Share

Bab 38. Ada Cara?

Author: Mylilcosmos
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-05 21:39:36
Yin Anzhu menyibak tirai.

Aroma yang segar dan khas lambat-lambat menyusup ke indera penciumannya. Tanpa kentara, ia mengendus. Aroma ini mengingatkannya pada aroma hutan selepas hujan. Bersih, dengan sedikit sentuhan wangi pinus.

Pandangannya segera beradu dengan sepasang mata gelap milik Shangguan Chen. Tatapan tenang pria itu membuatnya mendadak merasa canggung.

Yin Anzhu menjilati bibirnya dengan gugup. Ia lalu memasang senyum tipis di wajah dan melembutkan suaranya, “Tuan, maaf mengganggu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Indriyani Indriyani
kapan bs luluh nie si Tuan Muda
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 81. Kau Terlalu Ikut Campur!

    Yin Anzhu terbangun oleh suara-suara yang datang dari luar kamar.Suara pintu membuka, kemudian langkah kaki mendekat.Yin Anzhu membuka kelopak matanya yang terasa berat. Pada akhirnya, hanya mampu membuka salah satunya.Taotao tiba di depan sofa tidur. Jemarinya saling meremas, sementara kepalanya sesekali menoleh ke arah luar.Ia memberitahu. "Nyonya Muda, Nona Kedua ada di depan." "Bagaimana ini?” ujarnya cemas. “Nona Kedua pasti masih mempermasalahkan kejadian siang tadi.” Yin Anzhu membuka matanya yang sempat terpejam. Ia mengangguk, menyingkirkan kain tipis yang menutupi tubuhnya, lalu turun dari sofa."Aku akan menghadapinya," ujarnya sambil melambai. "Kau pergilah ke depan."Taotao linglung, tidak langsung pergi. Pandangannya mengikuti nyonya mudanya yang beranjak ke kamar kecil. Ia sungguh khawatir. Akhir-akhir ini, sang majikan tidak lagi menahan diri. Bagaimana jika mereka berdua berakhir ribut besar?Taotao masih berdiri terpaku di tempat, hingga ia mendengar lagi suar

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 80. Urusan Toko

    "Nyonya Muda, bukankah itu Nona Kedua?"Yin Anzhu yang baru saja turun dari kereta, segera menoleh ke arah yang dilihat Taotao. Di seberang Aula Ruyi, di depan sebuah toko wewangian, Shangguan Zhiyi sedang berdiri bersama sekelompok wanita muda. Kelihatannya mereka sedang berbincang. Akan tetapi, melihat ekspresi Shangguan Zhiyi yang dingin, sepertinya itu bukan percakapan yang menyenangkan. Yin Anzhu mengabaikannya dan hendak masuk ke dalam toko. Namun langkahnya mendadak terhenti. Ia menoleh lagi. Nona muda dari keluarga Wu juga ada dalam kelompok itu. Wanita yang masih membuat darahnya mendidih tiap kali diingat. Itulah Nona Ketujuh Wu. Tapi tidak hanya dia, Nona Kesembilan Wu juga ada di antara mereka.Alis Yin Anzhu berkerut tipis. Ia masih mengamati mereka beberapa saat, sebelum akhirnya menghela napas dan melangkah masuk ke Aula Ruyi.Penjaga toko segera menyambut. Di pagi hari, tampaknya Song Mama telah mengirim orang untuk memberitahu si penjaga toko, sehingga saat Yin Anz

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 79. Hadiah yang Kembali

    Shangguan Zhiyi terdiam. Ekspresinya menjadi lebih buruk.Seolah protes dengan saran ibunya barusan, ia membalas, "Mengapa repot-repot membujuknya? Ibu bicarakan saja langsung dengan Bibi Jiang. Lagipula, pertunangan belum diresmikan, hanya kesepakatan lisan. Tidak masalah jika tidak dilanjutkan lagi."Nyonya Su segera memalingkan wajah. Ia mengangkat kipas bundar di pangkuan dan mengipasi dirinya pelan. Pandangannya kini tertuju ke taman di depan."Ibu tidak mendengarkanku?" Shangguan Zhiyi meninggikan suaranya sedikit. Ia tahu ibunya sedang mengabaikannya.“Ibu!” panggilnya dengan nada merengek. Ia lantas mendengus kecil. “Aku tidak mau tahu. Aku tidak ingin bertemu Jiang Wenxiu lagi. Ibu yang mengatur perjodohan ini, Ibu juga yang harus mengakhirinya.”Di bawah pohon di taman depan, Yin Anzhu yang sejak tadi diam-diam menyimak percakapan mereka hanya bisa memutar mata. Ia mengusap-usap dagunya seperti seorang pria tua, sementara mata bulatnya sedikit disipitkan.Sifat Adik iparnya

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 78. Apa yang Dia Pikirkan?

    Halaman MagnoliaYang Mama, wanita paruh baya dengan tahi lalat besar di pipi berjalan masuk dari gerbang luar dengan dagu terangkat. Sikapnya jauh lebih angkuh dibanding sang majikan pemilik halaman.Melihatnya masuk, para pelayan yang sedang bertugas di pekarangan, sedikit menundukkan kepala. Tak satupun yang tidak menunjukkan sikap hormat di depannya. Meski begitu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang diomongkan di belakang orangnya.Tak lama kemudian, wanita yang sudah mulai beruban itu tiba di depan pintu kamar utama. Ia merapikan pakaian sekedarnya sebelum mencondongkan kepala ke depan.“Selir, saya kembali,” ujarnya pelan dengan suara penuh hormat.“Mama, masuklah.” Pintu didorong perlahan. Yang Mama masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.Di dalam ruangan, aroma dupa yang khas memenuhi udara. Jika seseorang baru pertama kali menghirupnya, ia mungkin tidak akan langsung terbiasa dengan wanginya. Namun, setelah lama menghirupnya, aroma itu justru akan terasa semakin menyen

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 77. Jangan Berikan

    Sayangnya, sebelum Tuan Kedua Ye sempat mengajak Yin Anzhu mampir ke tokonya, Yin Anzhu melihat Moyan berdiri dalam jangkauan pandangannya.Bawahan itu menunduk dengan hormat dan terus berdiri di jalan seberang tanpa beranjak. Yin Anzhu bisa saja mengabaikannya, namun melihat pria itu tidak berpaling darinya, perasaannya tiba-tiba tidak enak.Ia berpikir sebentar, kemudian menoleh pada Tuan Kedua Ye di samping. “Mm…Aku tiba-tiba ingat masih ada urusan yang harus diselesaikan di rumah.” “Lain kali,“ ujarnya. “Lain kali aku pasti akan mampir ke toko kalian. Oh, juga penyangga kuas yang sebelumnya kujanjikan, pasti akan kubawa.”Wajah Tuan Kedua Ye terlihat sedikit kecewa, namun ia segera tersenyum lalu mengangguk kecil. “Baiklah. Kau sudah tahu tempatnya. Datanglah kapanpun sempat. Adik Kedua juga pasti ingin bertemu lagi denganmu.”Yin Anzhu mengangguk. Setelah itu, ia melambai padanya dan beranjak dari sana bersama Taotao.Di seberang jalan, Moyan masih berdiri menghadap ke arahnya.

  • Istri Pilihan Tuan Shangguan!   Bab 76. Bertemu Suami

    Paviliun Yuhe terletak di persimpangan jalan yang paling ramai di Pasar Timur. Seperti biasa, di siang hari tempat tersebut dipadati oleh orang-orang yang datang untuk menikmati bebek panggang berbumbu andalan mereka. Begitu populernya, bahkan antrian di depan restoran pun tak terelakkan. Meski begitu, para pelanggan sama sekali tidak mengeluh. Bagi mereka, bisa menikmati hidangan bebek panggang Paviliun Yuhe sepadan dengan usaha itu.Di ruang pribadi di lantai dua, seorang pelayan yang masuk dengan nampan lebar, meletakkan satu per satu hidangan dalam piring-piring kecil ke atas meja.Dalam sekejap, aroma khas dari campuran rempah kuat yang digunakan dalam masakan memenuhi ruangan, hingga membuat salah seorang tamu di dalam ruangan terbatuk pelan.“Huaiyu begitu lemah. Mencium aroma pedas sedikit sudah seperti orang sekarat saja.”Shangguan Chen melirik jendela yang sudah dibuka lebar oleh Moyan. Aroma pedas bebek panggang berbumbu segera menyebar bersama udara yang berembus masuk.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status