Beranda / Romansa / Istri Pengganti sang Duke Arogan / Persiapan Pesta Kedewasaan

Share

Persiapan Pesta Kedewasaan

Penulis: Xia_Agatha
last update Terakhir Diperbarui: 2023-02-16 19:39:54

Satu bulan lagi adalah pesta kedewasaanku dan sekarang Marquis memanggilku ke ruang kerja untuk membicarakan tentang persiapannya. Dia memutuskan untuk mengadakan pesta ini semewah mungkin dan akan mengenalkanku kepada para bangsawan Avalon secara resmi sebagai putrinya.

Yah, aku tahu dia sangat menyayangi putrinya tapi bukankah terlalu berlebihan untuk merayakan pesta kedewasaan dengan sangat mewah? Dia memberiku berkas rencana pesta yang sudah dia siapkan

“Ayah, apa ini tidak terlalu berlebihan?”

Marquis yang sedang membaca berkas-berkasnya kini melihat kearahku dan mengerutkan dahinya. “Apa maksudmu putriku?”

“Itu … pesta kedewasaan saya. Bukankan ini terlalu mewah?”

Aku suka sih karena ini juga hari bersejarah untukku tapi dengan begitu bukankah para bangsawan akan menganggapku sebagai wanita yang matre. Seorang putri angkat yang menghabiskan uang ayahnya untuk memamerkan kesombongan. Mereka pasti akan berfikir begitu.

Kesan pertama mereka padaku saja sudah buruk dan jika dia mengadakan pesta sesuai dengan rencana ini. Kupikir para bangsawan akan semakin membenciku.

“Putriku, ini adalah pesta kedewasaanmu dan akan menunjukkan kepada bangsawan lain bahwa keluarga Magrita bukanlah hal yang sepele.”

“Ayah benar. Tapi …”

Tapi tetap saja, siapa yang akan melakukan pesta semegah ini bahkan anggarannya melebihi anggaran pesta kerajaan. Keluarga Marquis magrita memang sangat kaya tapi ini tetap berlebihan. Aku lebih senang kalau uang itu kusimpan saja untuk tabungan masa depan.

Kita ‘kan tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya? Tidak ada yang menjamin.

“Kalau begitu, apakah saya boleh mengaturnya sendiri?”

“Kau ingin mengaturnya?”

“Benar Ayah. Akan lebih bagus jika mereka mengenal saya melalui hal seperti ini.”

Dia berfikir sejenak mungkin karena ini adalah pertama kalinya aku meminta sesuatu padanya dan yang kuminta bukanlah hal yang mudah apalagi untukku yang baru saja belajar dia pasti ragu menyerahkannya tapi aku cukup percaya diri dengan kemampuanku.

Lagipula apa yang perlu di khawatirkan aku bahkan pernah mengatur uang 15 perak untuk hidup sebulan di luaran sana.

“Baiklah, lakukan persiapannya sendiri dan jika kau kesulitan. Minta saja bantuan padaku tanpa perlu sungkan.”

“Terima kasih, Ayah!”

“Oh iya. Mario, bantu putriku menyiapkannya," perinntah Marquis pada pria di sampingnya.

Dia kembali menatapku. “Akan lebih mudah jika ada orang yang berpengalaman membantumu, Putriku.”

“Sekali lagi terima kasih ayah. Mario pasti akan sangat membantu.”

Dia tersenyum melihatku yang sangat senang. Ah, aku benar-benar menyayangi Ayah angkatku ini.

Saat aku keluar dari ruang kerja Marquis sepertinya dia menggumamkan sesuatu dan aku juga berpapasan dengan seseorang yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tapi dia terlihat seperti seorang dokter, mungkinkah Marquis sedang sakit? Tapi dia terlihat baik-baik saja.

“Sudahlah, jangan memikirkan sesuatu yang aneh.”

Aku hanya perlu fokus pada persiapan kali ini. Baguslah, dengan ini aku bisa membuktikan kemampuanku dan mendapatkan pengakuan para bangsawan sebagai putri marquis. Countess sudah mengajariku cara-caranya jadi aku hanya perlu mengikuti langkahnya saja dan dengan pengetahuan yang kutemukan di jalanan selama tujuh belas tahun sepertinya aku tahu apa yang bisa menarik perhatian para bangsawan.

“Mario. Bisa ambilkan aku catatan anggaran pesta dua tahun terakhir di keluarga Marquis? Aku akan menunggumu di ruang baca.”

