Mag-log inAku adalah Cecilia, seorang gadis biasa yang hidup di jalanan. Namun suatu saat hidupku berubah setelah Marques Magrita menjadikanku sebagai anak angkat. Seperti mimpi indah dalam semalam, kupikir itu memang benar adanya. Tapi ada sesuatu yang ternyata mereka sembunyikan dariku. Mereka menjadikanku sebagai 'pengganti' putri yang asli untuk menikahi seorang Duke haus darah yang bahkan membunuh kedua orang tuanya sendiri. Ya, tidak ada yang bisa di percaya di dunia ini selain diriku sendiri. "Apa kau akan pergi setelah membuat semua kekacauan ini? Istriku?" Salah satu orang yang paling kubenci, adalah pria ini. Suamiku. Dengan mudahnya dia berkata seperti itu setelah membantai satu keluarga dihadapanku. "Kau Gila, Revanov." "Iya, aku memang gila. Itu semua karenamu, Sayang." Bisakah aku lepas darinya?
view morePasar di pusat kota Avalon sangatlah ramai bahkan hanya dengan melepaskan pegangan tangan orang tua sudah cukup membuat seorang anak tersesat dan itulah yang di alami Yvone kecil. Dia memaksakan diri untuk pergi ke festival setelah membujuk ayahnya. Baru di saat seperti inilah dia menyesali pilihan untuk tidak menuruti perkataan orang tua. Gadis kecil itu menangis di pojok sebuah gang setelah berhasil keluar dari kerumunan warga. Dia meringkuk ketakutan sampai sebuah tangan kecil terulur padanya. "Apa yang kau lakukan disini?" Yvone mendongak mendapati seorang anak laki-laki mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Rambut peraknya berpadu dengan mata biru muda membuatnya terlihat seperti anak yang lembut namun penampilannya tak lebih baik dari pencopet di jalanan. "Siapa kau? Apa kau bisa membantuku?" "Kau pasti bercanda Lia, ini aku Alfonso dan darimana kau mendapatkan baju bagus seperti itu? Kau tidak mencuri langsung dari rumah bangsawan 'kan?" Gadis itu berkedip
Tawa Revanov menggema di lorong, mengingat nama lain dari pria itu adalah gila, membuat Tristan tidak terkejut ataupun goyah padanya. "Kau benar, aku harus berterima kasih padanya karena membuat semuanya menjadi mudah, termasuk menyingkirkan sepupumu yang gila itu." "Kau begitu yakin Amelia akan mudah terseret dalam kasus sepele itu." Cibir Tristan. "Dan kau begitu yakin keluarga mu tidak akan terseret, sepertinya ayahmu itu terlalu memanjakanmu, Tuan muda." Kali ini ucapan Revanov membuatnya sedikit goyah, namun dia mencoba meyakinkan diri bahwa semua bukti sudah di hancurkan dan hanya satu bukti lagi yang perlu dia hancurkan dan itu sudah ada di tangannya sekarang. Pedang itu mulai menyentuh kulitnya dan terkena sedikit noda merah namun tak cukup banyak untuk menetes ke bajunya. "Apa yang kau inginkan?" "Mencoba bernegosiasi huh? Bagaimana jika yang kuinginkan adalah membunuhmu sekarang?" "Kau ingin menghancurkan keluarga Magrita bukan? Aku akan membantumu," ucap Tri
Hari berganti hari dan malam tiba ketika sebuah kereta kuda memasuki kediaman Magrita bersama dengan beberapa ksatria yang mengiringinya. Angin malam yang dingin menyambut kedatangan mereka kembali ke rumah yang seharusnya tidak pernah mereka datangi lagi. Tak ada yang berubah sedikitpun disana, tempat itu masih menjadi tempat yang jauh dari kata harmonis dan nyaman. Para pelayan berbondong-bondong keluar begitu mendapatkan kabar bahwa kereta keluarga Arcelio datang. "Selamat datang kembali Nona dan Tuan Arcelio," mereka memberi salam serentak begitu Cecilia keluar dari kereta kuda bersama dengan Revanov. "Belsacc, sudah lama tidak bertemu," sapa Cecilia pada seorang pria yang berdiri di tengah kumpulan para pelayan tersebut. "Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda Nona," jawabnya. "Bagaimana kehidupan sebagai kepala pelayan di Magrita?" Cecilia tertawa kecil melihat ekspresi Belsacc yang nampak tidak senang, pasalnya dia dulunya adalah ksatria namun setelah Mario dan Sillia
Gadis iitu kembali termenung menatap keluar jendela, angin yang berhembus sepoi-sepoi membawanya kembali dalam lamunan, memandangi taman yang masih sama namun kini terasa berbeda. Tidak ada lagi bunga yang bermekaran dan dedaunan mulai kering. Sudah berapa banyak musim terlewat sejak dia berada di kediaman Viscount Valerine untuk mendapatkan pengobatan. "Anehnya, aku tidak rindu tempat ini," gumam gadis itu, matanya masih menatap jauh ke arah kota yang ada di wilayah Magrita. Suara ketukan lembut menariknya kembali ke kenyataan. "Masuklah." "Nona Yvone, Tuan Duke muda datang untuk bertemu dengan anda," ucap seorang pelayan yang baru saja masuk membawakan camilannya. "Katakan padanya aku akan segera datang, panggilkan seseorang untuk membantuku bersiap." "Baik Nona." Kegelisahan terlihat jelas di wajah pemuda yang kini menunggu di ruang tamu, tangannya mengepal menahan rasa gugupnya. Untuk kedua kalinya dia bertemu dengan tunangan yang bahkan belum pernah dia lihat sebel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu