แชร์

Diam-diam Mengamati

ผู้เขียน: Aldra_12
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-21 11:18:55

Di dalam area mall.

Keano baru saja menyelesaikan pertemuan singkat dengan salah satu tenant di lantai bawah PD Mall.

Langkahnya melintasi koridor utama, sengaja memilih rute yang melewati depan toko kosmetik tempat Freya bekerja.

Kebiasaan barunya ini muncul entah sejak kapan—setiap kali ada urusan di lantai bawah, dia selalu menyempatkan diri lewat sana, meski hanya sekadar memastikan.

Tatapan Keano menyapu etalase toko yang tertata rapi, mencari sosok yang biasanya berdiri di balik meja kas
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
jangan salah paham ya keano, freya dicurangi brian hasil penjualannya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Rencana Freya

    Freya menunduk sejenak, mengumpulkan pikirannya yang masih berkecamuk. Jemarinya meremat ujung rok kerja, gerakan kecil yang selalu muncul setiap kali dia gugup atau ragu mengungkapkan sesuatu.“Sebenarnya ….” Freya memulai dengan suara pelan, matanya masih menatap ke bawah. “Saya juga masih bingung dan penasaran, kenapa Brian yang akhirnya terpilih.”Keano menatap lekat wajah Freya yang tampak bergulat dengan pikirannya sendiri. Dia tidak menyela, membiarkan Freya menyelesaikan kalimatnya dengan caranya sendiri.“Kalau memang dia layak mendapatkan posisi itu, memang seharusnya dia yang mendapatkannya,” ucap Freya lagi, kali ini dia mengangkat wajah dan menatap Keano dengan sorot mata penuh kejujuran. “Saya tidak keberatan kalau memang penilaiannya adil.”Freya menjeda sejenak kalimatnya, menarik napas pelan sebelum melanjutkan. “Tapi kalau ternyata dia tidak pantas, dan posisi itu didapat dengan cara yang curang seperti mencuri hasil kerja orang lain ... saya berharap posisi itu dibe

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Interogasi

    Freya masih berdiri di belakang gedung sambil menarik dan membuang napas berkali-kali untuk melegakan sesak di dadanya.Memang tak apa jika dia tak menjadi manager toko, hanya saja Freya tak bisa menerima hasil kerjanya dicuri oleh orang yang benar-benar dia percayai.Seperti mendapat roti ketika dia membutuhkan, tapi juga harus menerima racun secara bersamaan.Ini sangat menyakitkan untuk Freya. Bibirnya tersenyum getir, pria yang dia kagumi, ternyata tak lebih dari pria licik, manipulatif, dan tak berperasaan.Bodohnya Freya percaya pada Brian begitu saja. Bagaimana bisa dia tak pernah menaruh curiga pada pria itu.Saat Freya masih terus menenangkan perasaan kecewanya. Ponsel Freya kembali bergetar. Kali ini pesan singkat yang muncul di layar.Pesan ini dari Keano.Freya membuka pesan itu dan membaca isinya.[Naik ke ruang kerjaku. Sekarang.]Freya menatap pesan itu dengan dada berdebar. Tidak ada ruang untuk menolak dari nada tegas yang tersirat lewat kalimat singkat itu.Dia menar

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Diam-diam Mengamati

    Di dalam area mall.Keano baru saja menyelesaikan pertemuan singkat dengan salah satu tenant di lantai bawah PD Mall. Langkahnya melintasi koridor utama, sengaja memilih rute yang melewati depan toko kosmetik tempat Freya bekerja.Kebiasaan barunya ini muncul entah sejak kapan—setiap kali ada urusan di lantai bawah, dia selalu menyempatkan diri lewat sana, meski hanya sekadar memastikan.Tatapan Keano menyapu etalase toko yang tertata rapi, mencari sosok yang biasanya berdiri di balik meja kasir atau sibuk merapikan rak produk.Namun, Freya tidak ada di sana.Keano menghentikan langkahnya sejenak, matanya menelusuri setiap sudut toko yang terlihat dari luar. Hanya ada Rachel yang tampak sibuk melayani pelanggan, dan seorang karyawan lain yang tidak dia kenal namanya.Kening Keano berkerut tipis. Biasanya di jam seperti ini, Freya sudah berada di posisinya.Nanda yang berjalan di belakangnya menyadari langkah Keano yang melambat. Nanda sampai memastikan ke mana arah tatapan atasannya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Ternyata Licik

    Freya menatap Brian yang berdiri di ujung koridor dengan senyum ramahnya yang biasa, seolah dunia baik-baik saja. Rasa marah yang tadi tertahan di dadanya kini mendidih, siap meluap kapan saja.“Frey? Kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali,” tanya Brian, melangkah mendekat dengan raut khawatir yang terlihat begitu meyakinkan.Freya menatap Brian lekat-lekat, mencoba mencari secuil rasa bersalah di balik wajah tenang itu. Tapi yang dia temukan hanyalah ketenangan yang begitu wajar, seolah pria ini benar-benar tidak tahu apa-apa.“Aku baru saja melihat data penjualanku,” kata Freya akhirnya, suaranya datar tapi tajam. “Kenapa kode stafmu ada di transaksi-transaksi besarku, Brian?”Untuk sepersekian detik, ada kilat terkejut yang lewat di mata Brian. Tapi secepat itu pula raut wajahnya kembali normal, bahkan menampilkan ekspresi bingung yang dibuat-buat.“Maksudmu apa? Aku tidak paham,” balas Brian, mengangkat bahu seolah benar-benar tidak mengerti.“Jangan berpura-pura, Brian.” Freya melangk

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Bagaimana Bisa?

    Freya berangkat bersama Nanda seperti hari sebelumnya. Dia sudah tiba di mall dan langsung masuk untuk bersiap bekerja.Suasana di area belakang toko kosmetik dipenuhi bisik-bisik karyawan yang berkumpul di depan papan pengumuman. Freya berjalan mendekat bersama Rachel, ikut menyelinap di antara kerumunan untuk melihat kertas yang baru saja ditempel.Pengumuman Resmi: Manajer Toko Kosmetik Area Lantai 2 — Brian MahendraFreya membaca nama itu berulang kali, memastikan matanya tidak salah lihat.“Apa?” Rachel yang berdiri di sampingnya bersuara lebih dulu, matanya membola tak percaya. “Brian? Yang benar saja!”Bisikan di sekitar mereka semakin ramai. Beberapa karyawan saling berpandangan dengan raut heran, ada juga yang menggelengkan kepala pelan.“Bukannya penjualan Brian selalu di bawah rata-rata?” bisik salah satu karyawan dari toko sebelah.“Iya, aneh sekali. Padahal semua tahu Freya yang paling konsisten mencapai target,” timpal yang lain, suaranya cukup pelan tapi masih terdenga

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Perhatian Kecil

    Keesokan harinya.Freya baru saja selesai mengganti pakaian kerjanya di dalam kamar mandi. Dia keluar dengan blus lengan panjang berwarna krem, rambutnya masih setengah basah dan tergerai di bahu.Freya melangkah menuju cermin besar di sudut walk in closet, lalu mulai menyisir rambutnya dengan gerakan cepat karena waktu hampir siang.Sampai suara pintu walk in closet kembali terbuka, membuat Freya menoleh sekilas.Keano melangkah masuk dengan kemeja putih yang belum sepenuhnya dikancingkan dan memperlihatkan sebagian dada bidangnya. Tangannya membawa sebuah kotak kecil berwarna putih.Freya buru-buru mengalihkan pandangan, pipinya memanas tanpa alasan jelas. Dia kembali fokus menyisir rambutnya, berusaha terlihat sesibuk mungkin.“Duduk,” kata Keano begitu sampai di dekat Freya, suaranya datar seperti biasa.Freya menghentikan gerakan tangannya. Dia menoleh dengan kening berkerut. “Duduk, Pak? Untuk apa?”Keano tidak menjawab. Dia hanya menunjuk kursi kecil di dekat meja rias dengan d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status