“Baik Nona.”

Keluarga Marquis terkenal dengan pemandangannya yang indah karena dikelilingi oleh pegunungan dan hutan, bahkan didalam pegunungan itu terdapat tambang batu bara. Wilayah ini juga menjadi pusat pariwisata di Avalon. Barang yang sering dijadikan oleh-oleh adalah kerajinan patung kayu, mungkin aku bisa memanfaatkannya.

Setelah beberapa saat Mario datang membawa banyak berkas di pelukannya. Aku bisa saja menghiasi ruang pesta dengan berlian menggunakan uang yang di berikan Marquis. Para bangsawan memang suka kemewahan tapi bukan kemewahan yang berlebihan seperti itu.

“Mario, siapa yang menyiapkan pesta terakhir kali?” tanyaku basa basi sembari membaca satu persatu berkas.

“Nona Yvone yang menyiapkannya, itu adalah pesta ulang tahun beliau yang ke enam belas.”

Benar juga, Marquis bilang kalau putrinya meninggal setahun sebelum dia menemukanku. Dia membuat anggaran yang cukup bagus, aku yakin pestanya saat itu berjalan baik. Tapi daftar tamunya.

“Hmm … kenapa dia hanya mengundang sedikit orang?”

“Saat itu kesehatan Nona Yvone sudah mulai buruk. Jadi beliau hanya mengundang kerabat dekat dan mengadakan pesta kecil.”

"Oh, jadi begitu ... hmm."

Sekarang aku tahu apa yang perlu kupersiapkan, karena tamu undangan sudah disiapkan oleh Marquis aku hanya perlu menyiapkan dekorasi dan perencanaan pesta yang matang. Mario adalah suami dari Sillia, wanita yang dulu menemukanku bersama Marquis. Mereka adalah dua orang kepercayaan di kediaman ini.

"Aku akan menuliskan daftar barang yang harus kita pesan."

"Baik Nona. Apa anda ingin saya merekomendasikan sesuatu?"

"Tidak perlu, kurasa aku punya ide."

Mario tetap berdiri di sampingku yang sedang menulis. Dia tidak mempertanyakan apapun tapi apa ini hanya perasaanku saja sesaat aku merasa bahwa tatapan Mario seolah menusukku. Tapi saat aku menoleh dia tersenyum.

“Apa anda sudah selesai, Nona?” tanyanya dengan senyuman ramah.

Yah. Itu pasti hanya ilusiku saja.

“Iya. Mario, aku sudah menuliskan semuanya di sana. Kerjakan tanpa ada yang kurang lalu siapkan kereta kuda. Aku akan pergi keluar.”

“Baik Nona.”

Dia sangat kompeten meskipun umurnya sudah cukup tua, karena Marquis memberikan dia padaku berarti Marquis sudah sangat mempercayaiku. Aku tidak akan mengecewakannya.

Sekarang aku harus pergi mengunjungi para pembuat lilin dan pengrajin kayu. Meskipun dilihat berkali-kali, wilayah Marquis tidak pernah membosankan. Jalanannya juga selalu ramai oleh para pengunjung, selama perjalanan aku bisa melihat penginapan yang di kelola keluarga Marquis sangat ramai.

Setelah pesta kedewasaan dan aku sudah diakui oleh para bangsawan, Marquis bilang akan mengajariku mengelola wilayah ini secara langsung. Meskipun aku sudah beberapa kali ikut kunjungan wilayah bersama tapi dia tidak pernah membiarkanku ikut campur lebih jauh.

“Nona, kita sudah sampai.”

"Bantu aku untuk turun."

"Baik."

Pengawal yang di tugaskan Marquis, membantuku turun dan menarik perhatian banyak orang. Sebenarnya aku tahu dia awalnya menolak untuk mengawalku tapi setelah di bayar dua kali lipat oleh Marquis dia langsung menerimanya.

Bukankah kekuatan uang itu sangat bagus?

“Selamat siang, Nona Magrita. Ada keperluan apa sampai anda datang sendiri ke tempat seperti ini?” tanya seorang penjaga di tempat pengrajin.

“Apa maksudmu Tuan, tempat ini adalah sumber kemakmuran Magrita. Anda tidak perlu memanggilnya dengan sebutan ‘tempat seperti ini’.”

“A-ah maafkan saya.”

