Kenapa kalian membuat keributan hanya karena hal sepele seperti ini?" ujarnya dengan santai. Dia lalu pergi meninggalkanku seolah tidak pernah ada yang terjadi.

"Dasar orang gila!" seruku yang membuat dia justru tertawa.

Kakiku rasanya sangat lemas dan membuatku terjatuh. "Nona! Anda tidak apa-apa?"

"Aku baik-baik saja, tolong sembunyikan kejadian ini dari Ayah."

"Baik, saya mengerti."

Mereka langsung mengurus mayat penjaga itu dan membawaku pulang, tentu saja meskipun aku sudah meminta mereka menyembunyikannya. Orang-orang yang melihat hal itu pasti akan menyebarkan gosip dan dalam sehari seluruh wilayah sudah membicarakan tentang Duke Revanov Arcelio.

Lalu hal yang paling kubenci dan ingin kuhindarin sekarang sudah ada di hadapanku bersama Marquis.

"Cecilia, perkenalkan dia adalah Duke Revanov. Beliau kesini untuk meminta maaf secara langsung padamu," ujar Marquis.

Apa yang ada dipikiran Marquis dengan mempertemukan kami seperti ini?! Apa dia tidak melihat wajah bengis pria itu?

Jangan tersenyum seperti itu! Kau membuatku takut dasar Duke gila!

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Masa lalu

    Pasar di pusat kota Avalon sangatlah ramai bahkan hanya dengan melepaskan pegangan tangan orang tua sudah cukup membuat seorang anak tersesat dan itulah yang di alami Yvone kecil. Dia memaksakan diri untuk pergi ke festival setelah membujuk ayahnya. Baru di saat seperti inilah dia menyesali pilihan untuk tidak menuruti perkataan orang tua. Gadis kecil itu menangis di pojok sebuah gang setelah berhasil keluar dari kerumunan warga. Dia meringkuk ketakutan sampai sebuah tangan kecil terulur padanya. "Apa yang kau lakukan disini?" Yvone mendongak mendapati seorang anak laki-laki mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Rambut peraknya berpadu dengan mata biru muda membuatnya terlihat seperti anak yang lembut namun penampilannya tak lebih baik dari pencopet di jalanan. "Siapa kau? Apa kau bisa membantuku?" "Kau pasti bercanda Lia, ini aku Alfonso dan darimana kau mendapatkan baju bagus seperti itu? Kau tidak mencuri langsung dari rumah bangsawan 'kan?" Gadis itu berkedip

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Negosiasi

    Tawa Revanov menggema di lorong, mengingat nama lain dari pria itu adalah gila, membuat Tristan tidak terkejut ataupun goyah padanya. "Kau benar, aku harus berterima kasih padanya karena membuat semuanya menjadi mudah, termasuk menyingkirkan sepupumu yang gila itu." "Kau begitu yakin Amelia akan mudah terseret dalam kasus sepele itu." Cibir Tristan. "Dan kau begitu yakin keluarga mu tidak akan terseret, sepertinya ayahmu itu terlalu memanjakanmu, Tuan muda." Kali ini ucapan Revanov membuatnya sedikit goyah, namun dia mencoba meyakinkan diri bahwa semua bukti sudah di hancurkan dan hanya satu bukti lagi yang perlu dia hancurkan dan itu sudah ada di tangannya sekarang. Pedang itu mulai menyentuh kulitnya dan terkena sedikit noda merah namun tak cukup banyak untuk menetes ke bajunya. "Apa yang kau inginkan?" "Mencoba bernegosiasi huh? Bagaimana jika yang kuinginkan adalah membunuhmu sekarang?" "Kau ingin menghancurkan keluarga Magrita bukan? Aku akan membantumu," ucap Tri

