Share

Negosiasi

Penulis: Xia_Agatha
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-15 10:39:41

Tawa Revanov menggema di lorong, mengingat nama lain dari pria itu adalah gila, membuat Tristan tidak terkejut ataupun goyah padanya.

"Kau benar, aku harus berterima kasih padanya karena membuat semuanya menjadi mudah, termasuk menyingkirkan sepupumu yang gila itu."

"Kau begitu yakin Amelia akan mudah terseret dalam kasus sepele itu." Cibir Tristan.

"Dan kau begitu yakin keluarga mu tidak akan terseret, sepertinya ayahmu itu terlalu memanjakanmu, Tuan muda."

Kali ini ucapan Revanov membuatnya sedikit goyah, namun dia mencoba meyakinkan diri bahwa semua bukti sudah di hancurkan dan hanya satu bukti lagi yang perlu dia hancurkan dan itu sudah ada di tangannya sekarang.

Pedang itu mulai menyentuh kulitnya dan terkena sedikit noda merah namun tak cukup banyak untuk menetes ke bajunya.

"Apa yang kau inginkan?"

"Mencoba bernegosiasi huh? Bagaimana jika yang kuinginkan adalah membunuhmu sekarang?"

"Kau ingin menghancurkan keluarga Magrita bukan? Aku akan membantumu," ucap Tri
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Negosiasi

    Tawa Revanov menggema di lorong, mengingat nama lain dari pria itu adalah gila, membuat Tristan tidak terkejut ataupun goyah padanya. "Kau benar, aku harus berterima kasih padanya karena membuat semuanya menjadi mudah, termasuk menyingkirkan sepupumu yang gila itu." "Kau begitu yakin Amelia akan mudah terseret dalam kasus sepele itu." Cibir Tristan. "Dan kau begitu yakin keluarga mu tidak akan terseret, sepertinya ayahmu itu terlalu memanjakanmu, Tuan muda." Kali ini ucapan Revanov membuatnya sedikit goyah, namun dia mencoba meyakinkan diri bahwa semua bukti sudah di hancurkan dan hanya satu bukti lagi yang perlu dia hancurkan dan itu sudah ada di tangannya sekarang. Pedang itu mulai menyentuh kulitnya dan terkena sedikit noda merah namun tak cukup banyak untuk menetes ke bajunya. "Apa yang kau inginkan?" "Mencoba bernegosiasi huh? Bagaimana jika yang kuinginkan adalah membunuhmu sekarang?" "Kau ingin menghancurkan keluarga Magrita bukan? Aku akan membantumu," ucap Tri

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Kedatangan Cecilia

    Hari berganti hari dan malam tiba ketika sebuah kereta kuda memasuki kediaman Magrita bersama dengan beberapa ksatria yang mengiringinya. Angin malam yang dingin menyambut kedatangan mereka kembali ke rumah yang seharusnya tidak pernah mereka datangi lagi. Tak ada yang berubah sedikitpun disana, tempat itu masih menjadi tempat yang jauh dari kata harmonis dan nyaman. Para pelayan berbondong-bondong keluar begitu mendapatkan kabar bahwa kereta keluarga Arcelio datang. "Selamat datang kembali Nona dan Tuan Arcelio," mereka memberi salam serentak begitu Cecilia keluar dari kereta kuda bersama dengan Revanov. "Belsacc, sudah lama tidak bertemu," sapa Cecilia pada seorang pria yang berdiri di tengah kumpulan para pelayan tersebut. "Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda Nona," jawabnya. "Bagaimana kehidupan sebagai kepala pelayan di Magrita?" Cecilia tertawa kecil melihat ekspresi Belsacc yang nampak tidak senang, pasalnya dia dulunya adalah ksatria namun setelah Mario dan Sillia

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Yvone dan Tristan

    Gadis iitu kembali termenung menatap keluar jendela, angin yang berhembus sepoi-sepoi membawanya kembali dalam lamunan, memandangi taman yang masih sama namun kini terasa berbeda. Tidak ada lagi bunga yang bermekaran dan dedaunan mulai kering. Sudah berapa banyak musim terlewat sejak dia berada di kediaman Viscount Valerine untuk mendapatkan pengobatan. "Anehnya, aku tidak rindu tempat ini," gumam gadis itu, matanya masih menatap jauh ke arah kota yang ada di wilayah Magrita. Suara ketukan lembut menariknya kembali ke kenyataan. "Masuklah." "Nona Yvone, Tuan Duke muda datang untuk bertemu dengan anda," ucap seorang pelayan yang baru saja masuk membawakan camilannya. "Katakan padanya aku akan segera datang, panggilkan seseorang untuk membantuku bersiap." "Baik Nona." Kegelisahan terlihat jelas di wajah pemuda yang kini menunggu di ruang tamu, tangannya mengepal menahan rasa gugupnya. Untuk kedua kalinya dia bertemu dengan tunangan yang bahkan belum pernah dia lihat sebel

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Salah paham?