Dia terlihat sangat gugup padahal orang lain melihatku dengan tatapan benci yang terlihat sangat jelas. Sudahlah, aku harus segera menemui pemilik tempat ini dan pergi. Tatapan mereka membuatku sangat mual. Sebenarnya bukan hanya disini tapi di Kediaman Marquis juga banyak pelayan yang seperti itu, kebanyakan mereka adalah pelayan lama.

“Tolong antarkan aku pada pemimpin tempat ini.”

Dia hanya diam saja dan justru seorang pria berbadan besar datang dan berdiri tepat di hadapanku.

“Jika anda hanya ingin bermain, sebaiknya anda mencari tempat yang lain Nona.”

“Fleur! Apa yang kau katakan!”

Pria bernama Fleur itu membawa palu dan alat pengukir di tangannya. Dia sengaja menunjukkan kedua benda itu padaku. “Benda-benda seperti ini bisa saja menyakiti Anda,” ujarnya dengan nada mencemooh.

Yah, aku tidak bisa membencinya karena kebanyakan penduduk sudah tahu asal muasalku yang asli. Jadi wajar mereka masih mengaggapku sebagai ‘gadis pengemis’ yang diambil Marquis hanya karena wajahku yang mirip putrinya.

“Tuan. Apa saya terlihat seperti mengajak anda bermain? Atau apa setiap pelanggan kesini hanya bermain-main dengan anda? Saya pikir ini tempat pengrajin.”

Dia tersentak mendengar jawabanku. Apa kau pikir aku hanya akan diam dan lari setelah kau intimidasi. Sepertinya dia lupa darimana aku berasal.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Masa lalu

    Pasar di pusat kota Avalon sangatlah ramai bahkan hanya dengan melepaskan pegangan tangan orang tua sudah cukup membuat seorang anak tersesat dan itulah yang di alami Yvone kecil. Dia memaksakan diri untuk pergi ke festival setelah membujuk ayahnya. Baru di saat seperti inilah dia menyesali pilihan untuk tidak menuruti perkataan orang tua. Gadis kecil itu menangis di pojok sebuah gang setelah berhasil keluar dari kerumunan warga. Dia meringkuk ketakutan sampai sebuah tangan kecil terulur padanya. "Apa yang kau lakukan disini?" Yvone mendongak mendapati seorang anak laki-laki mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Rambut peraknya berpadu dengan mata biru muda membuatnya terlihat seperti anak yang lembut namun penampilannya tak lebih baik dari pencopet di jalanan. "Siapa kau? Apa kau bisa membantuku?" "Kau pasti bercanda Lia, ini aku Alfonso dan darimana kau mendapatkan baju bagus seperti itu? Kau tidak mencuri langsung dari rumah bangsawan 'kan?" Gadis itu berkedip

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Negosiasi

    Tawa Revanov menggema di lorong, mengingat nama lain dari pria itu adalah gila, membuat Tristan tidak terkejut ataupun goyah padanya. "Kau benar, aku harus berterima kasih padanya karena membuat semuanya menjadi mudah, termasuk menyingkirkan sepupumu yang gila itu." "Kau begitu yakin Amelia akan mudah terseret dalam kasus sepele itu." Cibir Tristan. "Dan kau begitu yakin keluarga mu tidak akan terseret, sepertinya ayahmu itu terlalu memanjakanmu, Tuan muda." Kali ini ucapan Revanov membuatnya sedikit goyah, namun dia mencoba meyakinkan diri bahwa semua bukti sudah di hancurkan dan hanya satu bukti lagi yang perlu dia hancurkan dan itu sudah ada di tangannya sekarang. Pedang itu mulai menyentuh kulitnya dan terkena sedikit noda merah namun tak cukup banyak untuk menetes ke bajunya. "Apa yang kau inginkan?" "Mencoba bernegosiasi huh? Bagaimana jika yang kuinginkan adalah membunuhmu sekarang?" "Kau ingin menghancurkan keluarga Magrita bukan? Aku akan membantumu," ucap Tri