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Kedatangan Cecilia

    Hari berganti hari dan malam tiba ketika sebuah kereta kuda memasuki kediaman Magrita bersama dengan beberapa ksatria yang mengiringinya. Angin malam yang dingin menyambut kedatangan mereka kembali ke rumah yang seharusnya tidak pernah mereka datangi lagi. Tak ada yang berubah sedikitpun disana, tempat itu masih menjadi tempat yang jauh dari kata harmonis dan nyaman. Para pelayan berbondong-bondong keluar begitu mendapatkan kabar bahwa kereta keluarga Arcelio datang. "Selamat datang kembali Nona dan Tuan Arcelio," mereka memberi salam serentak begitu Cecilia keluar dari kereta kuda bersama dengan Revanov. "Belsacc, sudah lama tidak bertemu," sapa Cecilia pada seorang pria yang berdiri di tengah kumpulan para pelayan tersebut. "Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda Nona," jawabnya. "Bagaimana kehidupan sebagai kepala pelayan di Magrita?" Cecilia tertawa kecil melihat ekspresi Belsacc yang nampak tidak senang, pasalnya dia dulunya adalah ksatria namun setelah Mario dan Sillia

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Yvone dan Tristan

    Gadis iitu kembali termenung menatap keluar jendela, angin yang berhembus sepoi-sepoi membawanya kembali dalam lamunan, memandangi taman yang masih sama namun kini terasa berbeda. Tidak ada lagi bunga yang bermekaran dan dedaunan mulai kering. Sudah berapa banyak musim terlewat sejak dia berada di kediaman Viscount Valerine untuk mendapatkan pengobatan. "Anehnya, aku tidak rindu tempat ini," gumam gadis itu, matanya masih menatap jauh ke arah kota yang ada di wilayah Magrita. Suara ketukan lembut menariknya kembali ke kenyataan. "Masuklah." "Nona Yvone, Tuan Duke muda datang untuk bertemu dengan anda," ucap seorang pelayan yang baru saja masuk membawakan camilannya. "Katakan padanya aku akan segera datang, panggilkan seseorang untuk membantuku bersiap." "Baik Nona." Kegelisahan terlihat jelas di wajah pemuda yang kini menunggu di ruang tamu, tangannya mengepal menahan rasa gugupnya. Untuk kedua kalinya dia bertemu dengan tunangan yang bahkan belum pernah dia lihat sebel

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Salah paham?

    Suasana di lantai bawah penginapan begitu ramai karena banyaknya pengunjung yang makan disana tak terkecuali ksatria yang mengiringi perjalanan Cecilia. Mereka berkumpul dalam satu meja dan berbincang ringan bersama Alfonso, hingga salah satu dari mereka membuka pembicaraan lain. "Hei apa kau mendengarnya tadi pagi?" "Dengar apa?" tanya seorang lainnya yang duduk di samping Alfonso. Namun justru ksatria lain yang menjawab. "Aku tak sengaja mendengarnya saat akan memanggil Nyonya untuk sarapan bersama jadi aku buru-buru pergi sebelum mereka sadar. Sepertinya keluarga Arcelio akan memiliki penerus baru." Alfonso yang mendengarnya tidak segan untuk menyemburkan air minum yang terasa seperti menyangkut di tenggorokan hingga membuat para Ksatria tertawa. "Apa kau bilang?! Maksudmu ...," "Oh, aku tidak seharusnya membicarakan mereka seperti ini. Melihat nyonya meminta sarapan di kamar sepertinya Tuan melakukan terlalu jauh." "Aku merasa kasihan untuk Nyonya tapi itu untuk masa

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Ciuman Pertama

    Malam semakin larut namun Revanov masih belum tertidur, dia mendekap tubuh Cecilia yang masih terlelap dan menariknya semakin dekat. Di pandanginya wajah gadis itu dengan tatapan yang lembut."Kau tidak berubah Cecil, sudah berapa tahun kita tidak bertemu sampai kau melupakanku?" Tangannya menyisir lembut rambut yang hampir menutupi wajah sang istri. Dia tidak terlihat patah hati karena Cecilia melupakannya justru dia lega karena gadis itu bisa melupakan masa lalu yang mungkin menyakitkan untuknya."Kau boleh melupakan semuanya jika kau mau, aku akan membuat kenangan baru yang lebih indah untuk menimpa kenangan burukmu Cecil."Sebuah kecupan mendarat di kening Cecilia namun gadis itu tidak menyadarinya dan tertidur semakin lelap dalam kehangatan yang di bagi oleh Revanov.***Ketika pagi datang Cecilia menemukan dirinya tertidur di ranjang bersama seorang pria yang tak lain adalah suaminya. Tangan besar itu melingkar di pinggangnya dengan posesif hingga membuatnya sulit untuk bergera

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status