    Suasana di lantai bawah penginapan begitu ramai karena banyaknya pengunjung yang makan disana tak terkecuali ksatria yang mengiringi perjalanan Cecilia. Mereka berkumpul dalam satu meja dan berbincang ringan bersama Alfonso, hingga salah satu dari mereka membuka pembicaraan lain. "Hei apa kau mendengarnya tadi pagi?" "Dengar apa?" tanya seorang lainnya yang duduk di samping Alfonso. Namun justru ksatria lain yang menjawab. "Aku tak sengaja mendengarnya saat akan memanggil Nyonya untuk sarapan bersama jadi aku buru-buru pergi sebelum mereka sadar. Sepertinya keluarga Arcelio akan memiliki penerus baru." Alfonso yang mendengarnya tidak segan untuk menyemburkan air minum yang terasa seperti menyangkut di tenggorokan hingga membuat para Ksatria tertawa. "Apa kau bilang?! Maksudmu ...," "Oh, aku tidak seharusnya membicarakan mereka seperti ini. Melihat nyonya meminta sarapan di kamar sepertinya Tuan melakukan terlalu jauh." "Aku merasa kasihan untuk Nyonya tapi itu untuk masa

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Ciuman Pertama

    Malam semakin larut namun Revanov masih belum tertidur, dia mendekap tubuh Cecilia yang masih terlelap dan menariknya semakin dekat. Di pandanginya wajah gadis itu dengan tatapan yang lembut."Kau tidak berubah Cecil, sudah berapa tahun kita tidak bertemu sampai kau melupakanku?" Tangannya menyisir lembut rambut yang hampir menutupi wajah sang istri. Dia tidak terlihat patah hati karena Cecilia melupakannya justru dia lega karena gadis itu bisa melupakan masa lalu yang mungkin menyakitkan untuknya."Kau boleh melupakan semuanya jika kau mau, aku akan membuat kenangan baru yang lebih indah untuk menimpa kenangan burukmu Cecil."Sebuah kecupan mendarat di kening Cecilia namun gadis itu tidak menyadarinya dan tertidur semakin lelap dalam kehangatan yang di bagi oleh Revanov.***Ketika pagi datang Cecilia menemukan dirinya tertidur di ranjang bersama seorang pria yang tak lain adalah suaminya. Tangan besar itu melingkar di pinggangnya dengan posesif hingga membuatnya sulit untuk bergera

  • Istri Pengganti sang Duke Arogan   Kembali ke Magrita

    "Apa? Kau bilang dia mengirim pembunuhan bayaran untuk menemaniku hari itu?!" Suara gadis itu meninggi karena terkejut, tangannya membungkam mulut yang ternganga. Hampir saja, hampir saja Marquis tahu tentang kunjungannya di tempat Alfonso hari itu. Kalau saja Revanov tidak membunuhnya hari itu, bisa saja semua rencananya untuk menutupi bisnisnya hancur. "Kau tidak tahu?" "Tidak, kupikir dia ksatria biasa yang di minta menemaniku. Aku ... wah, sungguh aku tidak tahu dia selicik itu." Dalam hatinya dia mengutuk diri sendiri karena ketidaktahuan dan kepolosannya saat itu. "Aku sungguh buruk dalam menilai orang," gumamnya. "Kau baru tahu itu juga?" kali ini pertanyaan Revanov sedikit mengejek istrinya yang masih terkejut. Sudah berapa banyak plot twist yang terjadi dalam hidupnya selama ini namun gadis itu tetap saja terkejut setiap kali mengetahui sesuatu yang baru. Cecilia mendengus kesal melihat sang suami menikmati waktu mencemooh dirinya. "Berhenti bicara, kata-katamu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status