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Kedatangan Cecilia

    Hari berganti hari dan malam tiba ketika sebuah kereta kuda memasuki kediaman Magrita bersama dengan beberapa ksatria yang mengiringinya. Angin malam yang dingin menyambut kedatangan mereka kembali ke rumah yang seharusnya tidak pernah mereka datangi lagi. Tak ada yang berubah sedikitpun disana, tempat itu masih menjadi tempat yang jauh dari kata harmonis dan nyaman. Para pelayan berbondong-bondong keluar begitu mendapatkan kabar bahwa kereta keluarga Arcelio datang. "Selamat datang kembali Nona dan Tuan Arcelio," mereka memberi salam serentak begitu Cecilia keluar dari kereta kuda bersama dengan Revanov. "Belsacc, sudah lama tidak bertemu," sapa Cecilia pada seorang pria yang berdiri di tengah kumpulan para pelayan tersebut. "Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda Nona," jawabnya. "Bagaimana kehidupan sebagai kepala pelayan di Magrita?" Cecilia tertawa kecil melihat ekspresi Belsacc yang nampak tidak senang, pasalnya dia dulunya adalah ksatria namun setelah Mario dan Sillia

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Yvone dan Tristan

    Gadis iitu kembali termenung menatap keluar jendela, angin yang berhembus sepoi-sepoi membawanya kembali dalam lamunan, memandangi taman yang masih sama namun kini terasa berbeda. Tidak ada lagi bunga yang bermekaran dan dedaunan mulai kering. Sudah berapa banyak musim terlewat sejak dia berada di kediaman Viscount Valerine untuk mendapatkan pengobatan. "Anehnya, aku tidak rindu tempat ini," gumam gadis itu, matanya masih menatap jauh ke arah kota yang ada di wilayah Magrita. Suara ketukan lembut menariknya kembali ke kenyataan. "Masuklah." "Nona Yvone, Tuan Duke muda datang untuk bertemu dengan anda," ucap seorang pelayan yang baru saja masuk membawakan camilannya. "Katakan padanya aku akan segera datang, panggilkan seseorang untuk membantuku bersiap." "Baik Nona." Kegelisahan terlihat jelas di wajah pemuda yang kini menunggu di ruang tamu, tangannya mengepal menahan rasa gugupnya. Untuk kedua kalinya dia bertemu dengan tunangan yang bahkan belum pernah dia lihat sebel

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Salah paham?

    Suasana di lantai bawah penginapan begitu ramai karena banyaknya pengunjung yang makan disana tak terkecuali ksatria yang mengiringi perjalanan Cecilia. Mereka berkumpul dalam satu meja dan berbincang ringan bersama Alfonso, hingga salah satu dari mereka membuka pembicaraan lain. "Hei apa kau mendengarnya tadi pagi?" "Dengar apa?" tanya seorang lainnya yang duduk di samping Alfonso. Namun justru ksatria lain yang menjawab. "Aku tak sengaja mendengarnya saat akan memanggil Nyonya untuk sarapan bersama jadi aku buru-buru pergi sebelum mereka sadar. Sepertinya keluarga Arcelio akan memiliki penerus baru." Alfonso yang mendengarnya tidak segan untuk menyemburkan air minum yang terasa seperti menyangkut di tenggorokan hingga membuat para Ksatria tertawa. "Apa kau bilang?! Maksudmu ...," "Oh, aku tidak seharusnya membicarakan mereka seperti ini. Melihat nyonya meminta sarapan di kamar sepertinya Tuan melakukan terlalu jauh." "Aku merasa kasihan untuk Nyonya tapi itu untuk masa

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Ciuman Pertama

    Malam semakin larut namun Revanov masih belum tertidur, dia mendekap tubuh Cecilia yang masih terlelap dan menariknya semakin dekat. Di pandanginya wajah gadis itu dengan tatapan yang lembut."Kau tidak berubah Cecil, sudah berapa tahun kita tidak bertemu sampai kau melupakanku?" Tangannya menyisir lembut rambut yang hampir menutupi wajah sang istri. Dia tidak terlihat patah hati karena Cecilia melupakannya justru dia lega karena gadis itu bisa melupakan masa lalu yang mungkin menyakitkan untuknya."Kau boleh melupakan semuanya jika kau mau, aku akan membuat kenangan baru yang lebih indah untuk menimpa kenangan burukmu Cecil."Sebuah kecupan mendarat di kening Cecilia namun gadis itu tidak menyadarinya dan tertidur semakin lelap dalam kehangatan yang di bagi oleh Revanov.***Ketika pagi datang Cecilia menemukan dirinya tertidur di ranjang bersama seorang pria yang tak lain adalah suaminya. Tangan besar itu melingkar di pinggangnya dengan posesif hingga membuatnya sulit untuk bergera

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status